
Peperangan mulai memasuki babak baru, pasukan Blacklist yang dikerahkan adalah beberapa ranker dari Benua Barat. Mereka adalah 5 pemain terkuat di Benua Barat yang sudah terdaftar di Hall of Fame.
Obi, pemain peringkat 92 terkuat di dunia. Menurut standar Benua Barat, ia menjadi pemain terkuat nomor 5. Ia menggunakan tombak sebagai senjata utamanya, skill buatannya adalah 1000 transformasi tusukan.
Kedua adalah Kiki, salah satu penyihir terkuat di Benua Barat yang menduduki posisi 105 Hall of Fame dunia. Serta ia menjadi pemain terkuat nomor 8 di Benua Barat karena sihirnya bisa merobohkan semua bangunan desa tingkat 2 dengan sekali serang. Rumor mengatakan bahwa ia sebenarnya adalah pemain terkuat di Benua Barat jika ada seorang tank didepannya.
Ketiga adalah Viki, seorang ranker nomor 110 di Hall of Fame. Sebagai pengguna kapak, Berserker menjadi kelas paling cocok untuknya. Dengan kekuatannya, ia bisa menjadi tembok dan senjata yang paling kuat dalam kelompoknya.
Polem adalah pemain yang paling berbahaya dalam kelompok penyerang kali ini, ia adalah orang yang selalu menyembunyikan kekuatannya. Tidak ada yang tahu seberapa tinggi kekuatannya di Hall of Fame, tetapi Blacklist menobatkannya menjadi pemain terkuat nomor 10 di Benua Barat.
Ketua kelompok kali ini adalah jendral perang terbaik Blacklist, Oheb. Tidak hanya susah di singkirkan, ia mempunyai pertahanan dan kekuatan yang sangat baik. Meskipun pergerakannya sedikit lambat, pria itu mempunyai mata dan reflek terbaik di dunia saat ini.
Blue sudah membaca semua pemain terbaik Blacklist yang akan berperang melawan Fairy Dance. “Ini sedikit sulit,” katanya pelan.
Meskipun Blue bisa mengalahkan kelimanya bersamaan, ia akan terlalu fokus untuk menghadapinya. Disisi lain Blue harus memperhatikan semua pergerakan prajurit Fairy Dance.
Sampai akhirnya Blue menemukan 2 orang dengan kelas Magic Sword, ia segera memanggilnya untuk melakukan wawancara. Blue ingin memastikan untuk melihat kesetiaannya.
“Apa kalian bergabung dengan Fairy Dance karena alasan khusus?” tanya Blue dengan ekspresi datar.
“Aku hanya ingin menghasilkan uang, Fairy Dance satu-satunya yang menerima bakat ini!” jawab seorang pria setinggi 170 centimeter yang menggunakan kacamata.
“Aku hampir sama dengannya, tetapi alasanku sedikit berbeda. Aku bergabung Fairy Dance karena ingin melihat seberapa baik perkembangan guild yang menantang Blacklist yang menendang ku!” jawab seorang pria setinggi 175 centimeter.
Keduanya adalah Sword Magic level 210, mereka tidak terlalu diperhatikan karena kekuatannya sangat lemah untuk menghadapi pemain lainnya. Hal itu dikarenakan status kelas sword magic sedikit lebih rendah dibandingkan lainnya. Meskipun rendah, mereka punya skill yang sangat unik dan sulit untuk di tebak.
Blue mengerutkan kening melihat status mereka jauh lebih rendah dari bayangannya. “Apa kalian tidak pernah melakukan misi dengan hadiah status poin?” tanya Blue dengan suara pelan.
“Aku Amin memilih untuk meningkatkan serangan pasti, sekarang aku punya 3700. Itulah mengapa sangat sulit untukku berburu sendirian.” Pria setinggi 170 centimeter menjawabnya sambil menundukkan kepala.
“Aku Mo Yu juga melakukan hal yang sama, bedanya aku punya 4100 kerusakan pasti.”
Blue tersenyum kecut mendengar ada orang yang punya kerusakan pasti setinggi itu. Padahal Leon saja baru 5500 kerusakan pasti yang ia miliki.
“Baiklah, aku memberikan kalian kesempatan. Ucapkan sumpah darah melayani Fairy Dance dan Raja Segalanya, itu adalah kesempatan yang aku berikan.” Blue mengatakannya dengan senyum manis.
Mo Yu menatap tajam ke arah Blue. “Apa itu sudah cukup untuk membalaskan dendam ku ke Blacklist?” tanyanya.
“Tidak, itu saja tidak akan cukup membuatmu menandingi para petinggi Blacklist. Setelah melakukan sumpah darah, aku akan memberikan jalan terjal yang bisa membuatmu terbang ke langit.”
