Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Serangan Kerajaan Damaskus


Oberon tentu saja bukan orang lemah, ia adalah dewa puncak yang bisa membunuh siapa saja. Namun dihadapan Moris dan Blue, ia merasa sangat kecil. Itulah yang menyebabkan dirinya tidak bisa berkembang lagi menjadi Maha Kuasa.


Ashura adalah tujuan awalnya, tetapi seiring berjalannya waktu Oberon melepaskan tujuannya karena jarak mereka semakin lebar. Anehnya Ashura selalu melepaskannya ketika sudah sekarat.


Matanya tampak kosong, Oberon memikirkan apa yang harus dia lakukan, tawaran Moris memang sangat mengiurkan. Namun melawan Ashura dan Osiris di waktu yang sama bukan pilihan yang baik.


"Apa yang harus aku lakukan?" Shira tidak bisa menyembunyikan wajah bingungnya, meskipun ayahnya sangat kuat ia tampak sangat takut dengan tiga tamu tadi. Pembicaraan mereka juga sangat aneh, padahal Shira sudah mejadi penguasa tapi ia tidak punya informasi ini. Dengan perasaan gelisah, Shira menunggu Oberon keluar dari ruang pertemuan.


Setelah 2 jam berlalu, Oberon membuka ruang pertemuan dan melangkah keluar. "Ayah, apa yang terjadi?"


"Bukan apa-apa, urus saja kerajaan damaskus. Mungkin aku tidak akan pernah kembali lagi!"


Keputusan Oberon sudah bulat, ia akan mengikuti jejak temannya Moris untuk membalas Osiris atau bahkan membunuh Ashura.


Langkah kakinya tampak mantap dan meninggalkan istana kerajaan untuk menemui Moris.


Blue yang makan bersama teman-temannya melihat keluar jendela, gumpalan asap yang tidak diketahui berkumpul di depannya. Oberon datang dengan tekadnya yang sudah bulat.


"Tunjukkan aku caranya!"


Moris menarik salah satu kursi untuk tempat duduk Oberon. "Kita tidak bisa melawan mereka saat ini, duduk dan bersantailah."


Blue menganggukkan kepala. "Duduklah dulu, kekuatan kalian masih belum bisa menyaingi salah satu dari penjaganya. Saat ini aku akan melawan pasukan Ebisu."


Oberon duduk di kursi yang sudah disiapkan. "Damaskus tidak membutuhkan bantuan kita, mengapa kau masih ngotot ingin membantu?"


"Sekarang bukan waktunya untuk keras kepala, memangnya Ebisu hanya ada Yuri dan Yuji?"


Oberon sudah mencari informasi tentang Ebisu sejak lama. Kekuatannya memang tidak seberapa tapi sesuai dengan julukannya, ia punya keberuntungan yang tidak masuk akal.


Melihat Oberon meremehkan Ebisu, Blue langsung membentak. "Jangan meremehkannya!"


Semua orang di dalam ruangan berhenti sejenak, kemudian melanjutkan makannya lagi. Blue tidak bisa melepaskan pandangannya ke arah Oberon.


"Memangnya apa yang bisa dilakukan Ebisu sendirian?"


"Kau masih saja bodoh seperti dulu, Oberon. Pikirkan saja mengapa Ebisu yang lemah bisa menjadi predator di tanah dewa?" tanya Moris menyela pembicaraan keduanya.


Seperti yang dikatakan Moris, Ebisu punya pendukung yang sangat kuat. Tidak ada yang tahu siapa dia, tapi Blue bisa melihat dari sistem merah yang ia lihat.


"Hades, Ketua Pengadilan Surgawi adalah pendukungnya. Tidak hanya memasok Batu Mana, Ebisu juga memberikan beberapa tumbal untuk di makan prajurit Cimera milik Hades."


"Cimera?"


"Ceritanya panjang, jangan membuat masalah yang lain. Segera peringatkan Shira untuk bertahan, pasukan musuh sudah datang!"


Semua orang yang ada di meja makan berdiri, mereka segera mengambil posisi untuk memulai peperangan. Oberan terkejut karena tiba-tiba semua orang hilang tanpa ia sadari. Moris juga tidak menyadarinya, tapi Agni bisa melihat pergerakan mereka yang sangat cepat.


"Untuk sekarang kalian bertiga jangan melakukan apa-apa. Bawa ini dan seraplah dengan sempurna, ada 3 hari waktu yang kalian punya!"


