
...♡♡♡...
... ...
Supaya tidak menimbulkan kecurigaan pada Hayati akhirnya Kino berhasil membujuk Hayati tuk pergi bersama dengannya saat sebelumnya dia mengejar Hayati yang ingin pergi sendiri ke rumah sakit.
Namun lagi-lagi Kino membuat kepalsuan dengan membayar dokter yang memeriksa Hayati dalam jumlah uang yang cukup besar dan siapa pun pasti akan tergiur kalau sudah berhubungan dengan masalah uang begitulah kelicikan Kino untuk memperdayai istrinya sendiri sungguh Kino sudah menjadi darah daging kejahatannya yang ia turunkan dari ibunya.
Sesaat ketika berada di dalam mobil Hayati hanya termenung menggenggam surat tersebut begitu kuat karena dirinya juga tidak menduga akan terjadi hal seperti itu pada tubuhnya.
"Apa kau sudah percaya dengan surat yang kau baca sebelumnya? aku sudah bilang kau pasti mandul tapi kau tak mendengarku dan sekarang mama juga sangat ingin mendapatkan cucu dari rahim yang sudah jelas tidak bisa melahirkan seorang anak, apalagi yang kau fikirkan? jalan satu-satunya hanya bayi tabung."
Ocehan Kino membuat Hayati bertambah mengepalkan kedua tangannya dengan erat hingga remuklah kertas tersebut.
Kino yang asyik mengemudi sesekali melirik Hayati yang menutup kedua matanya bahkan tampak pula senyum nyengir di pinggir bibir Kino.
Beberapa saat Hayati membuka kembali matanya.
"Turunkan aku di sini," singkatnya pula berkata dengan tegas.
"Apa maksud mu? aku akan mengantarmu sampai ke tempat ke-"
"Tidak perlu! aku bisa naik taksi, aku mohon biarkan aku turun di sini," secara cepat sang istri menyela ucapan suaminya yang belum selesai.
"Tidak! kau jangan memerintahku, karena akulah yang berhak memerintahmu! apa kau paham?" lontaran tegas itu sampai memekakkan telinga Hayati karena ia tak ingin menjadi ribut akhirnya Hayati diam saja tanpa membalas lagi.
"Aku tak ingin bayi tabung selama rahim ku tidak di angkat dan aku percaya kalau keajaiban akan datang padaku," ucap istrinya pula terdengar sangat yakin dengan ucapannya itu.
"Hah? hahahha... Keajaiban kau bilang? apa kau tidak sadar? kau itu M.A.N.D.U.L! apakah perkataanku kurang jelas padamu? jangan berharap pada kea-"
"CUKUP! sudah cukup kau menghina ku, apapun yang kau minta aku tidak akan melakukannya karena aku punya rahim yang ada di perutku aku percaya Tuhan itu adil dan pasti akan mendengar permintaanku walau kau anggap itu mustahil," timpal istrinya yang terdengar lirih seolah tak sanggup menahan air matanya yang akan menetes.
Tiba-tiba saja Kino berhenti di tepian dengan mengerem mobil secara mendadak akhirnya Hayati terjedut di bagian pintu kaca mobil dan bukannya minta maaf malah Kino meremas kuat kedua pipi istrinya.
"Kau itu wanita mandul dan hanya aku yang mau dengan dirimu! apa kau bisa lari dengan ketidakbergunaan mu saat ini? baiklah aku akan melihat keajaiban yang kau katakan barusan dan jika kau tidak hamil juga kau harus menuruti perintahku! apa kau mengerti Hayati?" teriakan keras sampai ia menghempas kepala istrinya hingga terjedut kedua kalinya tetapi hempasan itu berbeda dengan rasa sakit yang pertama tadi untuk yang kedua ini teramat sakit di rasakan oleh Hayati sehingga dia mengeluarkan air mata melihat perlakuan sang suami pada dirinya.
"Apa kau menyesal sekarang sudah menerima aku menjadi suami mu? percuma kau menyesal sekarang karena kau tidak akan berguna lagi Hayati dan cuma akulah yang menerima mu apa adanya," monolognya pula yang merasa berbangga pada diri sendiri.
"Terimakasih karena kau mau menerima ku yang tak bisa memiliki anak lebih cepat, maafkan aku sudah mengecewakan mu," lirih istrinya yang terdengar terisak menahan rasa sakit di dadanya yang terasa sesak.
Hayati mengalah karena ia tak ingin memperkeruh suasana karena ia tak ingin menghancurkan rumah tangga yang sudah ia pilih sendiri, ia juga tak menduga Kino bersikap kasar padanya setelah kehadiran ibunya di rumah mereka akan tetapi Hayati tak ingin menyalahkan siapapun karena baginya pernikahan cukup satu kali itulah prinsip yang di tanamkan oleh orangtua Hayati padanya.
"Bagus kalau begitu, akhirnya kau sadar diri juga," cecar suaminya sangat mencibir pada istrinya sendiri.
Hayati hanya terdiam mengalihkan wajahnya ke arah kaca spion sambil memejam mata tampaklah tetesan air mata yang keluar begitu saja.
Seusai perdebatan itu Kino melajukan kembali mobilnya sambil melirik Hayati dengan tatapan rasa puasnya karena sudah bisa membungkam Hayati dengan kelicikan yang dia milki.
Sesampainya di tempat tujuan Hayati turun dan Kino berlalu begitu saja tanpa menyambut tangan Hayati untuknya.
Kino pun berlalu pergi namun tatapan sedih yang terlihat jelas di wajah Hayati saat mengarah pada mobil Kino yang sudah melaju.
^^^To be continued ^^^
^^^🍂 aiiWa 🍂^^^
...Kutipan :...
Jangan pernah remehkan kekuatan seorang wanita, karena tetesan air matanya akan membuat Tuhan tidak akan meridhoi jalan hidupmu dan ingatlah untuk para suami yang sedikit saja menggores hati istrimu kemurkaan Tuhan akan datang secepatnya ❤️