Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Naga Angin


Blue dengan santai duduk di soda serta kedua tangannya di tentangan layaknya penjahat sebenarnya.


"Apa tujuanmu kesini?" tanya Kamal dengan tatapan aneh sambil menarik kursi mendekati Blue. Keduanya hanya terhalang oleh meja setinggi lutut kaki.


"Tentu saja untuk memusnahkan kalian. Aku dari No Name!"


Sebagai penjahat, Blue memerankan perannya dengan sangat baik. Nada suara dan perawakannya sama persis dengan bandit.


"Tidak usah pura-pura lagi, aku tahu kau bukan dari No Name. Tenang saja, disini sudah kedap suara."


"Oh kau menyadari orang di belakang pintu." Blue sedikit salah paham pada Kamal. Ia mengira Kamal mengetahui bahwa penjaga keamanannya masih ada di belakang pintu dan menguping.


Hebatnya Kamal masih terlihat tenang walaupun sebenarnya ia terkejut dengan informasi barusan.


"Katakan tujuanmu datang kesini!"


"Aku ingin desa ini. Berapa harganya?"


"1 koin Ruby!" seru Kamal dengan bangga mengatakannya. Ia percaya orang didepannya dengan kostum biasa tidak akan bisa membelinya.


"Deal, aku sudah mengirimkan surat jual beli. Segera tanda tangan dan biarkan aku mengurusnya." Blue berdiri perlahan, ia melempar senyum dan pergi dari ruangan.


Kamal tidak percaya dengan perkataannya, tetapi ia masih penasaran dengan pesan yang baru saja diterima. Matanya terbuka lebar ketika seseorang yang ingin membeli desanya adalah guild Fairy Dance.


"Bagaimana mungkin Fairy Dance langsung menyetujui proposal orang miskin seperti itu." Kamal mengatakan hinaan karena ia sangat terkejut dengan akte jual beli yang barusan dikirim.


Tanpa menunggu lebih lama, Kamal langsung berlari untuk mencari Blue. Anehnya Blue sudah menghilang dan tidak bisa di lacak lagi.


Seekor burung parkit berwarna hijau kekuningan muncul. Ia adalah Bird atau salah satu putra dari Dewa Cahaya.


"Aku merasakan tekanan yang sangat kuat darinya. Ini pertama kalinya aku melihat pemain sekuat itu, sebaiknya jangan memprovokasinya."


"Aku juga berpikir begitu, pria tadi sangat misterius. Aku menggunakan Mata Dewa tetapi statusnya masih tidak terlihat." Kamal merasa Mata Dewa tidak berguna di depan Blue.


Hal itu karena Mata Dewa milik Kamal jauh di bawah Blue. Sehingga secara otomatis semua status milik Blue disembunyikan. Bahkan sistem yang paling berkuasa tidak bisa mereka semua statusnya dengan benar. Buktinya Hall of Fame telah menghilangkan namanya dari papan rangking.


"Apa kamu yakin sudah menggunakannya?" tanya Bird yang masih dalam wujud burung.


"Aku sangat yakin, pria itu pasti seseorang yang paling berpengaruh. Aku harus mencarinya!"


"Awalnya aku setuju, tetapi ada aura yang sangat familier melekat padanya. Mungkin saja ia pernah membunuh putra Dewa Cahaya atau malah menjinakkannya."


"Katamu tidak ada satupun putra Dewa Cahaya di Benua Selatan kecuali kamu."


"Kemungkinan paling masuk akal, pria itu sudah menginjakkan dirinya sebagai seorang Demigod. Namun rasanya terlalu aneh pemain muda sepertinya seorang Demigod."


"Mungkin saja, beberapa hari yang lalu Fairy Dance dilanda bencana karena peringkatnya di Hall of Fame keluar dari 100 besar. Meskipun Leon sudah mengatakan adanya pemutusan kerja sangat banyak, aku merasa itu masih belum cukup."


Pembicaraan mereka berdua membuat Blue yang menggunakan teknik penyembunyian tersenyum manis. Ia menempatkan dirinya di belakang pintu, sehingga skillnya akan lebih efektif.


Dengan informasi ini, Blue yakin Kamal bukan pemain bodoh yang berani memprovokasi No Name tanpa persiapan.


Setelah Kamal dan Bird pergi, Blue segera memeriksa laporan dari Yami dan kelompoknya. Ia juga menerima ingatan dari bayangan yang kembali.


Ternyata alasan Kamal berani menghadapi mereka tidak lain karena senjata mereka tidak terkalahkan. Meskipun para petualang di desa ini sangat lemah, desa ini sudah berada di tingkat 4.


Ada senjata yang dilapisi simbol tingkat dewa, Bird mengambil alih semua penyusunan simbol di seluruh desa. Saudara Bee itu punya pengetahuan yang sangat luas, bahkan Blue yang membuntuti keduanya terkagum-kagum.


