Aku, Khanza

Aku, Khanza
Chintya Sang Pengacara...


...♡♡♡...


Genggaman tangan Chelsea semakin keras di pergelangan tangan Rina seolah Chelsea sedang melampiaskan kemarahan yang sempat ia tahan sedari awal karena sangking kerasnya cengkraman itu sehingga Rina mengerang kesakitan di tambah pula alerginya sudah semakin perih dan menyebar sedikit demi sedikit.


"Sudahlah nona, anda tinggal katakan siapa yang telah memberi tugas pada anda untuk menjatuhkan nama produk nyonya kami," tangkas Tina yang tampak berdiri dan berjalan perlahan ke arah Rina dengan berkata demikian.


"Lepaskan aku sekarang!" teriak Rina pula pada Chelsea yang semakin keras dalam genggamannya.


Akan tetapi Chelsea tak perduli dengan suara teriakan dari Rina bahkan ia tersenyum saja tanpa berkata apapun.


Tak Tak


Petikan jari lentik Chelsea berbunyi beberapa kali dan setelah itu tak berapa lama tampak seorang wanita yang berkisar umur 26 tahun sedang berjalan lenggok dengan ketukan sepatu high heelsnya serta terlihat sangat rapi dengan rambut lurus hitam pekat, bola mata memakai soflens abu muda, baju yang di lapisi oleh jas berwarna coklat, rok sebawah lutut berbahan beldu bahkan betisnya tampak begitu indah ketika mata melihatnya dari dekat.


Yeap wanita itu merupakan pengacara khusus Chelsea karena sudah berada di samping Chelsea setelah ia bertemu dengan Tina dan kini wanita itu sudah berdiri tepat di hadapan Chelsea.


"Halo Chintya, maaf kali ini aku akan sedikit merepotkan mu," kata Chelsea pula yang tersenyum hangat pada Chintya.


"Saya sangat senang jika nyonya membutuhkan saya maka dengan senang hati saya membantu nyonya semampu saya," turutnya pula yang tampak bungkukkan badan sambil membalas dengan senyuman kecilnya.


"Terimakasih Chintya kau semakin cantik saja sampai aku hampir tak dapat mengenalimu," seloroh Chelsea berkata demikian namun tatapan mata Rina seolah jengkel karena pergelangan tangannya masih terus di remas kuat oleh Chelsea.


"Nyonya terlalu memuji saya tidak ada yang mengalahkan kecantikan nyonya," balasnya dengan bungkuk pula.


"Kau ini bisa saja kalau soal mengelak ya," kekehan kecil dari Chelsea pun terdengar jelas begitupula Tina yang ikut tertawa kecil melihat canda gurau keduanya. "Ohya kau duduklah Chintya sekarang aku serahkan dia padamu," titah Chelsea terlihat sambil memainkan bola matanya ke arah Rina memberi isyarat pada Chintya.


Chintya kemudian angguk pelan dan meraih kursi tepat di sebelah tempat duduk Rina dan kini Chintya sudah duduk elok sambil meletakkan sebuah tas yang berisi berkas mengenai hukum dalam negara.


"Nyonya sudah bisa melepaskannya, biar saya yang menyelesaikan sisanya," seru Chintya menoleh pada Chelsea setelah ia mengeluarkan sebuah berkas bewarna biru pekat.


Sesaat Chelsea langsung melepaskan genggamannya dari Rina dan berjalan mengarah pada sebuah kotak tisu lalu ia mengambil beberapa bagian untuk membersihkan tangannya yang sudah menyentuh pergelangan tangan Rina sebelumnya.


Chelsea melenggang berjalan kembali ke kursinya dengan duduk mengangkat sebelah kakinya lalu menumpu di kaki satunya sementara Tina sibuk mengemas semua alatnya untuk ia masukkan satu persatu ke dalam tas.


"Ya benar, wajahku rusak karena produk yang dia buat," keluhnya pula sambil menunjuk ke arah wajahnya sendiri bahkan Chelsea tersenyum kecil saja setelah mendengarnya.


Ketika Chintya mendengar ocehan Rina tak berapa lama ia menoleh pada Tina yang sedang berdiri di samping Chelsea. "Tina, bisakah berikan bekas yang kau buat sebelumnya? aku ingin melihatnya," pinta Chintya dengan nada halus.


"Oh sebentar," turut Tina dengan sigapnya ia mengeluarkan berkas satunya dari dalam tas dan berkas yang satu lagi tepat berada di dekat Rina sebelumnya kemudian Tina memberikan kedua berkas tersebut pada Chintya.


Setelah Tina memberikan berkas itu kemudian Chintya pun menyambut keduanya serta ia buka yang berkas pertama dan tampak jelas foto yang terpampang di berkas itu sangat familiar baginya.


"Ini Jolie?" imbuhnya pula.


"Iya itu aku!" cerocos Rina berkata lantang lalu ia mengalihkan wajahnya ke arah lain.


Tentu saja Chintya menaikkan sebelah alis matanya lalu ia menoleh pada Chelsea yang masih terus tersenyum di balik bibirnya.


Tampak Chintya sedang mengamati berkas data milik Jolie dan kemudian ia membuka berkas satunya lalu mengamati isi data tersebut karena dalam dua berkas berbeda orang.


"Jadi benar kau Jolie? bukan Rina?" tanya Chintya pula.


"Ya jelas aku Jolie, aku juga bisa berbahasa Indonesia seperti kalian bukan berarti aku menyamar! wajahku rusak jadi tak dapat di kenali lewat gambar seperti itu!" celetuknya dengan berkelit tiada habisnya.


Setelah mendengar pengakuan dari Rina tak berapa lama Chintya meraih ponsel yang ia letakkan di bagian saku jasnya sedangkan Chelsea mulai penasaran apa yang di lakukan oleh pengacaranya itu karena memang sedari awal Chintya belum mengetahui isi ke dua data yang baru saja ia lihat saat ini.


^^^To be continued ^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan :...


Kemenangan selalu berpihak pada orang yang jujur maka dari itu kejujuran sangat di perlukan dimana pun kau berada ❤️