Aku, Khanza

Aku, Khanza
Realita


🍁🍁🍁


Akhirnya Zizi berhasil selamat dari cengkraman ikatan yang berbekas di tangan dan kakinya karena nenek yang bernama Rukaya telah menolongnya membuka ikatan tersebut dan dari sebagian penduduk memanggilnya dengan sebutan nek Raya.


Nek Raya berusia 85 tahun dan hanya tinggal seorang diri setelah cucunya meninggal 10 tahun yang lalu, nek Raya tidak bekerja dia hanya di beri makan oleh penduduk sekitar dia orang yang sangat mandiri ia juga tidak ingin merepotkan banyak orang demi hidupnya.


Terkadang nek Raya mengambil belinjo yang dia tanam tepat di belakang rumahnya untuk dia olah di jadikan emping, nek Raya melakoni pembuatan emping itu selama bertahun-tahun lamanya dia sungguh tidak pernah mengeluh pada orang lain semenjak suaminya di tabrak lari oleh orang yang tidak bertanggung jawab sampai meninggal dunia.


Untuk menyambung hidupnya nek Raya menjual hasil empingnya pada pabrik setiap olahannya sudah kian menjadi emping yang siap di goreng, dia menerima upah 20 ribu setiap harinya karena tenaganya juga sudah tidak banyak lagi sebisanya untuk membuat emping tersebut, sebenarnya pabrik tidak menerima pembuatan emping yang hanya sedikit tetapi mereka berniat untuk menolong nek Raya saja, mereka malah menambah pendapatan yang di dapatkan oleh nek Raya apalagi dirinya sudah mau bekerja dengan usianya yang tua renta, nek Raya seorang diri menjalani hidupnya tanpa di temani siapapun juga dia hanya menyambung hidupnya yang masih di berikan tuhan padanya.


.


.


Zizi berlari menuju sang kakak yang masih tergeletak tak sadarkan diri sejenak Zizi berfikir untuk membawa kakaknya ke tempat gubuk lusuh itu, ia juga melihat sekitaran supaya bisa menggunakan sesuatu yang dapat membawa kakaknya.


Alhasil dia melihat sebuah gerobak cukup sedang pasti muat untuk ukuran tubuh kakaknya, Zizi berlari dengan membawa gerobak tanpa adanya pemilik dan ia kembali lagi dengan sigap sambil memindahkan perlahan tubuh sang kakak untuk masuk ke dalam gerobak.


Setelah berhasil dia lakukan, ia mengangkat gagang gerobak tersebut dengan tubuhnya yang terbilang masih kecil, tanpa dia rasakan keringat sudah membasahi wajahnya itu karena apapun caranya dia harus segera menolong kakaknya itulah yang membuat Zizi jadi tidak merasakan lelah saat mendorong kakaknya menggunakan gerobak.


Sesampainya di depan pintu rumah gubuk nek Raya sudah menunggu Zizi apalagi sudah terdengar nafas kasar keluar dari mulutnya.


"Apa yang kamu lakukan nak? siapa ini?" tanya nek Raya pula sambil menyeka keringat di wajah Zizi.


"Ini kakak saya nek tolong kakak saya, saya mohon nek," lirih Zizi sampai mengeluarkan air matanya tanpa dia sadari.


"Bawalah masuk, nenek akan melihat kondisi kakakmu," turut nek Raya pula ia pun tertatih berjalan menggunakan tongkat kayu miliknya ke arah kasur yang beralas kain saja.


"Bawa kesini, apa kamu bisa membawanya masuk?" tanya nek Raya berbalik melihat Zizi saat dirinya mengusap air mata.


Alsha di tarik sekuat tenaga oleh Zizi supaya bisa cepat keluar dari gerobak itu, nek Raya hanya membantu memegang kaki Alsha saja karena nek Raya juga tidak sanggup untuk membopong Alsha kemudian setelah kerja keras yang di lakukan oleh Zizi akhirnya ia berhasil membaringkan sang kakak di atas kasur nek Raya.


"Sebentar nenek ambil minum dulu untukmu, siapa nama mu nak?" tanya nek Raya lembut bahkan suaranya terdengar serak karena faktor umur nek Raya.


"Saya Zizi nek, Zizi Bilqis," jawabnya dengan bijak bahkan melontarkan senyum manis membuat nek Raya juga membalas senyuman tersebut.


Nek Raya bangkit perlahan sambil memegang tongkat miliknya ke arah dapur, beberapa menit ia kembali lagi dengan membawa minuman hangat dan roti pemberian dari penduduk.


"Ini makanlah dulu pasti kau sudah sangat lapar, ini juga sudah malam kenapa kalian berdua ada di luar larut malam begini?" begitu nek Raya bertanya Zizi melihat kakaknya yang masih berbaring lemas.


"Nek, apakah kakak Zizi tidak bisa di tolong malam ini?" ucapnya lirih kini wajah Zizi terlihat sangat sedih.


"Nenek akan berusaha menolong kakakmu dan Zizi jangan cemas, sekarang Zizi minum dulu kalau Zizi sampai sakit siapa yang akan menjaga kakak nantinya?" ucapan nek Raya membuat Zizi langsung minum karena dia tak ingin sakit seperti yang di katakan oleh nek Raya.


Gleg Gleg Gleg


Zizi menghabiskan langsung minumannya beberapa kali teguk saja sembari nek Raya masih terus mengelus rambut Zizi dengan tatapan yang samar dari matanya.


..........


^^^To be continued^^^


^^^πŸ‚ aiiWa πŸ‚^^^


...Kutipan:...


Ingatlah, pertolongan itu akan datang dari arah yang tidak di sangka-sangka. Jadi, pada intinya tuhan tidak akan meninggalkan hambanya yang sedang kesusahan, dia tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan seorang manusia. Begitulah kehidupan, harus tetap di jalani apapun yang terjadi dan jangan merasa sendiri karena Tuhan selalu bersama orang yang sabar❀️