Aku, Khanza

Aku, Khanza
Taro Menjadi Target?


...♡♡♡...


Sorot mata Khanza semakin tegas mengarah pada Shopia sebab ia tak ingin lagi berhubungan dengan orang-orang yang sudah mencampakkan dirinya juga adiknya.


"Ayolah, kemarin kami tak sengaja melakukan hal itu lagipula kami sekarang sudah sadar kalau perbuatan kami memang sudah keterlaluan jadi apa kalian mau memberi kami kesempatan sekali lagi?" monolog Shopia kembali bernada halus seolah dirinya juga merasa bosan melakukan hal tersebut tetapi itu terpaksa ia lakukan untuk menarik perhatian dari Khanza juga Zizi.


Ucapan yang di dengar oleh Khanza barusan tak ingin dia gubris lagi karena ia sudah bertekad supaya bisa menjauhi Shopia maka dari itu ia hanya terdiam serta terus memegang kuat lengan tangan Taro kemudian ia mengarahkan mulutnya ke telinga Zizi. "Kalau kakak sudah menghitung satu sampai tiga kau harus berlari secepat mungkin, apa kau paham Zi?" bisik kakaknya pula secara pelan sehingga Shopia tak menyadari apa yang di katakan oleh Khanza pada adiknya.


Setelah Khanza berkata demikian Zizi pun anggukkan kepala menandakan ia sudah mengerti apa yang di perintahkan oleh kakaknya itu kemudian Zizi menatap Shopia dengan wajah tak sukanya sehingga mulutnya mengerucut bahkan sepasang matanya teramat sadis terlihat.


1


2


3


"Zizi... Lari."


Khanza yang langsung berteriak setelah hitungan terakhir membuat Kino jadi kaget lalu ia menoleh pada mereka yang sudah bersiap ingin pergi akan tetapi Shopia secara santai menyeringai ketika mereka bertiga dengan beraninya kabur begitu saja.


"Sialan! anak gembel kembali kalian," jerit Kino secara keras dan lantang akan tetapi Khanza terus memegang kuat lengan Taro bahkan Zizi pun tepat di depan Khanza saat ini. "Ma, kita harus bagaimana? mereka sudah kabur!" gerutu Kino menoleh ke arah ibunya.


"Kejar sekarang, jangan buang waktu!" titahnya secara tegas lalu ia muai bergerak dari tempatnya dengan berlari secepat mungkin mengejar mereka bertiga.


"Ma... Tunggu aku!" teriak Kino pula yang sudah tertinggal di belakang ibunya.


Khanza selalu menoleh ke arah belakang serta ia lebih kuat memegang tangan Taro sehingga mereka benar-benar berlari dengan cepat karena Shopia sudah berada tepat di belakang mereka.


"Kali ini aku pastikan akan membunuh kalian semua, lihat saja kalian!" gumamnya pula sehingga wajahnya tampak begitu murka sembari terus berlari mengejar ketiganya bahkan lebih cepat dari pada Kino.


"Ayoo lebih cepat lagi larinya, kita tidak boleh sampai tertangkap wanita itu!" timpal Khanza berkata demikian bahkan nafasnya sudah tak beraturan sebab ia berlari sembari memegang Taro apalagi sebelah tangan satunya memegangi tumpukan koran yang akan mereka jual nantinya.


"Kakak, kita mau ke mana?" tanya Zizi terdengar mengatur nafasnya yang terasa sesak sebab ia sudah mulai tampak berkeringatan bahkan antara ketakutan dan kelelahan, itulah yang ia rasakan saat ini.


"Lari saja Zi sampai wanita itu tak lagi terlihat oleh kita," jawab kakaknya pula yang masih saja menoleh ke arah belakang sebab Shopia malah lebih cepat larinya bahkan lebih cepat lagi maka dari itu Khanza juga mempercepat langkah kakinya dalam berlari.


Tepat di persimpangan kini Khanza berbelok arah kanan sehingga Shopia kehilangan jejak mereka makanya dia berhenti seketika serta di susul oleh Kino yang tampak menghela nafas sesekali lalu menyeka keringatnya yang keluar dari dahinya tersebut. "Ma, kemana mereka? jangan bilang sudah lepas dari kita?" tanya Kino pula sembari celingukan.


"Mereka tak akan jauh dari sini karena hanya ada dua arah dari jalan ini, kau ke sebelah sana dan mama yang sebelah sininya, apa kau paham Kino?" tegas ibunya sehingga Kino merasa merinding ketika melihat sorot matanya.


"Ba -baik ma! aku paham," turut Kino secara patuh serta sigapnya ia berkata demikian.


"Bagus, berpencar sekarang!" lanjut sang ibu lagi lalu ia pun bergerak lebih dulu sementara Kino berbelok ke arah yang di perintahkan oleh ibunya.


Tap


Tap


Prok


Prok


Shopia menepuk tangannya berulang kali serta melontarkan senyum seringainya melihat bayangan mereka.


"Waahh, apa kalian ingin main petak umpet sama nenek? kalau kalian tertangkap kita gantian ya... Kalian harus mencari di mana nenek bersembunyi," celotehnya pula sehingga langkah kakinya terus saja terdengar di telinga Khanza.


"Zizi, Taro! kita harus pergi lagi dari sini, tempat ini sudah tidak aman dan kamu Taro jangan lepaskan tangan kakak. Kau mengerti? Zizi, terus lah berlari di depan kakak tak boleh berhenti, apa kalian berdua sudah paham?" bisikan Khanza tepat di telinga mereka berdua sehingga bayangan tubuh dari Shopia sudah semakin dekat dari tempat persembunyian mereka.


"Cepat lari," lontaran dari mulut Khanza seketika mereka semua bergerak lari tepat di depan mata Shopia namun dirinya tersenyum lebar sebab jarak mereka tidaklah jauh darinya.


"Hagh, jadi ingin bermain-main denganku? baiklah," gumam Shopia pula lalu ia melepas sandalnya yang memiliki tapak sekitar 3cm kemudian ia arahkan ke punggung Taro.


Syuuungg


Buukkkh


Brugh


"Kena kau! pas sekali," timpalnya serta kekehan kecil ketika Taro terpental di aspal sebab sandalnya mengenai tubuh Taro.


"Taro," teriak Khanza pula di saat tangan Taro sudah terlepas darinya namun Taro memberi isyarat untuk tak mendekatinya lagi dan menyuruh mereka untuk melanjutkan berlari tanpa dirinya.


Tap


Tap


Shopia pun memungut sandalnya yang tak jauh dari tempat Taro terjatuh kemudian ia menoleh pada Taro dengan melontarkan senyuman kecil di wajahnya yang bengis itu.


Tentu saja Taro merasa ketakutan sebab ia tak pernah melihat wajah seseram dari Dani bahkan wajah Shopia lebih seram menurut pandangan mata Taro sehingga ia bergerak mundur ketika Shopia usai memakai kembali sandal di kakinya lalu Shopia menangkap rambut Taro dengan cepat.


Zraapp


Yeap, kini leher Taro di tekan kuat oleh Shopia dan rambutnya masih di jambak bahkan semakin menjadi pula sakit yang di rasakan oleh Taro.


"Ayo, lari lagi... Tinggalkan saja anak ini," kekehan kecil dari Shopia membuat Khanza mengepalkan kedua tangannya.


^^^To be continued ^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan :...


Apapun yang kita lakukan di dunia sudah pasti hukuman itu di dapat walaupun secara langsung ataupun ketika nafas sudah tak berhembus lagi ❤️