Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Membingungkan


Perkataan Blue membangkitkan semangat Kamal, tetapi ia segera murung ketika mengingat kontrak dengan Fairy Dance.


"Sudah aku katakan Fairy Dance tidak akan memaksamu menggunakan namanya. Bangunlah sebuah guild dan jadilah cabang kami dengan namamu sendiri."


Blue membebaskan setiap kelompok yang bergabung dengannya. Hal itu dilakukan dilakukan supaya para sekutu mendapatkan kenyamanan dalam kerja sama.


"Apa anda yakin?" tanya Kamal dengan bahasa formal.


"Tentu saja, lakukan sesukamu. Sekedar masukan, lebih baik urus mereka nanti setelah perang selanjutnya selesai."


Kamal yang bahagia menjadi serius. "Darimana anda mendapatkan informasi penyerangan lanjutan?"


"Ketua mereka mati, pasti mereka akan balas dendam. Lebih baik persiapkan pasukan dan hadang merela dengan baik."


"Baik!"


Kamal segera pergi dari ruangan, sedangkan Blue memeriksa hadiah yang diterima setelah mengalahkan Yudis dan Posaidon.


Meskipun Posaidon tidak mati, tetapi gelar Demigod Yudis telah direbut. Blue tersenyum puas melihat banyaknya jarahan yang diterima.


...[Blue mendapatkan :...


...1. Gelar Putra Lautan....


...2. 50 juta Energi Kehidupan....


...3. 30 poin status....


...4. 50 poin skill....


...5. 1000 poin profesi....


...6. 6 juta poin pengalaman.]...


...[Gelar Putra Lautan...


...Posaidon telah memberikan pengakuannya pada pemain, siapapun yang mempunyai gelar ini akan berkuasa di lautan....


...Bonus status :...


...1. Mengurangi kerusakan yang diterima sebesar 30% (khusus untuk serangan bertipe air atau es)....


...2. Meningkatkan regenerasi HP dan MP sebanyak 100%....


...3. Meningkatkan Mana Poin sebanyak 100% (Pendekar Jiwa terlalu mendominasi, semua poin akan dirubah menjadi Daya Tahan).]...


Gelar yang diberikan Yudis tidak terlalu mendominasi layaknya Ratu Es. Namun Blue patut bersyukur karena ia mendapatkannya dengan cukup mudah.


Disisi lain Yudis sedang marah besar karena statusnya berkurang cukup banyak. Tidak hanya gelar yang telah hilang, hampir 1000 poin statusnya hilang karena mati.


"Sialan!" teriaknya sambil memukul meja.


"Tuan, sebaiknya anda tenang dulu dan pikirkan bagaimana membalasnya." Seorang wanita cantik mencoba menenangkan pemimpin No Name.


"Siapkan pasukan, kita akan menyerbu desa sialan itu!"


Sekretaris wanita itu menggelengkan kepala. "Pimpinan tidak menyetujui keputusan anda, lebih baik pikirkan tentang keuntungan yang bisa di dapatkan. Kehancuran Kamal sudah dipastikan, tidak perlu menyiapkan pasukan besar, kirim saja pasukan biasa."


"Apa kau bodoh, ada sosok pria yang bisa melawanku dengan seimbang. Bahkan dia bisa memaksaku mengeluarkan kekuatan Raja Lautan, tapi hasilnya tidak memuaskan!"


Urut di dahi Yudia terlihat mengeras ketika mengatakannya. Ia tidak bisa menahan emosinya karena kalah dengan orang biasa.


"Seperti yang anda katakan, kita akan mengirim Jendral Wudu untuk mengatasinya. Jika pasukan mereka kalah, lebih baik cari jalan lain untuk mengamankan gerbang utara."


Sepertinya yang dikatakan Sekretaris No Name, pasukan beranggotakan 100 ribu orang berangkat menuju desa kamal. Pemimpin mereka tidak lain adalah seorang jendral pedang dunia nyata bernama Wudu.


Meskipun umurnya tidak muda, tubuhnya masih bisa bergerak normal. Bahkan di Domain Dewa karakternya sangat mendominasi.


Levelnya sekarang sekitar 262 atau masuk ke dalam 1000 pemain terbaik di Domain Dewa. Tidak hanya itu, Wudu juga menguasai seni senjata yang sangat melimpah.


Pada karakternya di Domain Dewa, Wudu menggunakan sebuah rantai berujung pisau, banyak orang menyebutnya Kama.


Dengan ujung pisau yang melengkung layaknya celurit kecil, Wudu mengayunkan rantainya untuk memberikan kerusakan pada lawannya. Karena fleksibilitas penggunakan senjata, Wudu bisa merubah target serangannya sesuka hati.


Kamal dan seluruh pasukannya segera menyiapkan senjata serta perlengkapan perang. Mereka rela mengorbankan dirinya untuk melindungi rumah mereka.


Disisi lain Blue sedang memasang simbol di berbagai titik. Ia membuat simbol pengurangan supaya tidak ada informasi yang bocor ketika perang pecah.


Mengerahkan 100 ribu pasukan tidak mudah, Wudu membutuhkan 7 hari untuk sampai di desa kamal. Sehingga Kamal dan pasukannya bisa membuat persiapan dan menyewa banyak pemain.


5 Ruby yang diberikan Blue menjadi taruhan Kamal saat ini, ia berhasil menarik puluhan ribu pemain dengan uangnya. Hal itu dilakukan semata-mata untuk mempertahankan desanya.


Mungkin 5 Ruby di Benua Selatan sangat banyak, tetapi bagi Blue itu hanya uang receh yang bisa diberikan pada siapapun.


Perlu diketahui, membunuh Demigod di sarang Ratu Es juga menjatuhkan beberapa koin. Jadi Blue sekarang menjadi pemain pemegang koin ruby terbanyak di dunia.


