Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Informasi Yang Mengejutkan


Kali ini Blue tidak pusing dan terpaksa keluar permainan, ia hanya kelelahan tidak sampai pusing. "Ini menarik HP sebanyak itu bisa terkuras habis dalam 5 menit saja!" gumam Blue senang melihat teknik baru miliknya.


Setelah istirahat beberapa saat, Blue memutuskan untuk tidak masuk ke sarang monster lagi. Ia mengenakan topeng setan dan berlari ke istana kerajaan bawah laut.


Terry menemani ayahnya mengobrol seperti biasa, Blue melihat aura Terry semakin kuat yang artinya ia sudah berkembang.


"Aku sudah menemukan obatnya, jadi apa yang kau berikan padaku?" tanya Blue dengan suara berat.


Raja mencoba bangun dari tidurnya. "Aku punya harta yang di tinggalkan Dewa Ebisu, ia mengatakan bahwa kami harus memberikannya pada orang yang paling tepat."


"Apa kau yakin ingin memberikan benda berharga itu padaku?" tanya Blue dengan senyum lebar di balik topengnya.


"Beberapa bulan lalu aku bermimpi bertemu Dewa Ebisu, ia mengatakan bahwa benda rahasia yang kami jaga harus segera diberikan pada orangnya."


Blue segera mengerutkan kening, ia dan Dewa Ebisu tidak dalam hubungan yang baik. Pasti ada sebuah trik yang mendasari pemberian hadian ini.


"Baiklah, aku akan mencoba menyembuhkan kutukanmu. Pengeran sebaiknya anda keluar dari ruangan ini!"


Sesuai permintaannya, Terry keluar dari ruangan dengan rasa penasaran. Namun kesembuhan ayahanya lebih penting daripada keingintahuannya.


Blue segera memegang kepala raja dan menggunakan energi kehidupan untuk menghilangkan kutukan.


Hanya butuh 1 menit untuk menarik semua kutukan yang ada dalam tubuh Sang Raja. Blue segera berpura-pura kelelahan dan menuangkan ramuan yang mirip keringat.


Raja membuka matanya perlahan, ia melihat Bkue berlutut dan memegang dadanya. Keringatnya yang bercucuran membuat raja prihatin dengan kondisinya.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Raja.


Blue hanya menganggukkan kepala dan segera pergi. Ia menulis sebuah kalimat di atas kertas yang mengatakan bahwa ia akan mengambil hadiahnya esok hari.


Raja berdiri dari ranjangnya, ia mencoba mengejar Blue yang sudah menghilang dari pandangan semua orang.


"Dermawan yang tanpa pamrih, pasti ia mengorbankan sedikit kehidupannya untuk membantuku pulih." Raja bergumam sambil melihat kota dari jendela.


Terry yang mendengar suara langsung masuk dan berteriak, "Ayahanda!"


"Jangan berteriak, aku sudah sembuh sepenuhnya. Sekarang aku akan muncul ke publik untuk memulihkan kepercayaan mereka."


Terry menghentikannya. "Ayahanda, sebaiknya anda menunggu beberapa saat lagi. Aku punya rencana untuk mengungkap kebusukan kedua adikku!" katanya sambil mengeratkan giginya.


Ternyata pangeran ketiga adalah orang yang membunuh para pekerja seksual di seluruh kerajaan. Ia membunuh para wanita itu untuk memperkuat energi iblisnya. Terry menunjukkan bukti yang konkrit sehingga raja bisa mempercayainya.


Sedangkan kebusukan pangeran keempat juga dibeberakan. Pangeran keempat adalah orang yang memberikan kutukan pada raja saat ini. Tidak sampai disitu, ia juga menginveksi penduduk yang membeli batu.


Hampir semua informasi dari luar diblokir olehnya, jadi hanya pangeran keempat yang bisa keluar dan masuk segara bebas.


Pangeran ketiga juga punya akses khusus untuk masuk dan keluar pulau, tetapi ia tidak memiliki jaringan seluas pangeran keempat.


"Mengapa kedua anakku terjerumus ke jalur iblis jahat!" seru Raja sambil meneteskan air mata kekecewaan.


"Aku akan mengatakan sejujurnya, mereka mendambakan kekuatan untuk mendominasi dunia dan keluar dari kerajaan kecil ini." Terry sudah mendapatkan arahan dari Blue untuk mengatakan ini pada Sang Raja.


"Ayahanda... aku ingin mengatakan sesuatu yang sangat menyakitkan, apa anda bersedia mendengarnya?" kata Terry dengan suara pelan.


"Aku seorang raja, sesakit apapun beritanya pasti aku bisa menahannya!" ucap Raja sengan penuh percaya diri.


"Ibu dan adik perempuan mati karena pangeran ketiga dan keempat."


Pernyataan Terry didasari bukti yang kongkrit. Ia membeberkan semua bukti yang didapatkan Blue dan kelompoknya.


