Aku, Khanza

Aku, Khanza
Yang Tak Dapat Di Ubah...


...♡♡♡...


Kun fayakun merupakan istilah yang sudah tidak asing bagi kalangan umat Islam dan kata ini cukup banyak bermunculan dalam penggalan surat-surat Alquran bahkan salah satunya pada surat yasin ayat ke-82, kun fayakun artinya " jadilah, maka terjadilah ".


Sesuatu hal yang tak dapat kita lawan bahkan tak bisa kita lari kemanapun ialah "Takdir" semuanya sudah di garis bawahi oleh tuhan untuk kita terutama masalah hidup kita, rezeki, musibah, kematian, hingga jodoh kita itu semua telah di atur sedemikian rupa oleh sang pencipta maka dari itu kita sebagai umatnya hanya mampu berusaha serta berdo'a supaya tuhan memberikan setiap keridhoan dalam langkah kita di mana pun kita berada.


Wass


Wess


Woss


Seusai salah satu ustadz memberikan tausiyahnya di pemakaman orang-orang tampak riuh serta ada pula yang masih berdo'a terutama sang ustadz juga belum kembali dari tempatnya sebab ia juga terlihat sedang mendoakan korban kebakaran yang tak dapat di selamatkan lagi dan tak berapa lama sang ustadz pamit pada kedua orang yang sebelumnya ada di tempat kejadian setelah itu ia pun berlalu pergi.


Yeap, pak Yudi juga Ratih sudah tak terselamatkan dari kejadian malam itu mereka berdua terjebak di dalam kamar setelah atap rumah mereka roboh bahkan Ratih mendorong kuat suaminya namun bukannya selamat malah mereka berdua tertimpa lemari yang jatuh akibat reruntuhan dari atap tersebut makanya lemari itu jatuh tepat di tubuh mereka dan kaki mereka terjepit sebab itu mereka tak bisa kemanapun sementara api terus melahap kamar mereka.


Setelah petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan apinya ke esokan hari beberapa orang warga menemukan pak Yudi juga Ratih dalam kondisi sudah gosong bahkan keduanya saling melindungi satu sama lain dan bagaimana mereka bisa lari dalam keadaan kaki Ratih sudah terjepit bagian lemari sedangkan kepala pak Yudi sudah terbenam oleh reruntuhan atap serta kakinya sudah tertimpa bagian lemari dalam kondisi terlipat.


Warga awalnya menemukan terlebih dulu kaki sebelah Ratih yang sudah gosong dan seketika warga menjerit meminta bantuan yang lain untuk menyingkirkan terlebih dulu lemari yang menimpa keduanya dan dengan usaha beberapa orang barulah lemari tersebut terangkat sebab lemari itu terbakar bersama keduanya juga.


Dari ke empat rumah cuma pak Yudi dan Ratih yang tak selamat sebab rumah mereka yang terbakar tak separah warung pak Yudi yang memang di lalap habis oleh api makanya sebelum api menyebar mereka sudah kian bisa melarikan diri.


Dari kejadian tersebut pihak kepolisian sedang mengusut asal usul datangnya api tapi mereka tak menemukan apapun termasuk korsleting arus pendek listrik, atau semacamnya yang mengakibatkan kebakaran belum sedikitpun mereka temukan penyebabnya bahkan menurut kepolisian kebakaran memang di lakukan oleh seseorang dengan sengaja namun pihak mereka tidak menemukan barang bukti apapun akan tetapi dari pengakuan warga terlihat ada tetesan bensin di dekat warung pak Yudi makanya polisi masih menguak kasus kebakaran itu sebab sudah memakan korban hingga meningal dunia.


Anak dari pak Yudi juga Ratih begitu sangat terpukul mendengar kabar duka dari warga yang menghubungi dirinya bahkan lebih menyedihkan lagi ia tak dapat pulang ke negaranya sebab ia tak di berikan izin pulang walaupun ia sudah memberi tahu kejadian yang menimpa keluarganya namun dalam bisnis tetap bisnis tak dapat di campur adukkan dalam urusan pribadi, begitulah perkataan dari atasannya serasa ia ingin keluar dari pekerjaan itu tetapi ia tak bisa melakukannya karena sebuah kontrak yang telah mengikat lehernya.


