Aku, Khanza

Aku, Khanza
Sekretaris Yang Cerdas


...♡♡♡...


Agency Modeling Management.


Ruang sekretaris.


Brakk


Benturan suara keras dari pintu ruangan membuat seorang wanita bernama Tina terkejut hingga ia mengelus dadanya berulang kali serta membuang nafas kasar teratur.


"Tina! apa maksud mu produk kita akan di laporkan karena berbahan kimia dan ilegal?" tanya Chelsea yang baru saja muncul dengan tampang wajah yang panik.


"Nyonya duduklah terlebih dulu sebentar saya ambilkan air untuk nyonya," turut Tina menarik pelan lengan Chelsea lalu ia membawanya ke sofa sudut kemudian Tina pun berjalan ke arah belakang dapur ruangan miliknya.


Chelsea kini duduk dengan menatap belakang punggung Tina tak berapa lama Tina kembali dengan membawa segelas teh hangat untuk Chelsea.


"Ini nyonya minum lah terlebih dulu supaya nyonya lebih rileks," kata Tina tampak tersenyum ramah dengan menyuguhkan segelas teh pada Chelsea.


"Terima kasin Tin," turut Chelsea menyambut gelas itu kemudian dia menyeruput teh yang di berikan oleh Tina.


Dalam sejenak Tina berjalan ke arah mejanya dengan mengambil beberapa berkas untuk ia berikan pada Chelsea.


Setelah Chelsea meneguk teh itu beberapa kali lalu ia meletakkan gelas yang ada di tangannya di atas meja.


Seketika mata Chelsea langsung tertuju pada berkas yang di letakkan oleh Tina sebelumnya. "Berkas apa ini Tin?" tanya Chelsea yang tampak mengambil salah satu berkas di tangannya dan sesaat dia menatap ke arah Tina.


Tina mengambil nafas panjang lalu ia membuangnya perlahan sambil membenarkan kaca mata yang bertengger di batang hidungnya. "Itu berkas laporan dari seorang wanita asal amerika dia merasa tertipu sudah memakai produk kosmetik yang nyonya buat dan sekarang dia sedang meminta imbalan 100.000 US dolar itu setara dengan 1.489.055.000 rupiah nyonya kalau kita tidak memberikannya maka nama baik nyonya akan tercemar," ungkap Tina pula menatap serius ke arah Chelsea yang jelas panik ketika membuka lembar demi perlembar berkas yang ada di tangannya.


Brukk


Berkas itu di lemparkan Chelsea ke atas meja sangking kesalnya. "Apa dia sudah gila? uang sebanyak itu harus kita berikan padanya?" ucap Chelsea yang merasa geram mendengarnya sehingga ia memijat dahinya berulangkali.


"Sekarang nyonya perhatikan wajahnya terlihat seperti dua orang yang berbeda lalu nyonya perhatikan wajah yang sudah terkena ruam akibat produk nyonya dan seharusnya wajah yang sudah terkena dan tidak semestinya tak berbeda jauh sedangkan warna kulitnya saja sudah sangat terlihat berbeda," cakap Tina yang menjelaskan secara rinci lewat berkas yang di pegang olehnya.


"Jadi maksudmu..."


Kemudian Tina anggukkan kepala berulang kali karena Chelsea sudah mengerti maksud penjelasan darinya.


"Dan lebih anehnya coba nyonya lihat asal usulnya di dalam foto aslinya dia berasal dari amerika kemudian dia pernah masuk universitas di tahun 2016 namun tidak berapa lama dia keluar di tahun yang sama jadi saya melacak tempatnya sekarang ternyata dia berada di Bandung dan dia sedang bekerja di suatu perusahaan kecil lebih tepatnya perusahaan yang dahulunya karyawan bernama Shopia pernah bekerja sebagai MUA di perusahaan ini," perjelas Tina lagi walau perlahan asal Chelsea mengerti ucapannya.


"Setelah wanita itu mengirimkan datanya saya mencoba melacak dari laptop saya nyonya dan tidak sengaja saya menemukan data karyawan bernama Shopia yang dulunya pernah bekerja di sini," lanjut Tina lagi menatap Chelsea yang tengah melamun.


Shopia? apa benar ada nama Shopia yang bekerja sebelumnya? batin Chelsea yang berusaha mengingat sesuatu namun ia tak tahu pasti karena Panji tak pernah menyinggung masalah Shopia pada anak dan mantunya.


Sejenak Tina bangkit dari sofanya lalu ia meraih sebuah laptop miliknya dan mengetik sesuatu dengan lincah lalu mendekatkan ke arah Chelsea.


"Ini nyonya perhatikan nama perusahaan tempat Shopia bekerja dan wanita yang ingin melaporkan produk nyonya tersebut memang jelas di satu tempat," cakap Tina dengan menunjukkan laptopnya mengarah pada Chelsea. "Jadi pada dasarnya foto asli ini di edit oleh seseorang dan memberikan data palsu yang membuat kita bingung makanya saya melacak foto dari wajah terkena ruam akibat produk nyonya ternyata memang jelas dari dua orang yang berbeda," kata Tina lagi lalu ia bersender di sofanya sambil menatap ke arah Chelsea yang masih memperhatikan laptopnya.


"Lebih tepatnya semua ini hanya manipulasi untuk mengecoh perusahaan kita?" tanya Chelsea menatap ke arah Tina yang juga melihatnya tak berapa saat Tina anggukkan kepala. "Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Tin?" tanya Chelsea terdengar tak sabaran.


"Saya punya ide nyonya dan saya sudah mengatur jadwal nyonya supaya kita bertemu langsung pada wanita itu," jawab Tina melontarkan senyum tipis di balik bibirnya dan di sambut oleh Chelsea karena dia juga tidak menduga kalau Tina merupakan sosok wanita yang cerdas tidak salah dia merekrut Tina menjadi sekretaris pribadinya setelah kehilangan ketiga karyawannya beberapa tahun silam.


^^^To be continued^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan :...


Kancil jangan kau ajarkan melompat karena ia lebih cerdas dari yang kau bayangkan ❤️