
Tidak ada pilihan lain, Blue dan kelompoknya harus menunggu Stone Break hancur dan melawan Azazel lagi.
Pengorbanan Tobias menjadi sia-sia karena kesalahannya. Blue harus banyak belajar lagi tentang kemampuan aneh di tanah dewa.
Lirikan matanya mengarah ke pria dengan postur tubuh besar dan kekar. Pria itu tampak tua, tapi anehnya aura disekitarnya sangat kuat, hingga mengintimidasi setiap orang yang melihatnya.
Zeus sedikit terkejut persembunyiannya berhasil diketahui. Sebelumnya ada Azazel yang dikalahkan dan terpaksa menggunakan Stone Break, sekarang ada sosok pria tampan dengan dua pedang misterius.
"Berikan mereka pelajaran," katanya pada seorang prajurit. Kemudian Zeus segera berbalik meninggalkan pedan perang.
"Baik, Tuan!" jawab seorang pria yang mengenakan helm dengan dua sayap disampingnya.
Mendengar perintah tuannya, pria yang tidak diketahui namanya itu langsung muncul di atas langit medan perang.
Blue dan semua pasukan Fairy Dance memandangnya. Mereka semua dalam kondisi hati yang kurang baik karena kematian Tobias.
"Terimalah kematian kalian!" teriak pria misterius sembari menghunuskan pedangnya.
Blue melepaskan auranya, semua anggota Fairy Dance tidak ingin menahan sedikitpun kekuatannya. Dalam sekejap mata Blue menusuk musuhnya.
"Absolut Kill!"
Raul yang merasa dirinya belum bekerja keras menghilang. "Thunder Step!"
"Sring...!"
Suara tebasan pedang terdengar, pria misterius yang disuruh Zeus terbelah menjadi empat.
Dagon dengan perasaan marah langsung membuka mulut di depan pecahan tubuh pria misterius. Mulutnya sangat besar hingga berhasil menelan tubuh manusia seutuhnya.
Pria misterius yang merasa dirinya tidak bisa selamat mencoba mengendalikan mana dan meledakkan diri. Sayangnya perut Dagon terbuat dari air yang kuat, sehingga ledakan itu tidak akan bisa melukainya.
Dagon sendawa hingga mengeluarkan sebuah asap dari mulutnya. "Hah, enak juga rasanya ada manis-manisnya."
Sifat asli seorang monster neraka muncul, Dagon memang pemakan segalanya. Jadi memakan apapun yang mengeluarkan mana adalah kebiasaannya.
Meskipun itu biasa bagi para monster neraka, semua orang yang melihatnya merinding. Tidak hanya memakan manusia, Dagon juga memakan mana dalam tubuhnya.
Anehnya setelah mempelajari teknik jiwa, Dagon juga bisa menyerap jiwa mangsanya. Jadi Dagon menjadi monster neraka yang paling menyeramkan.
Kematian salah satu prajurit Zeus menandakan bahwa kelompok Fairy Dance sebenarnya cukup kuat. Zeus tidak bisa bergerak tanpa persiapan.
"Sepertinya mereka juga sudah tertarik." Zeus melihat gagak Odin yang mengumpulkan informasi, ia juga merasakan kehadiran mahkluk kuat dari neraka.
Blue dan Raul menoleh kebelakang, mereka mendapati Dagon membersihkan giginya dengan wajah tak bersalah.
"Susun formasi untuk membersihkan semuanya."Perintah Blue langsung menggerakkan semua orang.
Lebih dari 10 juta pasukan dari Dunia Buatan terluka, jadi Elvy, Rafaela, dan Anthony harus bekerja keras.
Leon menggerakkan semua pasukan Fairy Dance yang selamat. Lebih dari 80% pasukannya tewas melawan pasukan cimera.
Butuh satu hari waktu Domain Dewa untuk membangkitkan mereka. Sedangkan untuk Jessica dan Zaha membutuhkan waktu yang lebih lama.
Sebelumnya Kerajaan Kuala sangat megah dengan bangunan super tinggi dan 12 Menara Sihir. Namun sekarang menjadi puing-puing tak bernilai.
Anggota Fairy Dance digerakkan untuk membangun kembali tembok pertahanan Kerajaan Kuala. Dengan bantuan para murid Zaha dan Rabbit, semuanya berjalan cukup lancar.
Pembangunan membutuhkan waktu yang sangat lama. Jadi Blue dan Leon harus sabar karena kehilangan penghasilan besar dari Kerajaan Kuala.
Melihat jatuhnya kerajaan kuala, para tetangganya mulai bergerak untuk memperebutkan tanah. Hal ini malah membuat Blue dan Leon senang.
Keduanya saling memandang dan menganggukkan kepalanya. "Aku yakin kita punya pemikiran yang sama," kata Blue dengan senyum jahat.
Leon mengangguk dan berkata, "Bukankah ini kesempatan yang bagus?"
Blue memanggil pasukan Dunia Buatan yang tidak terluka. Mereka ditugaskan untuk membangun pertahanan dan kerajaan baru.
