Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Skill Rahasia


Blue tidak sadar levelnya sudah banyak meningkat, sekarang ia level 247. Saat ini sekali membunuh Byakko bisa menghasilkan 100% poin pengalaman. Belum di tambah monster yang menjaga sarang monster.


Pedang Blue berayun dengan cepat membentuk pola yang sangat indah, ia merasakan peningkatan tekniknya setelah 4 bulan berburu di tempat dan musuh yang sama.


Blue sudah berhenti menghitung jumlah kombo serangan yang ia lakukan. Setelah mendapatkan 100 poin status, Blue mulai tidak menghitungnya.


Untuk mengalahkan semua penjaga di sarang monster, Blue hanya menghabiskan 20 menit saja. Padahal pemain biasa harus bertarung 4 jam tanpa henti.


Pola serangan musuh sama persis, Blue memanfaatkan celah kecil yang ditinggalkan untuk membuat serangan mematikan.


Sampai akhirnya ia di depan pintu bos monster. "Aku ingin lihat seberapa kuat Byakko sekarang!" gumamnya sambil mendorong pintu bos monster.


"Bajingan, kau datang lagi!" pekik Byakko sambil mengayunkan lengannya hingga menghasilkan lima sayatan yang bisa menggores dinding.


Blue melompat untuk menghindari serangan, ia sudah mengeluarkan sayap hitam sejak masuk kedalam sarang monster.


"Wow, sekarang kau jadi sangat kuat!" ucap Blue.


"Jangan banyak bicara, ayo bertarung!"


Bola energi muncul dari mulut Byakko. Blue tidak membiarkan musuhnya menggunakan serangan mematikan tersebut, ia berlari dan menyerang dagu monster setinggi 5 meter tersebut.


Mulut yang rencananya menembakkan bola energi tertutup, ledakannya terkena harimau putih. Teriaknya terdengar sangat keras, hingga penjaga sarang monster mendengarnya.


"Apa kamu mendengar teriakan?" tanya seorang penjaga sarang monster pada temannya.


"Mungkin perasaanmu, mana ada monster yang bisa berteriak sampai keluar portal. Jangan lengah, aku dengar pemberontakan pangeran kedua telah dimulai."


"Ya aku juga mendengarnya, mulai sekarang persaingan perebutan tahta akan semakin menarik. 12 keluarga sudah menyesuaikan dirinya dan memilih raja selanjutnya."


"Aku heran, padahal pangeran kedua berhasil mengalahkan pangeran pertama, tetapi mengapa tidak ada keluarga besar yang mendukungnya."


"Yah itu karena mereka belum melihat nilai dari pangeran kedua. Aku sebagai pengamat juga belum melihat nilai dari pangeran kedua."


Pembicaraan mereka berakhir sampai disitu, sedangkan Blue masih mengayunkan pedangnya terus menerus.


"Sepertinya kau kalah lagi," ucap Blue menusukkan pedangnya ke dahi musuhnya.


"Bajingan aku tidak akan kalah lagi!" seru Byakko dengan suara berat.


Blue melihat levelnya berhasil naik ke 249, harusnya sekali lagi ia sudah mencapai targetnya.


...[Selamat Blue telah berhasil membunuh Byakko sebanyak 1000 kali. Mendapat skill rahasia Tusukan Pedang Harimau Putih.]...


Blue tidak pernah mendengar skill rahasia, dalam pengantar Domain Dewa juga tidak pernah dikatakan adanya skill tersebut.


...[Tusukan Pedang Harimau Putih...


...Kelas : Rahasia...


...Level : 4 (Tidak dapat dipengaruhi poin skill.)...


...Pemain akan menusuk musuh dan menciptakan sebuah cahaya di ujung pedang yang dapat digerakkan sesuai keinginan pengguna. Memberikan 200% serangan normal, bisa memberikan terus menerus jika tusukan pedangnya tidak dicabut.]...


Blue langsung mengerutkan kening ketika melihat level skillnya yang langsung naik ke level 4. Ia segera teringat bahwa Cincin Kartanegara dan Dual Secret Sword masih aktif.


"Skill yang aneh, ayo langsung mencobanya!" ucap Blue langsung masuk ke dalam sarang monster.


Setelah masuk ke dalam sarang monster, Blue menusukkan satu pedangnya ke arah musuh. Sebuah cahaya berwarna putih kekuningan muncul dari ujung pedang dan menusuk musuh di belakangnya.


...[Blue memberikan kerusakan - 7200, serangan kritis.]...


...[Blue memberikan kerusakan - 6000, serangan pasti.]...


Kerusakannya tidak berhenti keluar sebelum cahaya yang keluar dari ujung pedangnya ditarik. Sontak Blue terkejut dengan skill sangat aneh yang baru ia dapatkan.


"Skill tanpa pendinginan dan memberikan kerusakan sebesar ini. Aku pasti karakter cheat yang disembunyikan GM!" seru Blue senang melihat kerusakannya meningkat drastis.


