
...♡♡♡...
Acara yang terus berlangsung semakin terdengar jelas suara tepukan tangan dari para tamu yang turut hadir di aula itu sedangkan model wanita masih saja menampilkan kemolekan mereka sambil berjalan dengan membawa bag produk Louis Vuitton di tangan mereka.
Pada malam di mana Kino menyamar sebagai waiters atas perintah ibunya itu lalu dari situlah awal pertemuan Kino dengan Hayati, ia melihat Hayati sebagai pengunjung untuk menyaksikan acara tersebut bahkan matanya tak terlepas sedikitpun dari Hayati yang dia lihat sedang memakai dres selutut berwarna gold dengan balutan blezer coklat susu dan rambutnya yang dia biarkan terurai sangat membuat Kino tertegun pada Hayati.
Puk
Sebuah kertas yang sengaja di remuk terlempar dan mengenai wajah Kino ketika dirinya asyik menatap Hayati sebelumnya tentu saja dia terkejut dengan lemparan barusan membuat tatapannya buyar dari Hayati ternyata ibunyalah yang melempar kertas tersebut hingga memberi isyarat supaya Kino cepat menjalankan tugas yang sudah di berikan untuknya.
Karena Kino sudah tersadar dari isyarat yang di berikan oleh ibunya itu ia pun anggukan kepala menjawab dengan isyarat pula namun sebelum dia melangkah tampak ada rasa kebingungan di balik wajahnya itu.
Bagian mana yang sudah aku kasih serbuk ya? oh, pasti yang ini ya aku yakin! batinnya pula berkata demikian yang tampak sedang memilah gelas untuk di berikan pada David dengan rasa percaya dirinya.
Kemudian Kino berjalan mendekat ke arah rombongan Panji untuk menjalankan penyamarannya sebagai waiters dengan melenggang ia membawa beberapa minuman supaya tidak menjadi kecurigaan dari mereka.
Lontaran dari tatapan tajam Shopia mengarah pada Panji yang sebentar lagi akan merasakan keterpurukan yang pernah dia alami dulu itulah fikirnya hingga terlihat jelas senyum rasa puas terlukis di wajahnya itu.
"Silahkan tuan minumannya," sapa Kino pula pada David lalu ia langsung menyuguhkan gelas yang sebelumnya dia sisihkan dari yang lain.
"Terima kasih," sambut David pula meraih gelas itu dari tangan Kino tetapi ia belum langsung meminumnya karena sedang serius menyaksikan model yang ada di atas panggung.
Setelah gelas itu sudah ada di tangan David kemudian Kino berjalan ke arah Chelsea untuk melanjutkan penyamaran sebagai waiters.
"Silahkan ambil nyonya," katanya pula terdengar sangat ramah.
"Terima kasih, tapi saya tidak ingin minum," ucap Chelsea menolak dengan halus membalas keramahan dari Kino.
"Baik nyonya," turutnya pula hingga tersenyum kecil lalu dia berjalan ke arah Panji.
"Kau mau minum punyaku? dari tadi kau belum ada minum apapun," cakap suaminya memberikan gelas yang ada di tangannya pada sang istri.
"Tidak, kau saja yang minum karena aku lagi tidak haus," menolak kembali dengan menyingkirkan gelas di hadapannya. "Sebentar lagi kau harus naik ke atas, minumlah supaya kau jadi lebih rileks," lanjutnya melontarkan senyum hangat lalu ia menepuk punggung tangan suaminya.
Dari perbincangan mereka Kino hanya melirik dari samping dan sesaat ia menoleh pada Panji melontarkan kembali senyum kecil untuk menutupi rasa puasnya karena sudah berhasil memberikan minuman yang dia bawa untuk David.
"Minuman anda tuan," sapanya kepada Panji.
Akan tetapi Panji hanya menunjukkan isyarat dari tangannya saja menandakan dia tak ingin minum tanpa berkata apapun.
Kino bungkuk badan karena Panji menolak tawaran darinya, setelah itu dia berjalan ke arah Nathan yang sudah sedari tadi memperhatikan dirinya begitu sangat tajam.
"Silahkan ambil minuman anda tuan muda," katanya pula mendekatkan minuman itu di hadapan Nathan.
Sementara Nathan tidak menyahut teguran darinya karena Nathan tampak begitu serius memperhatikan baju yang di pakai oleh Kino.
"Ya, apa yang ingin anda tanyakan tuan?" berbalik tanya dan masih terlihat berusaha tetap tenang.
"Kenapa baju mu terlihat berbeda dengan yang di sana?" tanya Nathan pula menunjuk ke arah waiters yang sedang menyuguhkan minuman ke pengunjung dari arah yang berbeda.
Tentu saja Kino terkejut dengan pertnyaan dari Nathan karena dia merasa heran saja kalau Nathan sampai sedetail itu memperhatikan baju yang dia pakai.
"Ohiya tuan, karena atasan saya yang memberikan baju ini makanya berbeda dari mereka," jawabnya pula dengan tetap berusaha lebih tenang karena sorotan mata Nathan sudah penuh kecurigaan terhadap dirinya.
"Hm, begitu ya? tapi kenapa aku merasa kau bukan seorang waiters, lalu di mana bed nama mu? kenapa tidak di pakai? karena aku melihat waiters lain memakai bed nama mereka," kembali bertanya lagi terlihat wajah Nathan begitu serius menatap Kino menunggu jawaban yang di berikan untuknya.
Sungguh Kino mulai panik dan jengah harus terus mencari jawaban atas kecurigaan dari Nathan padanya.
"Ah, ahhaha iya tuan mungkin saya meninggalkannya di ruangan karena harus terburu-buru mengantar minuman untuk para tamu," monolognya menjabarkan dengan berusaha tetap tenang meski harus memalsukan senyuman lebarnya itu.
"Oh begitu, maaf aku sudah banyak bertanya lanjutkan saja pekerjaanmu."
Nathan menghentikan perbincangannya karena ia sudah mulai bosan dengan wajah Kino yang berusaha tenang di depannya, Nathan mengetahui kalau Kino sedang mencari alasan untuk menutupi sesuatu darinya.
"Ini minuman anda tuan," katanya lagi menyuguhkan gelas berisi jus apel di depan Nathan.
"Tidak, pergilah."
Singkatnya ucapan Nathan hingga ia menolak tawaran minuman yang di berikan Kino dan mengalihkan wajah supaya Kino pergi dari hadapannya.
Sementara itu wajah Kino merah padam karena begitu geram melihat sikap Nathan yang tak membalas keramahan darinya dan di biarkan tanpa melihat sedikitpun setelah pembicaraan mereka usai.
Dasar anak kurang ajar! dengan orang dewasa begitu tidak ada sopannya, kalau hanya berdua saja mungkin kau sudah aku cekik sampai mati! bathin Kino pula memaki Nathan dengan membabi buta dengan lirikan dari samping sangat sinis sekali.
Kino lalu melanjutkan langkahnya untuk pergi dari hadapan Nathan.
"Tunggu!"
Teguran Nathan menghentikan langkah Kino sejenak.
^^^To be continued ^^^
^^^🍂 aiiWa 🍂^^^
...Kutipan :...
Memberi bibit, di besarkan, di jaga serta di rawat sampai tumbuh menjadi besar namun hasilnya tak seperti yang kau harapkan, renungkan kesalahan yang telah kau buat sebelum kau memberi pupuk pada bibit yang kau tanam ❤️