Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Asura vs Blue


Untuk sekarang Blue tidak perlu melibatkan teman-temannya di Dunia Buatan. Kehadiran Asura sudah memastikan bahwa Fairy Dance tidak dalam keadaan baik.


"Sungguh pemberani!" ucap Asura yang perlahan turun dari langit. Delapan pedang di punggungnya terlihat sangat aneh untuk ukuran tubuhnya.


Delapan pedang yang menempel di punggungnya adalah Great Sword atau pedang besar semua. Bisa dibilang semua pedangnya punya kesadaran seperti Dual Secret Sword dulu.


"Asura, salah satu jenderal perang dari pasukan Zeus. Bukankah anda tidak ikut campur dalam perebutan kekuasaan Domain Dewa?" tanya Blue sambil membenarkan sarung tangannya.


"Manusia abadi selalu berwawasan luas, tidak perlu dijelaskan mengapa aku berdiri disini!" jawab Asura sambil tersenyum.


Dalam sekejap mata, Blue dan Asura menghilang dari tempatnya berdiri. Kedua tinju saling beradu hingga tanah di sekitarnya terbang dan hancur.


Blue tidak mau kalah, ia mengenakan seluruh peralatannya dan energi jiwa. Kepalan tangannya sangat keras, jadi tidak akan mudah dihancurkan.


Asura yang awalnya tidak tertarik mulai tersenyum lebar. "Aku tidak salah menilai mu!"


Meskipun keduanya tidak menggunakan kekuatan penuh, Blue tetap mundur beberapa meter untuk menstabilkan pijakannya. Begitu pula dengan Asura yang salto kebelakang.


Keduanya saling menatap, tanpa aba-aba Blue dan Asura saling menyerang lagi. Tinju di balas tinju, Blue menggunakan sarung tangan elastisitas Dewa Cahaya sedikit diuntungkan.


Semakin lama pertukaran tinju ini, Blue akan semakin mudah mengalahkan Asura yang gila pertempuran. Itulah yang dipikirkan semua orang, nyatanya tidak segampang itu.


Asura yang mulai terkena kerusakan semakin ganas, tinjunya semakin berat. Meskipun sudah terkena efek Weapon Break, Asura tidak peduli dan tetap mengayunkan tangannya.


Blue yang tidak tahu harus berbuat apa mulai goyah. Meskipun staminanya tidak kalah dengan lawan, Blue masih manusia yang harus bernapas.


Keduanya istirahat sebentar, Blue memanggil Dual Secret Sword untuk memaksimalkan kerusakannya.


"Apa sekarang kau mulai serius, baiklah. Mari menggunakan pedang kesayanganku." Asura menarik salah satu pedang besar yang menempel di punggungnya.


"Tidak perlu terburu-buru, ayo nikmati waktu kita." Blue tersenyum manis dan segera menggunakan Langkah Cahaya.


...[Langkah Cahaya...


...Tingkat : A...


...Level : Max...


...Pendinginan : 15 detik...


...Mengeluarkan sebuah cahaya berwarna putih di sekujur pemain dan memberikan peningkatan 250% Kelincahan selama 5 detik.]...


Dengan kecepatan penuh, Blue mengayunkan lengannya. Dual Secret Sword muncul tepat ketika tangannya akan mengenai pedang lawan.


Asura sedikit terkejut melihatnya. "Apa?"


"Jangan terkejut."


Salah satu pedang dari Dual Secret Sword tiba-tiba muncul lagi di punggung Asura. Tusukannya sangat cepat hingga bisa menembus apapun.


Namun Asura tidak mudah dikalahkan, pedang Blue tidak dapar menembus armor dewa perang bernama Asura.


Asura mengangkat sudut bibirnya. "Aku tidak percaya ada manusia yang berhasil menipuku. Ternyata betul kata kakek tua, kau penuh dengan trik yang merepotkan."


