
Seekor Naga sepanjang 20 meter muncul dari dalam sarang, Blue segera menggunakan mata dewa untuk menyusun strategi. Anehnya Mata Dewa miliknya hanya menampilkan sebagian skill milik monster, Blue mengerutkan kening dan segera melakukan simulasi dalam otaknya sesuai informasi yang didapat.
“Akhirnya kau keluar, Bocah!” seru Medusa dengan suara lantang layaknya komandan perang.
Blue melirik Yami dan Liem, ia memberikan pesan sistem pada keduanya. Kitty dan Rafaela akan melakukan serangan jarak jauh. Nevada yang terbiasa dengan es malah mendapatkan pencerahan ilahi di situasi yang kurang menguntungkan ini.
“Lindungi Nevada!” seru Blue memberikan perintah, ia tidak mau membiarkan rekannya kehilangan pencerahan ilahi yang bisa meningkatkan pemahaman.
Yami dan Liem segera mendekati Nevada dan bersiap dengan senjatanya masing-masing. Keduanya tampak sangat tenang karena pengalaman yang sangat melimpah. Disisi lain Blue akan membantu Medusa mengalahkan Naga Es.
“Medusa, terakhir kali kau tidak bisa mengalahkan ku. Sekarang kau bawa beberapa semut untuk mendukungmu, jangan bercanda denganku!” ucap Naga Es dengan suara lembut layaknya seorang putri.
“Jangan meremehkan semut ini, mereka akan memberimu pukulan paling sakit!” ucap Medusa langsung melompat dan mendorong Naga Es ke dalam sarangnya.
Blue memberikan isyarat untuk menghadapai Naga Es di dalam sarangnya. Meskipun semua kerusakan akan di rubah menjadi 1, Blue punya 16 ribu kerusakan pasti yang bisa mendobrak darah naga tersebut.
Medusa merentangkan tangannya, sebuah lingkaran sihir muncul di atas kepala Naga Es. “Ayo langsung serius saja!”
Lingkaran sihir yang muncul di depan Medusa menciptakan sebuah energi padat seperti laser yang menerjang Naga Es. Blue segera menghilang dan muncul di belakang Naga Es yang fokus menghentikan serangan Medusa.
“Blade Dance!” ucap Blue menyebutkan nama skill, tidak lupa ia menggunakan Holy Slash untuk meningkatkan kerusakannya.
...[Blue memberikan kerusakan - 1, serangan kritis.]...
...[Blue memberikan kerusakan - 16 ribu, serangan pasti.]...
Kecepatan serangan Blue menghasilkan jumlah kerusakan yang tidak masuk akal, Blade Dance menciptakan sebuah 10 kerusakan berturut-turut. “Sepertinya masih belum cukup!” seru Blue langsung meningkatkan keterampilannya.
Tidak main-main, Blue langsung meningkatkan Blade Dance menjadi level 8 dan bisa menciptakan 30 sayatan pedang.
...[Blade Dance...
...Tingkat : A...
...Tipe : Aktif...
...Level : 8...
...Pendinginan : 5 menit...
...Secara instan menciptakan 30 sayatan pedang dan menggunakannya secara bersamaan. Dapat memberikan 120% kerusakaan setiap sayatan pedang.]...
Kelemahan Blade Dance ada pada pendinginannya, Blue tidak bisa menggunakan terus menerus. Akhirnya matanya berpindah pada Gelombang Kejut dan langsung meningkatkannya hingga level 10. Dalam sekejap seluruh poin skillnya habis digunakan untuk 2 skillnya.
...[Gelombang Kejut...
...Tingkat : S...
...Level : 10 (20/10 ribu)...
...Pendinginan : 42 detik...
...Pemain harus melompat untuk mengaktifkan skill, setelah melompat dengan satu ayunan pedang bisa menciptakan 35 kali kerusakan serangan normal. Setelah menggunakan skill, pertahanan musuh akan berkurang 30% selama 15 detik....
...Tidak ada batas level.]...
Blue sangat puas dengan Gelombang Kejut, ia menghabiskan semua poin skillnya. Tanpa ragu ia melompat sedikit dan mengayunkan pedangnya, 35 sayatan pedang langsung menghujani Naga Es.
Sekali serang Blue bisa memberikan 16 ribu kerusakan pasti dikali 35 kali, tidak hanya Naga Es yang terkejut, Medusa yang melihatnya juga tidak percaya.
560 ribu kerusakan dihasilkan setiap 42 detik, Blue yakin bisa mengakhiri pertarungan ini dengan cepat. Namun Naga Es melakukan gerakan yang tidak pernah ia lihat di kehidupan sebelumnya.
Blue hanya tersenyum dan menyerang titik yang sama berulang kali, anehnya serangan Blue tidak berkurang sedikitpun.
“Manusia, apa yang kau lakukan padaku!” seru Naga Es yang sibuk menghentikan serangan Medusa.
