
Blue sampai di ruang khusus petugas keamanan, orang paling kuat disini hanya level 500. Yami bisa mengalahkannya dengan beberapa gerakan saja.
"Jadi apa yang ingin ada katakan?" tanya Blue dengan suara berat. Ia melakukan itu supaya tidak diintimidasi lebih lanjut.
"Tuan, Kota Yu bukan tempat kejahatan. Jadi tolong kerjasamanya untuk masuk penjara beberapa hari saja."
Ketua Keamanan Kota Yu malah memohon untuk Blue mematuhi peraturan. Meskipun ia sudah memohon, Blue menggelengkan kepala.
"Aku tidak mau, harusnya dua orang yang memprovokasi kami dulu." Blue menatap tajam ke arah ketua keamanan.
Queen dan Aqila tiba di ruangan dengan cepat. Keduanya menendang pintu tanpa takut terkena hukuman.
"Lebih baik segera selesaikan masalahnya disini. Kami Fairy Dance akan mengganti rugi semua kerusakan." Queen mencoba menyelesaikan masalah dengan cepat.
"Nona Queen sangat murah hati. Baiklah, kami akan menyelesaikan masalah sampai disini." Ketua penjaga keamanan tidak mau memperpanjang masalah. Meskipun hanya penduduk pribumi, ia adalah pribadi yang cerdas.
Blue juga ingin menyelesaikan permasalahan sampai disini, ia pergi bersama Queen dan Aqila ke bangunan lantai 12 milik Fairy Dance.
"Jadi kalian memilih untuk berbaur dengan penduduk pribumi." Blue memandang bangunan kota yang cukup megah.
"Ketika kami datang ke Benua Barat, hampir semua desa sudah dimiliki. Karena krisis kemarin, semua desa Fairy Dance telah di rebut. Saat ini kita bisa bertahan karena bantuan Keluarga Hardiman."
Queen dan Aqila sepenuhnya berkembang di Benua Barat. Jadi tekanan dari keluarga gong terasa sangat kuat, akhirnya keduanya memilih memberikan semua desa dan berakhir berbaur dengan penduduk pribumi.
"Apa semua keluarga Gong sudah angkat kaki dari Benua Barat?" tanya Blue dengan suara pelan.
"Tentu saja tidak, tetapi kekuatan terbesar mereka sudah dihancurkan. Sekarang wilayahnya dimiliki oleh beberapa kekuatan besar di Benua Barat."
Perlu diingat salah satu keluarga gong di Benua Barat adalah seorang kaisar. Jadi wilayahnya sangat luas dan membutuhkan waktu dibersihkan.
"Bukankah Fairy Dance punya banyak peluang setelah perginya keluarga gong?" tanya Blue.
"Banyak tekanan yang diberikan keluarga lain selain mereka. Setelah memikirkan beberapa resiko, Aku memilih untuk menempatkan Fairy Dance di Kota Yu." Queen murung karena tidak bisa mencari keuntungan dari mundurnya keluarga gong.
Aqila punya pemahaman skill yang cukup tinggi, harusnya ia bisa mendominasi Benua Barat dalam 10 tahun ke depan. Masalahnya Aqila selalu mendapat tekanan dan tidak bisa berlatih dengan maksimal.
Blue memikirkan beberapa cara supaya Fairy Dance berkembang lebih cepat daripada saat ini. "Apa 5 juta orang yang aku bawa belum cukup meredakan tekanan?"
"Mereka semua menjalankan tugas dengan baik, tetapi aku tidak mau mengambil resiko dan menyebabkan banyak peperangan. Saat ini pemain Fairy Dance berada dalam tekanan di Benua Barat."
Queen menceritakan bahwa mereka cukup menderita di Benua Barat. Beberapa orang menekan mereka dengan cara latih tanding dan memukuli para anggota Fairy Dance termasuk Aqila.
"Baiklah, aku akan mengajari kalian beberapa trik untuk peningkatan kekutan dengan cepat." Blue melambaikan tangan dan menulis beberapa metode sederhana untuk peningkatan aura.
Setelah mendapatkan pemahaman dari Aries Hardiman, kemampuan Blue dalam mengajar sesuatu sudah meningkat. Sekarang ia bisa disebut sebagai grand master beladiri.
Hanya dalam satu minggu Aqila dan Queen bisa memaksimalkan potensinya. Meskipun hanya di latih dalam Domain Dewa, keduanya mempraktikkannya di dunia nyata. Sehingga hasilnya bisa maksimal.
"Jangan ajarkan pada siapapun teknik ini. Meskipun tidak sekuat milik Jessica dan Amelia, setidaknya teknik ini akan memaksimalkan potensi seseorang." Blue tidak mau membohongi Queen dan Aqila, teknik ini memang tidak sebaik Jessica dan Amelia yang sudah dikembangkan.
