
...♡♡♡...
Aula Modeling Internasional.
Untuk pertama kalinya brand ambassador dari Prancis mengeluarkan produk terbaru mereka dengan mengajukan kerjasama serta berinvestasi di perusahaan jika berhasil menjual produk mereka lebih dari 50% di tambah lagi kontrak beberapa tahun tuk model yang akan terpilih dan tetap menampilkan setiap produk dari merek Louis Vuitton.
Bagaimana tidak menggiurkan bagi kalangan perusahaan lain bahkan banyak sekali model yang ingin berperan sebagai peserta peluncuran produk terbaru yang mereka keluarkan oleh sebab itu persaingan sengit antar perusahaan pun di mulai.
David Austin anak dari Panji Faldo yang sekarang berperan menjadi model tuk menggantikan ayahnya yang sudah pensiun dari dunia modeling karena usianya yang tak memungkinkan lagi tuk berjalan di atas panggung makanya dia mengerahkan semua aset pribadi ke tangan anak lelakinya yang kini sudah berumah tangga dan memiliki satu orang anak bernama Nathan Austin.
Akan tetapi Panji tetap berperan sebagai desainer tuk terus mengembangkan setiap desain yang dia buat supaya perusahaannya semakin berkembang dan di kenal oleh seluruh pelosok negri bahkan sampai pada sebagian masyarakat menengah.
Istri dari David yaitu Chelsea berperan sebagai ahli kecantikan menggantikan MUA sebelumnya yang bekerja di perusahaan mereka. Chelsea juga mengembangkan produk kosmetik yang dia buat sendiri melalui kepintarannya karena dia pernah bersekolah di salah satu negara Eropa yang terkenal akan universitasnya sehingga saat ini dia mampu menciptakan kosmetik dengan segala macam kandungan buah di dalamnya bahkan bisa di makan dan di cerna oleh tubuh manusia tidak heran Chelsea di kenal oleh banyak orang karena produk yang dia buat benar-benar menyehatkan wajah.
Sejak Chelsea memegang kendali di perusahaan Panji sang mertua dengan merias para model memakai produk yang dia buat sendiri pasti mendapatkan hasil yang sempurna bahkan penjualan kosmetik Chelsea naik pesat juga semakin berkembang dan perusahaan Panji lebih maju lagi.
Berdasarkan hal itu menjadikan Shopia semakin panik saja karena Panji mempunyai menantu yang bisa membuat para modelnya semakin menonjolkan kharismatik wajah tersendiri sangat berbeda jauh sekali ketika dirinya merias para model tempat suaminya bekerja.
Sungguh semakin dalam rasa dendam Shopia terhadap Panji yang tidak bisa dia jatuhkan dengan mudah.
Ruang Rias Modeling.
"Apa kau cemas?" tanya Chelsea pada suaminya sesaat membuka suara ketika keheningan meliputi ruangan itu.
Tampak pula Chelsea sedang mengoleskan krim di wajah David dan sedikit sentuhan alis mata dengan penggaris supaya memberi kesan indah di wajahnya serta soflens berwarrna abu gelap di bola mata David di tambah polesan warna natural di bibir berbentuk lip bam saja karena wajah David sudah tampan walaupun hanya sekedar menutupnya sedikit tipis sehingga memberikan hasil yang sempurna berbeda dengan para model lainnya yang harus memakai segala macam bedak di wajahnya barulah mendapat hasil maksimal.
"Aku tidak cemas hanya saja aku merasa belum siap tuk menjadi model utama dari peluncuran produk baru mereka apalagi harus bersaing dengan perusahaan luar," cakapnya pula sambil memejam mata membuat sang istri tersenyum kecil.
"Kau yakin saja kalau kau bisa memberikan yang terbaik untuk perusahaan papa, karena aku yakin kau bisa membuat mereka hanya menatap mu," antusias Chelsea menepuk kedua pundak suaminya. "Oke perfect semuanya sudah siap, sekarang kita harus keluar bergabung bersama papa," lanjutnya lagi dengan berusaha memberi suport serta mengajak suaminya keluar.
David anggukkan kepala sambil menatap dirinya sendiri kearah pantulan kaca hias tepat di hadapannya serta melebarkan senyumnya dengan meyakini diri kalau malam ini dialah sang juaranya.
"Yuli, Tiara, dan Putri kalian bertiga bereskan semua barang yang ada di sini," titah Chelsea dengan menunjuk ke arah barang yang berserak di meja. "Jangan lupa masukkan kembali sebagian baju ke dalam koper selain baju yang ada di gantungan itu ya?" lanjutnya pula memberi pesan sekali lagi supaya tidak terjadi kesalahan akhirnya.
"Baik nyonya jangan khawatir serahkan semuanya pada kami," turut mereka menjawab secara serentak sambil bungkukan badan terlihat sopan.
"Terimakasih banyak nyonya," sahut ketiganya dengan bungkuk melontarkan senyum ramah.
Kemudian Chelsea serta David beranjak dari tempatnya keluar dengan bergandeng tangan tampak begitu mesra ketika mata melihat membuat ketiga karyawannya merasa iri sesaat.
Ruangan lain tempat di mana Shopia merias modelnya dengan di bantu oleh satu orang anggota saja karena perusahaan tempatnya bekerja belum sebesar milik Panji yang sudah berkembang sehingga di kenal oleh banyak orang.
"Kau harus menang! jangan sampai kau mengecewakan kami," kata tegas di balik mulut Shopia terhadap modelnya dengan memegang dagu lelaki tersebut secara keras.
"Saya akan berusaha seperti yang nyonya minta," turutnya terdengar patuh dan sangat meyakini Shopia akan ucapannya sehingga membuat Shopia merasa puas dengan jawaban yang terlontar dari model itu.
"Bagus! itu yang mau aku dengar dan tak ada kata kalah bagaimana pun caranya kita harus mendapatkan kesempatan untuk bekerjasama dengan produk mereka," timpalnya pula merasa percaya diri kalau kemenangan pasti ada di tangannya.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan? karena saingan kita anak dari Panji Faldo, apa kau lupa?" tanya sang suami pula terlihat duduk menatap Shopia dari balik punggung sesaat membuat Shopia tersenyum kecil di balik pinggir bibirnya seolah dia sudah merencanakan sesuatu.
"Kau tak perlu ingatkan aku soal itu, karena serangga sekecil apapun akan aku basmi dengan caraku sendiri," monolognya seolah santai tampak pula sorotan mata jahatnya.
Di saat perbincangan mereka terdengar jelas sekali suara dengkuran dari Kino yang terlelap di balik gorden ruangan itu.
Sangat membuat Shopia geram melihat anaknya yang begitu lelet jika di berikan tugas darinya sehingga dia menendang keras anaknya sampai terjungkal ke lantai.
DEBUGH
Aaakkkggghhhh
Jeritan Kino pecah terdengar jelas seisi ruangan karena dia menahan sakit di bagian bopongnya akibat tendangan dari Shopia, tentu saja membuat model serta karyawannya menahan tawa seketika sampai sang suami bergeleng kepala melihat anaknya yang tiada hentinya membuat masalah.
^^^To be continued^^^
^^^🍂 aiiWa 🍂^^^
...Kutipan :...
Usahamu akan sia-sia jika kau melakukan perbuatan yang lebih banyak mudharatnya daripada manfaat untuk dirimu sendiri, ketahuilah bahwa usaha yang baik akan membuahkan hasil yang baik pula hingga pada titik terakhir ❤️