Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Pulau Bawah Laut


Kemunculan Maya Hartono membuat awak media terkejut. Mereka pikir Maya Hartono sakit parah, tetapi mereka melihat sosok nenek tua yang berdiri tegap.


Mikrofon yang awalnya di arahkan ke Leon langsung berpindah ke nenek tua tersebut. Beberapa wartawan langsung melemparkan pertanyaan.


"Nyonya Maya, apa anda bergabung dengan Fairy Dance?"


"Bukankah guild Galaxy Star kalian telah hancur karena Fairy Dance?"


Maya Hartono hanya menggelengkan kepala. "Aku memang sudah bergabung dengan Fairy Dance sejak lama. Namun Galaxy Star tidak pernah hancur, Salju menyembunyikan mereka di balik nama Fairy Dance!"


Pernyataannya mengundang banyak sorotan. Hampir semua media mengungkapkan bahwa keluarga Hartono mendukung Fairy Dance dari belakang.


Leon dan seluruh anggota Fairy Dance meninggalkan tempat, mereka tidak menerima pertanyaan lebih lanjut.


Blue menemani Liem dan Kitty memburu Serigala Petir. Mereka langsung menuju sarangnya di wilayah petir.


"Jadi ingat pertama kali Raul mendapat elemen petir." Tempat Serigala Petir sama seperti Blue menaklukkan serigala guntur.


Raul keluar dari ruang penyimpanan, ia langsung meraung layaknya serigala. Semua petir mengarah ke tubuhnya, Raul mencoba menyerap petir alami di tempat ini.


Sambaran petir tidak hanya sekali, lebih dari selusin sambaran mengenai Raul. Anehnya Raul tidak kesakitan, ia duduk dalam wujud manusia di bawah sambaran petir.


Yami mengerutkan kening, ia mencoba memahami sesuatu tentang petir. Setelah beberapa menit, ia duduk bersila dan mencoba mempraktikkan pemahamannya.


Rafaela hanya menutup mata dan menggunakan keterampilannya untuk membantu keduanya. Disisi lain Liem dan Kitty akan masuk ke dalam gua bersama Blue.


Pertarungan melawan serigala petir tidak terlalu lama karena Blue melakukan beberapa serangan untuk menguji kerusakan pasti.


Rafaela masih menggunakan keterampilannya untuk melindungi Yami dan Raul yang mencoba memahami sesuatu.


Tubuh Raul membesar hingga membentuk serigala berbulu putih kebiruan. Sorotan matanya menjadi sangat tajam dan sekitarnya muncul petir.


Sekilas tidak ada yang berubah, hanya Blue yang bisa melihat perubahan mencolok Raul. Perubahannya terdapat pada elemen yang dipahami.


Awalnya Raul hanya menggunakan petir, sekarang ia menguasai Petir Ilahi. Blue segera melihat langit dan berkata, "Apa memang ini petir ilahi yang legendaris?"


Raul mendekati majikannya, ia langsung berlutut dalam wujud serigala setinggi 3 meter. "Aku telah berhasil menguasai elemen ilahi, Tuan. Mulai sekarang aku bisa meminjamkan kekuatanku."


Blue tidak punya pengalaman tentang elemen ilahi, ia hanya tahu bahwa hewan tunggangan bisa meminjamkan tipe elemennya ketika sudah cukup dewasa.


"Bagaimana cara kerjanya?" tanya Blue berpura-pura tidak tahu.


Raul meraung dan tubuhnya mulai memudar membentuk sebuah gumpalan berwarna biru. Gumpalan tersebut segera menuju dahi Blue dan melebur didalamnya.


Sebuah simbol berwarna biru kemerahan muncul di dahi Blue. Tanpa berpikir panjang, Blue menggunakan tinjunya untuk menguji kekuatannya.


Tepat setelah pukulannya mencapai batas, sebuah petir muncul dan menghantam targetnya.


"Berapa lama kamu bisa mempertahankan kombinasi ini?" tanya Blue pada Raul yang ada dalam tubuhnya.


"Sebenarnya tidak ada batas waktu, tetapi kalau kita berdua terkena serangan fatal. Ada kemungkinan kita terpaksa dipisahkan." Raul mencoba menjelaskan dengan bahasanya.


Bee keluar dari ruang penyimpanan, sebenarnya dia juga sedikit terkejut Raul bisa menguasai petir ilahi dengan sangat cepat.


"Bukannya tidak ada batasnya, pemain mempunyai stamina dan konsentrasi yang terbatas. Ketika keduanya berkurang pada titik tertentu, kelian akan segera dipisahkan," jelas Bee.


Kali ini ia tidak membawa kaki kepiting karena kehabisan stok. Setelah ini Bee akan memaksa Blue berjalan ke selatan untuk berburu kepiting.


"Aku paham, jadi Raul akan membantuku dari dalam jika situasinya memungkinkan." Blue tersenyum puas dengan pencapaian hewan tunggangan pertamanya.


