Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Surga


Sebuah tangan tak kasat mata menangkap Blue dan teman-temannya. Martha melirik ke arah Ela.


"Bagaimana jika aku membunuhnya?"


Ela menggelengkan kepala. "Kamu tidak akan bisa membunuhnya, bahkan jika tanah dewa hancur, tuanku tidak akan pernah mati!"


Pernyataan Ela ada benarnya, Blue adalah seorang pemain. Bahkan jika dia mati saat ini, jiwanya akan hidup kembali.


Saint Martha mendekati Blue yang tertangkap. "Apa tujuanmu mengumpulkan mereka?"


Tak dapat dipungkiri, Martha mengagumi kelompok Blue. Meskipun mereka masih lemah, bakat individualnya sangat tinggi. Khususnya Ela yang tak punya batas seperti dirinya.


Blue tersenyum tipis sebelum menjawabnya, ia memberikan tekanan psikologis pada lawannya.


"Menantang dunia dan menjatuhkan kekuasaan Zeus!" ucapnya penuh keyakinan.


Saint Martha tertawa keras mendengar tujuan konyol dari orang lemah seperti Blue. "Apa kau tau seberapa kuat kakek sialan itu?"


"Ya, setidaknya dia sekuat kamu."


Sekali lagi Saint Martha tertawa mendengar jawaban Blue. "Kakek tua Zeus itu menyembunyikan kekuatannya. Aku tidak tahu mengapa ia melakukannya, pasti ada hubungannya dengan putrinya Athena."


Blue menyadari bahwa Zeus dan pasukannya jauh lebih kuat darinya sekarang. Padahal kepercayaan dirinya sudah sangat tinggi, tapi semua runtuh di depan Sains Martha.


"Apa hubungannya dengan Athena?"


"Aku kurang tahu tentang masalah itu, yang pasti Zeus menunggu Dewi Athena keluar dari ruang tanpa batas."


Saint Martha mengatakan yang sesungguhnya, teka-teki tentang permasalahan tanah dewa masih belum terpecahkan. Meskipun Athena sudah mengajarinya semua teknik, tetapi instingnya masih mengatakan Athena bukan orang baik.


Saint Martha melepaskan cengkeraman tekniknya. Raul dan teman-temannya terjauh tak berdaya, staminanya terus tersedot ketika tergenggam.


Sosok naga muncul di langit, naga itu melebarkan sayapnya dan segera menerjang Saint Martha dengan kekuatan penuh. Naga itu tidak lain adalah Naga Angin.


"Penghancur Dunia!" teriak Naga Angin dengan suara keras.


Saint Martha mengibaskan lengan kirinya. Semua aura di sekitar Naga Angin langsung menghilang, ditambah lagi Naga Angin tertangkap tangan tak kasat mata.


Blue sebenarnya juga bisa menggunakan teknik ini. Namun kekuatan cengkeramannya berbeda jauh.


Naga Angin langsung terhempas dan tak sadarkan diri. Saint Martha tidak mengendor sama sekali, ia masih menghajar Blue dan teman-temannya.


"Cicak dari mana ini?" tanya Saint Martha sambil menendang kaki Naga Angin.


Suara retakan tulang terdengar, tetapi Naga Angin sudah pingsan, jadi tidak ada suara yang keluar dari mulutnya.


"Dia salah satu familia ku!"


Blue mencoba menghentikan kebrutalan Saint Martha. Ia tidak bisa membiarkan rekan-rekannya babak belur karena musuhnya terlalu kuat.


Raul, Drakula, Elvy, dan Bee tidak bisa bergerak. Ditambah lagi Naga Angin hampir saja kehilangan kakinya.


"Oh..."


Ela dan Blue berdiri memandangi Saint Martha yang menulis sesuatu di tanah. Setelah menunggu beberapa menit, sebuah penghalang muncul dan mengunci mereka semua.


"Untuk tes pertama hancurkan simbol ini!" ucap Saint Martha dengan santainya. Ia segera duduk di atas batu di dekat pintu gua misterius.


"Tes?"


Blue tidak bisa terlalu lama di sini, ia harus memimpin penyerangan Azazel yang belum membentuk pasukannya.


"Apa yang sedang kau khawatirkan? Menyerang Zeus sekarang hanya akan membawa pembantaian pasukanmu."


Saint Martha tidak tahu kemampuan pembuatan simbol Blue sangat baik. Jadi ia mengujinya dengan teknik dewa kelas menengah saja.


"Baiklah, setelah tes pertama selesai biarkan aku pergi sementara. Aku takut Azazel menyerang kami!" Blue khawatir semua anggota Fairy Dance akan terkena dampaknya.


"Azazel, Iblis Neraka?" tanya Saint Martha sedikit terkejut.


"Ya, aku kesini ingin mencari Taraaque yang katanya punya air mata pembunuh iblis neraka. Dengan sedikit informasi akhirnya aku menemukan tempat ini!"


Blue tidak sabar keluar dari sini, ia sudah menyiapkan susunan simbol yang tepat untuk keluar dari formasi kurungan.


"Sayangnya Tarasque sudah tiada, air mata yang kau sebutkan tidak pernah ada."


Blue menghela napas, padahal itu satu-satunya cara mengalahkan Azazel. Sayang sekali, Blue kali ini menemui jalan buntu.


Saint Martha mendekati Blue. "Jika kau berhasil keluar dari sini, akan aku tunjukkan cara yang lebih efektif."