Jawaban Blue tidak menjawab pertanyaan Mo Yu, tetapi Amin segera menyetujui permintaannya.
“Aku bersedia mengucap sumpah darah pada Fairy Dance dan Raja Segalanya!” serunya dengan penuh semangat. Meskipun ia tidak terlalu pintar, Amin punya firasat yang bagus tentang penghasilannya.
Walaupun ini sangat beresiko untuk Blue merekrutnya, ia tidak punya pilihan untuk saat ini. Jika saja Amin ketahuan mengkhianatinya, Blue tidak segan-segan menghancurkan karakternya di Domain Dewa.
Mo Yu masih tampak ragu, ia membutuhkan pendukung yang kuat untuk membantunya balas dendam. Blue menepuk pundaknya dan berkata, “Dendam tidak akan bisa membuatmu kuat... Fairy Dance bukan guild lemah!” katanya pelan.
Amin dan Mo Yu akhirnya mengucap sumpah darah untuk melayani Fairy Dance dan Raja Segalanya. Tubuh mereka langsung di selimuti cahaya berwarna biru laut dan pemberitahuan sistem mengejutkan keduanya.
“Bos, apa semua anggota Fairy Dance punya keistimewaan seperti ini?” tanya Amin dengan wajah polos.
“Tidak, hanya mereka yang mengucapkan sumpah darah untuk melayani Fairy Dance. Sedangkan untuk melayani Raja Segalanya untuk membantunya melindungi Fairy Dance dari serangan musuh. Semakin banyak pengikutnya, maka kelangsungan hidup Fairy Dance akan semakin tinggi.”
Blue memberikan catatan khusus untuk keduanya, ia ingin kedua orang itu berburu sendiri dan meningkatkan poin status sesuai instruksinya. Meskipun tidak punya informasi tentang misi yang bagus, Blue hanya memberikan sedikit petunjuk untuk keduanya.
Dua orang itu langsung pergi sesuai dengan instruksi. Untuk melihat perubahan mereka butuh waktu yang cukup lama, Blue akan menyelesaikan masalah saat ini sendiri dan memberikan pukulan telak pada Blacklist.
“Queen, keluarlah.”
Queen keluar dari balik pintu. “Seperti yang diharapkan dari bos besar Fairy Dance, aku punya skill penyembunyian diri tingkat s, tetapi kamu bisa menemukannya dengan mudah.”
“Ayo langsung ke intinya, mengapa kamu melakukan ini?” tanya Blue dengan tatapan tajam.
“Bos, aku seorang pebisnis. Blacklist menurutku lebih menguntungkan daripada Fairy Dance, anehnya sekarang aku berubah pikiran dan ingin berdiri di samping Fairy Dance.”
“Apa kamu pikir aku bodoh, meskipun kamu sudah mengucap sumpah darah. Lihatlah apa yang kau lakukan?”
Queen hanya menghela napas. “Huh, aku memang pernah melakukan kesalahan. Apa aku butuh bersujud untuk meminta maaf dan memberiku kesempatan kedua?”
“Apa kamu pernah melihat ada seorang pemain yang membiarkan monster lepas dari pedangnya?” tanya Blue mengembalikan pertanyaan lawan.
“Baiklah, semoga sukses dengan rencana bodoh yang kau rencanakan!” kata Queen meninggalkan Fairy Dance dengan senyum manis.
Disisi lain Blue kehilangan satu pengikutnya, ia segera mencabut semua keistimewaan yang diberikan pada Queen. Anehnya Queen baru saja mengetahui bahwa 100 poin status poinnya hilang karena hukuman sistem.
“Kau pikir aku akan membiarkanmu lolos dengan mudah?” ucap Blue sambil tersenyum manis. Ia mengetahui bahwa Queen mengkhianatinya sejak awal, sebenarnya Blue ingin memberikan kesempatan kedua dengan cara mengembangkan Fairy Dance di Benua Barat.
Namun hasilnya sungguh mengejutkan, Queen tidak hanya mengkhianati Fairy Dance, Aqila sahabat sejatinya juga ditinggalkan untuk segelintir kekayaan.
“Apa yang terjadi, mengapa poin statusku berkurang sangat banyak?” ucap Queen melihat poin statusnya berkurang banyak. Ia tidak menyadari bahwa poin keberuntungannya menjadi -60 poin setelah berkhianat.
Disisi lain Blue memberikan pesan pada Jesicca yang mengatur keuangan Fairy Dance. “Eksekusi sekarang, aku merasa buang-buang waktu mempertahankan bocah itu.”
“Sudah aku katakan untuk menendangnya secepat mungkin.”
“Aku hanya ingin memberikan kesempatan pada wanita pintar itu.”
“Kita tidak kekurangan bakat seperti itu. Jadi bagaimana cara kita menyelesaikannya?”
“Hancurkan!” ucap Blue dengan wajah serius.