Aku, Khanza

Aku, Khanza
Berjalannya Rencana Nathan...


...♡♡♡...


Khem Khem


Suara deheman sebanyak dua kali di balik handsfree bluetooth yang di kenakan oleh Nathan terdengar jelas melalui telinganya sebab menandakan kalau Wandi sudah berhasil mendekati Shopia maka dari itu akan menjadi kesempatan untuk Nathan melakukan aksinya tersebut.


"Devan kau ikuti aku dari belakang sambil memegang sebagian tali ini," titah Nathan setelah ia menoleh ke arah samping sehingga Devan dengan cepat anggukan kepalanya. "Dan kau Amelia, berjalan lah lebih dulu untuk memantau situasi di sekitarnya tapi ingat! jangan lupa jika sudah aman kau berikan kami aba-aba, apa kau mengerti Amelia?" timpal Nathan pula ketika ia menoleh ke arah Amel yang berada di sebelah Devan.


"Ya, aku mengerti."


Amelia secara sigap menjawab perkataan dari Nathan dan tak berapa lama ia merogoh ponsel miliknya serta melenggang ke arah luar halaman rumah Shopia sembari melirik situasi menggunakan kedua bola matanya namun ia masih tampak fokus melihat layar ponsel lalu ia pun berpura sedang berbicara dengan seseorang dengan melekatkan ponselnya ke arah telinga padahal ia sama sekali tidak berbicara dengan siapapun.


Dalam beberapa saat Amel tampak menghentikan ocehannya itu lalu ia memasukkan kembali ponsel ke saku celananya karena situasi sudah terlihat aman menurut pandangan matanya kemudian Amel memikirkan bagaimana memberi isyarat pada Nathan juga Devan serta ia terdiam sejenak sambil berfikir keras.


Kalau aku bersiul takutnya mengundang perhatian banyak orang dan jika aku menghubungi salah satu dari mereka sudah pasti akan terdengar dering ponsel, aha! aku tahu harus berbuat apa! batin Amel tampak telah menemukan sesuatu dari pikirannya tersebut sehingga ia tersenyum lebar di balik bibirnya.


"Semoga saja isyarat ku ini dapat di pahami oleh mereka,' gumam Amel pula sembari melihat keduanya sedari jauh.


Uhuk


Uhuk


Ternyata Amel sedang memberi isyarat melalui suara batuk dengan berulang kali dia melakukan hal tersebut.


"Kenapa dia batuk? bukannya tadi dia tak ada makan apapun?" ocehan Devan pula yang terheran sembari mengernyitkan dahinya. "Apa dia sedang tersedak?" lanjut omelannya lagi dan terus saja mengoceh.


Uhuk


Uhuk


Amelia masih mengeluarkan suara batuknya itu karena keduanya belum ada respon sedikitpun.


"Apa mereka tidak sadar isyarat yang aku berikan ini?" gumam Amel tampak gerutu sebab ia sudah berulang kali melakukan hal tersebut.


Nathan kini mulai memahami maksud dari Amel seketika ia pun tampak sedang bersiap menggulung tali di bagian pergelangan tangannya. "Dia batuk bukan karena tersedak makanan, itu menandakan isyarat darinya," ungkap Nathan berdasarkan dari apa yang dia lihat dari kedua matanya.


"Oh begitu, ternyata balok es memiliki mata yang ta-"


Belum selesai celotehan Devan namun ia seakan merasakan hawa menakutkan dari balik sorotan mata Nathan yang menatap ke arahnya, bagaimana dia tidak kaget kalau mata yang mengerikan itu sangat dekat dengannya bahkan orang yang selama ini dia ledekin sudah bersama dengannya saat ini.


"Hahaha... Maaf aku hanya bercanda jangan kau dengarkan ocehan ku tadi," gelak tawanya membuat Nathan jengkel sebab Devan menepuk-nepuk bahunya sambil tertawa ria.


"Sudahlah! ini bukan saatnya untuk bercanda, jadi cepatlah bergerak," semburan Nathan membuat Devan terdiam membisu seakan tak dapat ia bantah.


Lambat laun mereka berdua sampai juga ke arah Amel yang masih bediri dengan tatapan sinisnya ke arah mereka karena akibat suara batuk yang sengaja ia buat memberikan efek pada tenggorokannya yang terasa perih.


Sesampainya Nathan juga Devan terlihat mereka sudah berbaris mulai berjalan secara bersama serta mengendap dengan terus celingukan supaya tak menjadi kecurigaan orang lain maka mereka dengan kompaknya bekerjasama.


Tepat memasuki arah pekarangan rumah Shopia lalu ketiganya menapaki rute jalan dari samping serta merunduk secara bersama dari balik tanaman rumah Shopia dan yang pasti mereka akan sedikit melakukan cara yang ektrim untuk bisa masuk ke dalam rumah Shopia tersebut.


Ketika mereka sudah berada di suatu tempat yang sunyi kemudian Nathan mendongak ke atas sambil memperhatikan secara jelas bagaimana untuk bisa memanjat menggunakan tali yang mereka bawa lalu Nathan secara seksama mengamati bagian celah yang bisa di kaitkan dengan ujung pengait dari tali tersebut sehingga tak berapa lama ia menemukan sedikit celah yang begitu pas untuk di lekatkan pada pengait talinya.


"Devan, kau coba mundur sedikit dariku karena aku ingin melemparkan ujung pengait ini pada besi yang ada di sudut itu," titah nathan pula sembari menunjuk ke arah yang dia maksud.


Devan juga Amel ikut mendongak ke atas setelah mendengar perkataan dari Nathan.


"Kau tidak salah ingin melemparkan pengait ini pada besi itu? kalau kau gagal terus sasaran mu tidak tepat bagaimana?" cerocos Devan tak hentinya.


"Percaya saja padaku jangan banyak bertanya! sekarang kau mundur dari ku nanti malah kau yang kena pengait besi ini," celetuk Nathan mulai tak sabaran sebab ia melihat Devan selalu membuatnya kesal.


"Oke, oke! aku akan mundur sekarang," patuhnya seketika dengan cepat melangkah sedikit jauh dari Nathan namun masih tampak memegang bagian tali di tangannya.


"Amel kau tetap perhatikan situasi jangan lengah!" tegas Nathan menoleh pada Amel yang terlihat bengong menatap gesitnya Nathan yang membuatnya terkagum. "Amelia!" panggilan Nathan sangat menyentak batin Amel sehingga ia kaget mendengarnya.


"Iya! ya tuhan bisa-bisa aku mati berdiri di sini kau buat," gerutunya Amel lalu ia tampak mengelus dadanya serta membuang nafas kasar.


Walaupun omelan Amel terdengar di telinganya namun tak di gubris oleh Nathan makanya ia hanya menghela nafas saja setelah mendengarnya.


"Devan, setelah hitungan akhir dariku maka kau harus melepaskan tali itu dari tangan mu, apa kau sudah paham?" lanjut Nathan lagi.


"Ya!" jawab Devan pula dengan singkat bahkan sudah terlihat sudah bersiap siaga di belakang Nathan.


Satu


Dua


Tiga


^^^To be continued ^^^


^^^🍂 aiiWa 🍂^^^


...Kutipan :...


Jadikan dirimu kuat supaya orang lain tak merendahkan dirimu ❤️