"Janji?" tanya Blue sambil melemparkan semua kontrak sistem.


Saint Martha menggelengkan kepala. "Kontrak sistem tidak bisa mempengaruhi tindakanku. Jangan melakukan tindakan konyol."


Blue tersenyum tipis. "Meskipun tidak bisa, setidaknya itu dapat menyakinkan diriku sebagai seorang pemain."


"Oh, ternyata kau mahkluk abadi yang dirumorkan. Baiklah!"


Kumpulan simbol yang disusun Saint Martha luntur dan perlahan pecah. "Ini..." Saint Martha terkejut melihatnya.


Meskipun hanya simbol dewa menengah, seharusnya manusia biasa tidak akan bisa menghancurkannya begitu mudah.


"Bagaimana kau melakukannya?"


"Aku mempelajarinya dari Athena dan Medusa."


"Oh, dua wanita sombong itu masih hidup. Tapi Athena yang kau bicarakan semoga saja bukan dia."


"Apa maksudmu?"


"Athena punya dua kepribadian aneh. Ketika sedang menghadapi situasi tertentu, kepribadiannya akan berubah. Bisa dibilang dia punya kepribadian ganda."


Akhirnya Blue menemukan jawaban kegelisahannya selama ini. Meskipun Athena dan Blue sudah lama bersama, tetapi insting kewaspadaannya tidak pernah hilang.


"..." Blue tidak bisa berkata apa-apa, ia hanya bisa diam.


Sesuai janjinya, Saint Martha membawa Blue tanpa Ela dan teman-temannya.


"Kenapa mereka tidak boleh ikut?" tanya Blue sambil berjalan menyusuri gua misterius.


"Jangan banyak tanya dan fokuskan dirimu menghadapi ujiannya."


Saint Martha berhenti, tapi anehnya Blue tidak bisa berhenti melangkah.


"Apa yang terjadi!"


Blue berjalan menyusuri gua sendirian, akhirnya ia tiba di sebuah ruangan yang terdapat sebuah kolam air berwarna biru muda.


Sebuah patung naga muncul di ketiga sisinya. Ketiganya memancarkan cahaya merah, biru, dan kuning.


Di atas kolam air muncul sosok manusia yang tidak dapat diidentifikasi dia wanita atau pria. Matanya putih dan kulit mulus berwarna biru laut.


"Selamat datang di Tanah Surga!"


Segudang notifikasi muncul menutupi pandangan Blue, ia tidak bisa membaca semuanya. Namun ada satu pesan yang membuatnya tercengang.


...[Penemu Surga....


...Meningkatkan satu tingkat kemampuan gelar.]...


Karena ada peningkatan satu tingkat, semua skill yang sudah maksimal melonjak satu kali. Tidak sampai disitu, semua gelar dan peralatannya naik satu tingkat.


Sosok mahkluk yang berjalan di atas air mendekat dan memanggil Blue dengan suara lembut. Tanpa sadar Blue berjalan maju dan menginjakkan kakinya di atas kolam.


Bukannya melayang, Blue malah tenggelam. Anehnya ia tidak bisa menggerakkan kakinya sama sekali.


Otaknya mulai berhalusinasi, semua kenangan yang dialami dua kehidupannya teringat kembali. Air matanya tidak dapat dibendung, Blue terus tenggelam tanpa bisa melawan.


Jantungnya melemah, semua fungsi ototnya terganggu. Namun jiwanya masih sangat kuat untuk diguncang, hal itu karena teknik jiwa yang ia kembangkan.


Blue berhalusinasi, ia dilempar ke dalam dunia alternatif. Kedua orangtuanya masih hidup dan mereka hidup bahagia tanpa Domain Dewa dan Seven Soul.


Sebagai manusia normal, Blue menikmatinya layaknya anak kecil. Hatinya terasa sangat hangat diperlukan Yuliana.


Doni Baskoro berkebun di halaman rumah, ia tampak sangat menikmati hidupnya yang sederhana.


Sampai akhirnya sosok yang dia kenal muncul. Dia adalah Aldi sang pemimpin Seven Soul.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Aldi sambil mengerutkan alisnya.


"Aldi? Mereka berdua orang tuaku." Blue malah mencoba memperkenalkan kedua orang tuannya.


"Bodoh!" teriak Aldi sambil menghantam pipi Blue.


Sebuah pohon bawah air mengikat seluruh tubuhnya. Kesadarannya kembali dan Dual Secret Sword langsung di keluarkan.


"Apa?" Dual Secret Sword tidak merespon, Blue dengan sekuat tenaga melepaskan akar-akar pohon bawah air.


Namun usahanya tak hasil positif, Aldi muncul kembali. "Bodoh, gunakan kemampuan jiwamu. Sialan kau merusak konsentrasiku!"


Blue langsung merespon dan menggunakan kekuatan jiwa. Tubuhnya bergerak keluar dari kolam air dan matanya langsung buram.


Tiba-tiba ia sadar ada di luar gua misterius. Bee dan semua rekan-rekannya tampak mengkhawatirkannya.


"Apa yang terjadi?"


Blue kebingungan, ia melirik ke Saint Martha yang duduk di atas batu menjaga gua misterius.


"Jangan banyak tanya. Pergilah dan segera kembali kesini, adik."


"Adik?"


"Bacot!" Saint Martha menggunakan formasi simbol untuk melempar Blue dan kelompoknya ke Kerajaan Kuala.