Aku, Khanza

Aku, Khanza
Sesuatu Yang Tidak Mungkin Namun Nyata...


...♡♡♡...


Kreek


Tap


Tap


Terdengar langkah kaki dari salah satu perawat yang sedang keluar dari ruang unit gawat darurat.


"Pak, apa benar anda keluarga dari pasien bernama ibu Shopia?" tanya seorang perawat wanita menatap ke arah Kino sembari tersenyum ramah padanya.


Karena mendengar teguran dari si perawat barusan lalu Kino dengan sigap berdiri walau ia sempat terpejam sebentar. "Ya benar saya anaknya," sahut Kino menjawab dengan nada setengah sadar sebab ia baru tersentak sehingga ia sesekali mengucek sebelah matanya.


"Baiklah kalau begitu bapak bisa ikut saya ke dalam," ucap si perawat lagi masih terdengar ramah. "Mari pak masuk saja," katanya pula sembari memberi jalan pada Kino dengan membuka pintu tersebut lebih lebar lagi kemudian Kino pun memasuki ruangan tersebut setelah si perawat memintanya.


Sesampainya di dalam ruangan si perawat membawa Kino mengarah pada ibunya lalu ia melihat kalau dokter sedang memberi suntikan terakhir di tangan ibunya itu.


"Dok, bagaimana keadaan mama saya?" sapa Kino setelah ia mendekat ke arah mereka.


"Ibu anda hanya pingsan dan mengalami sedikit patah tulang di bagian lehernya ataupun lukanya juga tidak ada yang serius karena saya sudah memberi suntikan untuk meredakan rasa sakit di tangannya ini lalu untuk bagian lehernya tidak ada yang perlu di khawatirkan besok sudah kembali normal tapi obatnya harus di habiskan ya," cakap sang dokter dengan menjelaskan perlahan serta melirik Shopia yang terlihat bersandar di bantalan kasur dengan kondisi leher sudah memakai alat Cervical Collar di sebut sebagai penyangga tulang leher bahkan Shopia hanya menatap lurus tanpa reaksi apapun setelah anaknya berada di sampingnya.


"Terima kasih dok sudah memeriksa kondisi mama saya, lalu apakah kami boleh pulang sekarang dok?" tanya Kino berusaha ramah.


"Boleh, hari ini ibu anda sudah bisa pulang karena tidak ada cedera yang serius," turut sang dokter pula mengiyakan pertanyaan dari Kino.


"Baiklah dok," ia pun menganggukkan kepala.


"Kalau begitu saya pamit dulu semoga lekas sembuh ya bu," kata sang dokter itu bernada ramah pula menatap ke arah Shopia namun Shopia masih tak juga membalasnya. "Mari pak," turut sang dokter bungkukkan badan pula lalu ia pun melangkah pergi beranjak dari tempatnya serta di ikuti oleh perawat yang membawa Kino sebelumnya.


Seusai dokter tadi berlalu pergi kemudian Kino menoleh kembali pada ibunya yang masih terdiam namun tak berapa lama ibunya menatap ke arah Kino.


"Apa kau percaya dengan ucapan dokter itu barusan? aku patah tulang di leher katanya?" cerocosnya pula membuka suara walau ia berkata dengan nada yang terdengar serak.


"Ya seperti itulah adanya, memang kronologi kejadiannya bagaimana sih ma? kenapa mama bisa sampai pingsan begitu di jalanan dan lagi tangan mama luka begitu! apa yang sudah di lakukan bocah gembel itu pada mama?" begitu banyak pertanyaan yang keluar dari mulut Kino membuat ibunya semakin geram mengingat kejadian yang menimpa dirinya itu.


"Anak sialan itu sudah berani menendang leher mama bahkan tangan mama di gigitnya padahal mama sudah memukuli kepalanya tapi dia menggigitnya semakin kuat dan entah dari mana asalnya tenaga bocah kecil itu dia menendang mama dengan kakinya sampai mama harus berakhir di rumah sakit ini, dasar anak sialan!" kelakarnya dengan berusaha bersuara keras namun ia belum bisa sebab lehernya masih di pakaikan alat penyanggah.


