
Kepercayaan Bee pada sosok tuannya sudah mencapai dimana ia setara dengan ayahnya sendiri. Hanya saja Bee tidak mau mengungkapkannya.
Blue dan kelompoknya sampai di markas Fairy Dance dengan cepat karena keistimewaan Demigod.
"Reza, sepertinya kau tampak sangat sibuk." Blue dan kelompoknya masuk tanpa permisi, mereka bisa masuk ke dalam ruang kerja milik Reza dengan sangat mudah. Padahal di dalamnya terdapat simbol pendeteksi tingkat tinggi.
Reza sedikit terkejut, tetapi langsung kembali tenang. "Anda selalu bisa mengagetkanku." Pandangan Reza langsung beralih ke sosok pria setinggi Yami.
Mata identifikasi Reza langsung nyala, warna hitam polos perlahan berubah menguning. Teknik ini bisa dibilang cikal bakal dari Mata Dewa.
Blue tidak mau kalah, ia memeriksa status pria Kepercayaannya tersebut. Bedanya warna matanya tidak berubah karena di samarkan.
...[Reza...
...Gelar : Demigod tingkat sangat Rendah...
......]...
Senyum langsung muncul di wajah Blue. Meskipun ia seorang Demigod, kesetiaannya kepada Raja Segalanya masih dipertahankan. Artinya Reza memilih menjadi bawahan Raja Segalanya dan menjadi demigod pembantu.
Sekarang yang menjadi misteri mengapa banyak Demigod lahir dari Benua Selatan. Blue segera mencari ingatannya tentang ini, ia menemukan bahwa 80% Demigod pertama dari Benua Selatan.
"Seperti yang diharapkan dari bos Fairy Dance, status anda tidak bisa dilihat mata spesial ini." Reza memuji bosnya karena ia sedikit terkejut Mata Dewa tidak bekerja.
"Mata Dewa yang cukup menarik, tapi dengan itu saja tidak akan bisa menembus Jubah Raja Api milikku." Blue membanggakan dirinya.
"Jadi bagaimana Naga Angin itu masuk kedalam kelompok anda?" tanya Reza sedikit penasaran. Ia mengenal sosok naga yang sangat keras kepala, jadi meminta mereka ikut jauh lebih susah daripada mencari jarum dalam jerami.
"Dengan sedikit sejarah dan kemampuan menyimpulkan. Tidak perlu membahas pria besar itu, sekarang waktunya kita mencari celah dalam perang No Name dan Kamal."
"Aku sudah melakukan semuanya, tapi apa anda tidak merasa perlu mempertahankan desa kamal?" tanya Reza.
Blue menggelengkan kepala. "Awalnya aku masih menginginkannya, tetapi setelah melihatnya menyembunyikan kekuatan aku pikir kita tidak berada di jalan yang sama."
"Baiklah, sesuai rencana..."
Blue tersenyum tipis merasakan ada seseorang yang menguping pembicaraannya dan Reza. Meskipun simbol di dalam ruangan ini sangat baik, orang itu masih bisa membuat celah.
Untuk menyadarinya, Blue menggunakan telepati. "Apa kau sudah memastikan bahwa sekretaris mu aman?"
"Dia memang sangat setia dan bisa aku bilang aman. Namun keingintahuannya sangat tinggi." Reza membalasnya dengan menggunakan telepati.
"Baiklah, untuk sekarang bocorkan sedikit informasi. Kelas yang dia miliki cukup istimewa, sebagainya berikan sedikit kebebasan."
Blue dan Reza sepakat memberikan ruang latihan pada sosok sekretaris guild Fairy Dance di Benua Selatan.
Seperti rencana, guild No Name berdiam sejenak. Mereka semua mengirim pengintai untuk melihat kekuatan lawan, Yudis dan Wudu sudah dikalahkan tidak mungkin para petinggi akan diam.