Blue menarik tangannya, Dual Secret Sword menghilang sekali lagi. "Kakek tua yang kau maksud pasti Zeus. Jadi apa yang ingin disampaikan padaku?" tanyanya.


Asura tertawa, ia tidak menduga ada pemain yang sangat cerdas. "Bagaiman kau bisa tahu?"


"Kakek tua itu sangat licik, jadi dia pasti mengirim sebuah ancaman melalui dirimu." Blue bisa memahami kekhawatiran Zeus karena dua rekannya hampir merebut otoritasnya.


Yami, berhasil menggunakan diakui oleh Sang Ruang. Serta Rafaela berhasil memecahkan informasi tentang waktu. Jika keduanya dibiarkan waktu untuk memahaminya, otoritas Zeus bisa saja direbut.


"Aku benci menghadapi pemain karena ini, kalian punya pengetahuan yang sangat luas."


Blue tidak menurunkan kewaspadaan, ia tahu Asura adalah dewa perang. Tidak mungkin baginya berbicara panjang lebar seperti ini.


Benar saja, Asura tiba-tiba muncul di depannya. Blue sedikit terkejut karena lonjakan kelincahan musuh. Namun Langkah Cahaya berhasil menyelamatkan tubuhnya.


Pukulan Asura menembus bayangan Blue, hembusan anginnya berhasil menghancurkan pepohonan di sepanjang garis serangnya.


Blue tidak mau berdiam saja, ia mengepalkan tangannya dan menyerang balik. Namun kepalan tangannya berhasil dihentikan Asura dengan satu tangkapan.


"Kau sangat cepat manusia!"


Blue hanya bisa tersenyum kecut, hampir tidak mungkin ia melepaskan tangannya dari genggaman lawan.


Asura sangat ingin mendaratkan pukulan ke awah musuhnya. Namun Blue sekali lagi berhasil mengelak, padahal tangannya sudah ada di genggamannya.


Blue meledakkan Batu Mana yang sudah dilapisi simbol peledak. Jadi keduanya terlempar beberapa meter dan menstabilkan pijakannya.


"Meskipun aku lebih cepat darimu, tapi kekuatan kita jauh berbeda." Blue tidak mengatakan dia lebih lemah, melainkan Asura yang lenih lemah darinya.


"Bagus kau sadar diri tidak bisa mengalahkan ku!"


Sebagai seorang Dewa Perang, Asura sangat mudah marah. Jadi ia langsung melepaskan aura mencekam dan menekan lawannya.


Sayangnya hawa membunuh Asura tidak dapat menggoyahkan Blue yang telah berhasil keluar dari Tartarus.


"Jangan membuang kekuatanmu, ayo serang aku!" kata Blue terus memprovokasi lawannya.


Asura berlari dengan kecepatan penuh, ia mengayunkan pedangnya dan menghancurkan lingkungan sekitarnya.


Namun Blue berhasil mengelak lagi, tapi kali ini ia berhasil mendaratkan serangan ke bahu Asura. Blue mengangkat sudut bibirnya, ia berhasil menurunkan fokus musuhnya. Sekarang waktunya menjalankan rencana.


Asura yang kesal serangannya gagal tidak mau kalah, ia mengayunkan pedang besarnya ke segala arah. Sayangnya setiap serangannya tidak dapat mengenai Blue yang menggunakan Energi Jiwa untuk memperkuat kakinya.


Setiap kali tebasan Asura lewat, Blue menggunakan celah yang ditinggalkan untuk menyerang. Bahu, perut, pundak, lutut, pinggul, pinggang, dan paha semuanya terbuka lebar.


Semua itu bisa dilakukan karena Blue punya Kelincahan yang jauh melebih musuhnya.


Asura mulai tidak sabar. "Bagus manusia, kau berhasil membuatku bermain serius!"


Delapan Great Sword di tarik dari punggungnya. Semua pedangnya melayang layaknya sebuah pesawat drone.


