Aku, Khanza

Aku, Khanza
Sepenggal Cerita


...๐Ÿ“ข๐Ÿ“ข๐Ÿ“ข๐Ÿ“ข๐Ÿ“ข...


HAII HAII READERS TERSAYANG DI MANAPUN KALIAN BERADA SEMOGA KITA SEMUA SELALU DI BERIKAN KESEHATAN DAN LIMPAHAN RAHMAT KARUNIA DARINYA. ๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜š


AUTHOR HANYA INGIN SAMPAIKAN SEDIKIT NIH, SESUATU YANG MEMBUAT AUTHOR SEDIH HARUS MENGATAKAN PADA KALIAN KALAU KARYA AKU,KHANZA AKAN HIAT SAMPAI BEBERAPA MINGGU KEDEPAN KARENA ALASAN YANG TERTENTU. ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜ญ


TENANG SAJA, KHANZA AKAN BALIK LAGI KOK MEWARNAI HATI PARA READERS TERCINTA.๐Ÿ’‹๐Ÿ˜š๐Ÿ˜๐Ÿคฉ


JANGAN LUPA SELALU NANTIKAN CERITA KHANZA DI SEASON 2 YANG AKAN MENDATANG YA๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž


HANYA BEBERAPA MINGGU SAJA KOK, JANJI AUTHOR AKAN BALIK LAGI ๐Ÿ˜Ž๐Ÿฅฐ


TERIMAKASIH SEBELUMNYA UNTUK PARA READERS YANG SELALU SETIA MENUNGGU UP NYA KHANZA, KALAU TANPA KALIAN KHANZA TIDAKLAH SAMPAI SAAT INI. ๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹ I LOVE READERS TERCINTAH AUTHOR.


YASUDAH AH, AUTHOR TERLALU BANYAK CERITA YAH, SAMPAI BOSEN KALIAN MEMBACANYA, HIHIHI๐Ÿ˜…๐Ÿคญ


SAMPAI JUMPA DI MINGGU DEPAN AKAN DATANG โค๏ธ๐Ÿงก๐ŸคŽ


...โšœโšœโšœ...


Sedikit cerita tentang Nathan yang di cap sebagai balok es dan sepenggal cerita ini membuat kalian menganga siapa dalang di balik itu semua memberikan gelar Nathan menjadi si balok es.


.


.


.


Nathan.... Nathan....


"Ya ampun keren banget gak sih? aku gak tau lagi mau bilang apa tentang cowok satu ini," gumam dari salah satu siswi perempuan saat Nathan lewat mengarah pintu masuk kelas dengan teman sebangkunya.


Sorak porai menggema di lorong sekolah dan ketika itu Nathan berjalan dengan memakai switer berwarna cream di balut baju seragam khas sekolah mereka di lapis kemeja putih, celana panjang hitam pekat di tambah lagi ia memakai sepatu kets berwarna biru gelap.


Namanya sultan bebas kan ya, mau pakai apa saja ๐Ÿ˜† tak ada yang melarang, apalagi cucu dari artis ternama.


"Waaahhh... Nathan, i mis you." Teriak dari salah satu murid yang spontan memegang lengan switer Nathan.


"Bisakah kau singkirkan tanganmu itu?" kerasnya teriakan Nathan menepis dengan cepat tangan yang menyentuh switernya.


Mereka pun terdiam saat melihat aura Nathan sedikit sangar.


"Apa kalian tidak punya tugas lain? aku bukan artis, jadi tidak perlu sampai meneriaki namaku!" monolog Nathan sengaja berbicara sedikit lebih tegas.


Prok Prok Prok


"Wah wah, anak orang kaya memang berbeda ya? auranya saja tercium sampai 15 meter," celoteh Devan tampak bersender di sebuah bangku panjang sambil duduk dan menoleh dari samping dengan tatapan santainya.


"Siapa kau? aku tidak kenal!" celetuk Nathan langsung membalas ucapan yang membuatnya kesal.


Devan berdiri dan melenggang ke arah Nathan sambil memasukkan kedua tangannya di dalam saku celana.


"Kau tidak akan tahu semua murid yang ada disini, karena kau si Nathan balok es!" ia berbicara sedikit merundukkan kepalanya bahkan berhadapan dengan wajah Nathan begitu dekatnya.


"Kau!"


"Apa? bisakah kau sebut satu persatu nama mereka? bukankah mereka ini murid satu kelas mu?" timpal Devan membuat Nathan semakin menggeram.


"Apa urusanku mengetahui nama mereka? itu tidak penting! dan kau, belajar sana! kau selalu di bawah ku!" skakmat dari Nathan membuat Devan menaikkan satu alis matanya seolah nyelekit di hati Devan.


Tiba-tiba saja entah dari mana asalnya Alsha datang menarik lengan Devan untuk pergi dari situasi mencekam itu.


"Devan ayuk! jangan ribut di sekolah nanti pak kepsek melihat kau berteriak begini," bujuk Alsha bernada lembut supaya Devan mau mendengarkan dirinya.


Ketika Alsha berbicara, Amelia langsung menatap Nathan tanpa berkedip ia merasa seorang pangeran berkuda putih masuk kedalam hatinya saat itu bahkan sampai air liurnya hampir jatuh dan sesekali dia menahannya.


"Ayuk cepat! masuk kelas." Alsha langsung menarik tangan Devan karena dia tahu Devan sudah tampak begitu kesal terhadap Nathan sedari pertama masuk sekolah.


Akhirnya Devan bergerak karena sudah di tarik oleh Alsha namun, temannya yang satu lagi tertinggal di belakang dan dengan sangat terpaksa Alsha balik lagi untuk menyadarkan temannya yang konyol itu.


Zrap


"Eh eh, tunggu sa! itu pangeranku tertinggal." Teriakan Amelia membuat Alsha bergeleng kepala seketika.


Dalam situasi heboh itu Nathan hanya melihat Alsha seorang dan yang lainnya blur/buram.


Apakah dia bidadari? kenapa begitu cantik? lain dari siswi perempuan yang ada di sekolah ini, apa aku harus berkenalan dengan dia? tapi kenapa aku baru pertama kali melihatnya? kemana saja aku selama ini? apakah aku benar si balok es yang tidak pernah perduli pada siapapun? batin Nathan merutuki dirinya sendiri bahkan dia terdiam saja saat temannya memanggil dirinya berulang kali ia masih saja terus menatap Alsha sampai benar-benar hilang dari pandangan matanya.


Pertemuan Nathan untuk pertama kali pada Alsha di mulai dari situlah ia mencari tahu tentang Alsha makanya Nathan meminta pada papanya untuk berbicara kepada kepsek supaya cepat memindahkan dirinya satu kelas dengan Alsha.


Ya kira kira begitulah cerita dari Nathan si balok es. ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜„


Bye Bye.


Nantikan kembali kisah mereka semua hanya di Aku, khanza โค๏ธ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜š


^^^To be continued^^^


^^^๐Ÿ‚ aiiWa ๐Ÿ‚^^^