Anehnya 9 super guild yang mendukung No Name hanya diam saja. Mereka tidak terlalu peduli dengan pertengkaran kecil melawan desa kamal.
Hal itu dikarenakan pengaruh Reza yang memberikan surat rahasia pada para pemimpin super guild. Meskipun 9 super guild sangat kuat, semuanya mewaspadai Fairy Dance yang baru kehilangan dominasinya di 100 besar.
Anehnya mereka semua sepakat untuk tidak melakukan tindakan berlebihan. Beberapa hanya memperingatkan No Name untuk tidak menyentuh Fairy Dance.
Beda cerita jika mereka ingin merebut desa kamal, Fairy Dance tidak akan ikut campur. Namun jangan salahkan kami jika mencoba mencari keuntungan.
Kamal dan Bird masuk ke dalam ruang bawah tanah, mereka berdua sangat terkejut melihat santai Naga Angin sudah lepas.
"Dimana dia?" seru Kamal.
Bird berpikir keras, ia memang melihat sosok naga bertarung dengan Blue dan kawan-kawannya. Namun sosok naga di bawah tanah punya sisik yang lebih gelap.
"Tidak mungkin, jangan-jangan dia sudah membebaskannya!" teriak Bird langsung terbang mendekati simbol dewa yang sangat kompleks.
Simbol yang dipasang oleh Aeolus hanya tingkat tinggi jika di lihat oleh mata telanjang. Bird mengetahui rahasia di balik simbol itu, meskipun hanya simbol tingkat tinggi, manusia tidak akan bisa melepaskannya.
Hal itu dikarenakan susun simbol tingkat tinggi itu bisa berkembang seiring berjalannya waktu. Namun Bee yang hidup paling singkat di antara saudaranya bisa memecahkannya dengan singkat.
Bird yang punya banyak pengetahuan saja butuh 1 bulan untuk melepaskan simbol pengekangan buatan Aeolus.
"Sialan, ini sudah lebih dari bahaya. Kamal aku akan mencari saudara pertama dan menyingkirkan Bee. Apa kau masih berniat mempertahankan desa ini?"
"Apa saudara pertamamu punya tuan yang kuat?"
"Oke, ayo tinggalkan desa ini."
Kepemilikan desa langsung dilepaskan, semua anggota guild langsung kehilangan jati dirinya. Mereka panik dan berlari mengamankan dirinya.
Blue yang mendengar kepemilikan desa dilepas langsung menggunakan gate untuk mengambilnya. Reza berdiri dari kursinya dan mengerahkan 2000 pemain Fairy Dance untuk membantu mengamankan wilayah. Tidak lupa ia mengerahkan 1 juta penduduk pribumi yang melayani Raja Segalanya.
Meskipun 1 juta terlihat banyak, semua orang itu adalah murid dari Tobias sang assassin puncak. Mereka semua bergerak senyap dan sampai di berbatasan wilayah dengan cepat.
Tidak main-main, pasukan No Name membawa lebih dari 10 juta orang dan monster untuk mengambil desa kamal. Kekuatan lain hanya diam, bahkan 9 super guild yang mendukung No Name hanya mengirim beberapa jendral mereka.
Reza duduk di belakang kursinya, ia memberikan perintah pada sekretarisnya untuk memulai operasi. "Jangan buat kesalahan dan lakukan dengan hati-hati."
"Bos, apa kau benar ingin membiarkan desa kamal?" tanya Sekretaris cantik itu.
"Ada seseorang yang sudah mengurusnya. Tujuan kita merebut wilayah dan menyiapkan pasukan untuk bos dunia di utara." Reza menaruh buku strategi yang banyak sekali coretan.
"Siapa di dunia ini yang lebih mampu darimu, bos?"
Reza tersenyum tipis. "Mampu dan tidak mampu itu relatif. Dunia ini sangat besar, kau tidak akan pernah mengetahui semuanya."
Sekretaris wanita itu hanya diam. Ia tidak tahu siapa yang dimaksud bosnya.
