Aku, Khanza

Aku, Khanza
Kedatangan Tamu? Malah Membuat Panik?


...♡♡♡...


"Permisi... Apakah ada orang di dalam?" panggilan dari salah seorang lelaki yang sudah kesekian kali membunyikan bel rumah Shopia namun tidak ada satupun yang menjawabnya makanya ia mencoba mengetuk pintu tersebut berulang kali.


Ketukan serta panggilan itupun belum juga ada jawaban.


.


.


.


"Ma, siapa yang datang itu?" tanya Kino pula setelah ia mendengar secara samar sebab ia berada di atas sudah pasti panggilan itu tidak terlalu jelas kemudian ia berdiri dari duduknya tampak penasaran makanya ia ingin segera pergi namun langsung di cegah oleh ibunya seketika.


"Tunggu Kino, sebelum kau membuka pintunya jangan lupa lihat dari jendela! apa kau paham?" kata ibunya pula yang mulai curiga sebab setelah Hayati menghilang ada seseorang yang datang ke rumahnya makanya ia menjadi lebih waspada.


Kino anggukkan kepala dengan menuruti perkataan ibunya lalu ia berjalan secara cepat untuk turun ke bawah sementara Shopia masih menunggu di atas sembari mondar mandir tampak kebingungan lalu ia mencari cek miliknya di dalam kamarnya sendiri dengan membuka lemari kecil sebab itu ia dapatkan berbentuk hadiah yang di berikan oleh Wanda namun itu hanyalah semata-mata cuma tipuan untuknya bahkan ia belum mengetahuinya hingga kini karena ia belum mencairkan uang tersebut akibat kejadian yang menimpanya.


Drapp


Drapp


Bruggh


Tubuh Kino mulai melemas setelah ia berlarian dari bawah hingga kembali lagi ke atas sembari terus menyeka keringat yang bercucuran di wajahnya makanya ia terduduk begitu saja.


"Hag hahh, ma..."


Nafas yang tak beraturan itu membuat ibunya menjadi jengah sebab Kino berbicara tidak jelas.


"Tenang lah, kenapa kau sampai sesak nafas begitu? memangnya siapa yang datang?" tanya ibunya yang sudah mengernyitkan wajah melihat anaknya yang terduduk di lantai.


Kino masih mengatur nafasnya sebelum ia menjawab pertanyaan dari ibunya kemudian ia membuang nafas kasar hingga ia menegakkan kepalanya sambil menunjuk ke arah luar kamar.


"A -ada polisi di depan rumah kita ma!" ungkap Kino secara kelabakan sehingga ibunya terkejut mendengar ucapan Kino barusan.


"Apa kau bilang? p -polisi? ti -tidak mungkin! pasti kau salah melihat," berang ibunya pula yang tak mempercayai perkataan Kino sehingga ia melontarkan tawa kecilnya.


"Ma! aku belum buta, penglihatan ku masih cukup jelas dan sekarang kalau mama tidak percaya lihat saja sendiri lalu buktikan dengan mata mama," balasnya dengan tegas sebab dia merasa kesal ucapannya tak di dengarkan.


Dari perawakan wajah Kino membuat Shopia tak bisa berkata apapun lagi bahkan masih saja suara ketukan serta panggilan dari bawah semakin terdengar jelas. "Mampus kita Kino... Sekarang kita harus bagaimana?" ocehan ibunya membuat Kino bertambah pusing karena ia selalu berada di belakang ibunya bagaimana bisa ia memberi ide di saat situasi begini makanya ia hanya memijat dahinya mendengar ocehan ibunya yang terus bertanya pada dirinya.


"Aku juga selalu mengikuti mama! mengurung Hayati di kamar ini juga perintah dari mama dan sekarang mama meminta aku berfikir? aku tak tahu harus melakukan apa, mama saja yang berfikir!" jawabnya dengan santai pula membuat ibunya mengepalkan kedua tangan sebab dia menjadi kesal melihat anaknya yang selalu bodoh tak dapat di andalkan.


"Dasar anak tol*l, apa yang kau bisa hah? semuanya kau tak bisa otak mu ini di pakai, buat apa otakmu di sini jika tak kau gunakan!" cerocosnya secara terus menerus mengumpat bahkan ia berulang kali memukul kepala anaknya sendiri.


"Aduh ma! sudah lah, bukan saatnya mama begini padaku lebih baik mama mencari cara bagaimana kita tak berurusan dengan mereka," keluh Kino yang menahan tangan ibunya yang tak henti memukul kepalanya makanya ia menjadi jengkel lalu ia menghempaskan tangan ibunya dengan raut wajahnya yang kesal.


"Semua ini gara-gara kau!" bentaknya dengan menunjuk ke arah Kino.


"Kenapa aku lagi yang mama salahkan?" protesnya dengan nada tidak terima.


"Karena kau tak becus menjaga wanita itu sampai dia bisa terlepas begitu saja itu berarti kau yang ceroboh Kino!" semburnya lagi tiada habisnya namun kali ini Kino terdiam dan mengelus pundak lehernya menahan emosi untuk tak membantah ibunya lagi.


"Kita harus keluar dari sini, ya! kita tak boleh lagi ada di rumah ini karena kalau kita bertahan di sini yang ada kita berakhir di penjara," cerocosnya terdengar begitu panik sendiri lalu ia langsung keluar dari kamar itu setelah ia sampai di kamarnya sendiri ia pun meraih tas berukuran sedang dengan mengobrak abrik laci lemarinya untuk mencari berkas rumah supaya dia bisa membawanya tak lupa juga ia memasukkan beberapa bajunya beserta keperluan yang lain termasuk cek yang ia dapatkan juga ATM miliknya bahkan antingnya yang ia beli mahal ia masukkan ke dalam tas.


Shopia kembali ke kamar tempat Hayati di kurung lalu ia menarik lengan Kino yang masih saja terduduk di lantai.


"Ayo cepat kau bereskan barang yang kau perlukan saja kita tidak boleh ada di rumah ini , cepat!" ia pun menarik lengan Kino dengan kuat supaya Kino cepat bergerak.


"Ma, bagaimana bisa kita keluar dari rumah ini? caranya gimana?" tanya Kino tiada hentinya setelah ia berdiri membuat ibunya bertambah mengamuk.


"Cepaaat! tidak usah banyak bertanya."


Ibunya berteriak membuat telinga Kino berdengung dan tanpa berbicara lagi ia dengan sigapnya keluar hendak pergi ke kamarnya serta meraih tas ransel dan memasukkan barang yang dia perlukan ke dalam tas miliknya lalu ia pun kembali lagi dan sesekali ia melirik ke arah ibunya yang tampak begitu panik melihat ke arah luar jendela.


"Ma, semuanya sudah beres!" tegur Kino dari depan pintu kamar.


Shopia berjalan secara cepat menuju pintu kamar lalu di ikuti oleh Kino di belakangnya kemudian langkah kaki Shopia menuju kolam tempat biasa mereka bersantai sebab ia berfikir ada satu jalan supaya bisa turun ke bawah walau tanpa melalui pintu rumah.


Yeap, tempat awalnya Nathan dan yang lainnya masuk ke rumah Shopia dengan cara memanjat menggunakan tali.


^^^To be continued ^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan :...


Hidupmu tak akan tenang jika kau terus berbuat maksiat pada manusia serta tuhan mu sendiri ❤️