Aku, Khanza

Aku, Khanza
Hati Yang Sangat Terpukul...


...โ™กโ™กโ™ก ...


Nathan sudah menyadari sikap ketakutan yang di lontarkan oleh pelayan wanita tersebut ketika dirinya sengaja berkata tegas lewat bisikan untuk memancing pengakuan darinya namun tetap saja ia membungkam mulutnya dan berusaha tetap tenang padahal jelas sekali terlihat oleh Nathan ia berkeringat dingin menatap mata Nathan sedari dekat.


Lalu Nathan meliriknya dari samping dengan membelakangi pelayan tersebut sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. "Aku akan mencari bukti kalau kau tidak ingin membuka suara," tegas Nathan berkata demikian serta lirikannya dari samping. "Saya ingin dia di tahan dulu sampai bukti saya dapatkan," lanjutnya lagi dengan petugas polisi yang tak menduga bisa membuat pelayan tersebut diam seribu bahasa ketika Nathan berbicara padanya.


Tentu saja David dan Genji di buat terpelongo oleh sikap Nathan yang tegas itu bahkan semakin membuat Genji penasaran ada misteri apalagi di balik dinginnya seorang Nathan.


Genji hanya tersenyum tipis ketika melirik Nathan yang memiliki aura hebat dalam pandangan matanya itu.


"Pa, kita kembali ke rumah sakit sekarang aku harus melihat keadaan kakek," katanya pula menatap ayahnya yang masih saja tak menduga dengan ketegasan anaknya entah menurun dari siapa itulah fikirnya.


David hanya anggukkan kepala ketika mendengar perkataan anaknya itu.


Keduanya pun berjalan terlebih dulu dan tak lupa pula berpamit pada petugas polisi sebelum beranjak keluar dari ruangan tersebut.


Nathan melenggang mengikuti langkah David dan Genji dari belakang kemudian baru beberapa langkah Nathan berhenti sejenak dengan menoleh ke arah samping.


"Nona jangan takut, aku akan mengeluarkan mu dari sini sampai menemukan bukti yang sesungguhnya," lontaran itu membuat pelayan tadi melebarkan matanya tak menduga kalau Nathan akan berkata demikian padanya.


Pelayan wanita itu tertunduk malu serta tampak meneteskan air mata lalu dia menegakkan kepalanya lagi sambil melihat Nathan yang sudah berlalu pergi dari ruangan.


.


.


.


Awalnya pelayan bernama Rika menolak untuk bekerjasama dengan Shopia karena membahayakan nyawa orang lain sebab dia bukan wanita sejahat itu akan tetapi uang yang di berikan oleh Shopia cukup besar sehingga ia menerimanya lantaran memang sedang membutuhkan biaya yang besar untuk perawatan ayahnya yang masih di rumah sakit beberapa bulan berjalan sampai saat ini makanya dia mengambil langkah beresiko karena suatu alasan sedangkan gajinya sudah habis untuk semua perobatan ayahnya yang mempunyai sakit sangat serius apalagi ia sudah tidak memilki ibu karena ibunya meninggalkan ayahnya ketika di vonis sakit parah akhirnya dia menyewa seorang perawat untuk mengurus ayahnya di rumah sakit sementara ia mencari uang untuk kehidupannya juga ayahnya.


Shopia juga memberi peringatan pada dirinya kalau membuka suara maka ayahnya akan celaka itulah pesan dari Shopia untuknya makanya dia bertahan hingga kini tidak berkata yang sesungguhnya akan tetapi ketika dia melihat Nathan berkata ingin mengeluarkan dirinya sampai tak menduga karena Nathan berucap demikian padahal dia sudah mencelakai seorang kakek yang sangat di sayanginya itu.


Beberapa saat Rika meminta izin menghubungi perawatnya untuk mengambil uang yang sudah di berikan oleh Shopia dan memberi pesan pada perawatnya supaya tak menyinggung masalah dirinya sedang di tahan dalam sel karena akan memperburuk kondisi sang ayah bahkan dia juga tidak tahu akan bertahan berapa lama di dalam jeruji besi.


.


.


.


Tampak pula di mata Chelsea saat melihat lorong rumah sakit sang suami beserta anaknya juga Genji berjalan ke arah dirinya lalu seketika dia berdiri dari duduknya.


"Maaf aku tak mengangkat ponselku saat kau menghubungiku," kata suaminya sekilas melirik Nathan karena dirinya lah David tidak merespon bunyi ponsel miliknya itu lalu Nathan mengalihkan pandangan berpura tak menyadari lirikan dari ayahnya tersebut.


"Apa semuanya berjalan lancar? bagaimana pelayan itu apa dia sudah mengakui siapa yang menyuruhnya?" tanya istrinya pula.


"Dia masih tak ingin membuka suara dan sekarang terpaksa dia di tahan dulu sampai kami menemukan bukti kalau ada orang di balik ini semua," jawab suaminya yang masih melirik ke arah Nathan karena seperti itulah ucapan Nathan saat di kantor polisi tadi.


"Bagaimana keadaan kakek sekarang?" tanya Nathan mengalihkan topik pembicaraan.


Chelsea menarik nafas panjang ketika pertanyaan itu muncul yang seharusnya di bicarakan lebih awal. "Kakek sekarang lagi kritis dan masih menjalani operasi karena hampir seluruh wajahnya terbakar apalagi..."


Sepenggal kata yang belum di lanjutkan Chelsea membuat Nathan, Genji dan David menautkan kedua alis mata.


"Apalagi kenapa ma? ayo bilang jangan buatku panik," pungkas Nathan yang terdengar tak sabaran.


"Ke dua mata kakek sudah tidak berfungsi akibat air keras itu," ungkap ibunya saat menjawab terdengar sangat lirih.


"Apa?!" terkejutnya David sehingga ia memijat dahinya sambil memejam kedua mata menarik nafas panjang ketika mendengar pengakuan istrinya itu.


"Ck, sial!" decak Nathan yang menggeram seketika hampir meninju wajah Ded yang menjadi lampiasan namun tertahan oleh Nathan karena dia sadar akan mencelakai wajah Ded nantinya tentu saja Ded sudah keringat dingin membelalakkan matanya ketika melihat kepalan tangan Nathan tepat di depan kedua matanya.


Wajah penuh amarah itu membuat semuanya merasakan hawa dingin ketika menatap sikap Nathan yang mengepalkan kedua tangan dengan kuat dan berlari meninggalkan mereka semua entah kemana.


Ketika Chelsea ingin mengejar Nathan dengan cepat di tahan oleh David karena sekarang ini bukan saat yang tepat membujuk athan yang terlihat penuh amarah itu sebab dia sudah melihatnya sendiri ketika berada di kator polisi tadi.


Bahkan kedua bodyguardnya pun di cegah untuk menyusul Nathan sebab mereka sudah pasti menjadi sasaran empuk kemarahan Nathan makanya tidak ada seorang pun yang berani menyusul Nathan.


^^^To be continued ^^^


^^^๐Ÿ‚ aiiWa ๐Ÿ‚^^^


...Kutipan :...


Berfikirlah sebelum bertindak saat melakukan sesuatu fikirkan baik buruknya untuk dirimu sendiri sebab jika salah melangkah sedikit saja akan menghancurkan kehidupan mu maka yang bisa menjaga semuanya adalah dirimu sendiri.