Aku, Khanza

Aku, Khanza
Taman Hold ( para pasangan )


...♡♡♡...


Sudah beberapa hari berjalan sejak menghilangnya Khanza dan juga Hayati membuat Amelia bahkan Devan terus berupaya mencari dengan mengumpulkan semua data mengenai bukti yang mereka dapatkan dari awal Hayati memberikan alamat rumah orangtua kandung Khanza sampai seketika Hayati tidak terlihat lagi setelahnya.


Devan dan Amelia terus mendatangi rumah Hayati setiap hari tetapi tidak ada satu orang pun yang menyahut seolah rumah itu sudah kosong.


Ternyata benar adanya kalau rumah Hayati sudah di jual karena tampak pamflet cukup sedang tergantung di bagian gerbang, itulah terakhir di lihat oleh Amelia juga Devan.


Mereka benar-benar putus asa dengan semua itu, karena tidak tahu lagi harus mencari ke mana.


Hingga sampai Amelia ingin meminta bertemu dengan Nathan supaya mau bekerjasama dengannya namun permintaan Amelia di tolak oleh Nathan karena dia punya alasan sendiri tanpa di ketahui oleh Amel.


Di saat itu Amel sangat kesal pada sikap Nathan padahal Nathan yang awalnya ingin mencari tahu keberadaan Khanza tetapi dia malah menolak dirinya begitu saja, itulah fikir Amel yang hampir setiap harinya gelisah memikirkan kabar Khanza.


Di suatu tempat taman Hold


"Van, kita sekarang harus mencari ke mana lagi? sedangkan rumah tante saja sudah kosong," gerutu Amel terdengar dari suaranya yang begitu cemas tampak dirinya mondar mandir di depan Devan.


"Aku juga tidak tahu harus bagaimana Mel! dan kau juga kenapa harus meminta kerja sama dengan si balok es itu? apa kau fikir dia akan menerima mu dengan tangan terbuka?" kesal Devan mengingat Amel bercerita padanya kemarin.


"Kau kan tahu, kalau Nathan itu banyak koneksinya! kali aja dia mau membantu kita," cakap Amel terlihat masih saja mondar mandir.


"Kau bisa duduk tidak? pusing aku melihat kau dari tadi begitu terus tidak ada tenangnya!" gerutu dari mulut Devan membuat Amel menatap sinis dirinya.


Akhirnya Amel duduk dengan menghempaskan tubuhnya ke bangku hingga terdengar beberapa kali hembusan nafas keluar dari mulutny.


"KIta harus pikirkan sebuah cara dengan kepala yang tenang, jika kau gelisah terus begini kita tidak akan menemukan jalan keluarnya," kata Devan pula ada benarnya itulah fikir Amel makanya dia hanya terdiam sambil memejamkan kedua matanya.


Seketika Amel membuka matanya kembali hingga tampak wajahnya sedikit berseri entah mengapa ia langsung sigap menegakkan tubuhnya sambil menoleh ke arah samping melihat Devan sesaat.


"Kau kenapa? kerasukan?" tandas Devan mulai heran dengan perubahan sikap Amel yang menatap dirinya dengan senyuman kecil seperti orang gila, itulah yang terlihat dari mata Devan.


Tentu saja Devan merasa berbangga diri karena ucapannya di benarkan oleh Amel bahkan dia menaikkan sebelah alis matanya.


"Apa kau sudah memiliki ide?" tanya Devan pula sembari mengatupkan kedua tangannya di dada.


"Tentu saja! otak ku ini kan encer, tidak seperti mu, dari kemarin hanya bertanya terus tanpa memberi solusi," tunjuk Amel pula dengan mendengus ke arah Devan.


"Bukankah aku tadi menyarankan mu untuk tenang? lalu kenapa kau bilang aku tidak berbuat apapun?" protes Devan tidak terima tuduhan Amel padanya.


"Ah yasudah! anggap saja kita seri, dan sekarang kau harus membantuku! ayok kita pergi dari tempat sok romantis ini," cerocos Amel yang sudah mulai jengah melihat orang di sekitar taman pada membawa pasangan mereka hingga ada juga yang lagi berpelukan tepat di samping tempat duduknya.


Sambil menarik lengan Devan di saat berjalan pun ia ngedumel sendiri karena merasa sebal sudah mau-maunya di ajak Devan ke tempat seperti itu awalnya juga dia tidak tahu kalau tempat itu taman untuk orang yang khusus membawa pasangan setelah dirinya sampai barulah dia menyadari ia sudah terjebak di tempat itu.


Sedari masuk taman Amel selalu nyerocos minta ke tempat lain, tetapi Devan menolak karena beralasan tidak ada tempat yang lebih dekat dari rumahnya apalagi tatapan orang-orang yang melihat mereka bertengkar seperti sudah suami istri saja, makanya Amel mondar mandir gelisah sekaligus karena tatapan orang lain terhadapnya.


Beruntung kali ini Devan tidak di tinju oleh Amel, karena dirinya lagi senang sudah mendapatkan ide untuk kembali mencari Khanza.


^^^To be continued ^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂 ^^^


...Kutipan :...


Cinta di mulai dari persahabatan, akan tetapi banyak sebagian orang menutupi rasa sukanya supaya bisa mempertahankan persahabatan mereka, karena sudah banyak yang terjadi hanya sebuah cinta maka rusaklah persahabatan tadi yang sudah terjalin lama ❤️


Maka kalian tinggal memilih persahabatan atau cinta?


Bagaimana cerita selanjutnya ...