Aku, Khanza

Aku, Khanza
Perkiraan Yang Tidak Meleset


...โ™กโ™กโ™ก...


Seusai perbincangan antara Genji dan Panji akhirnya mereka membuat surat perjanjian untuk peresmian kerjasama mereka yang sebentar lagi akan di buat launching keluaran baju batik yang di desain khusus oleh tangan Panji sendiri dan akan di bantu oleh beberapa orang karyawan untuk membantunya jika sudah di kenal oleh banyak orang pasti pekerjaan akan lebih banyak lagi nantinya.


Sementara itu David dan Chelsea yang masih di tempat sebelumnya menunggu Panji kembali akan tetapi sudah hampir setengah jam belum juga terlihat.


"Ma, kakek kemana? aku sudah lelah ingin pulang dan istirahat," cakap Nathan pula menghampiri ibunya sambil celingukan melihat sekitar tempatnya.


"Sepertinya kakek masih ada urusan," sela ayahnya pula seketika.


"Kalau tidak kita kembali saja ke ruang rias supaya kau bisa istirahat di sana lagipula papa mu tidak mungkin pulang," ujar ibunya melanjutkan percakapan mereka.


"Baiklah, asal aku bisa rebahan sambil menunggu kakek," turut Nathan yang berjalan lebih dulu dari orangtuanya namun seketika dia berhenti lalu di ikuti oleh Hardi yang berada di sampingnya. "Ohya aku tidak tahu di mana ruangannya jadi jalan lah lebih dulu," ucapnya lagi yang mengalihkan pandangan dengan sengaja supaya tidak terlihat kalau dirinya sedang malu karena sebelumnya jalan begitu saja tanpa bertanya.


Pftt dasar bos muda! ada-ada saja tingkah lakunya, batin Hardi yang tanpa dia sadari sudah berucap demikian dia tidak ingat kalau Nathan mempunyai kelebihan membaca mata bathin orang lain.


Tentu saja Nathan langsung menatap sinis ke arah Hardi dengan lontaran tajam bagai harimau mau menerkam mangsanya dengan sekali gigitan saja mangsa tersebut akan tewas dalam sekejap begitulah istilah dari tatapan Nathan pada Hardi karena dari tatapan itu barulah Hardi menyadari kalau dirinya barusan mencibir Nathan dari dalam bathinnya.


"Maaf tuan muda saya tidak bermaksud membuat anda marah, saya tidak akan mengulanginya," riuh Hardi bungkuk berulang kali di hadapan Nathan yang sudah menaikkan sebelah alis matanya.


"Apa kau tidak lelah terus meminta maaf padaku? aku merasa lelah sendiri jadinya, berhentilah meminta maaf kalau kau masih sayang dengan nyawamu itu," kelakarnya pula tampak berkata tegas walau dia sedikit jengkel terhadap Hardi.


"Baik tuan muda, ampun tuan muda," keriuhan Hardi dengan mengatupkan semua jemari tangannya membuat Nathan menjadi semakin jengkel.


"Sudahlah! kau tak perlu sampai seperti itu, aku lelah jangan sampai kau jadi sasaran empuk kedua tanganku ini," semburannya membuat Hardi membelalakkan mata sejenak karena dia belum pernah mendengar Nathan mengatakan hal seperti itu padanya mungkin Nathan sedang kesal pada oranglain makanya Hardi menjadi lampiasan kemarahannya itulah fikir Hardi yang sempat melirik Nathan dari arah samping. "Ma, pa! jalanlah lebih dulu, kenapa kalian malah terdiam saja," gerutunya pula yang sedari tadi ngoceh terus.


"Kalian sedang berargumen di situ, bagaimana kami bisa jalan kalau kalian masih saja terus berbicara," timpal sang ibu pula yang terus bergeleng kepala melihat anaknya yang sudah mengalihkan wajah darinya.


David juga ikut bergeleng kepala tanpa berkata apapun dengan membuang nafas kasar.


Akhirnya David dan Chelsea berjalan lebih dulu kemudian di ikuti oleh Nathan juga Hardi di belakangnya dan sepanjang mereka semua berjalan tidak ada yang saling berbicara dan hanya melangkah menuju ruangan yang khusus di sediakan oleh pihak aula.


"Apa kau belum puas melihatku seperti itu? apa mata mu mau aku congkel?" celetuk Nathan pula namun dia tak menoleh pada Hardi karena tatapannya hanya ke arah depan sambil berjalan mengikuti langkah orangtuanya.


"Ti -tidak tuan muda! kalau mata saya tidak ada bagaimana caranya menjaga tuan muda, lagian saya hanya penasaran saja kenapa sikap tuan muda terlihat seperti orang yang sedang menahan kemarahan," cakap Hardi pula yang dengan beraninya berkata demikian pada Nathan mungkin saja dirinya sudah siap di hajar oleh Nathan yang penting rasa penasarannya terjawab begitulah yang dia fikirkan.


"Tunggu dulu!" lontar Nathan seketika memberhentikan langkahnya begitu saja.


Chelsea langsung berhenti sejenak ketika mendengar suara anaknya itu di ikuti oleh David juga Hardi. "Ada apa Nathan?" tanya ibunya pula sesaat menoleh hingga terheran melihat Nathan sudah celingukan entah mengapa.


"Sepertinya aku ingat dengan jalan ini," katanya lagi seketika melihat ke arah Hardi. "Apa kau tidak ingat dengan jalan kita tadi?" lanjutnya pula membuat Hardi jadi bingung sendiri.


Karena Hardi di tanya seperti itu akhirnya dia mencoba mengingat sesuatu untuk menjawab pertanyaan dari tuan mudanya dan sejenak Hardi pejamkan mata untuk berusaha mengingat jalan yang mereka lalui sebelumnya.


"Apa kau sedang tidur? aku bertanya padamu! bukan menyuruhmu untuk tidur sambil berdiri," cerocos Nathan dengan menggerutu seolah tidak sabar menunggu jawaban dari Hardi.


"Saya sedang mengingat jalan ini tuan muda bukan sedang tidur," cakap Hardi sedikit protes lalu dia melotot ke arah depan. "Bukankah itu menuju toilet yang sebelumnya tuan muda masuki," tunjuknya pula sesaat membuat mata Nathan terbuka lebar sehingga rasa lelahnya sirna dalam sekejap.


"Ya kau benar," anggukan kepala Nathan membenarkan ucapan Hardi. "Ma, ruangannya ada di mana?" antusias Nathan terdengar tak sabar ingin segera mengetahui dan memastikan sesuatu.


"Di sebelah sana, tidak jauh dari toilet yang kalian maksud itu," tunjuk sang ibunya seketika membuat Nathan berjalan lebih dulu dari mereka. "Tunggu Nathan, kenapa kau terburu-buru begitu? ada apa sebenarnya?" teriak dari ibunya pula yang sedikit berlari mengejar Nathan meninggalkan mereka begitu saja tanpa berkata apapun.


Nathan mulai merasa curiga setelah perkataan ibunya barusan kalau ruangannya berdekatan dengan arah toilet tentu saja dia ingin memastikan sesuatu apa yang terjadi di dalam ruangan ibunya setelah dia mengingat dirinya sempat melihat waiters juga seorang wanita masuk ke dalam ruangan ibunya.


Sementara itu David juga Hardi tertinggal di belakang dan langsung mengikuti langkah mereka yang lebih dulu berlalu pergi.


^^^To be continued ^^^


^^^๐Ÿ‚ aiiWa ๐Ÿ‚^^^


Selanjutnya tetap nantikan...