
...♡♡♡...
Suara hembusan nafas mulai tak beraturan yang keluar dari mulut Hayati sampai terasa di telinga Nathan begitu jelas sehingga ia sesekali menoleh ke arah Hayati serta mendengar Hayati terus menyebut nama Alsha.
"A... Lsha."
Sudah kesekian kalinya Hayati memanggil nama itu sedari mereka keluar dari kamar namun matanya masih saja terpejam bahkan tampak pula air mata yang mengalir jatuh di pinggir matanya padahal Hayati terlihat sedang tertidur akan tetapi seolah ngelindur.
"Tante harus sabar karena kita akan membawa tante keluar dari sini jadi tante harus kuat demi Alsha," cakap Devan dengan raut wajahnya yang terlihat sedih sebab ia bisa merasakan kasih sayang Hayati terhadap Alsha memang sungguh besar sebab ia bisa melihat sejak mengenal Alsha sedari dulu.
"Sssstt, kau harus tenang jangan terlalu banyak bersuara sebab kita sudah hampir tiba di tangga," imbuh Nathan sembari berbisik serta celingukan untuk memastikan situasi dan masih beruntung kalau rumah Shopia tak memiliki cctv sudah pasti akan menambah pekerjaan mereka.
Devan menuruti perkataan Nathan maka dari itu ia hanya anggukkan kepala tanpa membalasnya dengan bersuara.
.
.
.
Di sisi lain tepat di balik sebuah tembok kini terlihat Amel sedang mengamati gerak-gerik dari pengurus rumah Shopia karena setelah Amel mengintip dari balik tembok lain ia juga melihat kalau ruang tamu Shopia berdekatan dengan arah tangga bahkan ia menatap lurus ke arah Wandi yang sedang berbincang dengan Shopia juga Kino.
"Aku harus membuat sebuah ide agar mereka semua tak lagi di ruang tamu, tapi aku harus melakukan apa ya? ayo Mel berfikirlah sekarang gunakan otakmu," gumam Amel sehingga ia memejamkan kedua matanya sembari menggigiti kukunya sendiri.
Tak berapa lama ia kembali membuka matanya dan terlihat melebarkan senyum di bibirnya itu.
"Aha! aku tahu harus melakukan apa, makasih tuhan engkau penolongku tak sia-sia kau berikan otak ini padaku," ocehan Amel yang tiada hentinya sebab ia selalu mendapatkan ide jika dalam keadaan darurat namun tak ia sadari itu terjadi padanya.
Setelah Amel selesai ngedumel ia pun beranjak dari tempatnya dan mencari sebuah celah untuk ia turun tanpa ketahuan jadi dia berfikir caranya turun sedikit lebih ekstrim sebab dia harus melakukannya walau taruhan nyawa sekalipun karena dia juga sudah merasakan memanjat sebelumnya ketika menyelinap masuk ke dalam rumah Shopia makanya rasa takut tak ia risaukan lagi.
Yeap, saat ini Amel sudah mulai bergerak memasuki tubuhnya di sebuah lubang untuk ia bisa menjatuhkan dirinya sedikit lalu dalam sekejap ia menangkap bagian penahan tangga serta bergelantungan lah dirinya terlihat seperti merayap sebab kakinya melekat pada bagian bawah tangga kemudian ia menyeimbangkan tubuhnya itu dengan gerakan kedua kakinya sehingga sedikit demi sedikit ia tampak turun ke bawah dengan rasa percaya dirinya tanpa mengenal rasa takut lagi sebab yang ada di fikirannya sekarang ialah senyuman Alsha ketika bersama dirinya seolah ada dorongan dari Alsha walaupun hanya sebuah bayangan semu.
Tubuh Amel tertutupi oleh sebuah tembok pembatas makanya tak ada yang menyadari keberadaan dirinya namun jika Nathan membawa turun Hayati tepat melalui anak tangga sudah pasti ketahuan makanya Amel nekat melakukan hal tersebut demi menyelamatkan nyawa Hayati.
