Aku, Khanza

Aku, Khanza
Panjatan do'a Alsha


🍁🍁🍁


Makam Caringin Margahayu.


Suara nyaring di telinga semua orang saat mendengar bunyi sirine ambulans yang memasuki wilayah pemakaman para pelayat kini sudah hadir telah menunggu untuk membantu serta ingin memberikan do'a kepada jenazah dan mengucapkan belasungkawa pada keluarga yang telah di tinggalkan.


Sebelumnya pak Adam memberi kabar pada semua tetangganya kalau istrinya sudah tiada makanya semua orang turut hadir dari sebagian teman dekat maupun pak lurah juga hadir di pemakaman itu.


Berhubung waktu sudah memasuki fardhu dzuhur para pelayat melakukan sholat jenazah sebelum melakukan pengebumian baik itu Alsha maupun Hayati ikut serta dalam penyolatan tersebut, jarak mesjid dengan pemakaman tidaklah jauh hanya butuh berjalan sedikit saja.


Parkiran area pemakaman.


"Alsha kita ambil wudhu dulu sebelum sholat dan ingat janji Alsha pada Ibuk," ajaknya pula sambil mengelus pipi Alsha serta mengulang pesannya sebelum itu.


"Iya bu Alsha masih ingat," jawabnya dengan tersenyum kecil.


Hayati merasa lega karena Alsha menuruti permintaannya mereka pun berlalu dari parkiran menuju tempat wudhu sebelum memasuki area mesjid.


Semua yang hadir memenuhi mesjid ketika itu begitu pula dengan pak Adam terlihat sangat bahagia karena semua orang turut hadir untuk menyolatkan istrinya.


Tibalah waktu memasuki adzan sehingga terdengarlah suara yang merdu dari salah seorang muadzin melantunkan adzan begitu syahdu bahkan orang yang mendengarkan merasa damai penuh rasa nyaman saat berada di dalamnya.


Adzan berakhir beberapa detik.


Sementara itu imam berdiri di tempatnya berhadapan dengan si mayit dan para makmum merapatkan shafnya untuk segera melakukan sholat jenazah.


Beberapa saat kemudian selesai melaksanakan sholat jenazah barulah mereka melanjutkan kewajiban terakhir untuk sholat fardhu.


Semua niat baik mereka di hadapan Allah sangatlah mulia setiap manusia yang turut hadir membantu keluarga tertimpa musibah mulai dari sholat, menandu keranda, hingga penguburan amatlah besar pahalanya untuk orang yang benar-benar ikhlas mengerjakannya.


Di saat pengangkatan keranda pak Adam memikul bagian depan hingga terlihat menetes air mata walau sempat ia tahan sebelumnya dan sesaat itu pula pak Adam menoleh pada Alsha yang masih duduk di samping Hayati, dia melihat Alsha memejamkan mata sambil mengangkat kedua tangannya tampak sedang berdo'a sungguh tersayat hati pak Adam ketika ia sadari itu akhirnya air mata terus ia seka tak ingin orang lain sempat menyadari kesedihannya yang mendalam.


Begitu pula dengan Hayati menoleh kesamping menatap pilu wajah Alsha yang masih terus berdo'a tanpa mengeluarkan air mata sedikitpun.


Begitu kuatnya dia aku sangat salut pada anak kecil ini. Batin Hayati menahan tangis yang tak ingin ia keluarkan sembari mengalihkan pandangan wajahnya karena tidak sanggup melihat kesedihan Alsha.


Dalam do'a yg Alsha panjatkan.


Ya Allah... Alsha hanya ingin umi bisa bahagia tanpa Alsha di sana karena selama ini Alsha selalu menemani umi ya Allah, Alsha tidak marah padamu karna engkau mengambil uminya Alsha akan tetapi Alsha hanya ingin minta padamu berikanlah rumah untuk umi Alsha di sana supaya kami bisa berkumpul lagi di rumah baru umi ya Allah berikan surga pada umi Alsha serta kebahagiaan berlimpah saat tidak ada Alsha berikan Alsha kekuatan untuk menjaga adik Alsha tolong jaga keluarga Alsha karena tidak ada penolong Alsha selain engkau. Aamiin ya rabbal'alamin.


Panjatan doa itu dia lakukan dengan berbicara dalam hatinya karena tidak ingin di dengar oleh orang lain apalagi Hayati yang saat itu masih ada di sampingnya.


^^^To be continued..^^^


^^^🍂 aiiwa 🍂^^^