Asura menyerang menggunakan tinjunya. Blue berhasil mengelak, tetapi Great Sword mengambil peran dan melukai musuhnya.


...[Blue terkena kerusakan - 1200, serangan kritis.]...


Tulisan kerusakan berwarna merah, artinya Blue harus waspada pada lawannya sekarang.


Asura memegang pedang yang berhasil melukai musuhnya, ia menjilat pedangnya. Aura di tubuhnya meningkat sedikit.


Blue tersenyum kecut melihatnya, walaupun sudah mempelajari kelakuan Asura, ia masih belum terbiasa.


Setiap kali Great Sword melukai musuhnya, Asura akan tubuh lebih kuat. Begitu pula ketika tubuhnya terkena serangan, maka pertahanannya akan semakin meningkat.


Hanya beberapa detik Blue istirahat, tetapi Asura sudah berlari ke arahnya.


"Ternyata kau lebih merepotkan dari yang aku kira!" ucap Blue sambil melihat batu mana di tangannya.


Tinju Asura tidak mendengarkan apa yang dikatakan musuh. Jadi tinjunya terus berayun dan menghujani lawan.


Blue meledakkan Batu Mana untuk kedua kalinya, ia memberikan gelombang kejut supaya Asura kehilangan momentum.


Setelah memastikan sesuatu, Blue masih punya peluang untuk menang. Teknik persembunyian Dual Secret Sword tidak bisa di deteksi Great Sword.


"Haha, manusia sombong." Asura masih sempat mengatakan kata-kata hinaan.


Tepat setelah melemparkan kata-katanya, Dual Secret Sword menusuknya untuk kedua kalinya. Namun armor yang sangat kuat berhasil menghentikannya.


"Apa otakmu tidak berkerja, bukankah pedang kecil milikmu tidak bisa melukaiku!" kata Asura dengan nada sombong.


"Siapa yang tahu." Blue masih fokus memikirkan cara lainnya.


Asura berlari ke arah Blue, tapi ledakan yang lebih besar menunggunya lagi. Tubuhnya terus menerus terkena ledakan.


Suara retakan terdengar, Blue mengangkat sudut bibirnya. "Sepertinya berhasil!" katanya.


Dual Secret Sword terus menyerang pada titik yang sama di armor Asura. Jadi perlahan armor itu berhasil di tembusnya.


Tidak ada yang tidak bisa dihancurkan Dual Secret Sword. Jadi armor Asura mulai berkarat karena korosi dan akan segera hancur.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Asura dengan ekspresi wajah terkejut.


"Apa matamu tidak berguna?" tanya Blue melempar pertanyaan kembali.


Asura mulai marah, ia meningkatkan auranya lagi. Kali ini semua tanah disekitarnya hancur menjadi debu. Aura merah kemarahan menjulang tinggi ke langit hingga menarik beberapa orang kuat.


"Hai, hai, hai bukankah kita hanya bermain-main?" tanya Blue dengan wajah polos.


"Masa bodoh!" jawab Asura ketus.


Delapan Great Sword berayun ke segala arah dan menghancurkan lingkungan sekitar. Dia berniat mencari Dual Secret Sword yang bersembunyi. Padahal Dual Secret Sword ada di atas bahu Blue.


"Apa yang kau lakukan?"


"Jangan membodohiku!" teriak Aura yang terus menghancurkan lingkungan sekitarnya.


Blue duduk di atas batu sambil memakan nasi kepal yang disiapkan Oliver. Nasi kepal di buka dari bungkusnya, tanpa ragu Blue memakannya.


"Rasanya tidak buruk," kata Blue memuji makanan Oliver yang sekarang menjadi koki utama Fairy Dance.


...[Selamat Blue berhasil mendapat 10 poin status bebas.]...


"Wow, tidak disangka ternyata nasi kepal ini punya efek bagus." Blue memuji masakan Oliver.