Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Kenyataan


Dwi menggenggam Bird yang menggunakan wujud naga. "Apa mahkluk ini bisa disebut naga, mengapa aku merasa sangat aneh?"


Karena energi Bird tidak bisa dikendalikan, ia berubah menjadi Elang raksasa. Kemudian tubuhnya mengecil lagi menjadi sosok burung parkit mungil.


"Jangan bunuh dia, aku akan memberikan gelarnya!" seru Kamal yang mencoba menyelamatkan rekannya. Seorang pemain memang bisa pingsan, tapi konstruksi tubuh Kamal sangat kokoh, jadi cepat sadar.


Kamal mencoba berdiri sambil memegang kedua kakinya. Ini adalah pertama kalinya ia merasakan niat membunuh yang begitu intens, hingga membuat tubuhnya bergetar.


Dwi dan Dagon saling melihat, mereka sebenarnya ingin tertawa tapi menahannya. Keduanya sepakat akan meneruskan sandiwaranya.


"Aku akan membunuhnya!" kata Dwi dengan ekspresi serius.


"Memangnya apa yang membuatmu begitu berharga hingga bisa menukarkan nyawa burung kecil itu?" tanya Dagon.


"Gelar, aku punya Gelar Dewa Cahaya. Jika Blue membunuhku, dia akan mendapatkan gelar itu!" ucap Kamal.


"Gelar Dewa Cahaya masih kurang tawarkan lainnya!" seru Dwi menambah bumbu provokasi.


"Aku punya gelar Jubah Penghilang!"


Dwi dan Dagon merasa itu sudah cukup, keduanya langsung membawa Kamal dan Bird ke hadapan tuannya yang masih bertarung.


Rifan dulunya adalah seorang pekerja kantoran, kerena tubuhnya yang lemah ia sering tidak masuk kerja. Karena itu ia sering belajar tentang teknik hacking atau peretasan komputer.


Karakternya bisa begitu mendominasi tidak lain karena ia meretas beberapa informasi dari super guild dan memanfaatkannya untuk dirinya sendiri. Makanya pada awal permainan ia menciptakan semua muka untuk perusahaan aldi dan menerima kompensasi besar.


Dari situlah Rifan memilih untuk keluar pekerjaannya dan bermain Domain Dewa secara aktif. Koin emas yang didapatkan dijual untuk membeli kebutuhan sehari-hari.


Sampai akhirnya Rifan mendapatkan kenyataan yang menyakitkan. Semua keluarganya dibunuh karena peretasannya diketahui oleh salah satu super guild. Sekarang ia berada di penjara bawah tanah seumur hidup.


Karena Rifan dapat menghasilkan uang dari Domain Dewa, para sipir penjara mendapatkan uang sogokan supaya menempatkan mesin virtual di selnya.


Alhasil ia bermain di penjara bawah tanah tanpa memikirkan nyawanya akan melayang karena bermasalah dengan super guild. Selain itu ia bisa menggunakan super komputer yang diinginkan. Jika ada orang yang bermasalah dengannya, ia hanya perlu menyewa pembunuh dari Dark Web.


Karena Domain Dewa Rifan menjadi orang yang sangat kaya. Makanya banyak pejabat kerajaannya tidak mempermasalahkan kehadiran super komputer dan mesin virtual Domain Dewa.


"Sialan, aku akan membunuhmu!" seru Rifan dengan tatapan tajam.


Blue hanya bisa tersenyum, ia sudah siap dan tahu siapa sebenarnya salah satu orang paling berbahaya di Domain Dewa saat ini.


"Apa kau pikir bersembunyi di penjara bawah tanah dapat menyelamatkan nyawamu?" tanya Blue dan melepaskan niat membunuh yang sudah diasah bertahun-tahun.


Aura hitam gelap menyelimuti tubuhnya, matanya menatap tajam ke arah musuh dan bibirnya tersenyum lebar.


Rifan merasakan ketakutan yang sama seperti ketika semua keluarganya dibunuh seseorang. "Bagaimana... bagaimana kau tahu!"


"Mencari informasi sederhana seperti itu bukan sesuatu yang sulit. Bahkan aku juga tahu siapa dalang di balik pembunuhan semua keluargamu!"


"Bajingan, cepat katakan siapa mereka!" teriak Rifan sambil merangkak ke depan Blue. Emosinya sedang dimainkan, ia tidak punya pilihan selain bertindak bodoh.


"Karena di wilayah ini apa pelindung arena samudra, aku akan mengatakannya. Musuh yang selama ini kau cari adalah Keluarga Ma dan dibantu oleh 3 keluarga kuno lainnya. Jangan berharap bisa menemukan informasi mereka di Dark Web, karena kau tidak akan pernah menemukannya!"


Informasi yang dibeberkan Blue tentu saja menusuk hati Rifan karena ibunya berasal dari keluarga ma. Kala itu ibu dan ayah Rifan melarikan diri dari keluarga karena tidak mendapat restu kepala keluarga Ma.


"Tidak, tidak, kau pasti bohong. Mereka membantuku di penjara ini!" ucap Rifan yang kurang berpengalaman dalam siasat perang.


Tentu saja keluarga Ma sengaja membantu Rifan untuk membusuk di penjara bawah tanah karena mereka belum menemukan yang dicari.


Ternyata ibu Rifan adalah orang yang menyimpan sesuatu yang sangat berharga. Konon katanya benda itu dapat menciptakan generasi emas untuk keluarga Ma. Namun mereka tidak dapat menemukannya bersamaan ibu Rifan menghilang dari keluarga besar.


