Aku, Khanza

Aku, Khanza
Puding Menguak Identitas...


...♡♡♡...



Terdapat sajian puding berbahan yoghurt yang di dalamnya sudah di olah bermacam buah bergizi tinggi tepat di atas meja mereka saat ini.


Tentu saja itu membuat Jolie menjadi mood kembali setelah ia melihat sajian penutup tersebut namun ia masih menahannya karena tak ingin sampai Chelsea mengetahui sikapnya yang ceria ketika melihat sajian itu padahal Chelsea sudah melirik Jolie tanpa dia sadari.


"Please Jolie taste this very sweet dish," imbuh Chelsea yang tampak sedang menggeser sajian tersebut ke arah Jolie.


Jolie pun melontarkan senyum lebarnya karena melihat sajian tersebut sungguh membuatnya tak sabar ingin segera mencicipinya lalu ia pun menyambutnya dengan wajah berseri tentu saja Chelsea pun membalas dengan tersenyum ketika Jolie melihatnya.


Tak lama kemudian mereka saling bersamaan mencicipi sajian itu masing-masing sesuap demi sesuap.


"Mmmhh... Really delicious," riuh Jolie berucap demikian seakan dirinya sangat menikmati sajian tersebut berbeda dengan sajian yang ia makan sebelumnya.


"Do you really like it?" tanya Chelsea pula yang tampak sedang menikmatinya sambil menoleh ke arah Jolie yang terus saja memasukkan sajian tersebut di dalam mulutnya.


"Of course madam i like it very much what is it called madam? because it looks like pudding," ocehan dari Jolie seolah terlihat tak ingin berhenti memakan sajian itu.


"You're right this is called pudding which contains yogurt and high vitamin fruit," balas Chelsea dengan ramah pula.


"Wow what a great feeling," riuhnya lagi sangat antusias ketika dirinya berucap demikian.


Chelsea sedari tadi sudah mengamati gelagat yang di lontarkan oleh Jolie seolah dia mulai jengah dan ingin mengakhiri perbincangannya dengan wanita penuh drama itu ya begitulah yang di rasakan oleh Chelsea saat ini lalu dia meletakkan sisa sajiannya di atas meja kemudian ia mengatupkan kedua tangannya di dada sambil menatap lurus ke arah Jolie.


"Yes, that's about it and do you know Jolie, one of the fruit ingredients in it is a cosmetic ingredient that I use tho!" ungkap Chelsea pula dengan menahan dagunya di telapak tangan dengan lontaran senyuman kecil.


"Uhuk uhuk."


Tentu saja Jolie terkejut sehingga ia memuntahkan puding itu dan meminum air sebanyak mungkin sampai bertumpahan sangking tak menduganya ketika ia mendengar pengakuan dari ucapan Chelsea padanya.


"Apa maksud anda nyonya!"


Yeap, tanpa sadar Jolie berteriak dengan wujud aslinya yang sebelumnya dia simpan rapat.


Prok Prok


"Waw..."


Tepukan tangan Chelsea begitu keras sehingga Jolie membelalakkan matanya ketika ia menyadari sudah berteriak dengan bahasa indonesia.


"Dasar bedebah kalian! apa kalian berusaha ingin membunuhku melalui makanan ini? aku bisa menuntut kalian semua dan membuat kalian mendekam di penjara!" geramnya pula dengan menunjuk dan berteriak seolah ia merasa di tipu oleh Chelsea juga Tina kemudian ia terus berusaha membuang apapun dari dalam mulutnya ke arah samping merasa begitu panik sendiri karena ia mengingat sebelumnya sudah hampir separuhnya memakan puding tersebut.


"Apa aku tidak salah mendengar barusan? kau ingin memenjarakan kami? cih! sungguh kau wanita bermuka tebal," semburan dari mulut Chelsea pula seolah ia sudah tak tahan menahan amarahnya sedari awal maka jelas sekali saat ini membludak lah kemarahan Chelsea ketika mendengar dirinya di tuduh ingin melenyapkan wanita tersebut. "Kalau aku mau sudah sedari awal kau makan sandwich itu lenyap seketika jika aku meletakkan racun di dalamnya dan apa kau fikir aku mau mengotori tanganku untuk membunuhmu? bahkan kau tak pantas untuk aku bunuh justru tangan mu sendiri lah yang akan menghukum perbuatan mu."


Betapa geramnya Chelsea sehingga ia berkata demikian tentu saja Tina merasa salut pada ucapan yang terlontar oleh bosnya itu.


Lontaran yang penuh amarah itu membuat Jolie terdiam seketika dan terus menatap Chelsea dengan tatapan sinisnya.


"Apa kau bawa berkasnya Tina?" tanya Chelsea yang sudah memberikan sebelah tangannya ke arah samping namun matanya masih lurus ke depan menatap wanita itu.


"Ada nyonya," sahut Tina pula lalu ia memberikan sebuah berkas ke arah tangan Chelsea setelah berkas itu berada di tangannya kemudian Chelsea membuka lembar pertama dalam berkas tersebut.


"Rina, nama yang sangat bagus lalu aku melihat di sini tanggal lahirnya serta asal usulnya dari Bandung dan putus universitas di tahun 2016, waw! sungguh lengkap sekali data yang kau rangkum di sini Tina," cakap Chelsea yang terdengar memuji sekretarisnya tersebut lalu ia menutup berkas itu kembali dan melemparkannya ke arah wanita tadi. "Ku harap tulisan di dalamnya bisa kau pahami Rina!" lanjut Chelsea dengan santainya berkata demikian.


Lalu wanita bernama Rina itu meraih berkas yang ada di dekatnya dan membukanya dari lembar pertama bahkan dia tak menduga isinya bisa selengkap dan sedetail itu kemudian ia langsung menoleh pada wujud sosok wanita di belakang Chelsea dengan lontaran matanya yang tajam seolah ia tak menduga datanya di ketahui oleh Tina.


Siapa wanita ini? kenapa dia mengetahui semuanya tentangku? batin Rina yang merasa panik bahkan cemas akan terjadi sesuatu pada dirinya.


"Ck ck, aku sangat kagum padamu Rina kau bahkan berani menghancurkan wajahmu sendiri hanya demi uang?" sarkas Chelsea yang tampak berdecak berulang kali.


Batss


Sejenak wanita itu melemparkan berkasnya di atas meja dengan sikap yang terlihat menantang.


"Kalian salah orang! aku bukan Rina, justru aku di sini korban dari kosmetik yang anda buat nyonya!" kilahnya pula dengan berusaha tetap tenang walau sudah ketahuan.


Tak Tak


Suara petikan jemari tangan Chelsea mengarah pada sosok perempuan muda yang sebelumnya ia suruh berada di dekatnya dan kemudian perempuan itu melangkah ke arah Chelsea karena sudah memahami isyarat dari Chelsea.


^^^To be continued ^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan :...


Hukuman itu bermacam raga pula ada yang langsung kau rasakan sendiri dari tangan mu ada yang dari orang lain, sebab perbuatan apapun pasti berujung hukuman yang kau dapatkan ❤️


^^^ ^^^