...[Selamat pemain Blue telah berhasil menyelesaikan Skenario Utama Jalur Kelima. Tongkat Sihir Legenda dan hadiah acak akan segera di undi.]...


...Kelas : Legenda...


...Memungkinkan Liem menyimpan 4 skill di bawah tingkat SS. Memberikan 1000 kerusakan pasti ketik menggunakan skill yang disimpan dalam tongkat.]...


"Bukan hadiah yang buruk. Liem baru saja aku membuat senjata untukmu, tetapi sekarang mendapat senjata yang lebih baik. Gunakan ini dengan baik!" kata Blue sambil menyodorkan tongkat yang khusus untuk Liem.


"Terima kasih, Tuan." ucap Liem sambil menerima tongkat sihir yang begitu menawan.


Blue tanpa ragu langsung memutar dadu acak, ia tidak berharap banyak karena sudah dipastikan hadiahnya untuk Liem.


Dadu menggelinding dan berputar-putar, Blue menunggu cukup lama karena dadu tak kunjung berhenti. Matanya terbuka lebar ketika melihat angka 1 muncul dalam dadunya.


"Aku merasakan ada yang aneh." Blue mempunyai poin keberuntungan yang sangat tinggi, seharusnya tidak mungkin mendapatkan angka 1 pada putaran dadu.


...[Anda memicu misi Kecemburuan Dewa Keberuntungan. Bantu naga laut selatan menyelamatkan pulau bawah tanah.]...


...[Selama misi ini, poin keberuntungan anda akan dirubah sementara menjadi 0. Jangan sampai gagal atau Dewa Keberuntungan akan merampas poin anda.]...


"Sialan, para dewa sudah mulai bergerak. Padahal aku baru level 200an, tetapi para dewa sialan itu sudah berencana mengambil poin status!" gumam Blue pelan.


Misi aneh ini biasanya muncul ketika sosok dewa sedang memperhatikan individu tertentu. Ketika dewa tersebut mulai tertarik, ia akan memainkan pemain layaknya boneka mereka.


Itulah mengapa banyak pemain yang tidak bisa naik kelas karena para dewa ikut campur dalam ujian. Blue sepanjang hidupnya tidak pernah berurusan dengan Dewa Keberuntungan, jadi ia kurang pengalaman kali ini.


Yami yang dari tadi duduk meditasi mulai membuka matanya, ia melihat banyak orang mengerumuninya.


"Apa yang kau dapatkan?" tanya Blue.


"Maafkan saya yang tidak kompeten. Saya gagal memahami semua pencerahannya, jadi hanya beberapa skill tambahan."


Blue menepuk pundak pria besar tersebut. "Aku tidak menyalahkan mu, jadi tidak ada yang perlu dimaafkan. Sekarang ayo ke selatan."


Sebenarnya Blue masih penasaran mengapa misi skenario utama belum muncul. Ia curiga Dewa Keberuntungan memblokir skenario utama untuknya.


Kurangnya pengetahuan tentang dewa membuat Blue harus berhati-hati. Ia hanya mendengar dan membaca banyak kisah tentang kemarahan dewa. Bahkan ia juga melihat banyak pemain yang dipersulit oleh dewa pengawas.


Dengan menggunakan Gate, Blue dan kelompoknya segera menuju pantai pesisir selatan. Ia mencoba mencari lokasi pulau bawah laut.


Blue bersyukur telah membaca banyak artikel tidak penting di kehidupan sebelumnya. Pulau bawah laut itu memang ada, tetapi tidak ada yang memperhatikannya. Hal itu dikarenakan tidak ada gunanya melihat reruntuhan aneh di bawah air.


Melihat Dewa Keberuntungan menyegel poinnya, Blue yakin pulau bawah laut yang dimaksud adalah tempat yang ia ketahui.


Setelah membuka beberapa kunci, Blue segera melompat ke dalam lautan dan berenang ke tengah. Rafaela ingin terbang supaya bajunya tidak basah.


"Jangan menggunakan keterampilan apapun, kalian harus berenang kesini!" ucap Blue memberikan instruksi.


Rafaela dan Yami saling memandang, mereka segera melompat ke laut tanpa memikirkan konsekuensinya.


Liem dan Kitty mengikuti dari belakang, tetapi mereka butuh bantuan Raul untuk berenang ke tengah samudra lepas.


"Rafaela gunakan keterampilan mu!"


Rafaela segera paham dan menggunakan keterampilan untuk mempertahankan oksigen dalam waktu yang relatif lama. Sehingga Blue dan kelompoknya bisa bernapas dalam air dalam waktu yang lama.


Mata semua orang terbuka lebar ketika melihat peradaban yang cukup modern di bawah tanah. Ada beberapa gedung pencakar langit, bahkan ada gedung lantai 25.


"Ini jauh berbeda dari yang aku ingat!" gumam Blue pelan.