Drapp
Amel melompat sedikit saat sudah berada di bawah dan langsung bersembunyi ke arah lain untuk memastikan situasi sebelum menjalankan idenya tersebut kemudian ia melirik dari balik sofa kayu sehingga pengurus rumah sedang tampak berjalan entah kemana lalu Amel merangkak dari bawah kolong sofa dengan merundukkan kepalanya namun mata tetap fokus ke depan dan itu ia lakukan terus sampai sedikit menjauh dari arah ruang tamu sambil mengikuti langkah si pengurus rumah namun Amel berhenti ketika ada sebuah kamar kecil di saat pengurus rumah memasuki kamar tersebut.
Sekarang peluang kesempatan Amel untuk bergerak sudah ada sebab dirinya telah jauh dari ruang tamu bahkan pengurus rumah pun sedang sibuk di kamar kecil itu, mungkin saja kamar tersebut tempatnya beristirahat itulah fikir Amel dan tak lama kemudian Amel mengendap ke arah yang ingin dia tuju mulai dari dapur sampai kamar mandi sehingga tepat sekali ia menemukan sesuatu yang ingin ia cari sedari tadi terselip di bagian samping mesin cuci.
"Yap! inilah yang aku cari karena aku selalu melihat bibik menggunakannya," gumam Amel mengoceh sembari memegang sebuah botol berisi pembersih lantai untuk mengepel.
Karena ia tak ingin membuang waktu segera ia beranjak dari tempatnya dan bergerak kembali ke arah kamar kecil tadi.
"Maafkan aku tuhan karena ada nyawa yang harus ku tolong," gumamnya lagi setelah ia selesai menuangkan hampir setengah dari isi botol lalu ia meletakkan kembali sisanya di sudut lain kemudian ia berlalu pergi sembari merangkak sampai ke arah persembunyian sebelumya.
1
2
3
Hitungan itu keluar dari mulut Amel ketika ia sampai di tempat sebelumnya.
BRUGHH
AAAAAAGGGGHHHHH
"Yes! berhasil." Riuh Amel pula terdengar senang.
Beberapa saat Amel merogoh ponsel miliknya dan segera menghubungi Nathan langsung.
Tak berapa lama dengan bersusah payah Nathan mengangkatnya walau harus menggunakan sebelah pundaknya untuk melekatkan ponsel tersebut ke arah telinga.
"Halo," jawab Nathan di balik ponsel.
"Nathan! sekarang semuanya sudah aman dan kalian harus cepat turun sebab aku sudah berada di bawah jadi aku akan menunggu kalian di mobil," cakap Amel dengan sedikit berbisik namun jelas.
"Oke, kami akan turun secepatnya."
Nathan mematikan panggilan tersebut dengan memasukkan ponselnya ke dalam saku celana memakai satu tangan.
Jeritan yang sangat keras mengagetkan Shopia, Kino juga Wandi yang sedang serius berbincang namun seketika mereka bertiga berlari ke arah sumber suara.
Pengalihan pun sukses di lakukan sehingga Amel berlari dengan cepat sembari celingukan walau mereka sudah tampak jauh dari ruang tamu makanya Amel lebih leluasa keluar dari pintu namun dengan sengaja ia tak menutupnya kembali supaya Nathan juga Devan tidak sulit untuk membukanya.
Beberapa menit berlalu Amel telah keluar dari rumah Shopia dan saat ini ia sudah berada di depan pintu mobil sambil menunggu kedatangan Nathan sehingga tak berapa lama Amel mengelus dadanya membuang nafas panjang ketika ia melihat Nathan serta Devan keluar dari pintu membawa Hayati bahkan tampak pula Devan menutup pintu rumah itu kembali.
^^^To be continued ^^^
^^^🍂 aiiWa 🍂^^^
...Kutipan :...
Tak ada usaha yang sia-sia jika kita yakin pada diri sendiri ❤️