"Pfftt, anak sekecil itu menendang mama?" kekehan kecil yang keluar dari mulut Kino tanpa ia sadari pula langsung membungkam mulutnya seketika melihat ibunya sudah menyadari ucapannya dan membuat ibunya melontarkan tatapan sangar sehingga tampang wajahnya memerah padam.


"Ampun ma, bukan maksud ku ingin tertawakan mama hanya saja aku merasa heran anak sekecil itu sudah bisa membuat mama celaka seperti ini," kilah Kino dengan memberi alasan serta dirinya menepuk-nepuk pelan punggung belakang ibunya terlihat sedang menenangkan supaya ia tak terkena amukan dari ibunya lagi begitulah trik Kino supaya dirinya terbebas dari omelan ibunya itu.


"Sudahlah kita fikirkan nanti untuk mencari mereka lagi, sekarang mama mau pulang mama mau istirahat di rumah! cepat kau panggil taksi," titahnya dengan tegas lalu ia memejam matanya seketika dan kemudian Kino tak berkata apapun lagi ia berlalu pergi dari hadapan ibunya beranjak keluar dari ruangan tersebut.


.


.


.


Kino dan Shopia pun pulang menggunakan mobil taksi dan tampak mereka sudah memasuki area rumah lalu taksi tersebut berhenti tepat di depan gerbang kemudian Kino turun lebih dulu setelah ia membayar uang taksi tersebut.


"Ayo ma pelan-pelan saja jalannya," turut Kino tampak sedang memapah ibunya setelah mereka keluar dari taksi serta memegang kedua pundak sang ibu sembari berjalan memasuki pintu rumah dan tak berapa lama Kino membunyikan bel berulang kali.


Brakk


"Tuan! gawat tuan," seketika Keke membanting pintu sebab ia merasa heboh sendiri bahkan ia tak tahu kalau Shopia sedang cedera.


"Ada apa Keke? kenapa kau seperti orang kebakaran jenggot saja! apa matamu buta? tak bisa melihat sekarang yang ada di depan mu saat ini?" kelakar Kino pula melotot ke arah Keke serta menggertakkan giginya secara geram bahkan melihat Keke dengan wajah penuh amarah.


"Bukan begitu tuan... Saya sedari tadi menghubungi tuan tidak di angkat jadi saya tidak sengaja membanting pintu seperti ini, maafkan saya tuan."


Keke pun berulang kali bungkukkan badannya di hadapan Kino namun ia tak dapat berbicara setelah ia melihat Shopia menatapnya secara sadis makanya ia terdiam merasa ketakutan.


"Sudah kau minggir, aku mau lewat nanti saja bicaranya!" tangkas Kino pula serta bergeleng kepala melihat Keke yan sudah tertunduk tak berbicara lagi. "Ayo ma kita masuk," tutur Kino melanjutkan langkahnya dan menapaki jalan dengan perlahan sembari terus memapah ibunya hingga menaiki anak tangga bahkan Keke terus menatap lurus ke arah mereka dengan mengernyitkan wajahnya sebab ia merasa tak berani berbicara jika tatapan Shopia begitu mengerikan baginya.


"Aku harus bagaimana ini? apa aku kabur saja dari rumah keji ini? rumah ini sungguh di penuhi dengan orang-orang yang tak berhati nurani bahkan istrinya sendiri saja di kurung, bagaimana denganku jika aku sempat berbuat kesalahan? bisa-bisa aku di cekik sampai mati oleh mereka, tapi... Kalau aku kabur sekarang uang gaji ku bagaimana? sudah pasti aku tak akan dapat sepeserpun! ahh, tidak tidak! aku harus pergi sekarang juga dari sini sebelum nyawaku melayang," gumam Keke pula sembari ia menuju kamarnya hendak berniat untuk kabur begitu saja tanpa pamit.


^^^To be continued ^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan :...


Ketika manusia sudah memandang mu dengan buruk tapi tidak untuk Tuhan mu, sebab dia akan memberi jalan untuk siapa saja yang dia kehendaki ❤️