“Lebih baik kau fokus dengan serangan ku!” ucap Medusa sambil mengangkat sudut bibirnya. Ia tidak berharap Blue bisa memberikan kerusakan sebanyak itu, padahal Naga Es sudah menggunakan armor terkuatnya.
Tidak mau membuang kesempatan, Blue terus mengayunkan pedang sembari menggunakan skillnya yang sudah bisa digunakan.
“Weapon Break!” ucap Blue sambil menusuk lawannya.
Setelah terkena keterampilan itu, Naga Es mulai terpojok oleh skill Medusa. Blue melihat perubahannya, ia segera menggunakan Armor Break untuk melengkapi penderitaan Naga Es.
“Sialan, aku tidak akan membiarkan kalian lolos!” seru Naga Es dengan lantang.
Blue tidak peduli dengan perkataan Naga Es yang sebentar lagi akan musnah. Tidak pernah terpikir olehnya, kombinasi serangan pasti dan pendekar pegang ganda menjadi segila ini. pada kehidupan sebelumnya iya tidak terlalu mengetahui ini, jadi memfokuskan dirinya untuk berburu monster sisa.
Karena kemarahan Naga Es tidak bisa ditahan lagi, ia segera melepaskan lingkaran sihir yang menahannya dan menyerang Blue dengan laser yang keluar dari matanya. “Rasakan ini, bajingan!” katanya dengan nada tinggi.
...[Blue menerima kerusakan -300 ribu, serangan kritikal.]...
...[Blue mengembalikan kerusakan 300 ribu, serangan pasti.]...
Blue hanya bisa tersenyum kecut melihat 30% darahnya hilang karena terkena saru serangan, tetapi ia sedikit bangga dengan kerusakan yang dikembalikan menjadi serangan pasti. Ini sangat berguna untuk situasi mendesak seperti ini.
Naga Es merasa kesakitan karena Armor Raja Petir dapat menyebabkan korosif pada senjata lawan. Padahal semua tubuh naga itu adalah senjata, artinya jika serangan Naga Es berhasil dikembalikan, rasa sakitnya akan berlipat ganda.
Blue bukan orang yang simpati dengan musuh, ia segera melompat dan menggunakan Gelombang Kejut. Sekali lagi 560 ribu serangan pasti tidak dapat dihentikan oleh armor terbaik naga es.
Tidak butuh lama untuk Medusa memanfaatkan kesempatan dan mengakhiri nyawa naga es. Ia tersenyum manis karena tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga, sehingga bisa melawan musuh yang sesungguhnya.
“Persiapkan dirimu!” seru Medusa.
Blue melihat barang yang dijatuhkan Naga Es, ia segera mendekat dan melemparnya ke dalam ruang penyimpanan. Sayangnya itu adalah tindakan bodoh yang menyebabkan kunci jebakan terbuka.
Ketidaktahuan Blue membuat keduanya dalam bahaya. Ratu Es keluar dengan kekuatan terbaiknya.
“Lama tidak bertemu, Blue.”
“Nyonya, jadi anda sebenarnya adalah Ratu Es.”
Sosok cantik yang muncul itu adalah Ratu Es yang memberikan profesi pembuat simbol pada Blue. Inilah alasan mengapa Ratu Es tidak ingin menyerahkan warisannya pada Blue yang serakah akan kekuatan dan tidak baik pada sesama manusia.
“Akhirnya kamu sampai sini, apa kamu pikir bisa lolos setelah membunuh asistenku?” tanya Ratu Es dengan ekspresi datar.
Blue menggelengkan kepala dan tersenyum. “Sejujurnya aku tidak tahu anda adalah Ratu Es, tetapi barang yang aku inginkan ada di kaki anda!” ucapnya sambil menunjuk sepatu Ratu Es yang mengingatkannya pada sosok wanita yang membekukan seluruh kota.
“Pernyataan yang sangat pemberani. Apa kau tahu bahwa aku hampir sama sepertimu?”
“Aku punya cara supaya anda tidak abadi, sejujurnya kelas keempat ku sangat istimewa. Meskipun hanya peringkat rendah itu bisa melukai anda.”
Pernyataan berani yang baru saja keluar dari mulut Blue membuat Medusa dan Ratu Es tercengang. Keduanya tidak tahu ada kelas aneh yang bisa membunuh Ratu Es untuk selamanya.
Disisi lain Ratu Es tidak melihat kebohongan di mata Blue, ia merasa tertekan karena ia tidak boleh mengeluarkan kekuatan penuhnya. Akan ada segerombolan iblis memburunya jika auranya terdeteksi.
Kesalahan besar Ratu Es menunjukkan ekspresi ragu di depan Blue. Hal itu membuat Blue yakin ada sesuatu yang mengharuskan Ratu Es menahan kekuatannya.
Dengan kedipan mata, Blue dan Medusa langsung berlari menggunakan kekalutannya masing-masing.