Sedangkan Leon akan membagi pasukan dan bersiap untuk melakukan perang perebutan tanah. Sebaliknya, Blue akan menuju Tartarus dan membebaskan Raphael.
Blue hanya membawa 5 rekannya untuk misi penyelamatan, sedangkan lainnya akan berfokus mengamankan tubuh Azazel yang membatu.
Venom dan Dagon ditugaskan untuk mengawasinya. Jika ada tanda-tanda pergerakan, mereka diwajibkan memberikan pengumuman.
Venom yang tidak puas dengan kekuatannya duduk di samping batu Azazel dan menyerap energi disekitarnya. Tanpa terduga Azazel yang berada di alam bawah sadarnya merasa tertekan.
"Bajingan dia tahu trik ini!" teriak Azazel yang masih berada di dalam alam bawah sadar.
Sebenarnya Stone Break adalah teknik yang memindahkan jiwanya ke ruang alam bawah sadar. Namun karena tubuhnya masih di dunia, secara alami Azazel bisa menyerap energi disekitarnya.
Karena dia ada di tanah dewa, kecepatan penyerapannya melambat. Jika saja ia menggunakan teknik ini di neraka, pasti tidak akan memakan waktu selama ini.
Sudah memakan waktu, tiba-tiba gangguan lainnya datang. Azazel yang sudah kesulitan menyerap energi terhalang Venom.
Karena Venom adalah Iblis Neraka, tanpa ia ketahui ternyata energi neraka juga ikut terserap. Latihannya bersama Blue di neraka adalah menyeimbangkan energi dan menyerap semuanya.
Dengan bantuan energi kekacauan, kehampaan ditambah teknik jiwa, semuanya bisa menyerap energi lebih cepat dari yang lainnya.
Venom terus menyerap energi disekitarnya, Azazel yang ada di dalam alam bawah sadar mengumpat tiada henti. Hal itu karena dia tidak mendapatkan sedikitpun energi neraka.
Dagon yang melihat Venom menyerap energi ikut bergabung. Ia juga sudah mengembangkan teknik jiwa, jadi energi neraka tidak akan bisa lolos dari mereka berdua.
Azazel di tengah hanya bisa tersenyum kecut dan menunggu hari kebangkitannya. Tidak mungkin ia bisa bangkit dalam waktu dekat.
"Brengsek!" teriaknya merasa kesal. Ingatan Azazel di ruang tanpa batas karena Ayah Venom kembali teringat.
Blue memulai misi penyelamatan, ia akan berangkat ke Tartarus wilayah kekuasaan Hades dahulu kala. Namun karena Hades sudah mempersembahkan tubuhnya pada Azazel, harusnya kursi pemimpin Tartarus hilang.
Meskipun begitu, Blue tidak boleh lengah karena Tartarus merupakan tempat para orang brutal bersarang.
Meskipun ada pemimpinnya hades, para tahanan dan para penjaganya tidak ada yang menurut.
Untuk menemukan gerbang ke penjara Tartarus, Blue diharuskan menyusup atau masuk secara paksa ke Pengadilan Surgawi.
Sesampainya Blue di depan gerbang pengadilan surgawi, dia dihadang 7 orang bawahan Hades yang setia.
Namun ada satu orang yang ia kenal, ia adalah Ketua Agung yang menjadi atasan Alfaro.
Keenam lainnya adalah pendukung setia Hades, Blue harus berhati-hati. "Kenapa kalian menghadangku?"
"Orang luar tidak boleh masuk sembarangan!" salah seorang Ketua Pengadilan Surgawi menjawabnya dengan suara sinis.
Walau begitu, Blue tidak kehabisan akal dan mengatakan tujuannya. Belum ada yang tahu tentang kematian Hades, karena tubuhnya masih membeku di tengah kerajaan kuala.
Nyatanya jiwa dan raga Hades telah sepenuhnya hancur digantikan dengan Azazel.
"Memangnya kenapa? Aku bisa membunuh kalian dan masuk dengan paksa!"
Blue melepaskan auranya, ia tidak punya waktu bermain-main dengan para ketua Pengadilan Surgawi.
Dual Secret Sword langsung muncul di kedua genggamannya, Blue tampak menatap tajam ke arah kelompok Ketua Pengadilan Surgawi.
Sesuai dugaan salah seorang ketua pengadilan surgawi menyerangnya. Blue dengan sigap menghindari serangan musuh, matanya menyempit ketika melihat senjata lawannya.
Trisula yang digunakan 7 ketua Pengadilan Surgawi sama seperti milik Ketua Agung. Setelah diingat-ingat, trisula itu sangat mirip dengan milik Azazel bukan Hades.
"Gerakan bagus, karena peperangan tidak dapat dihindari. Ayo lakukan dengan cepat!"
Blue tersenyum manis, 5 rekannya muncul. Tanpa peringatan mereka langsung menyerang 5 Ketua Pengadilan Surgawi.