Aku, Khanza

Aku, Khanza
Cegukan


🍁🍁🍁


Kebingungan Alsha membuat kedua pelayan itu melirik dari samping seketika Alsha membungkam mulutnya setelah mendengar suara yang begitu sangat tak asing baginya.


Yeap siapa lagi kalau bukan si balok es yang dinginnya membuat bulu kuduk orang lain seakan membeku saja.


.


.


"Non, non Alsha!" bisikan Yeni dengan menghentakkan batin Alsha yang masih terus terbengong.


"Akh, ada apa?" katanya pula seolah tidak berdosa dan biasa saja padahal dirinya sudah gugup sekali.


"Itu..." Isyarat Yeni dengan menggerakkan bola matanya supaya Alsha mengerti maksud dirinya.


Padahal Alsha sudah tahu kalau yang datang itu Nathan si balok es, tapi ia berpura seolah tidak mengerti maksud dari isyarat Yeni.


Alsha membalikan badannya dengan lontaran senyum yang begitu hangat bagai kayu bakar.


"Hai!" awalnya Alsha berusaha tenang tetapi nyatanya ia malah gugup sampai tidak berani melihat Nathan yang ada di depannya.


Nathan menaikkan sebelah alis matanya dan kini Nathan memakai style baju kaos biru tua dengan paduan celana ponggol warna abu muda sungguh terlihat casual sekali tetapi dengan berpakaian begitu saja sudah sangat perfect bagi pelayan yang melihatnya sehingga tidak dapat di pungkiri lagi bahwa Nathan menjadi idaman semua wanita termasuk para pelayannya yang bernama Yeni itu, walau di katakan Nathan masih berumur remaja tapi sikapnya tidaklah seperti anak-anak lain pada umumnya.


Nathan melihat jauh wajah Alsha yang sudah berani tidak melihat dirinya saat bediri dengan memasukkan kedua tangganya di dalam saku celana.


"Hei, apa yang kau lihat di sana? aku dan kakek sudah lama menunggu! apa yg kau lakukan di sini? bisakah kau lebih cepat lagi? karena aku tidak ingin waktu makan malam ku terlewatkan," celoteh Nathan itu membuat Alsha terkejut begitu sangat bersalah ia mulai mengerutkan wajahnya.


Alsha menautkan kedua alisnya dan terlihat seperti memohon layaknya anak kucing meminta makan, wkwkwk bayangkan saja bagaimana lucunya🤣


"Maafkan saya karena tidak ada maksud untuk membuatmu menunggu, hanya saja..."


Ucapan Alsha berhenti karena tidak mungkin ia berkata jujur sudah pasti si balok es akan tertawa dengan kebodohannya itu.


"Hmm, aku sudah tau!" lontar Nathan pula membulatkan mata Alsha.


Zlep


jantung Alsha seperti tertancap benda tajam karena perkataan Nathan barusan.


Apa yang dia tahu dariku? atau jangan-jangan, batin Alsha pula dan bahkan ia sampai cegukan berulang kali menatap wajah santai si balok es.


Ternyata Nathan sudah melihat kepolosan Alsha yang sedari eskalator saat Alsha tak bisa turun ke bawah.


Nathan menahan tawanya di dada karena ia tak mungkin membuka suara sudah pasti akan menyinggung Alsha nantinya.


*Heloww Nathan? terus yang di atas perkataan mu apa kabar? bukankah lebih tragis lagi saat bilang tak ingin waktu makan mu lewat🤣 kagak jelas lu Nathan *


Alsha masih terus cegukan sambil berusaha menutup mulutnya supaya tidak bersuara lagi.


"Kalian kembali lah, siapkan pekerjaan kalian yg lain!" tegas Nathan pula membuat keduanya bungkuk.


"Baik tuan muda kami pamit dulu, mari nona," turut keduanya mulai bergerak dari tempat mereka.


Saat pelayan itu berlalu Alsha sesekali melirik Nathan yang masih menatapnya dari jauh jelas dia merasa risih dengan tatapan itu.


"Apa kau masih ingin berdiri di situ? atau kau mau aku juga berdiri menemani mu di sini?" tanya Nathan membuat jantung Alsha berdetak lebih cepat.


"Ah, ngik mak ngik," ucapan Alsha sungguh tidak jelas sama sekali.


Haduh, kenapa pakai cegukan segala? kalau begini aku susah ngomong! batin Alsha tampak pula wajahnya memerah pasih.


Nathan melangkahkan kakinya ke arah yang lain begitu saja meninggalkan Alsha sejenak, lalu kembali lagi dalam beberapa saat.


"Nah minumlah dulu, kau bahkan tidak bisa berbicara lagi sudah jangan di tahan nanti tenggorokan mu bisa sakit," kata Nathan pula menyuguhkan sebotol air mineral yang dia ambil dari kulkasnya.


Alsha meraih botol minuman itu.


Gluk Gluk Gluk


Tanpa jeda Alsha meneguknya sampai habis total, sejenak ia terdiam merasa air itu sangatlah dingin tetapi melebihi dinginnya si balok es, demikian lah pikiran Alsha.


"Pfft," kikihan Alsha tanpa ia sadari.


Hah! kenapa aku jadi tertawa? mampus aku! batin Alsha pura-pura bodoh seketika dengan melihat kemasan botol minuman itu.


"Hei kau! apa yang kau kekehkan barusan?" celetuk Nathan terlihat jengkel saat terdengar kikihan Alsha walau sebentar.


"Ah tidak ada kok," senyuman Alsha membuat Nathan bertambah kesal karena senyumannya itu terlihat seolah membodohi orang lain.


Yeap begitulah🤣


Berani sekali kamu Alsha sama tuan muda kena cekik nyahok lu Alsha. wkwkw😝


...........


Tetap terus ikuti kisah mereka ❤️ maapkan othor yang belum up dari kemarin karena kurang fit🙏 terimakasih untuk kalian sudah selalu stay di karya 'Aku, Khanza' jangan sampai ketinggalan cerita seru lainnya ❤️


^^^To be continued^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^