Aku, Khanza

Aku, Khanza
Kebetulan Atau Memang Sudah Takdirnya?


...♡♡♡...


Chintya terlihat sedang memainkan ponsel di balik layarnya begitu cepat sehingga semua mata tertuju padanya begitupula dengan Chelsea juga Tina saling berpandang mata sambil mengangkat kedua bahu secara bersama merasa tak paham apa yang di lakukan oleh Chintya lewat ponselnya itu.


Tut Tut


Terdengar suara sedang memanggil, ya tentu saja Chintya sedang menghubungi seseorang lewat video call karena ia menjarak kan ponselnya berhadapan dengannya.


Dalam beberapa saat panggilan dari Chintya pun tersambung sehingga terdengar jelas suara berisik dari balik ponsel milik Chintya.


"Hello my darling, what are you doing right now ( Halo sayangku apa yang kamu lakukan sekarang )?" tanya Chintya yang terdengar sangat akrab dari panggilannya itu lalu ia melirik ke arah Rina yang tampak serius melihatnya sedang berbicara.


"Hello sister I'm doing my college assignment with other friends ( Halo kak aku lagi ngerjain tugas kuliah sama teman-teman yang lain )," jawab dari seorang gadis di balik ponsel yang terdengar senang saat berbicara dengan Chintya.


"Oh you're a very diligent girl I'm proud of you sorry for interrupting your time baby ( Oh kamu gadis yang sangat rajin aku bangga padamu maaf telah mengganggu waktumu sayang )," kata Chintya lagi yang masih saja asyik berbicara tanpa menoleh ke siapapun.


"No sister I'm actually happy when you contact me because we haven't talked for a long time ( Tidak kakak aku justru senang saat kau menghubungiku karena sudah lama kita tidak berbincang )," balasnya lagi sehingga terdengar jelas gadis tersebut sangat suka berbicara pada Chintya.


"I'm sorry honey because I'm too busy that I can't reach you and you don't forget to always be happy you can't be alone Remember my message if you want to go anywhere ask your papa or mama to accompany him, do you hear Jolie ( Maafkan aku sayang karena aku terlalu sibuk sehingga aku tidak bisa menghubungimu dan kamu jangan lupa untuk selalu bahagia kamu tidak bisa sendiri ingat pesanku jika kamu ingin pergi kemanapun mintalah papa atau mamamu untuk menemani, apakah kamu mendengarnya Jolie )?" ocehan dari Chintya membuat Rina sangat terkejut ketika ia mendengar kalau Chintya sedang menyebut nama Jolie begitupula dengan Tina juga Chelsea sempat bengong kalau Chintya menyinggung nama Jolie barusan.


Sekilas Chintya menoleh pada Rina dengan lontaran mata yang tegas seakan menusuk jantung Rina sehingga kepalan tangan Rina begitu kuat tampak di bawah meja.


Apa aku tak salah mendengar dia menyebut nama Jolie? apa maksudnya ini? batin Rina yang sudah mulai cemas sehingga ia tampak panik dari balik wajahnya itu.


"Sister is still chatty yes I will hear whatever it is sister you don't have to worry anymore ( Kakak masih cerewet ya aku akan mendengar apa pun itu kakak kamu tidak perlu khawatir lagi )," balasnya lagi dengan sedikit seloroh.


"Good so I can calm down and now I ask you to greet my boss and introduce yourself ( Bagus jadi aku bisa tenang dan sekarang aku memintamu untuk menyapa bosku dan memperkenalkan diri )," titah Chintya lalu ia membalikkan ponsel miliknya ke arah Chelsea.


"Hello madam I'm Jolie nice to meet you ( Halo nyonya saya Jolie senang bertemu dengan Anda )," sapanya dengan memberi senyuman lebar pada Chelsea.


Sungguh Chelsea tak menduga kalau orang yang ada di dalam berkas itu merupakan kenalan akrab dari Chintya lalu ia melirik ke arah Rina yang masih tertunduk takut seakan tak berani menegakkan kepalanya setelah mendengar sapaan dari balik balik ponsel Chintya.


"Hello too Jolie nice to greet you you are really a beautiful girl after seeing in person ( Halo juga Jolie senang menyapamu, kamu benar-benar gadis yang cantik setelah melihat secara langsung )," riuh Chelsea sengaja berkata demikian supaya membuat Rina semakin terkecoh oleh omongannya barusan.


Setelah perbincangan dengan Chelsea kemudian Chintya mengarahkan layar ponselnya tepat di hadapan Tina lalu sejenak Tina tersenyum kecil sambil melambaikan tangannya membalas sapaan dari gadis tadi.


Ponsel Chintya juga mengarah pada Rina yang tampak sudah mulai bercucuran keringat di wajahnya itu.


"Ayo, angkat kepala anda nona silahkan lihat siapa yang ada di dalam layar ponsel ini," tangkas Chintya berkata sedikit tegas.


Karena tak ingin di curigai Rina pun menegakkan kepalanya dan melontarkan senyum santai ke arah ponsel yang sudah di hadapkan tepat mengarah padanya.


Melotot lah mata Rina ketika menatap sosok gadis yang dia lihat ternyata sama persis wajahnya dengan data palsu yang dia berikan pada Tina ternyata ada di dalam ponsel Chintya bahkan ia menyapa Rina namun Rina terdiam tak dapat berkutik seakan mati kutu.


Mampus aku! bagaimana ini bisa terjadi? dasar nenek sihir payah! kalau begini yang ada aku akan masuk ke dalam penjara, tidak tidak! aku tak boleh menyiakan hidupku di dalam penjara! batin Rina yang tampak gelisah sehingga ia merasa ingin kabur namun tidak akan segampang yang dia fikirkan.


Chintya sudah melirik sikap yang terlihat dari diri Rina akhirnya dia mengarahkan ponselnya kembali di hadapannya.


"Honey I'll hang up the phone because I still have a lot of work to do see you beautiful ( Sayang aku akan menutup telepon karena aku masih memiliki banyak pekerjaan untuk di selesaikan cantik )," ucap Chintya melambaikan tangan ke arah ponselnya.


"See you sister ( sampai jumpa lagi kakak )," jawab gadis itu membalas lambaian tangan dari Chintya.


Tak berapa lama Chintya menutup panggilannya dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam jas lalu ia menoleh pada Chelsea dengan menunjukkan senyuman tipis serta anggukan kepala ketika Chelsea membalas senyumannya itu.


Bahkan Tina tak menduga kalau data Jolie ternyata di kenal oleh Chintya bahkan terdengar seperti sudah kenal lama saja.


^^^To be continued^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan :...


Yang benar saja kadang tak tampak oleh mata lalu apa yang harus kau perbuat? ya dengan terus melakukan hal yang benar sampai kau tak mengetahui lagi apa itu kesalahan ❤️