
...♡♡♡...
Sebulan telah berlalu seusai Kino pulang dari tugasnya ia berniat untuk melamar Hayati lebih cepat supaya tidak ada yang lebih dulu darinya makanya ia berusaha meyakini ibunya tuk menyetujui hubungannya dengan Hayati apalagi Hayati tinggal berdua dengan tantenya karena kedua orangtua Hayati sudah sedari dirinya kecil telah tiada, awalnya Shopia tidak menyetujui jika Kino melamar
Hayati akan tetapi Kino menjelaskan pada ibunya kalau Hayati merupakan orang yang memiliki berbagai tempat praktek saat bertugas di tambah pula tante dari Hayati seorang model fashionable luar negri.
Berdasarkan dari cerita Kino akhirnya Hayati di bawa kerumahnya untuk di perkenalkan pada Shopia dari situlah ia mulai banyak bertanya tentang kehidupan Hayati karena Shopia tidak akan menerima menantu yang berasal dari orang miskin dan harus sederajat dengan keluarganya.
Kino juga di masukkan dalam bagian kepolisian juga bukan karena hasil kegigihannya namun orangtuanya menyogok seorang petugas bagian kantor untuk memberikan pangkat langsung pada Kino supaya tidak memakai proses latihan terlebih dulu, makanya Kino sekarang mempunyai tugas yang yang hampir sama dengan para kandidat lainnya.
Kino juga di percaya memegang bagian keuangan saat dirinya tidak menjalankan tugas di luar dan dari situlah ia berniat menggelapkan uang tanpa kecurigaan bahkan cara bermainnya sungguh bersih tak ada satupun yang mengetahui perbuatannya selama ini pada awalnya itu semua bukanlah kemauan dirinya tentu saja atas suruhan dari ibunya akan tetapi lambat laun dia jadi merasa ketagihan karena memiliki uang simpanan hasil penggelapannya itu pada akhirnya dia bisa menikahi Hayati begitu mewahnya melalui uang yang tidak berkah namun Hayati tidak tahu menahu soal itu makanya ia merasa sangat bahagia kalau Kino begitu tulus memberikan kebahagiaan untuknya seumur hidup, itulah fikir Hayati.
.
.
.
Perjalanan hidup Hayati di mulai saat dirinya di nikahi oleh Kino ia merasa memilki suami yang sayang pada dirinya namun semua itu berubah setelah beberapa tahun seiring berjalannya waktu ketika Shopia tinggal bersama mereka karena Kino tak ingin meninggalkan ibunya seorang diri di dalam rumah besar tanpa dirinya makanya Shopia hidup bersama mereka dari rumah yang di sewa Kino untuk membangun rumah tangga bersama Hayati.
Di dalam rumah itu Hayati di jadikan seorang pembantu oleh Shopia karena dia memecat pembantu supaya Hayati lah yang mengurus dirinya sehingga mulai dari membuat sarapan, tehnya yang khusus di sediakan tiap hari sampai menemani ia belanja pun harus Hayati padahal menantunya itu sudah lelah seharian bertugas tetapi masih juga di perintah ini dan itu namun Hayati tak ingin membantah apalagi mengeluh pada suaminya yang terlihat lelah ketika pulang bekerja.
Tahun ke tahun Hayati belum juga punya momongan membuat Shopia merasa kesal dan menganggap Hayati mandul.
Akhirnya mereka berdua di periksa di salah satu rumah sakit bagian dalam untuk di cek siapa diantara mereka yang tidak bisa memiliki anak.
Di balik tembok lorong rumah sakit.
"Kau lihat ini Kino! kenapa bisa kau yang mandul? aku malu mempunyai anak yang tak bisa memberi ku cucu!" berang ibunya pula sambil menyodorkan selembar kertas di hadapan anaknya lalu ia melirik Hayati secara sembunyi supaya Hayati tidak menyadari keberadaan mereka.