Blue mengeluarkan Batu Mana berwarna biru, itu batu mana yang satu tingkat di atas Batu Kuning. Tidak tanggung-tanggung, Blue mengeluarkan 3 sekaligus.


Batu Mana di Tanah Dewa dijadikan alat tukar sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat diri. Semua orang sadar betapa berharganya batu mana biru, tapi Blue memberikannya dengan santai.


Disisi lain Oberon belum mengucapkan sumpah seperti Moris dan Agni. Resikonya sangat besar, tapi Blue harus mengambilnya untuk menarik pihak yang lebih besar.


Agni yang pertama kali bergerak, ia mengambil batu dan menggenggamnya. Tanpa pikir panjang langsung menggunakan batu mana tingkat biru.


Blue mengelus kepalanya. "Jangan terburu-buru, aku akan menyiapkan formasi untuk meningkatkan efisiensi penyerapan aura dewa kalian!"


Kedua lengan Blue langsung bergerak membuat simbol yang melayang di udara menggunakan dua batu mana berwarna kuning.


Simbol yang rumit diperlihatkan, Moris yang menjadi ahli simbol tidak dapat mengimbangi kecepatan tangan tuanya. Meskipun ia tahu dasar-dasarnya, Blue membuatnya bingung karena menggabungkan dua simbol yang saling bertentangan.


Sebuah ruang 5 meter kali 5 meter terbentuk, di dalamnya terdapat formasi yang sudah disusun sedemikian rupa.


"Masuklah, kalian punya waktu 3 hari. Bagaimanapun hasilnya kalian harus keluar dalam 3 hari!"


Agni tanpa pikir panjang langsung masuk ke dalam, tapi sekali lagi dihentikan Blue.


"Tunggu, aku punya hadiah untukmu. Bukalah setelah berhasil menyerap batunya."


Moris dan Oberon saling memandang, keduanya percaya dan masuk kedalam ruang yang sudah dibuat. Betapa terkejutnya mereka melihat Batu Mana Biru langsung aktif dan masuk kedalam tubuhnya dengan cepat.


Agni yang menerima hadiah langsung duduk dan menyerap batu dengan kecepatan super. Keturunan Naga Api memang tidak bisa dianggap remeh.


Blue yang ada di luar formasi tersenyum manis. " 3 hari sepertinya terlalu lama untuk bocah itu. Baiklah mari bersenang-senang."


Tanah Dewa terguncang, pasukan Dewa Ebisu benar-benar akan menyerang Kerajaan Damaskus.


Blue melihat beberapa bawahan Ebisu yang cukup kuat, mereka semua Dewa Tingkat Puncak. "Apa dunia buta, bagaimana orang bodoh sepertinya punya banyak bakat!"


Tidak hanya muda, para bawahan Dewa Ebisu punya potensi yang mengerikan. Namun ia curiga ada sesuatu yang salah di dalam penjelasan mata dewa.


"Cimera?"


Blue sekarang sadar bahwa Hades memang mendukung Ebisu dengan cukup baik, buktinya ia mengutus 12 Cimera yang setara dengan Dewa Puncak.


Shira berdiri di barisan paling depan mengangkat pedang suci milik kerajaan. "Demi kehormatan Kerajaan Damaskus!"


Suara teriak pasukan terdengar mendengung sampai ke seluruh penjuru kerajaan. Peperangan pecah begitu saja, Ebisu tidak perlu ikut campur karena pasukannya unggul dari segala sisi.


Kerajaan Damaskus hanya memiliki 20 juta pasukan, dibandingkan dengan Ebisu yang membawa 50 juta. Dari segi kualitas Ebisu menang jauh karena hampir semua pasukannya merupakan Dewa Rendah atau diatasnya. Berbanding terbalik dengan Shira yang membawa banyak pasukan Dewa Sangat Rendah.


Blue memberikan aba-aba pada rekannya. "Jangan membunuhnya, buat mereka terluka dan mundur sementara. Ulur waktunya hingga 3 hari!"


"Baik, bos!" jawab semuanya dengan serentak.


Kali ini ia tidak hanya membawa beberapa pasukan seperti sebelumnya. Blue memanggil beberapa orang terbaiknya.


Yami, Rafaela, Raul, Drakula, Luis, Emma, Tobias, Eka, Dewi, Liem, Kitty, dan Naga Angin. 12 dari mereka akan melawan setiap cimera yang dibawa Ebisu.


