Aku, Khanza

Aku, Khanza
Pembobolan?


...♡♡♡...


Tap


Tap


Langkah kaki yang terdengar jelas oleh Nathan membuatnya menjadi sedikit kaget sebab ia berfikir yang datang menghampirinya itu orang lain dan ternyata sosok tersebut yang tak lain ialah Amel juga Devan bahkan Nathan terlihat membuang nafas leganya serta mengusap dadanya berulang kali ketika ia melihat keduanya sedang berjalan mendekat ke arahnya.


Sesampainya mereka berdua di hadapan Nathan.


"Yang seperti ini bisa kah di gunakan?" tanya Amel sejenak kemudian ia menunjukkan besi putih yang baru saja ia dapatkan sebelumnya.


Besi yang ada di tangan Amel di sambut oleh Nathan bahkan tampak wajahnya terlihat senang sebab Amel mendapatkan sebuah besi yang pas untuk membobol pintu walau tak menggunakan kunci. "Aku akan mencobanya," imbuh Nathan yang tampak sedang melilitkan bagian ujung besi dengan membentuk seperti melengkung apalagi bahan besinya mudah di bengkokkan.


Setelah besi itu terbentuk sesuai keinginan Nathan tak berapa lama ia bergerak ke arah pintu sembari menumpukan tubuhnya di antara kedua tumit.


Trak


Trak


Percobaan pertama tidak berhasil kemudian Nathan mengubah bentuk lilitan arah besi tersebut dengan cepat sehingga terlihat seperti sudah terlatih.


"Waahh, apa kau sudah pernah membobol pintu rumah orang? sampai kau tahu cara membuat besi itu menjadi sebuah kunci," celoteh Devan yang berbicara tepat di belakang punggung Nathan bahkan Amel menepuk jidatnya sendiri sebab ia tak habis fikir sedari tadi Devan selalu berkomentar tentang Nathan.


Karena mendengar ucapan barusan saat ini Nathan menatap ke arah Devan dengan lontaran rasa tidak sukanya.


"Ah, ahahaha! aku hanya bercanda saja karena aku tak menduga kau bisa mengetahui hal seperti ini," kekehan Devan semakin membuat Amel terus mengelus pundak lehernya sebab ia sudah merasakan hawa dingin dari sorotan mata yang di lontarkan oleh Nathan.


"Sudah Nathan, jangan kau dengarkan ocehannya cepatlah lanjutkan saja pekerjaan mu itu!" sanggah Amel pula sembari sesekali melirik ke arah Devan yang sudah cemberut karena ucapannya itu.


"Huh!"


Devan mengalihkan wajahnya dari Amel serta terlihat bibirnya mengerut sembari mengatupkan kedua tangannya di dada.


Saat ini Nathan hanya bisa menghembus nafas kasar dari mulutnya sebab ia tak ingin menghiraukan perkataan Devan karena masih ada yang lebih penting dari ucapan yang terdengar lelucon, itulah fikirnya.


Nathan benar-benar sangat berusaha sampai tidak mengenal rasa putus asa walau besi tersebut belum tepat sasaran namun ia mencobanya lagi dan lagi sehingga dia juga merasa heran dari mana datangnya pengetahuan dirinya dalam menyelinap ke rumah orang sampai pembobolan pintu kamar seolah itu muncul dalam pikirannya sendiri tanpa ia sadari.


Beberapa menit berlalu.


Klakk


Yeap, kini Nathan sudah berhasil membuka pintu tersebut walau dirinya harus kelelahan akan tetapi ia merasa puas karena usahanya tidak sia-sia.


"Amezing Nathan! pintunya terbuka tanpa menggunakan kunci," riuh Amel terlihat terkagum pada Nathan yang bisa menyelesaikan apa saja walau dengan sedikit usaha.


"Ini kuncinya," lontar Nathan tersenyum tipis sembari menunjukkan besi putih tadi sebagai alat tempurnya.


Hmh! aku juga bisa kalau begitu saja! batin Devan berkata demikian sehingga Nathan menghembus Nafas panjang mendengarnya sembari ia menyeka keringat di bagian wajahnya.


Seusai perbincangan itu kemudian Nathan memegang gagang pintu secara perlahan sehingga pintu tersebut sedikit demi sedikit terbuka lebar.


Kreekkk


Kaki Nathan melangkah ke arah dalam kamar secara perlahan namun ia langsung merasakan sedang mencium aroma yang tidak sedap lewat hidungnya dan kamar tersebut terasa sangat pengap.


Devan juga Amel mengikuti langkah Nathan dari belakang sehingga mereka juga merasakan hal yang sama di rasakan oleh Nathan. "Hatchim! bau apa ini? baunya tidak enak banget," serentak keduanya sembari mengibaskan tangan mereka ke arah hidung bahkan Nathan pun menutup mulut serta hidungnya karena ia juga tidak sanggup jika berlama menghirupnya.


"Astaga!"


Yeap ke tiga orang itu langsung tersontak kaget melihat keadaan Hayati yang sudah lemas bahkan dalam keadaan tangan terikat rantai besi lalu kaki di pasung.


^^^To be continued^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan :...


Pertolongan akan tuhan datangkan untuk makhluk yang sering melakukan kebaikan antar sesamanya ❤️