Kino menarik nafas dan membuangnya kasar berulang kali, "Aku juga tidak tahu ma! ini bukan keinginan ku, aku tak berfikir sampai sejauh itu! lagian apa yang harus mama ributkan sekarang sudah zaman canggih aku bisa mendapatkan anak dari bayi tabung," cakapnya pula membuat sang ibu melontarkan tatapan tajam padanya.
"Pokoknya kau diam saja jangan sampai istri mu tahu kalau kau lah yang mandul, biar mama yang mengatur semuanya," sergahnya pula dengan lantang.
Kino manggut dan melihat ibunya membuang kertas tersebut ke dalam tong sampah supaya menghilangkan bukti bahwa anaknya lah sumber dari masalah.
Tap Tap
Mereka berdua berjalan ke arah Hayati dengan tampang yang terlihat tidak terjadi apapun.
Seketika Hayati berdiri dengan sigap saat melihat mertua dan suaminya berjalan mendekati dirinya dan sesaat pula Hayati melontarkan senyum tipis.
"Ma, apa kata dokter?" tanya ramah dari Hayati yang terdengar tak sabar mengetahui keadaan tubuhnya.
Sementara Kino berada di samping ibunya dan Hayati tepat di belakang mereka.
Sesampainya di rumah mereka semua duduk di sofa tamu yang pada awalnya tidak ada yang bersuara.
"Hayati," tegur mertuanya dengan singkat.
"Iya ma, ada apa?" sahut Hayati masih terdengar ramah di balik senyumnya yang tipis.
"Kamu tidak bisa memilki anak dan dokter menyarankan untuk menggunakan cara bayi tabung," monolognya pula sambil menatap tegas Hayati.
"Tak mungkin ma, saya merasa baik-baik saja selama ini tak pernah ada yang aneh dari rahim saya," balas Hayati terdengar sedikit protes seolah tidak menerima ucapan dari mertuanya itu.
"Jadi apa kau fikir aku sedang membohongi dirimu? apa untungnya bagiku? apalagi sudah berapa tahun kau menjadi istri belum juga memberi aku cucu," semburnya pula mengalihkan pandangan ke arah Kino dengan sedikit memberi isyarat.
Lalu Kino bangkit dari sofanya setelah itu dia melempar sebuah kertas yang tidak tahu bagaimana cara mereka membuatnya sehingga tertulis di dalam kertas tersebut nama Hayati yang di katakan sudah mandul.
"Apa kau bisa membacanya? kau tidak bisa menjawab lagi dan begitulah keadaan tubuh mu sekarang, hanya aku yang mau pada wanita mandul seperti mu!" bentak Kino yang terdengar lantang sekali menunjuk ke arah Hayati.
Saat membaca surat itu terjatuhlah air mata Hayati karena dia tidak menduga akan terjadi hal seperti itu pada dirinya.
Kemudian Hayati bangkit dan bungkuk pelan. "Maaf ma bukan saya tidak percaya pada surat ini, tapi saya akan memeriksa kandungan saya sendiri dan ingin memastikan lebih jelas lagi, saya pamit dulu karena ada pasien yang harus saya tangani, permisi ma."
Tidak banyak berbicara lagi Hayati meletakkan kertas itu di atas meja lalu beranjak dari tempatnya menuju ke pintu.
Tentu saja keduanya merasa ketakutan sendiri sehingga melotot ke arah Hayati yang akan berlalu pergi.
"Apa kau fikir aku menipumu hah? dasar manusia tidak tahu diri, aku sudah mau mengurus dirimu bisa-bisanya kau menganggap surat itu palsu!" teriaknya pula dengan keras namun Hayati tidak menoleh sedikitpun dia tetap berjalan tanpa membalas teriakan dari mertuanya.
"Cepat kau kejar! jangan sampai dia tahu yang sebenarnya kalau kau lah yang mandul, cepat!" berang ibunya pada Kino yang masih saja terbengong.
Terhentaklah Kino akibat teriakan dari ibunya barusan setelah itu dia dengan cepat berlari mengejar Hayati keluar rumah.
^^^To be continued ^^^
^^^🍂 aiiWa 🍂^^^
...Kutipan :...
Pada awalnya tidak ada keberkahan hancurlah rumah tangga tersebut ❤️