
Membunuh 3 Hollow saja membutuhkan banyak tenaga, Blue tidak bisa melakukan ini terus menerus.
...[Pemain pertama yang membunuh Hollow, titel Pemburu Hollow telah didapatkan.]...
...[Pemburu Hollow....
...Memungkinkan bisa membunuh dua Hollow sekaligus.]...
Sekali lagi titel yang tidak dapat dipercaya. Blue memalingkan wajahnya dan mendekati mayat ratusan Hollow yang tidak bisa berkembang biak lagi.
Sebuah batu kecil muncul di perut para Hollow, Blue tidak tahu apa itu. Pada kehidupan sebelumnya tidak ada batu seperti ini.
...[Batu Kegelapan....
...Tidak ada yang spesial.]...
Karena Mata Dewa mengatakan bahwa batu itu tidak berguna, Blue membuangnya. Namun sosok manusia yang tampak kurus langsung berlari dan memakan batu itu.
Seperti orang gila, bocah itu memakan batu kegelapan dengan lahap. Kedua tangannya mengambil mengambil batu dan memasukkannya ke mulut.
Matanya tampak merah, tidak ada waktu untuk menghiraukan manusia lainnya. Ia mengambil ratusan batu kegelapan.
Blue menunggu bocah itu selesai memakan batu kegelapan. Setelah beberapa menit, akhirnya bocah kecil itu menghabiskan semua batu kegelapan.
"Sebenarnya apa yang kau lakukan?" tanya Blue dengan suara santai.
Namun pertanyaannya tidak dijawab dengan baik. "Bodoh!" teriak bocah kecil yang baru saja memakan Batu Kegelapan.
Setelah menjawabnya, bocah kecil itu berlari dengan sekuat tenaga meninggalkan Blue.
"Postur tubuhnya berbeda." Blue mendapati keanehan. Awal kedatangannya, bocah manusia itu berjualan menggunakan empat bagian tubuhnya. Namun setelah mengkonfirmasi lebih dari 500 batu kegelapan, ia bisa berlari layaknya manusia pada umumnya.
Blue diam-diam mengikuti bocah manusia yang berlari. Kemampuan Stealth berhasil mengecoh semua orang, bahkan Hollow yang sangat agresif dapat dihindari.
Sesampainya disebuah gua, bocah manusia itu menoleh ke kanan dan kiri seperti sedang memeriksa ada yang mengikutinya atau tidak.
Blue perlahan mendekat dan mendapati bahwa gua itu tertutup oleh batu.
Bocah kecil yang sudah memastikan dirinya aman dari kejaran musuh langsung menempelkan tangannya ke batu. Perlahan batu gua terbuka, dua penjaga langsung mendekatinya.
Blue di sebelah pintu masuk diam dan memperhatikan dua penjaga yang tampak seperti Hollow berbentuk manusia.
Monster Hollow biasanya tidak punya tubuh lengkap, tetapi dua penjaga tadi punya batu yang lengkap.
Blue dengan Langkah Cahaya langsung menerobos masuk. Digabung dengan kemampuan Stealth, Blue tidak bisa dideteksi untuk sementara.
Bocah kecil yang memakan banyak batu kegelapan masuk, ia dikawal dua penjaga untuk menemui sosok Hollow yang telah membangkitkan kesadarannya.
Tangannya langsung menyentuh kepala Bocah Manusia, energi gelap dalam tubuhnya langsung di sedot keluar. Hollow yang membangkitkan kesadarannya tersenyum manis.
"Bagus, kau bekerja dengan baik." Hollow membebaskannya.
Dua penjaga membawa bocah yang sudah kelelahan. Tubuhnya lemas lagi seperti semula setelah energi kegelapan keluar.
Blue bisa menyimpulkan bahwa teknik yang digunakan Hollow adalah menyerap energi kegelapan.
Setelah semua keluar, Hollow duduk di kursinya. "Sampai kapan kau sembunyi?" tanyanya dengan suara lemas.
Blue sedikit terkejut penyamarannya diketahui. Namun sebelum ia menampakkan wajahnya, sosok manusia berpakaian serba hitam muncul.
Melihat dari postur tubuhnya, Blue bisa menyimpulkan bahwa manusia berpakaian serba hitam itu adalah perempuan.
"Kau masih saja melawan kekuasaan kami, Ranai!"
Ranai adalah orang dari tanah dewa. Karena kemampuannya terlalu menentang langit, ia dikirim ke Tartarus oleh salah satu ketua agung.
Lebih dari 100 tahun dia berkelana di Tartarus lantai 10, tetapi tidak menemukan jalan keluar dari sini.