Blue mencoba menutup matanya, ia mengendalikan cahaya di ujung pedangnya. Cahaya yang awalnya hanya lurus sepanjang 3 meter bisa memanjang dan berbelok.


Seluruh monster penjaga langsung dikalahkan dalam waktu 5 menit saja, Blue terlihat senang karena bisa menang dengan mudah. Namun kepalanya langsung pusing hingga ia harus berlutut sambil memegang kepala.


"Apa yang terjadi?" tanya Blue kebingungan, ia langsung memeriksa stamina dan konsentrasi. Anehnya kedua status itu masih normal dan tidak seharusnya ia pusing.


"Apa yang sebenarnya dikonsumsi skill rahasia ini!" ucap Blue.


Bee keluar dari ruang penyimpanan. "Energi mental, itu yang kau gunakan untuk melepaskan cahaya dari ujung pedangmu."


"Aku lupa, Energi Mental sangat misterius aku tidak pernah menduga teknik ini harus menggunakannya." Blue tidak kuasa menahan pusing, ia langsung keluar permainan dan mengambil minum.


Tubuh Arief berkeringat, seluruh pakaiannya basah karena berlebihan mempelajari teknik aneh di dalam Domain Dewa.


Anehnya Arief masih mencoba teknik yang sama dengan dua jari sebagai pedangnya. Cahaya aneh muncul lagi dari ujung jarinya, cahaya tersebut langsung menembus tembok dan melubanginya.


"Apa yang terjadi!" seru Arief terjatuh karena terkejut.


Aries Hardiman langsung muncul dengan senyum aneh di wajahnya. "Sesuai yang diharapkan dari pria pilihan, itu adalah manifestasi dari energi jiwa."


"Bagaimana bisa manusia menciptakan energi mental yang begitu kuat?" tanya Arief yang masih kelelahan karena kehabisan energi.


"Beruntungnya kamu menggunakan Teknik Jiwa yang unggul, sehingga kau tidak mati saat ini. Jiwa dan mental hampir sama, tetapi ada perbedaan signifikan di komposisinya."


Aries Hardiman mencoba menjelaskan beberapa pengetahuannya tentang manifestasi energi jiwa yang benar. Ia bisa membuat sebuah pedang hanya dengan energinya.


"Dengan pedang ini kamu bisa membelah apapun. Tentu saja tergantung seberapa kuat energi jiwa yang kamu miliki, guruku bisa membelah bumi dengan energinya!" ucap Aries Hardiman dengan suara pelan.


"Tidak masuk akal, bagaimana mungkin manusia bisa membelah bumi dengan kekuatan mental!" seru Arief dengan suara tinggi.


"Itulah kenyataan yang harus kau terima. Karena sudah memutuskan untuk terjun ke dunia ini, jangan pernah terkejut dengan hal-hal sederhana sepeti ini." Aries Hardiman segera pergi.


"Tunggu, bagaimana caraku melatih energi mental atau jiwa itu?" tanya Arief.


"Aku tidak boleh memberitahumu, cari caranya sendiri!" jawab Aries Hardiman menghilang dari pandangan Arief yang masih kebingungan.


Sebagai seseorang yang suka dengan tantangan, Arief langsung duduk dan mencoba mengendalikan teknik jiwa yang ia pelajari.


Setelah dua jam ia baru sadar ternyata energi mentalnya pulih sepenuhnya. "Aku mengerti, energi mental adalah bagian dari energi jiwa. Jadi selama aku memperkuat jiwa, maka kekuatan mental bisa digunakan terus menerus."


Arief segera masuk ke dalam Domain Dewa dan menendang pintu bos monster.


"Ayo, aku tunjukkan teknik terbaikku!" ucap Blue dengan suara penuh semangat.


Dua raksasa dipanggil, mereka adalah Eka dan Dwi. Keduanya langsung berlutut di depan Blue dalam wujud manusia.


"Jangan biarkan kucing itu kabur!" seru Blue sambil menunjuk harimau putih setinggi 5 meter.


Eka dan Dwi langsung berubah menjadi raksasa dan memegang kedua tangannya. Byakko seperti seekor ayam yang akan disembelih majikannya.


Blue menutup mata dan menggunakan dua pedang untuk menusuk tubuh Byakko yang tidak bisa bergerak.


Perlu diketahui, kekuatan Eka dan Dewa sudah melebihi Anoman, Yami, atau bahkan Venom. Mereka berdua sudah sangat lama di dalam dunia buatan.


Energi disekitarnya mereka terserap hingga menipis, makanya Anthony menyarankan untuk sekali-kali mengeluarkan dua raksasa super kuat tersebut.


"Ayo maju!" seru Blue yang masih menutup matanya.


Dua kerusakan muncul terus menerus sampai Byakko terjatuh tanpa perlawanan sedikitpun. "Bocah gila, aku akan mengingat penghinaan ini!" serunya.