Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Menyerang


Karena fokus Blue sedang teralihkan, Nakamoto mencoba membuat pergerakan. Tangannya langsung mengayunkan pedang mengarah ke leher Blue.


Sayangnya serangan itu tidak dapat memberikan kerusakan, Blue bergeser sedikit dan melepaskan energinya supaya hembusan angin pedang Nakamoto tidak mengenainya.


"Serangan yang bagus." Blue tersenyum dan segera melihat Bee. Keduanya saling mengangguk dan berlari, Blue menjadi seperti pedang yang siap menikam siapa saja.


Nakamoto yang baru melompat kebelakang dan belum mendarat langsung terkena serangan fatal. Badan sebelah kanannya terdapat sayatan pedang, Blue sudah ada di belakang.


Bee dengan wujud lebah dengan cepat menghampiri sosok kucing yang bernama Cat. Kotak makannya dihilangkan dan dua pedang kecil muncul sebagai gantinya. Dua pedang itu berayun dengan sangat cepat.


Cat yang belum sempat merespon langsung terkena kerusakan. Matanya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Bee yang menjadi anak bungsu menjadi begitu kuat dengan sangat cepat.


Nakamoto segera mundur dan mendekati Cat, keduanya saling melihat dan menganggukkan kepala.


Gigi Nakamoto menjadi sedikit panjang dan rambutnya menjadi lebih panjang. Matanya berubah menjadi kuning terang dan ada tiga coretan tipis di kedua pipinya.


Cat yang awalnya hanya seekor kucing kecil berubah wujud menjadi harimau raksasa setinggi 3 meter. Giginya yang panjang dan matanya yang memancarkan kilauan kuning membuat siapapun yang melihatnya akan ketakutan.


Blue dan Bee yang berada di depan mereka tampak sangat tenang. Blue tidak melakukan persiapan apapun, ia merasa perlengkapannya sudah cukup untuk melawan Nakamoto. Sedangkan Bee merubah wujudnya menjadi seorang pangeran tampan.


Nakamoto bergerak duluan, dengan kecepatannya yang sangat tinggi, ayunan pedangnya terasa sangat berat. Hingga Blue yang memblokirnya terbang beberapa meter.


Sudut bibir Blue langsung terangkat, tangannya menggenggam erat dua pedangnya. Ayunan pedangnya terlihat pelan, tetapi muncul bayangan pedang. Teknik ini adalah teknik keluarga Nakamoto yang sudah disempurnakan, Blue menyebutnya Moon Cutter.


12 bayangan pedang tercipta, Nakamoto juga melakukan teknik yang sama. Bedanya dia menciptakan 24 bayangan pedang atau dua kali lipat dari Blue.


Dua teknik saling bertabrakan, anehnya 12 bayangan pedang Blue membelah pedang Nakamoto dengan sangat cepat dan mulut. Nakamoto yang kehilangan konsentrasi sebentar langsung terkena serangan lagi.


Matanya terbuka lebar ketika melihat HPnya sudah berwarna kuning. "Ini gila, aku baru tekena 2 teknik saja!" gumamnya.


Blue tidak memberikannya kesempatan, ia langsung berlari ke arah lawan dan menghantamkan pedangnya. Targetnya bukan menang secara langsung, ia hanya ingin memberikan pelajaran pada kesombongan Nakamoto.


Suara benturan pedang terus menerus terdengar, HP Nakamoto perlahan berkurang padahal tidak ada serangan fatal yang dia terima.


"Sialan, seberapa tinggi kerusakan pasti mu!" teriak Nakamoto di sela pertarungan.


"Tidak banyak," jawab Blue sambil tersenyum manis.


Tidak hanya serangan pasti yang berpengaruh, tetapi perlengkapan Blue yang membantunya mendominasi pertarungan. Sampai akhirnya Nakamoto menyerah karena HPnya sudah berwarna merah.


"Berhenti, aku kalah!"


Blue tersenyum dan tidak memasukkan pedangnya, ia masih menggenggam pedangnya dengan erat. "Sangat baik, jadi bisakah aku mengambil token kepemilikan?"


"Rekanku sedang bertarung, bagaimana jika menunggunya." Nakamoto mengalihkan pandangan pada pertarungan Bee dan Cat. Matanya terbuka lebar ketika melihat sosok harimau besar tergeletak di tanah.


Bee mengambil kaki kepiting goreng di wadah makannya. "Kenapa kau lama sekali, aku bisa mengalahkannya dengan satu serangan!"


"Bukannya tadi kau mengatakan jangan membunuhnya?"


"Serangan seperti itu tidak bisa membunuh kakakku yang penuh tipu muslihat ini. Ayo lihat berapa lama ia akan berpura-pura pingsan." Bee duduk di atas batu sambil melihat harimau raksasa yang tergeletak. Anehnya Blue mendekat dan memandangi harimau juga.


Nakamoto tidak percaya dengan matanya, Cat adalah harimau legendaris yang bisa mengalahkan bos monster seorang diri. Namun ia kalah dengan seekor lebah gendut dengan satu serangan.


Beberapa menit berlalu, Cat yang tidak tahan mendapat tatapan aneh dari dua orang gila langsung bangun dan merubah wujudnya menjadi kucing.


"Sial, bagaimana kau bisa sekuat itu. Mungkinkah kekuatan dewa milikmu sudah kembali?"


Bee menggelengkan kepala. "Belum, tapi jika dibandingkan dengan sebelumnya aku sedikit lebih kuat."


Cat harus mengakui kecepatan pertumbuhan adik bungsunya di luar nalar. Ia harus mencari saudara yang lain untuk menghalanginya mendapat tahta putra mahkota.