Kemampuannya menantang langit karena dia bisa mengendalikan udara disekitarnya. Makanya dia sangat ahli dalam pembunuhan karena disekitarnya bisa dikendalikan sesuka hati.
Blue bisa melihat semua riwayatnya menggunakan Mata Dewa, kemudian ia sadar bahwa langkah kaki Ranai tidak terdengar.
Tidak hanya bisa mengendalikan udara biasa, Ranai bisa memindahkan semua organ vital miliknya.
Jantungnya ada di tanah dewa, jadi ia akan terus bangkit dengan mengandalkan serpihan jiwa yang ditinggalkan di jantungnya.
Sayangnya tubuh Ranai akan bangkit di tempat kematiannya. Jadi itulah kelemahan terbesarnya, ia terjebak dalam hasutan dan berakhir terbuang ke Tartarus.
Ranai membuka penutup mulutnya. "Bukankah kalian berjanji tidak memonopoli kekuatan manusia?"
"Haha, memangnya salah ketika aku memberikan sebagian kekuatan pada mereka?"
Ternyata tidak hanya menyerap Batu Kegelapan, Hollow juga memberikan sedikit kekuatan yang bisa dimanfaatkan manusia.
Ranai menggelengkan kepala. "Wen, bukankah kita sudah membuat perjanjian?"
"Perjanjian hanyalah perjanjian, siapa yang kuat akan menjadi pemimpinnya!"
Wen adalah nama pendek dari ras pemakan manusia di Tartarus Wendigo. Seiring berjalannya waktu, Wen berhasil membangkitkan akal dengan cara membunuh Hollow.
Namun memakan Batu Kegelapan punya sisi negatif. Jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang, manusia ataupun monster akan terkontaminasi Hollow.
Begitu pula dengan Wen yang sudah menjadi Hollow sepenuhnya. Dengan memanfaatkan Hollow kuat, ia membentuk sebuah organisasi kuat di lantai 10 Tartarus.
Ranai adalah pendatang yang sangat kuat, jadi ia bebas memilih apa yang diinginkan. Namun sekarang Wen lebih kuat dibandingkan Ranai, jadi pasti akan ada pemberontak.
Ranai tidak punya pembelaan dari perkataan Wen, ia mencoba melarikan diri. Namun Wen tiba-tiba menghadangnya dengan kekuatan kegelapan.
Blue tidak ingin ikut campur, ia ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Ranai melirik ke arah Wen. "Apa sekarang kau meremehkanku?"
Tawa Wen terdengar, ia tampak memegang perutnya. "Lucu sekali, kau pikir dunia ini seperti dulu?"
Ranai merasakan ancaman, ia tidak mengira Wen bisa tumbuh sangat cepat. Seharusnya dia langsung membunuhnya ketika pertama kali bertemu supaya Poin Berkembang Biaknya turun.
Blue menggunakan Mata Dewa dan mendapati sesuatu yang sangat mengerikan.
...Berkembang Biak : 2,4 juta.]...
Jumlahnya jauh dari kata normal, Wen punya kesempatan hidup yang sanga banyak.
Ranai tidak bisa menahan amarahnya, ia menghilang dan mencekik Wen. Tangannya tiba-tiba mengeluarkan darah.
Posisi mencekik musuh, Ranai melemparkan ancaman. "Aku punya batas kesabaran!"
Wen tersenyum manis, darah keluar dari sudut bibirnya. "Ya, ya, ya..."
Tubuhnya tiba-tiba meleleh layaknya Hollow mati, kemudian ia bangkit lagi tanpa luka sedikitpun. Namun Poin berkembang biaknya berkurang.
Bisa dibilang konsep poin berkembang biak miliknya sedikit berbeda dari monster Hollow rendahan.
"Haha, apa sekarang kau sudah pantas berdiri di depanku?"
Wen membanggakan dirinya, bisa dibilang ia abadi karena poinnya tidak bisa dijangkau manusia biasa. Bahkan jika Ranai membunuhnya ribuan kali, itu tidak akan bisa membunuhnya memusnahkannya. Yang ada Ranai kehabisan stamina dan berakhir mengenaskan.
Wen sebenarnya tidak terlalu kuat, tetapi karena tidak bisa mati dan terus hidup, ia bisa membunuh musuhnya dengan mudah.
Batu kegelapan yang diserap sebenarnya dapat menambah Poin Berkembang Biak miliknya.
Ranai menarik pedang di punggungnya, ia langsung mengayunkan pedangnya vertikal. Sebuah sayatan pedang tercipta dan menerjang musuh dengan kecepatan tinggi.
Wen yang melihatnya langsung menghindar. Meskipun memiliki nyawa banyak, ia tidak mau memberikan nyawanya cuma-cuma.