.


.


.


Drap


Drap


BLAAMM


"Ma! gawat ma, Hayati tidak ada di kamarnya!" keributan terjadi di rumah Shopia setelah Kino mengetahui istrinya tidak ada lagi makanya ia secara kuat membanting pintu kamar ibunya dalam keadaan nafas sudah sesak akibat berlarian.


"Kau jangan bercanda! bagaimana dia bisa keluar dalam keadaan seperti mayat hidup begitu?" katanya pula dengan nada sedikit tinggi dan kini kondisinya sudah membaik makanya ia merasa telah sehat kembali namun seketika dia di kagetkan oleh kabar dari Kino membuat rasa senangnya menjadi jengkel serta ia melangkah ke arah Kino dengan meletakkan kedua tangannya di pinggang sembari menatap penuh kemarahan karena Kino membuat paginya penuh kekesalan.


"Ma, saat ini bukan waktunya untuk marah-marah! karena masih ada hal penting ma, ayoo ikut aku kalau mama tidak percaya!" ajaknya pula dengan seketika ia menarik lengan ibunya dan membawanya berlari secara cepat.


"Kino! kaki mama sakit, dasar anak berandal! mama bilang pelan sedikit," teriaknya pula dengan keras bahkan membabi buta memarahi anaknya sendiri.


"Sudah, mama ikut saja biar mama lihat sendiri?!" tak sadar ia juga telah berkata keras pada ibunya itu sebab ia merasa takut sendiri dengan hilangnya Hayati.


Dalam beberapa saat sampailah mereka tepat di kamar Hayati di kurung.


"Nah, mama lihat sendiri kan? wanita itu tidak ada ma!" katanya pula setelah itu ia memijat dahinya tampak kebingungan.


"Kenapa dia bisa kabur dari sini? apa kau yakin mengunci kamar ini?" tanya ibunya mulai terlihat sibuk memeriksa pintu kamar itu.


"Sudah ma, aku yakin selalu mengunci kamar ini kalau aku keluar dan lagipula bagaimana dia bisa kabur sendiri jika dalam keadaan di borgol? sangat tak masuk di akal ma!" ocehannya pula sesekali ia duduk dan mondar mandir tampak gelisah.


"Cepat kau panggil pembantu pembuat onar itu ke sini, cepat!" senggak ibunya dengan nada yang keras serta tampak wajahnya yang tak karuan.


"Siapa mama maksud? si Keke itu? dia tak ada di kamarnya setelah aku periksa dia meninggalkan surat karena mau pulang kampung, semua bajunya juga tidak ada yang tertinggal," jawabnya pula sembari memijat dahinya terus.


"Dasar pembantu tidak tahu diri, se-enaknya pergi tanpa pamit! atau jangan-jangan dia yang sudah membantu Hayati keluar dari kamar ini," imbuhnya seketika Kino menatap ke arah ibunya yang berdiri di dekat pintu.


"Ma, kuncinya ada padaku! bagaimana cara dia membukanya tanpa kunci dan itu mama lihat semua borgol terbuka jadi ini tak bisa di lakukan hanya satu orang! aku yakin pasti ada yang masuk ke rumah kita tanpa kita sadari ma!" cakapnya pula membuat ibunya menautkan kedua dahi.


"Tapi siapa? bagaimana cara mereka masuk ke rumah ini?" tanya ibunya yang masih bertanya-tanya bahkan ia juga memijat dahinya sedari tadi sebab sudah merasa cemas karena Hayati tak ada lagi di depan matanya.


"Ya aku mana tahu ma, kalau aku tahu tak mungkin aku biarkan mereka kabur begitu saja!" cetusnya pula sehingga sorotan matanya menjadi kesal menatap ke arah ibunya yang seolah dia harus tahu semuanya.


Tinggg


Tongg


Berbunyi pula bel rumah Shopia beberapa kali.


^^^To be continued ^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan :...


Berlarilah sejauh mungkin namun tuhan tetap tahu di mana pun kau berada sebab ketika kau bersembunyi manusia tidak akan mengetahui keberadaan mu tetapi tuhan akan selalu ada dan mengawasimu ❤️