Jadi seberapa hebat mereka berdua tergantung pada kreativitas penggunanya. Itupun berlaku juga pada teknik yang digunakan Jessica dan Amelia.
Setelah beberapa hari mengamati, Yami memberikan laporan bahwa Naga Petir belum pernah dikalahkan. Bahkan tidak ada pemain yang mendekati sarangnya karena sambaran petir terlalu kuat.
"Queen, dimana orang-orang yang aku berikan padamu?" tanya Blue.
"Mereka semua ada di dalam Kota Yu. Pusatnya ada di Rumah Petualang," jawab Queen dengan suara pelan.
Blue segera menemui mereka semua, ia ingin menitipkan keamanan Liem dan Kitty serta membawa 2 orang terkuat.
"Tuan, akhirnya anda datang." Seorang penduduk pribumi berlutut di depan Blue, ia adalah salah satu orang yang ditugaskan untuk menjaga Fairy Dance di Benua Barat.
"Siapa orang paling kuat disini?" tanya Blue dengan suara pelan.
"Semua orang disini sangat kuat, jadi anda bisa mengatakan masalahnya dan kami akan menyelesaikannya."
"Aku butuh dua orang yang bisa memberikan bertahan di garis depan."
"Baiklah, katakan padanya aku menginginkan jasa untuk mendampingiku masuk ke sarang Naga Petir."
Karena hewan peliharaan dan hewan tunggangan tidak dapat dihitung sebagai orang, Blue terpaksa mencari dua orang lagi. Membawa Liem dan Kitty dalam operasi ini sangat beresiko.
Dua Guardian berlutut di depan Blue. "Tuan, kami siap menjalankan tugas."
"Tidak perlu terlalu formal, ayo berdiri dan segera berangkat ke Sarang Naga Petir."
Liem dan Kitty mendatangi Blue. "Tuan, kita harus melakukan apa?" tanya Liem yang merasa kecewa tidak diajak dalam penggerebekkan monster.
"Pergilah ke tower monster. Selain meningkatkan pemahaman skill, di sana bisa memberikan poin pengalaman yang cukup besar."
Liem dan Kitty segera menuju Tower Monster di Kota Yu. Meskipun penguasaan skill mereka ada pada puncak pemahaman, Liem dan Kitty tidak mau mengabaikan perintah tuannya.
Beberapa pengawal juga mengikuti keduanya dari bayang-bayang, Blue tidak mau mengambil resiko dengan meninggalkan keduanya.
Blue dan kelompoknya segera pergi menuju sarang naga petir, tetapi langkahnya segera berhenti ketika badai petir menyambar setiap tanah di sekitar.
"Ragil, apa kalian tahu mengapa petir ini terus menyambar setiap saat?" tanya Blue sedang menguji pengetahuan bawahannya.
"Aku tidak tahu, Tuan. Mungkin Eko tahu?"
Ragil dan Eko adalah guardian terbaik di angkatannya. Namun keduanya tidak terlalu cerdas untuk memikirkan jawaban yang tepat.
Disisi lain Yami duduk bermeditasi karena mendapatkan pencerahan. Ditambah lagi Raul keluar dari ruang penyimpanan dan menyambar dirinya di bawah petir ganas.
"Mereka berdua tidak sabaran, terus kapan kita akan masuk!" kata Blue mengeluh dengan keadaannya saat ini.
Rafaela membuat sebuah pelindung untuk memastikan mereka berdua aman. Ia segera duduk dan menikmati pemandangan.
"Baiklah, kita akan beristirahat disini sampai keduanya bangun. Ragil, cari kayu bakar dan Eko cari hewan yang bisa dimakan."
Blue sebenarnya punya persediaan di ruang penyimpanan, tetapi ia mencoba membantu kedua orang itu beradaptasi dengan lingkungan yang keras
Di dunia buatan mereka selalu mendapatkan apa yang diinginkan, sekarang mereka harus menemukan arti hidup yang sesungguhnya.
"Tuan, aku bisa menciptakan api. Mengapa kita harus cari kayu bakar?" tanya Ragil yang penasaran dengan perintah tuannya.
Blue segera mengaktifkan mata dewa dan melihat elemen yang bisa digunakan Ragil. Matanya segera terbuka lebar ketika melihat elemennya adalah api, tanah, dan logam.
"Baiklah, buat perapian supaya para monster tidak mendekat."
Eko mengerutkan kening. "Dengan ramuan ini kita tidak perlu menyalakan api, Tuan."
Profesi Eko adalah seorang Alkemis tingkat Guru. Jadi semua obat buatannya menjadi bahan yang laris terjual di pasaran.
Perlu kita ingat, Profesi memiliki beberapa tingkatan.
...[Tingkat Profesi :...
...1. Pemula...
...2. Mahir...
...3. Ahli...
...4. Guru...
...5. Maha Guru...
...6. Dewa...
...7. Maha Tinggi.]...
"Apa Queen buta dengan potensi semua orang ini!" gumamnya pelan.