"Aku sebenarnya bisa melakukan penyusunan remeh seperti itu." Bee mengirim telepati pada Blue yang masih menggunakan keterampilan penyembunyian.


"Aku ingin melihatmu berkembang sendiri. Lihatlah sekarang kau menjadi pemain mandiri yang paling berbahaya di dunia."


"Matamu! aku hampir kehilangan semua rekanku di sarang Naga Petir."


"Ais, kasar sekali. Namun hasilnya tak ada korbankan?"


"Huh, sebaiknya kau segera mengajariku semua pengetahuan di kepalamu itu!"


Bee menggelengkan kepala di ruang penyimpanan. "Aku benci mengakui ini, setelah mengalahkan Ratu Es, kau jauh melebihi pengetahuan simbol ku."


Sebagai pangeran yang cerdas, Bee sadar bahwa ia tidak bisa mengajari tuannya sekarang. Awalnya ia menyimpan semua pengetahuannya untuk meningkatkan dominasinya pada Blue. Namun naas, Blue berkembang terlalu cepat hingga menjadi Demigod tingkat puncak hanya dalam beberapa tahun saja.


Setelah melihat simbol penyusunan Ratu Es, Bee sama sekali tidak bisa menerjemahkannya. Namun sosok Blue dengan teknologinya bisa melakukannya dengan sangat cepat dan akurat.


Pasti akurat karena Blue menggunakan kamera untuk mengambil gambar simbol yang masih tampak ketika Ratu Es kabur.


Bee sedikit salah paham karena ia merasa bahwa tuannya sudah melewati pengetahuannya. Sekarang ia akan mulai menurut karena dominasinya sudah sedikit menurun.


Selain itu ia merasakan 800 miliar energi kehidupan milik Raja Segalanya telah menyembuhkan semua luka dalamnya. Hingga statusnya melambung sangat tinggi, bahkan ia berani bertaruh Bird akan mati dengan dua serangannya.


Blue membuntuti keduanya sampai menyelesaikan semua kunjungannya. Ia merasa pertahanan ini tidak sebaik Desa Koral, tetapi tetapi Kamal berani memprovokasi kekuatan besar.


Sampai akhirnya mereka kembali ke bangunan guild dan masuk ke ruang bawah tanah. Blue membelalakkan matanya ketika melihat Naga Angin menjadi pelindung desa.


"Berikan makananku!" kata Naga Angin yang tidak merubah posisi tidurnya.


Kamal mengeluarkan 100 Batu Energi tingkat menengah dan segera melemparnya. Naga Angin langsung menyerap semua energi di dalam batu salam sekali jalan.


"Aku kesini mau bertanya lagi, apa kau masih belum menyerah menemukan tuan mu?" tanya Kamal berharap Naga Angin akan menjadi bawahnya dan membantu desanya.


"Jangan menanyakan sesuatu yang pasti. Aku akan terus menunggu sampai tuanku datang dan melepaskan simbol aneh ini."


"Sudah aku katakan, dia seorang pemain yang bisa langsung melepaskan rantai itu setelah membuat kontrak darah." Bird mencoba mengait Naga Angin untuk menjadi bawahan tuannya.


Sayangnya Naga Angin masing menggelengkan kepalanya. "Kalau kau bisa melepaskan rantai ini, aku akan membuat kontrak denganmu."


Kamal menghela napas panjang. "Huh, baiklah aku akan kembali setelah seminggu."


Kamal dan Bird keluar dari ruang bawah tanah. Mereka berdua tidak menyadari keberadaan Blue yang masih bersembunyi.


"Sampai kapan kau bersembunyi?" tanya Naga Angin.


Blue tersenyum dan menunjukkan wujudnya. "Seperti yang diharapkan dari Naga Angin tunggangan Dewa Angin Aeolus." Blue mengungkapkan sesuatu yang hanya di ketahui orang masa depan.


Domain Dewa akan mengadakan acara sangat besar untuk meredam kemarahan Dewa Angin Aeolus. Kala itu Benua Selatan benar-benar terpuruk, sialnya Benua Tengah juga terkena dampak karena Dewa Angin menyerang benua untuk mencari tunggangannya.


"Hoo... apa yang kau mau?" tanya Naga Angin penasaran.


"Sebenarnya aku ingin menolong. Suatu saat Dewa Angin akan turun ke daratan dan mencari, tetapi aku yakin kau akan mati di ruangan kecil ini."


Blue mengungkapkan sesuatu yang membuat Naga Angin tertarik. "Oh, jadi apa yang ingin kau sampaikan?"


"Aku ingin kau melayaniku." Blue melepaskan energi Demigod tingkat puncak, senyumnya memberikan tekanan yang sangat kuat bagi Naga Angin.


Bee keluar dari ruang penyimpanan dan melepaskan energi dewa cahaya. Ia ingin membantu meyakinkan Naga Angin untuk membantu Blue di segala urusannya, ia harus segera ke Benua Timur untuk menemui keluarga dan bertarung memperebutkan tahta.