
Yami yang pertama kali sampai langsung mengayunkan pedangnya dengan kecepatan tinggi. Sayatan pedang tercipta, tanah yang dilaluinya terbelah.
Tidak mau berpuas diri, Yami langsung berlari dan membuat tiga sayatan besar hingga membuat pasukan musuh kewalahan.
Rafaela terbang di barisan belakang, ia memberikan penambahan status pada semua sekutu, termasuk Liem, Kitty, Yami, dan Naga Angin. Dia juga menggunakan skill area yang dapat menurunkan moral targetnya.
Ledakan besar terjadi, udara yang awalnya kecoklatan karena debu menjadi sedikit hijau. Hal itu karena Rafaela mengunakan keterampilan racun yang ia pelajari dari Bee.
Status semua pemain yang ada di jangkauan serangnya turun drastis, anehnya pasukan sekutu tidak menerima dampak yang sama. Inilah pintarnya Rafaela, Bee mengajarkan racun yang bisa melukai temannya juga. Namun Rafaela sedikit merubah komposisinya dan jadilah keterampilan uniknya.
Liem dan Kitty juga mulai bergerak, keduanya menggunakan keterampilan masing-masing untuk menghentikan pergerakan musuh. Tugas mereka pada perang kali ini adalah mempertahankan keutuhan desa, sedangkan Yami dan Naga Angin akan menjadi ujung tombak.
Dua bayangan Blue sudah menyelesaikan tugasnya, mereka segera mengaktifkan simbol buatan untuk mengurung semua musuh yang datang.
No Name mengirim 10 ribu pasukan elit dan 20 ribu pasukan biasa. Secara total mereka membawa 30 ribu pasukan hanya untuk merebut desa milik Kamal.
Naga Angin sampai, ia langsung menggunakan angin untuk membuat sayatan pedang dan menghancurkan barisan depan pasukan musuh.
Bayangan Blue langsung menuju pemimpin musuh, keduanya tidak saling memandang atau melakukan kontak mata. Namun setiap serangannya tampak serasi tanpa dibuat-buat.
"Siapa kalian?" ucap seorang pemimpin pasukan musuh.
Bayangan Blue berhenti dan saling memandang untuk mengucapkan ilusi bahwa keduanya manusia biasa.
"Hanya orang biasa yang kebetulan lewat."
"Apa kau tidak takut dengan No Name yang bisa mereset level mu jadi 0!" bentak salah seorang jendral perang.
"Takut tidak pernah ada di kamus kita berdua." Bayangan Blue segera menarik pedangnya, keduanya akan melawan 7 orang ranker di Benua Selatan.
Meskipun level mereka tidak lebih dari 250, semuanya adalah pembuat simbol yang sangat merepotkan. Bayangan Blue harus berhati-hati karena mereka tidak bisa menggunakan prana dan kekuatan Dual Secret Sword dengan maksimal.
"Sombong!"
Salah seorang musuh langsung menusuk salah satu bayangan Blue menggunakan tombak runcing. Matanya tampak sipit dan ekspresinya tetap datar meskipun serangannya berhasil di hindari.
Dari kejauhan Blue melihat sesuatu yang cukup kritis. "Emma, keluarlah."
Sosok perempuan cantik berambut hitam serta pakaian hitam kebiruan muncul. Dia langsung berlutut di depan Blue tanpa melepaskan pedangnya.
"Hamba siap melakukan tugas dari anda, Tuan."
"Kau jadi sangat formal."
"Mungkin karena sudah lama anda tidak memanggilku, Tuan."
Emma sudah lama tidak dipanggil karena ia harus meningkatkan kekuatannya di Dunia Buatan. Blue harus memasukkannya ke dalam karena kekuatan Emma tidak bisa berkembang lagi.
Awalnya Regina menolak melepaskan Emma, tetapi akhirnya ia memahami ambisi Emma untuk membalas dendamnya.
Namun lihatlah sekarang, Emma sangat kuat hingga bisa di sandingkan dengan Yami. Tangan yang awalnya mulus sekarang kusut, hal itu menandakan Emma berusaha sangat keras.
"Sekarang bukan waktunya membahas ini, segera bantu mereka di barisan depan." Blue menunjuk dua bayangan Blue yang sedang tertekan karena musuhnya terlalu kuat.
Saat ini Kamal dan para pengikutnya sudah turun ke medan perang. Hanya Blue yang masih ada di atas menara pantauan.
"Baik." Emma langsung menghilang dengan keterampilannya.
Tidak butuh waktu yang lama untuknya sampai di sebelah bayangan blue. Pedangnya langsung berayun padahal Emma belum menggerakkan tubuhnya. Kecepatan ini sudah jauh meningkat dari sebelumnya, matanya masih sangat datar ketika membantai semua musuhnya.
Para pemain di pihak musuh mundur tanpa sadar dan memberikan Emma jalan. Mereka merasa akan mati tanpa perlawanan di depan wanita yang membawa dua pedang itu.
Emma yang awalanya seorang putri iblis tanpa pengalaman perang berubah menjadi mesin pembunuh yang sangat ditakuti seperti ayah dan ibunya.
Pedangnya menyala berwarna merah, kakinya langsung melesat ke arah bayangan Blue. Tanpa peringatan ia langsung menghantam pemain garis depan musuh.
Perisai bertemu dengan pedang, Emma tersenyum karena ada pemain yang berhasil menghentikan serangannya.
"Jangan takut, hanya ada satu orang!" teriak salah seorang pemain pengguna tombak.
Emma tidak takut sama sekali, ia bersanding dengan dua bayangan Blue dan segera menyerang musuh.
