
...•••...
Wahai orang-orang yang beriman mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat sungguh Allah beserta orang-orang yang sabar dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati sebenarnya (mereka) hidup tetapi kamu tidak menyadarinya dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, serta buah-buahan dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar yaitu orang-orang ketika di timpa musibah mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah kemudian kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) kemudian air mani itu kami jadikan sesuatu yang melekat lalu sesuatu yang melekat itu kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging kemudian kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain sungguh mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik dan setelah itu sesungguhnya kamu pasti akan mati.
Semua makhluk yang bernyawa tidak akan abadi semuanya akan merasakan namanya kematian dan pasti kembali pada sang pencipta kita tidak bisa berlari kemanapun karena kematian selalu dekat dengan kita tua dan muda tidak mengukur kapan kita akan menemukan ajal sebab kematian bisa datang kapan saja jangan terlalu berleha untuk masalah duniawi sedangkan kita tidak akan pernah tau cara Allah memanggil kita seperti apa nantinya. Wallahu'alam bishawab.
🍁🍁🍁
Tok Tok
"Masuk," sahut Hayati dari dalam ruangannya bersama Alsha yang baru saja kembali menjenguk sang adik.
"Maaf buk, semuanya sudah di persiapkan karena jenazah sebentar lagi mau di sholatkan sebelum di kebumikan," kata seorang perawat sambil mengamati kedekatan dari atasannya terhadap Alsha.
"Baik, saya akan keluar segera," sahut Hayati pula. "Ohya, jangan lupa bilang sama pak Adam sekalian biar Alsha naik mobil saya supaya pak Adam bisa bersama istrinya di dalam mobil ambulans," lanjutnya lagi supaya perawat itu menyampaikan pesan pada orangtua Alsha.
"Mengerti buk, akan saya sampaikan kalau begitu saya pamit dulu," bungkuknya seketika beranjak dari tempat.
Pintu pun di tutup kembali.
"Kenapa Alsha tidak bersama Abi saja?" tanya Alsha setelah perbincangan itu selesai.
"Begitu ya... Baiklah, Alsha akan menuruti yang ibu bidan katakan," ia anggukan kepala mematuhi perkataan Hayati dan melontarkan senyum manis.
"Nah kalau begitu sekarang kita harus bersiap untuk pergi tapi Alsha janji satu hal tidak boleh menangis seperti sebelumnya." Hayati membelai rambut Alsha berulang kali dengan membalas senyumnya.
Lagi-lagi Alsha anggukkan kepala membalas ucapan Hayati sehingga Hayati merasa lega karena Alsha sudah bisa menerima kepergian ibunya.
Mereka pun keluar dari ruangan menuju parkiran mobil kini Alsha di berikan tempat duduk yang berada di depan bersama Hayati terlihat sekali Alsha anak yang penurut sehingga membuat Hayati takjub melihat sikap seorang anak baru berusia 10 tahun itu, padahal untuk pertama kalinya Alsha merasakan naik mobil bahkan belum pernah sekalipun dirinya merasakan saat berada di dalamnya.
Wiu Wiu
Para rombongan keluar dari pekarangan klinik menuju pemakaman sedangkan jenazah di bawa memakai ambulans yang sudah di jaga oleh pak Adam dan ke dua perawat sementara itu mobil Hayati mengikuti dari belakang sesekali Hayati menoleh pada Alsha yang masih menatap ke arah depan tanpa berkata apapun. Terlihat dari sorotan matanya penuh kesedihan, kehilangan, seorang anak yang tetap bertahan tidak mengeluarkan air mata karena Alsha mengingat janjinya pada Hayati tidak boleh menangis.
Sesekali Hayati melirik Alsha yang sedang berusaha mengalihkan wajahnya mungkin saja dirinya tidak sanggup melihat mobil ambulans itu apalagi mobil tersebut sedang membawa ibunya yang sangat dia sayangi.
Hayati meraih tangan Alsha dengan menggenggamnya erat seolah memberi kekuatan pada Alsha bahwa inilah kehidupan karena semuanya tidak akan berputar kembali sesuai keinginan justru kehidupan harus tetap berjalan walaupun orang terdekat pergi meninggalkan untuk selamanya.
^^^To be continued..,^^^
^^^🍂 aiiwa 🍂^^^