Teknik menghindar miliknya memang lambat, tetapi Ranai tidak bisa membunuhnya dengan serangan lemah.
Ranai muncul di belakang Web, pedangnya langsung menusuk perut lawannya. Tubuh Wen meleleh lagi, ia hanya tertawa melihat Ranai mulai marah.
"Sudah aku bilang kau tidak takkan bisa membunuhku!" teriak Wen dengan suara keras.
Ranai tidak mau menyerah, ia menghilang dan menusuk perut Wen. Karena ia spesialis dalam membunuh, Wen tidak bisa membuat pergerakan sedikitpun.
Blue dari samping hanya melihat pembantaian yang terus terulang selama 30 menit. "Ini tidak baik untuk Ranai."
Seperti yang dikatakannya, Ranai selamat 30 menit berhasil membunuh Wen. Namun nyawanya masih lebih dari 2,3 juta.
Tidak mungkin Ranai bisa membunuhnya sendirian. Jika Blue ikut campur sekarang, momennya tidak akan krusial.
Meskipun Ranai tidak terlalu kuat di Tartarus, setidaknya itu bisa membantu Blue di tanah dewa.
Untuk memastikan dirinya benar, Blue akan menunggu sampai pertempuran berakhir.
Detik demi detik berlalu, Ranai membunuh Wen terus menerus. Namun staminanya ada batasnya.
Setelah 15 jam berlalu, Ranai sudah hampir mencapai batasnya. Keringat mulai membasahi bajunya , Blue bisa melihat bentuk tubuh Ranai yang begitu menggoda.
Jika Blue manusia normal, ia akan menerkam Ranai. Namun Blue adalah kakek tua yang hampir kehilangan nafsunya.
Pertarungan sudah mencapai ujungnya, Wen mematahkan lehernya ke kanan dan kiri. "Huh, apa kau sudah berakhir?"
Blue hanya bisa mengatakan bahwa ini mustahil dilakukan Ranai. Nyawa milik Wen masih 2,1 juta.
"Haha, tamatlah riwayatmu!" Wen langsung menggerakkan pedangnya.
Siapa yang menyangka ternyata pedang Wen adalah senjata terkutuk yang sangat kuat. Satu ayunannya saja bisa membunuh Dewa Menengah.
Ranai mencoba menggerakkan tubuhnya dengan udara. Namun sebuah energi hitam menarik kakinya.
"Sial!" umpatnya.
Ranai tidak bisa menghindar, jadi ia hanya pasrah menerima serangan musuh.
Blue dengan gagah berani muncul dan menepis serangan Wen dengan tangan kosong. Perlu diingat ia mengenakan Sarung Tangan Elastis Dewa Cahaya.
...[Sarung Tangan Elastis Dewa Cahaya...
...Tingkat : Dewa Puncak...
...Bonus Status : 2500 +150% total level....
...Kekuatan : 2500 +150% total level....
...Pertahanan : 2500 +150% total level....
...Kelincahan : 4000 +250% total level....
...Daya Tanah : 3000 +150% total level....
...Kemampuan Khusus :...
...1. Meningkatkan kecepatan serang sebanyak 250%....
...2. Meningkatkan regenerasi Energi Kehidupan sebanyak 25%....
...3. Berkesempatan 10% memberikan efek Blind atau Buya 3 detik....
...4. Setiap kali menyerang dengan tangan kosong akan mengaktifkan Weapon Break dan Armor Break secara bersamaan, pendinginan 25 detik.]...
Efek khusus nomor 4 aktif, Wen tidak bisa melihat siapa yang menolong Ranai. Gate dibuka dan Blue menggendong Ranai kabur dari markas Wen.
Dalam sekejap mata mereka sudah jauh dari markas Wen. "Tidak perlu berterima kasih," kata Blue dengan santainya.
Sayangnya Ranai bukan orang yang mudah berterima kasih, ia mengangguk dan segera pergi sambil memegang perutnya.
Mana yang selama ini dipupuk sedikit demi sedikit telah habis. Ranai harus memulai lagi dari awal, sejatinya mana di Tartarus tidak banyak. Jadi manusia dan orang yang mempertahankan kewarasannya harus memupuk mana dalam tubuhnya.
Makhluk yang mengkonsumsi mana kegelapan dari Tartarus perlahan akan menjadi monster gila. Cyclop adalah makhluk mitos, jadi ia tidak perlu waspada dengan energi kegelapan. Berbeda dengan Ranai yang manusia sejak awal.
"Saint Martha." Blue mengungkapkan sebuah nama.
Ranai tampak tercengang dan menghentikan langkahnya. Wajahnya menoleh ke belakang dengan tatapan kemarahan.
Blue malah tersenyum manis melihatnya. "Dia menunggumu di tanah dewa."