Tidak hanya itu, Blue memanggil beberapa penduduk Dunia Buatan yang punya kekuatan setara dengan Dewa Menengah. Tidak tanggung-tanggung, Blue memanggil 1 juta orang.


Peperangan pecah, semua penduduk berhamburan karena takut akan menjadi korban. Pasalnya Dewa Ebisu terkenal sangat kejam setelah rumor tenang pembantaian orang di Danau Darah.


Karena tidak punya kerjaan, Blue mendekati Ebisu sembari menggunakan topeng khas Fairy Dance. Tiba-tiba ia sudah ada di sebelah pria gendut yang sangat berwibawa itu.


"Hei, apa kau tidak ikut bersenang-senang?" tanya Blue dengan suara pelan. Hawa keberadaan terlalu tipis hingga seorang dewa pucat tidak menyadarinya.


Dewa Ebisu yang kaget langsung mengayunkan lengannya menyerang Blue. Namun serangan itu bisa dihindari dengan mudah.


"Hei, aku tidak ingin cari gara-gara!"


"Bacot, kau pasti leluruh pelindung Kerajaan Damaskus!"


Dewa Ebisu memang sudah tahu ada dewa yang melindungi Kerajaan Damaskus, tapi ia tidak menyangka akan sekuat Blue. Matanya menyempit untuk melihat kekuatan musuh, tapi tidak ada informasi yang dia butuhkan.


Senjata utama Dewa Ebisu langsung dikeluarkan untuk menutupi ketakutannya. Tanpa pikir panjang ia menarik busurnya dan menembakkannya ke arah musuh.


Blue yang melihatnya tidak tinggal diam, meskipun Armor Naga Petir sangat kuat, ia tidak mau mengambil resiko.


"Langkah Cahaya."


Blue bergerak layaknya cahaya yang bisa berpindah sesuka hatinya, panah Ebisu melewatinya tanpa memberikan kerusakan sedikitpun.


"Sialan!" teriak Ebisu yang sadar kekuatan mereka terpaut sangat jauh. Sembari melihat kanan dan kiri, Ebisu menarik panahnya dengan kekuatan penuh.


Tujuannya bukan Blue, melainkan pasukan Kerajaan Damaskus yang sudah kelelahan. Padahal perang masih berjalan selama beberapa menit saja.


Karena Blue tidak punya perjanjian resmi dengan mereka, ia tidak bergema dari tempatnya. Panah Ebisu mendarat ke arah pasukan Kerajaan Damaskus, untungnya bisa ditahan dengan mengorbankan beberapa orang.


"Apa kau berniat menggunakan mereka untuk tameng, jangan berpikir bodoh, Ebisu!"


"Siapa kau sebenarnya, Sialan?"


"Ah... Mungkin kau sudah lupa siapa orang yang telah menderita karena keberuntungannya disegel." Blue tidak menyembunyikan identitasnya, tetapi ia tidak mau mengungkapkannya secara langsung.


Hal itu membuat penafsiran ganda, Ebisu langsung menebak bahwa orang didepannya tahu kemampuan istimewanya bisa mempengaruhi dunia manusia. Padahal informasi ini hanya diketahui Hades dan para petingginya.


Naga yang ditunggangi Ebisu langsung membuka mulutnya, ia menembakkan energi listrik ke arah Blue. Sedangkan Ebisu dengan kecepatan tinggi melarikan diri dari medan perang.


Blue membiarkannya kabur karena itu bagian dari rencana, tetapi Naga Listrik yang ditinggalkan tidak akan bisa keluar tanpa luka.


Serangannya mengenai Blue secara langsung. Bukannya kesakitan, Blue malah melihat Naga Listrik yang terjatuh karena terkena efek Armor Naga Petir.


Ternyata Naga Petir menyerang bayangan Blue yang bisa mati kapan saja. "Armor Naga Petir memang paling istimewa!"


Blue mendekati Naga Listrik yang kesakitan, ia menusuknya dengan Dual Secret Sword untuk menghilangkan regenerasinya.


Bee muncul entah dari mana. "Hei, mengapa kau membunuhnya? Bagaimana jika menjadikannya tunggangan sepertinya lebih menarik dibandingkan menaiki si bodoh itu!"


Bee menunjuk Naga Angin yang saling adu pukul dengan cimera. Padahal dewa puncak yang telah bergabung cimera punya regenerasi tidak masuk akal.


Namun Naga Angin masih mengadu tinjunya dengan musuh sambil tertawa seperti orang gila.


"Kau benar."