Aku, Khanza

Aku, Khanza
Penyelamatan Hayati...


...♡♡♡...


"Astaga!"


Serentak ketiganya kaget sehingga mereka berlari secara bersamaan mendekat ke arah Hayati dengan rasa tak percaya dari apa yang mereka lihat saat ini bahwa Hayati sudah terlihat sangat menyedihkan bahkan Amel saja tak menduga ketika ia melihat memakai mata kepalanya sendiri kalau Hayati sudah tampak kurus kering dan ternyata aroma bau yang tak sedap itu berasal dari tubuh Hayati karena mungkin saja Hayati di biarkan seperti itu sebab tak bisa mengurus diri bahkan tak ada yang merawatnya pula akan tetapi mereka sudah tak menghiraukan aroma bau lagi sebab yang mereka rasakan hanya kesedihan setelah melihat kondisinya teramat menyedihkan.


"Ya tuhan... Tante! bangun tante, tante ayo bangun.."


Amel berusaha menyadarkan Hayati yang masih tampak begitu lemah tak berdaya sehingga ia terus menepuk-nepuk kedua pipi Hayati secara perlahan namun Hayati belum tersadar dari panggilan Amel terhadapnya sebab matanya masih terpejam serta nafasnya sudah tak beraturan lagi.


"Sungguh kejam orang yang berbuat seperti ini pada tante," imbuh Devan membuka suara sehingga ia juga tampak geram ketika melihatnya serta kepalan kedua tangannya begitu kuat ia kepalkan.


"Nathan, Devan! kita harus segera bawa tante keluar dari tempat kekejaman ini," sambung Amel lagi sembari menyeka air mata yang sempat jatuh di kedua pipinya itu.


"Ya! kau benar Mel," balas Devan anggukkan kepala. "Tapi bagaimana caranya membawa tante keluar dari sini?" lanjut Devan pula lalu sejenak ia melihat ke arah Nathan yang sedang pejamkan kedua matanya entah mengapa.


"Nathan, apa kau memiliki ide untuk kita membawa tante?" tanya Amel ikut menoleh ke arah Nathan pula.


Akan tetapi Nathan masih memejam matanya tanpa membalas pertanyaan mereka satu persatu dan dalam hitungan beberapa menit ia pun membuka matanya kembali serta menatap ke arah Amel bersamaan dengan menatap Hayati sehingga tampak pula sorotan kesedihan di balik bola mata Nathan sebab ia juga memiliki seorang ibu pastinya ia juga akan sangat terpukul jika ibunya di perlakukan kejam seperti itu.


Alsha, aku harap kau tak pernah mengetahui kondisi ibumu seperti ini, mungkin saja kau akan sangat terpukul jika sampai melihatnya. Batin Nathan pula yang terus terhanyut dalam lamunannya sehingga ia tak mendengar kalau Amel sedari tadi memanggilnya.


"Nathan!" senggak Amel.


"Ah, iya!" sahut Nathan seketika tersadar begitu saja akibat suara Amel yang sedikit nyaring.


"Bukan saatnya untuk melamun di sini karena kita harus bergerak cepat," tangkas Amel pula dengan berani.


"Aku sudah punya ide untuk mengeluarkan tante dari sini tapi kita bertiga harus benar-benar bekerjasama supaya tak ada yang mengetahui keberadaan kita! kemarilah kalian berdua aku ingin mengatakan sesuatu," bermainlah semua jemari tangan Nathan ketika ia memanggil ke duanya untuk mendekat padanya.


Kini mereka bertiga sudah merapat membentuk lingkaran lalu Nathan pun berbicara perlahan supaya keduanya mengerti apa yang ia katakan.


Yeap, setelah pembicaraan usai tampak Amel secara sigap keluar dari kamar dengan berlari setapak demi setapak lalu dia berhenti sembari melihat situasi jika tak ada yang mencurigakan ia melanjutkan langkahnya kembali dan sementara itu Nathan juga Devan masih berada di dalam kamar karena Nathan masih sibuk membuka kunci yang mengikat di kedua pergelangan tangan serta kedua kaki Hayati sedangkan Devan sibuk mencari kunci yang sebenarnya mungkin saja di letakkan pada suatu tempat itulah fikir Devan makanya ia sedari tadi sudah mengobrak-abrik barang-barang yang ada di dalam kamar tersebut sebab ia tak ingin hanya berdiam diri saja tanpa melakukan apapun.


Sudah lewat beberapa menit akan tetapi Devan tak menemukan kunci yang di carinya sedari tadi.


"Terbuka!" riuh Nathan mengatakan hal demikian sehingga Devan berhenti seketika saat ia mendengar suara riuhan dari Nathan.


Drrt


Ponsel milik Nathan pun bergetar dari balik saku celananya kemudian ia langsung meraih ponsel tersebut dan menekan tombol hijau untuk menerima panggilan dari Amel.


"Halo Nathan, apa kalian sudah berhasil membukanya?" tanya Amel dari balik ponsel milik Nathan bahkan kini Amel masih berada di balik tembok sembari melihat situasi di dekatnya maka itu Amel berbicara terdengar sangat pelan.


"Sudah, aku telah berhasil membuka keduanya."


Turut Nathan menjawab dengan cepat.


"Bagus kalau begitu! sekarang kalian bisa keluar karena situasi sudah aman," lanjut Amel lagi terdengar meyakinkan.


"Oke! kami akan gerak sekarang," balas Nathan sembari mematikan panggilan itu dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana. "Devan, ayo!" lanjut Nathan pula dengan menatap lurus ke arah Devan yang sudah melihat dirinya sedari berbicara pada Amel barusan.


Devan langsung anggukkan kepala serta melenggang ke arah Nathan sehingga mereka berdua pun sudah saling berhadapan.


"Kau pegangi kedua kakinya biarkan aku yang mengangkatnya, pastikan kau memegang dengan kuat! apa kau sanggup?" tanya Nathan dengan tampang tegasnya.


"Ya, akan aku coba!" turut Devan mangut pula.


Tak berapa lama tubuh Hayati di angkat oleh Nathan bahkan sampai Nathan tidak percaya kalau tubuh Hayati sudah sangat ringan mungkin karena terlalu kurus makanya ia tak merasakan berat ketika menggendong Hayati.


Devan juga tak menyangkal kalau tubuh Nathan memang berisi sebab poster tubuh Nathan benar-benar membuat wanita tergila-gila padanya karena sudah tampak otot yang keluar ketika sedang mengangkat tubuh Hayati.


"Khem," deheman Nathan menyadarkan Devan yang terlihat melamun padahal Nathan sudah menunggunya tanpa ia sadari.


Devan pun langsung tersadar dan memegang kuat kedua kaki Hayati tanpa menoleh ke arah Nathan lalu di saat keduanya sudah saling membagi tugas kemudian Nathan melangkah lebih dulu sehingga Devan pun mengikuti langkah dari Nathan.


Yeap, Devan juga tak merasakan berat seperti yang dia bayangkan ketika memegang Hayati makanya Devan tak tertinggal langkahnya dari Nathan dan sekarang mereka berdua sudah mengarah pada pintu kamar untuk keluar bahkan tak lupa pula Devan menutup kembali pintu kamar tersebut setelah mereka berada di luar.


^^^To be continued^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan :...


Hasil akan di raih jika adanya kerjasama dalam istilah suksesnya suami karena ada istri yang hebat di sampingnya ❤️