Blue yang tidak ada kerjaan langsung mengambil token kepemilikan, ia melihat sekeliling dan baru sadar akibat pertarungannya. "Bukankah ini terlalu berantakan."


Hampir semua bangunan di desa telah hancur, bahkan tidak ada satupun penduduk yang bertahan di desa.


Bee muncul di sebelahnya dan menunjuk sekelompok pasukan berseragam Fairy Dance. "Apa kau minta bantuan orang-orang itu?"


"Reza yang mengirimnya. Tujuan kita adalah sarang Raja Tanah, jadi biarkan mereka yang menjaga desa ini."


Nakamoto yang melihat pasukan Fairy Dance langsung pergi. Ia merasa tidak perlu disini terlalu lama karena kepemilikan desa sudah didapatkan.


"Seperti yang diharapkan darinya. Blue selalu selangkah didepan, bagaimana aku bisa mendahuluinya?" tanya Nakamoto sambil melirik kucing di pundaknya.


"Hei, apa yang sedang kau lalukan?" tanya Nakamoto pada Cat.


"Eh, bukan apa-apa. Mari pergi dulu dari sini."


Mereka berdua kembali ke Benua Tengah dan mencari para tetua yang bermain Domain Dewa. Keluarga Nakamoto berencana menaklukkan bos dunia yang menuju Benua Selatan. Jadi mau tidak mau Nakamoto harus mencari informasi tentang Benua Selatan terlebih dahulu.


Blue menerima salam dari seorang pria kekar dengan kelas Guardian. "Baiklah, aku serahkan semuanya pada kalian terlebih dulu. Aku akan kembali setelah satu bulan."


"Baik, tuan."


Sosok pria kekar itu sudah diberitahu Reza untuk menghormati Blue. Meskipun harga dirinya sangat tinggi, ia sangat menghormati Reza yang telah menyelamatkannya.


Setelah sampai di tempat sepi, Blue mengangkat tangannya. "Keluarlah, aku punya tugas untuk kalian."


10 orang berpakaian hitam muncul dan langsung berlutut di depan Blue.


"Kami siap menerima tugas, Tuan!"


"Bawalah ini, gunakan senjata sihir ini di saat yang paling genting. Ledakan dari senjata ini bisa menghanguskan raksasa setinggi 25 meter."


Masing-masing diberikan dua, Blue lebih mempercayai mereka karena sudah mengucap sumpah darah padanya. Berbeda dengan para pemain sebelumnya yang bisa saja berkhianat karena uang.


"Baik, Tuan!" Kesepuluhnya menjawab serempak dengan nada tegas.


"Baiklah segera pergi."


Kesepuluh orang itu dengan cepat menghilang dari pandangan. Blue tersenyum tipis karena melihat pasukannya sangat kuat.


Blue dan kelompoknya segera mencari tempat persembunyian Raja Tanah. Bee dengan percaya diri langsung memberikan informasi yang dia dapatkan dari Bird.


"Raja Tanah ada di utara desa kamal. Jadi ayo ke sana!"


Blue menggelengkan kepala. "Sok tahu, raksasa itu ada di timur desa kamal. Ayo jalan ke sana!"


"Darimana kau tahu raksasa tanah ada di timur?"


"Jangan membuatku tertawa, tentu saja aku sudah mencari informasinya sebelum pergi mencarinya. Banyak catatan yang mengatakan bahwa raksasa itu ada di timur."


"Tidak mungkin, aku yakin dia ada di utara."


Blue tidak mau berdebat lebih lanjut, ia segera berlari dan menggunakan Gate untuk sampai di sebuah gua yang menjorok ke dalam tanah.


"Bagaimana mungkin..."


Blue sudah tahu sejak pertama perjalananya mencari artefak. Ingatan kehidupan sebelumnya sangat membantu Blue dalam menemukannya.


"Waspada, akan ada banyak jebakan di dalam sana. Yami dan Naga Angin, kalian bersiap membelah apapun yang mendekat. Liem dan Kitty akan melindungi kita semua."


Blue melangkah perlahan, ia melirik beberapa sudut gua dan menunjukkannya. Naga Angin melompat ke depan dan mengayunkan tangannya untuk membelah benda tersebut.


Dalam sekejap mata beda di sudut gua langsung terbelah. Dengan penuh percaya diri Naga Angin membusungkan dadanya.


Blue malah menghela napas panjang dan segera menarik Dual Secret Sword. "Semua siap bertarung!"


Seekor Lizardman muncul membawa perisai, pedang, dan panah. Mereka semua tampak sangat terlatih.


...[Kesatria Kadal...


...Level : 300]...


Liem menepuk pundak Naga Angin. "Lain kali dengarkan instruksi lebih detail. Bos menyuruhmu membelah apapun yang dia tunjuk, ia tidak menyuruhmu melompat."


Naga Angin memiringkan kepala, ia tidak paham apa yang sebenarnya terjadi.


Kitty mencoba menjelaskan kesalahannya, tindakan yang berlebihan dapat memicu jebakan dan benda di sudut gua adalah pemicunya. Jika ada pergerakan aneh, alarm untuk para monster di sekitar akan aktif.


Bee hanya bisa tersenyum kecut dari dalam ruang penyimpanan. "Darimana bocah gila itu tahu gua ini dengan sangat detail. Jangan-jangan dia juga tahu cara menghadapi raksasa tanah!"


Pikiran Bee mulai liar, ia merasa Blue sudah merencanakan semuanya. Ia juga membayangkan kejadian sebelumnya yang sangat mulus tampak seperti sudah direncanakan.


"Ini gila!"