Meskipun sebenarnya koin Ruby tidak terlalu berguna untuk pembangunan. Seluruh pembangunan gedung atau rumah menggunakan Koin Berlian, jadi Ruby hanya wadah untuk menyingkat 0 dalam layarnya.


Setelah seminggu, Wudu dan pasukannya sampai di pegunungan dekat desa kamal. Ia menggunakan teropong kecil untuk memantau pergerakan benteng musuh.


"Mereka terlihat sangat santai, apa informasi mereka sangat buruk?"


Seorang pria berpakaian putih disebelah Wudu menjawab, "Pasti mereka sudah menyiapkan banyak jebakan. Sebaiknya jangan terlalu tergesa-gesa."


Pria berpakaian putih itu adalah Zhang Bao, salah satu penasihat perang di dunia nyata. Tidak hanya di dunia nyata, pria itu juga sangat pandai menyusun perang di Domain Dewa.


Blue tersenyum melihat dua orang yang ia kenal muncul sebagai pemimpin pasukan musuh. Dia pernah berkolaborasi dengan Zhang Bao dan Wudu dalam penaklukkan raid di Benua Tengah.


Meskipun tidak terlalu dekat, Blue mengetahui dengan jelas kelemahan dan kelebihan keduanya. Meskipun keduanya punya skill individu yang sangat tinggi, keduanya cenderung saling bergantung satu sama lain.


Tepat setelah Zhang Bao menyelesaikan perkataannya, 12 menara tersembunyi muncul dan segera menyerang barisan depan.


"Jangan panik, senjata sihir itu akan kehabisan bahan bakar setelah beberapa detik!" seru Wudu sambil memberikan perintah untuk bertahan.


Sayangnya menara tersembunyi tidak kunjung kehabisan energi setelah 1 menit menyenangkan terus menerus.


"Pemborosan, mereka menggunakan batu mana hanya untuk menara lemah seperti ini. Mungkinkah Kamal punya pendukung keuangan yang sangat kuat?" gumam Zhang Bao.


"Pastinya mereka punya pendukung. Batu Mana disini sangat mahal, mereka memberikannya pada kami gratis."


Wudu memberikan perintah untuk menghancurkan Menara Tersembunyi. Senjata sihir ini diciptakan khusus untuk pertarungan kali ini, jadi pertahanannya lebih kuat dari sebelumnya.


Batu Mana membantu memulihkan kerusakan yang diakibatkan oleh para pemain. Anehnya HP Menara Tersembunyi terus bertambah dan tidak bisa berkurang banyak.


Disisi lain pasukan Wudu mulai jatuh korban karena ceroboh masuk kedalam arena menara dan tersengat listrik mematikan. Mungkin bagi pemain tidak akan langsung mati, tetapi jika menerimanya terus menerus, HP mereka akan bocor dan mati tanpa mengetahui penyebabnya.


"Pembuat simbol, segera pecahkan kodenya!"


Sekelompok pembuat simbol yang cukup cekatan langsung maju. Mereka dilingkupi pasukan tank untuk menahan serangan Menara Tersembunyi.


Blue hanya bisa tersenyum melihat strategi konyol yang dilakukan pasukan musuh. Ia menekan tombol pada pengontrol di genggamannya.


Susunan simbol yang sulit tiba-tiba berubah dan petir menyerang pemain lebih ganas dari biasanya. Meskipun hanya 12 menara, pasukan Wudu mulai berceceran tak teratur.


Wudu tidak tahan melihat pasukannya terus berkurang padahal mereka belum sampai di medan perang. Sebagai pemimpin pasukan, ia harus menunjukkan kekuatannya.


Kakinya melompat dari hewan tunggangannya, senjatanya langsung diayunkan. Kerusakannya bertubi-tubi dihasilkan satu kali serangan itu.


Pelindung menara langsung hancur setelah terkena serangan Wudu. 11 lainnya segera menyusul ketika Wudu mulai ikut campur.


Pasukan No Name mulai bergerak lagi, ranjau meledak dimana-mana. Ribuan pemain berhasil dikirim ke rumah kebangkitan dalam beberapa detik saja.


"Mundur!" seru Wudu memberikan perintah.


Zhang Bao sebagai ahli strategi sedikit mengerutkan kening. Ia melihat adanya seni dalam penempatan ranjau hingga membuat banyak pemain langsung mati.


"Lawan kita kali ini sangat sulit. Ayo tugaskan mata-mata untuk memeriksa situasi." Zhang Bao mulai menyadari bahwa musuhnya sangat istimewa.


"Aku juga berpikiran sama, tetapi jumlah kelas Assassin kita tidak banyak. Berapa yang harus kita kerahkan?" tanya Wudu meminta nasihat.


"100 sepetinya cukup, mari ambil jalan kanan dan kiri terlebih dulu. Aku yakin jalan lurus ini banyak jebakan yang menanti kita."


Seperti yang di katakan Zhang Bao, 100 assassin bergerak mencari informasi. Anehnya mereka menghilang tanpa informasi apapun setelah 2 jam.


"Sialan apa mereka pemalas!" seru Wudu yang tidak sabar mendengar informasi dari para pengintai.


Zhang Bao juga sedikit gelisah, ia merasa musuh sudah mengetahui rencananya. Setelah berpikir cukup lama, ia menyadari bahwa ini semua adalah jebakan yang dipasang.


100 assassin tidak dibunuh, mereka disekap disebuah tempat supaya tidak bisa memberikan informasi pada guild.


Meskipun mereka bisa keluar dari permainan, Blue memaksa mereka untuk patuh atau membuat level mereka turun ke 0.


"Jangan ada yang mencoba keluar permainan!" ancam Blue dengan tatapan jahat.