Tidak ada yang tahu diaman benda itu disimpan, sayangnya Blue tahu tempat benda itu disimpan. Namun ia tidak ingin mengatakannya secara langsung karena itu akan menyeretnya dalam konflik dunia nyata maupun Domain Dewa.


Meskipun Fairy Dance sudah siap akan segala hal tentang kekerasan, keluarga Ma adalah sebuah keluarga kuno sama halnya seperti Margareta. Tidak ada yang tahu seberapa dalam kekuatan mereka di dunia nyata.


"Aku, aku..."


Rifan tidak kuasa menahan emosinya, tiba-tiba aura hijau melahap dirinya dan kesadarannya hilang. Sosok monster muncul melahap semua kesadaran Rifan.


"Rifan tenangkan dirimu. Semua ini belum selesai!"


Sayangnya itu tidak bekerja, wujud monster Rifan sudah sempurna. Raungan terdengar keras, "Roar...!!!"


Blue melompat kebelakang, tapi monster Rifan langsung mengejarnya dan mengayunkan tangannya. Blue tidak mau kalah, ia mengayunkan tinjunya.


Kedua tinju bertemu, Blue mengerutkan alisnya karena kekuatan Rifan berlipat ganda. "Ini sudah diluar nalar, Iblis Kecil urus dia sebentar."


Iblis Kecil langsung mengambil langkah, tanpa menunggu perintah selanjutnya telapak tangan miliknya langsung menampar Rifan. Suara tamparan terdengar sangat keras hingga membuat Rifan tersungkur.


Meskipun Rifan sudah berubah menjadi wujud monster, ia masih tidak bisa menandingi Iblis Kecil. Ditambah lagi muncul sosok pria muda melemparkan jarum, ia adalah Liem.


Ledakan demi ledakan tercipta, Rifan tersungkur tidak berdaya. Ia mencoba bangkit dan berteriak tidak jelas.


"Bee, apa kau tau bagaimana cara menyelamatkannya?" tanya Blue yang kekurangan informasi.


"Aku tidak tahu, mungkin saja itu akan kembali setelah mati."


Blue harus berpikir dua kali sebelum membunuhnya, karena ada kasus pembunuhan di Domain Dewa dengan cara memainkan psikologis targetnya.


Namun tidak ada cara yang dapat Blue lakukan, ia mengangkat tangannya. "Serang semuanya!"


Naga Angin berubah bentuk menjadi wujud aslinya, ia mengepakkan sayapnya dan menggunakan semburan energi dari mulutnya.


Semburan energi menghantam Rifan yang merangkak, perisai alami yang dia miliki langsung memblokir semuanya.


Iblis Kecil muncul dari belakang dan menampar pipi bagian belakang. Rifan langsung terbang beberapa meter jauhnya.


Tidak selesai sampai disitu, Blue muncul dalam wujud sempurna. Ia menggunakan jubah Raja Api dan semua perlengkapannya, sayap hitam juga digunakan untuk sampai di depan Rifan dengan cepat.


Kepalan tangannya menghantam muka Rifan dengan mulus. Rifan mundur beberapa langkah sambil memegang mukanya.


Raul dan Drakula berlari dengan kecepatan penuh, keduanya menyerang dari dua arah berbeda. Cakaran Raul terasa sangat berbeda karena menghasilkan 6 serangan dalam sekali waktu.


Karena hanya serangan Raul yang terblokir, Drakula bebas menyerap energi racun yang dimiliki Rifan. Perlu diketahui, Drakula sudah menjadi sosok yang rakus dan memakan apa saja selain darah. Hal itu terjadi setelah dia menyerap energi titan.


Semua rekan Blue menggunakan keterampilan mereka bergantian. Sampai akhirnya Rifan tampak transparan dan entah mengapa ia tersenyum.


"Terima kasih, semoga kita tidak bertemu lagi!" kata Rifan.


Blue hanya bisa mengerutkan alisnya, teknik ini sama seperti yang digunakan Kamal beberapa saat yang lalu. Artinya Rifan belum mati dan dilempar ke Rumah Kebangkitan.


Kamal dan Bird melihat pertarungan tidak masuk akal ada di depannya. Satu melawan 13 orang dan selesai lebih dari 1 jam lamanya.


Bukannya Blue yang dikeroyok, tetapi malah Blue yang mengeroyok satu orang. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika Blue menarik pasukannya untuk melawan para anak dewa cahaya.


Sekarang posisi Dewa Cahaya kosong, Blue memanggil Nakamoto yang masih terluka dan memegang dadanya.


"Aku ingin Cat mengambil gelar dewa cahaya." Blue mengatakannya dengan tegas.


Kamal mendekat dan menyerahkan dirinya. "Bunuh aku dan otomatis kau akan mendapatkan gelar Dewa Cahaya."


Nakamoto menggelengkan kepala. "Semua ini tidak cocok untukku, biarkan pria bernama Kamal itu menjadi Dewa Cahaya."


"Apa kau yakin mengatakan itu, lihatlah hewan pelindungmu sangat kecewa," sahut Bee yang masih dalam wujud manusia sambil menggandeng anak berumur 5 tahunan.


Cat menggelengkan kepala. "Aku malu mengatakannya, kekuatanku sebagai kakak kedua tidak lebih dari 10% dari milikmu."


"Tidak perlu mengatakannya, bukan karena kamu lebih lemah dariku tapi karena tuanku jauh lebih aneh dari manusia lainnya." Bee tersenyum manis dan menoleh ke arah Blue.


Bukannya pujian yang dia dapatkan, Blue malah memukul kepalanya karena mengatainya sebagai manusia aneh.


"Lebah sialan, apa kau ingin dihajar!"