Disisi lain Naga Angin tidak tahan kalah cepat dengan dua orang manusia rendahan. Yami dan Liem membuatnya merasa frustrasi karena tidak bisa mengeluarkan kekuatan aslinya.
Naga Angin berubah menjadi seekor naga besar berwarna putih kehijauan. "Bajingan, jangan meremehkanku!" teriaknya.
Sebuah energi aneh muncul dari mulutnya, Naga Angin mengeluarkan semburan yang dapat menghancurkan sebuah kerajaan pada masanya.
Namun semburan super kuat yang ia banggakan di blokir menggunakan simbol khusus milik No Name. Blue sedikit terkejut melihat No Name menggunakan simbol legendaris yang memuat energi kehidupan.
Warna mata Blue langsung menguning, ia menggunakan Mata Dewa dengan maksimal untuk melihat keanehan pada simbol.
"Ini benar-benar energi kehidupan milik Demigod." Blue mengerutkan keningnya ketika melihat seorang Demigod mulai ikut campur.
"Tidak ini bukan energi kehidupan biasa. Mungkin milik pemain sepertimu." Bee memberikan pendapatnya, tanpa sadar ia bisa membedakan mana energi kehidupan yang murni dan buatan pemain.
Meskipun berada, keduanya memiliki fungsi dan kekuatan yang sama. Bee mulai memikirkan siapa sebenarnya pencipta sistem untuk para pemain.
Tepat ketika ia menggunakan semua kemampuan berpikirnya untuk mencari keberadaan pencipta sistem. Kepalanya terasa panas dan suhu badannya naik, ia segera menutup matanya untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Blue di samping tidak melakukan apapun. "Apa mencapai kesadaran ilahi begitu mudah?"
Sejujurnya Blue sedikit iri dengan teman-temannya karena bisa mendapatkan keberuntungan seperti itu. Sedangkan dirinya hampir tidak pernah melaluinya tanpa bantuan orang lain atau objek pembantu.
"Sekarang bukan waktunya mengeluh." Blue melihat situasi semakin mencekam karena pasukan No Name mengeluarkan sejumlah raksasa.
Naga Angin yang terbang di langit menyebutkan kekuatannya terus menerus hingga pasukan musuh tidak bergerak.
Anehnya mereka sama sekali tidak takut pada Naga Angin, berbeda dengan sosok wanita yang menerobos barisan musuh dengan kakinya.
"Sialan kalian meremehkanku lagi!"
Naga Angin mengamuk dengan kekuatan penuh, dua raksasa muncul dan menghentikan serangannya. No Name menggunakan kartu as mereka karena operasi ini sangat penting.
Sosok pria dengan bekas sayatan pedang di matanya muncul. Anehnya ia bisa terbang tanpa menggunakan sayap.
Blue juga bisa melakukan, tetapi ia mengunakan teknik Celah Dimensi untuk mengaktifkannya. Mata Dewa segera digunakan, sudut mulut Blue langsung terangkat.
"Akhirnya tokoh utamanya datang."
Blue mengeluarkan sayap hitam dan mengenakan topeng berwarna biru. Dia langsung mendekati pria tersebut dengan tatapan tenang.
"Apa kau orang yang membuat simbol dengan energi kehidupan. Sepertinya No Name punya seorang Demigod." Blue mencoba menarik emosi lawan bicaranya.
"Informasi tentang Demigod sudah tersebar luar, mengapa aku harus menyembunyikannya. Memang aku seorang Demigod yang bisa membunuhmu seperti membunuh semut!"
"Sungguh kepercayaan diri yang tinggi. Jadi gelar apa yang kau miliki, meskipun aku bukan pemain spesial aku tahu membunuh mereka bisa mendapatkan poin pengalaman yang sangat melimpah." Blue segera menarik kedua pedangnya.
Naga Angin yang melihat dua pedang di tarik teringat sesuatu yang menyeramkan. Tanpa sadar ia langsung menggila dan menyerang Blue.
Semburan energi yang paling di banggakan Naga Angin di hentikan Yami dengan tebasan pedangnya. Sayap berwarna ungu kehitaman muncul di punggung Yami.
"Apa kau ingin mati?" ucap Yami dengan tatapan tajam.
"Aku kehilangan kendali tubuhku!" seru Naga Angin yang tidak percaya dengan tindakannya.
Blue tidak melepaskan pandanganya pada sosok pria yang terbang tanpa sayap. Ia segera teringat Toko Keramat yang mempunyai barang untuk terbang dengan mengkonsumsi energi kehidupan setiap detiknya.
"Aku hanya ingin mengatakan bahwa kau bukan lawan Demigod pertamaku. Jadi jangan menahan kekuatan energi kehidupanmu atau gela itu akan jadi milikku."
Sosok pria dari No Name itu tertawa terbahak-bahak. "Apa kau pikir aku bodoh. Sistem memperingatkan bahwa menghadapi mu adalah tindakan bodoh. Jadi tidak perlu berlama-lama dan selesaikan sekarang."
Sosok pria tanpa nama itu langsung menghilang dan menusuk Blue mengenakan tombak tiga ujung miliknya. Senyumnya terbuka lebar ketika tombaknya berhasil mengenai lawan.
"Mulutmu tidak setajam pedangmu."
Blue yang awalnya tampak terkejut langsung tersenyum. "Sepertinya kau sedikit salah paham."
Ujung tombak pria misterius berhasil dihentikan dengan satu pedang. Pedang lainnya turun dari langit dan menusuk punggung lawannya.
[Blue memberikan kerusakan - 12 ribu, serangan kritis.]
[Blue memberikan kerusakan - 16 ribu, serangan pasti.]