"Baiklah aku harap pilihan anda tidak salah."
Blue sampai di desa kamal, ia melihat sosok pria dengan satu pedang di punggungnya. "Sudah lama tidak bertemu, Nakamoto."
Pria itu menoleh ke belakang dan tersenyum. "Oh, Blue lama tidak bertemu. Apa kau berniat mengambil token kepemilikan?"
"Tentu saja, apa lagi tujuanku!"
"Baiklah, tapi sebelum itu tunjukkan kekuatanmu!"
"Sudah lama kita tidak bertarung." Blue mengeluarkan dua pedang dari kekosongan, Nakamoto mengira itu adalah pedang yang di tarik dari ruang penyimpanan.
"Sepertinya kau terlalu meremehkanku. Sebaiknya jangan menyesali keputusanmu!" seru Nakamoto sambil berlari dan mengayunkan pedangnya.
Blue tersenyum dan menangkis pedang Nakamoto menggunakan satu pedangnya. "Bagaimana jika taruhan, jika kau bisa memotong pedangku akan aku berikan 100 ruby!"
Nakamoto menarik tubuhnya dan melompat, dua pasang sayap berwarna putih kehijauan tercipta di punggungnya.
"Aku sekarang tidak bodoh, mana mungkin aku menyetujui taruhan denganmu!" ucap Nakamoto sambil mengayunkan pedang hingga menciptakan sayatan angin.
Blue tertawa keras mendengar pernyataan Nakamoto yang terlihat sudah berkembang pesat. Mungkin jika ini pertemuan pertama mereka, Nakamoto akan menerimanya dengan tangan terbuka. Namun Nakamoto sudah dewasa dan bisa berpikir jernih.
Yami dan Naga Angin bersiap menyerang, tetapi dihentikan Blue. "Jangan ikut campur, orang ini perlu di beri pelajaran supaya tidak sombong!"
Sayatan angin yang diciptakan Nakamoto ditebas dengan satu ayunan pedang. Dual Secret Sword mengamuk, aura kekacauan yang dipancarkan menjadi lebih padat.
Blue mengeluarkan sayap hitam, sayap yang awalnya hanya berjumlah dua sekarang menjadi empat. Perubahan ini terjadi ketika Blue menggunakan energi kekacauan dari tubuhnya di dunia nyata.
Karena sayap hitam milik Blue terlalu mendominasi, bangunan sekitar mulai bergetar dan sayap Nakamoto mulai melambat dan tidak bisa menyokong tubuhnya.
Nakamoto tidak bisa main-main lagi, ia memanggil sosok kucing yang bisa melepaskan tekanan yang dipancarkan Blue.
"Hati-hati, dia lebih kuat dari bayanganmu." Sosok kucing itu bicara pada Nakamoto yang sedikit terkejut.
Disisi lain Blue tersenyum tipis dan menarik auranya. "Hei gendut, satu saudaramu datang lagi. Apa perlu kita beri salam pertemuan?" tanya Blue melalui telepati.
"Huh, jangan sampai mati. Kami masih butuh menggelar kompetisi untuk menentukan siapa pemenangnya."
Bee segera keluar dari ruang penyimpanan, seperti biasa ia membawa kotak makan yang hampir kosong.
"Hei kakak kedua." Bee menyapa kakaknya dengan santai sambil menyodorkan kotak makannya pada Blue.
Blue hanya bisa tersenyum kecut dan memberikan 3 potong kepiting goreng. "Setidaknya ambil sendiri di ruang penyimpanan."
"Bodoh, karena kau aku tidak bisa mengambilnya sekarang."
"Itu sih deritamu karena terlalu lemah!" seru Blue sambil menempelkan wajahnya ke arah Bee. Anehnya Bee juga membalas dan memperlihatkan ekspresi kesal.
Nakamoto dan seekor kucing di sampingnya saling memandang kebingungan. "Apa mereka bodoh?"