Raja membaca dan melihat rekaman video kematian anak perempuan dan istrinya yang sangat mengenaskan. Tanpa terasa air matanya menetes sekali lagi.


"Mengapa, mengapa mereka melakukannya!" kata Raja sambil mengeratkan gigi dan meremas bukti yang dibeberkan Terry.


"Siapa yang menemukan semua bukti ini?"


"Blue, dia adalah perwakilan yang di utus Dewa Ebisu. Aku sudah memastikan bahwa ia bisa mendengar suara dewa Ebisu."


"Bawa dia kesini, aku ingin memastikannya sendiri!" ucap Raja dengan tatapan tajam.


Ketika Terry sampai di depan gerbang istana kerajaan, Blue sudah berdiri di luar.


"Aku sudah menunggumu, bukankah ini terlambat 3 menit dari rencana?" tanya Blue dengan senyum manis.


"Maaf aku sedikit gagap mengatakannya."


"Baiklah, aku percaya padamu!" kata Blue yang belum kehilangan senyum manisnya.


Dihadapan Raja, Blue bersikap layaknya bangsawan dan memberikan hormat yang sopan. "Senang melihat anda sehat kembali raja."


"Apa benar pria bertopeng itu adalah rekanmu?"


"Ia, ia adalah rekanku. Karena tubuhnya terluka, aku diutus untuk mewakilinya mengambil hadiah dari anda." Blue mengatakannya dengan suara rendah dan sopan.


"Aku akan memberikannya setelah yakin bahwa kamu bisa mendengar suara Dewa Ebisu!" seru Raja dengan suara berat. Tanpa sadar ia melepaskan aura yang selama ini terpendam dalam tubuhnya.


Sayangnya Blue bukan tong kosong, ia bisa menahan tekanan aura raja dengan sangat mudah. Bahkan Terry sampai tersungkur di tanah karena tak kuasa menahannya.


"Mengapa aku harus membuktikannya?"


Blue membalikkan pertanyaan karena ia merasa itu tidak diperlukan.


...[Dewa Keberuntungan menghendakinya, biarkan raja bertanya apapun!]...


Blue melirik pemberitahuan sistem yang sedikit menjengkelkan, ia sebenarnya tidak mau meladeni pertanyaan bodoh dari raja maupun pangerannya. Sudah dapat dipastikan pertanyaannya tentang kebenaran Dewa Ebisu meninggalkan mereka.


"Kamu harus membuktikannya jika ingin mengambil harta kerajaan!" seru Raja dengan tegas.


"Baiklah, lemparkan semua pertanyaan yang ada di kepala anda. Biarkan aku mengucapkan jawaban Dewa Ebisu." Blue sedikit menghela napas karena pekerjaan ini sangat membosankan.


"Mengapa anda meninggalkan kerajaan ini?" tanya Raja dengan suara pelan.


Blue menghela napas pelan dan bergumam, "Aku sudah tahu ini akan terjadi."


...[Dewa Keberuntungan mengatakan bahwa ia sedang bersembunyi dan tidak bisa membantu seluruh keturunannya.]...


Blue mengatakan jawaban yang dikatakan Dewa Ebisu pada raja dan Terry. Keduanya sedikit terkejut karena seorang dewa harus bersembunyi dan ketakutan seperti itu.


"Bukankah anda dewa, mengapa harus takut dengan orang yang mengancam anda!" tanya Raja dengan nada sedikit emosional. Ia kehilangan anak dan istrinya karena tidak mendapat peringatan dari dewa.


...[Dewa Keberuntungan menjawab bahwa dewa bukanlah akhir tujuan manusia. Setelah sistem datang, semua dewa telah kehilangan keabadiannya. Jadi kami mencari kekuatan dengan cara membunuh dewa lainnya.]...


Jawaban Dewa Keberuntungan membuka cakrawala baru bagi Blue yang seorang pemain. Ia hanya tahu bahwa tujuannya memainkan Domain Dewa untuk meruntuhkan kekuasan dewa.


Namun pernyataan Dewa Keberuntungan membuatnya sadar bahwa para dewa sedang bertarung dengan sesuatu yang lebih kuat. Outer, adalah musuh yang paling mungkin untuk melawan para dewa.


Ternyata analisis Athena hampir 100% benar, Blue tidak bisa melupakan setiap hipotesis yang dikatakan wanita cantik tersebut.


Pembicaraan Dewa Ebisu dan Raja semakin intens, Blue hanya bisa pasrah dan menerjemahkan kedua bahasa dengan kemampuan sistem.


"Sialan, ini benar-benar menyebalkan!" kata Blue dalam hati.


"Baiklah, aku sudah memutuskan untuk memberikan barang itu padamu. Ayo ikuti aku!" ucap raja yang mulai berdiri dari kursi singgah sananya.


Mereka bertiga menuju tempat rahasia yang hanya diketahui oleh raja. Blue merasa kesal ketika melihat patung Dewa Ebisu ada di depan pintu ruang rahasia.