Aku, Khanza

Aku, Khanza
Menjenguk Alsha


🍁🍁🍁


Batss


Hayati langsung memungut tasnya yang terjatuh di bawah kaki dan dia tidak berfikir panjang hingga berlari keluar tanpa berbicara apapun setelah mendengar omongan dari suami juga mertuanya.


Dia berlari sekencang mungkin menuju mobilnya dan saat di depan teras rumah ia bertemu dengan kedua teman baik Alsha.


"Egh tante mau kemana?" sapa Amel melambaikan tangan begitu ramah, tepat Devan juga berada di sampingnya menautkan kedua alis melihat derai air mata jatuh membasahi pipi Hayati.


"Kebetulan kalian ada disini," kata Hayati pula sambil menyeka air matanya hingga ia merogoh tas bawaannya mencari sesuatu dan ketika yang dia cari berhasil di genggam dia pun meraih tangan Amel langsung memberikan secarik kertas tersebut.


"Ini apa tan?" tanya Amel bingung ketika melihat sikap gugup Hayati apalagi Amel sempat sadar ketika tangannya di sentuh Hayati terasa gemetaran.


"Ini alamat rumah orangtua Alsha, kalian harus mencari alamat ini dan pastikan kalian menemukan alamatnya! sekarang waktu tante tidak banyak karena tante akan mengurus hal yang lainnya, tante mohon kalian harus segera pergi mencari alamat yang tante berikan ini," ucap Hayati yang sungguh terburu-buru sekali hingga tampak bergetar di sekitar area bibirnya.


"Tapi tan!" sepenggal panggilan Amelia namun Hayati sudah berlalu pergi masuk ke dalam mobil.


"Van, ada apa dengan tante? rasanya terlihat aneh," kata Amel sambil menggaruk kepalanya terus menatap mobil yang sedang melaju keluar pekarangan rumah saat di bawa oleh Hayati.


"Aku juga tidak tahu kenapa dan ini alamat rumah Alsha, memangnya ada apa dengan Alsha?" pertanyaan itu terus terlontar dari mulut Devan hingga keduanya benar kebingungan dengan situasi saat ini.


.


.


.


"Ma! sekarang Hayati sudah tahu semuanya, apa yang harus kita lakukan ma?" gerutu Kino mondar mandir berjalan setelah Hayati berlalu pergi.


"Kau jangan bertanya pada mama sekarang ini Kino, cepat kau susul dia! apapun yang terjadi dia tidak boleh sampai berbuat hal nekat untuk melaporkan kita ke kantor polisi, apa kau mau di penjara?" hardik ibunya hingga mengurut dahi terlihat sedikit cemas karena Hayati sudah mendengar pembicaraan mereka.


Kino masih terbengong tanpa berkata apapun.


"Apa yang kau tunggu? cepat!" teriak sang ibu membuat Kino terhentak.


"Iya ma! aku akan mengejar Hayati," jawab Kino dengan cepat ia berlari mengarah ke luar pintu rumah.


Di saat sudah keluar dari pintu rumah Kino menutup keras sampai Shopia bergeleng kepala melihat sikap ceroboh anaknya kalau sudah merasa panik.


"Ha..." sapa Amel pada Kino namun Kino malah berlalu pergi begitu saja tanpa menyahut sapaan Amelia terlebih dulu.


Keduanya makin terbengong karena Devan dan Amel tidak tahu masalahnya apa, makanya mereka jadi terlihat bodoh di depan mereka.


"Ada apa sih? sampai teguranku tidak di sahut!" keluh Amel begitu tak terima di cueki saat dirinya ingin bersikap ramah.


"Sekarang bukan itu masalahnya! kita ini mau bertemu dengan Alsha untuk hal yang lain nanti saja di pikirkan, ohya buah yang kau beli tadi mana?" tanya Devan pula melihat Amelia tangan kosong saat sedari turun dari mobil.


"Oh no! ketinggalan di toko buah, kenapa kau tidak mengingatkan aku Devan?" bukannya merasa bersalah malah Amelia menyalahkan Devan dengan begitu mudahnya.


"Kau yang beli kenapa harus aku yang mengingatkan? lagian aku menunggu di mobil kau yang turun, dasar ceroboh! sudahlah, sekarang kita tidak usah ribut lagi karena niat kita kesini untuk jenguk Alsha, cepat ketuk pintunya." Devan merasa kesal saat dirinya di salahkan oleh Amelia makanya dia sedikit bicara keras.


Kreeekk


Pintu kian terbuka sebelum Amelia mengetuknya mungkin saja suara mereka terdengar sampai dalam rumah.


"Kalian cari siapa?" tanya Shopia dengan angkuh melipat kedua tangan di dada.


"Maaf nyonya kami ingin bertemu Alsha, apa Alshanya ada nyonya?" tanya lembut dari mulut Amelia yang sungguh manis bahkan dia tersenyum saat berhadapan dengan Shopia.


"Kalian salah rumah!" jawab singkat Shopia tanpa melihat mereka.


Devan dan Amelia saling bertatapan karena mendengar jawaban nyelekit dari Shopia.


...........


^^^To be continued^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan :...


Jangan sampai jatuh lebih dalam, tidak akan ada yang bisa menolongmu nantinya. ❤️