
Blue mencoba mengusap matanya untuk memastikan penglihatannya tidak salah. Ada dua layar yang warnanya berbeda. Biru untuk sistem Domain Dewa yang biasa di miliki semua orang, tetapi ia melihat satu layar status lagi di sebelah kiri yang berwarna merah.
Blue menekan tombol sembunyikan di layar berwarna merah. Tidak ada 3 menit setelah menekannya, Leon menelpon.
"Apa yang terjadi padamu?" tanya Leon melalui panggilan suara.
"Heh, aku baik-baik saja?"
"Lihat diriku di Hall of Fame lenyap. Apa mungkin karaktermu kena kutukan?" tanya Leon khawatir. Blue adalah sosok yang paling dibutuhkan Fairy Dance untuk bertahan hidup.
Meskipun Leon, Jessica dan Amelia sangat ditakuti dunia luar, mereka semua tidak dapat dibandingkan dengan sosok Blue yang mendorong kekuatan guild sampai masuk 100 besar dunia.
Namun sosoknya tiba-tiba hilang dari papan nama dan membuat seluruh dunia bingung. Fairy Dance juga di tarik keluar dari 100 guild terbesar dunia hanya karena Blue menghilang dari papan.
Setelah Blue mendengar perkataan Leon, ia langsung menekan Hall of Fame untuk melihat posisinya. Anehnya semua kekuatannya jadi 0, bahkan Fairy Dance kehilangan posisinya di 100 guild super.
"Aku tidak tahu, mungkin karena kesalahan sistem. Segera tendang para mata-mata dan konfirmasi kejanggalan ini. Aku akan mencari penyebabnya." Blue memberikan saran ada Leon untuk melakukan tindakan pencegahan.
"Jangan mengatakannya lagi, aku sudah menendang lebih dari 6 ribu mata-mata. Jadi segera temukan masalahmu dan segeralah kembali."
Blue mengerutkan kening sambil melihat layar berwarna merah. "Leon, sepertinya aku tidak bisa kembali ke Hall of Fame. Lakukan sesuatu tanpa diriku."
"Kenapa?"
"Ada sesuatu yang memaksaku harus kehilangan seluruh kekuatanku di Hall of Fame, tapi tenanglah aku akan tetap menjadi pemain terkuat." Blue berpikir membiarkan Fairy Dance berkembang tanpa dirinya.
"Apa kamu yakin?"
"Percayalah, tidak akan ada bencana yang menimpa Fairy Dance. Semua cabang telah mendapatkan pilarnya masing-masing. Mungkin ini waktunya untukku melakukan perjalanan ke Benua Timur dan melihat persaingannya."
Leon menghela napas. "Huh, baiklah. Aku akan membereskan masalah ini. Aku cuma minta kembalilah jika ada masalah serius dalam guild."
Blue menggunakan keistimewaan Demigod tingkat Puncak untuk mendatangi Leon di ruang Guild Master Fairy Dance.
"Apa maksudmu kembalilah?" tanya Blue yang langsung muncul di depan Leon.
Sebagai pemain biasa, Leon tentu terkejut melihat pemain yang bisa muncul di depannya tanpa ketahuan.
"Jangan katakan Demigod itu benar?" tanya Leon.
"Ya, aku Demigod Raja Segalanya. Bukankah sebelumnya kau sudah mengucap sumpah darah untuk melayani Fairy Dance."
Blue tersenyum manis melihat Leon yang tak bisa menyembunyikan wajah terkejutnya.
Leon menutup wajahnya dan tertawa terbahak-bahak. "Haha, jadi semua hal mengejutkan yang terjadi di Fairy Dance karena status Demigod milikmu!"
"Aku tidak bermaksud menyembunyikannya, tetapi musuhku terlalu berat untuk di tanggung Fairy Dance."
"Apa dia pria tampan yang di sebut Raphael?" tanya Leon.
"Darimana kau tahu?" Blue terkejut mendengar Leon menyebutkan nama yang seharusnya tidak diketahui pemain biasa.
"Si Sialan itu membunuhku dua kali karena melihat lambang guild Fairy Dance. Untungnya ia hanya bermain-main dan mencari sesuatu yang penting."
Blue tertawa mendengar Leon mati dua kali karena Raphael. Ia mengingat bagaimana susahnya kabur dari Pahlawan yang gila kekuatan itu.
"Benda yang ia cari tidak akan bisa ditemukan. Jadi berjaga-jagalah supaya ingatanmu tidak dicuri." Blue memberikan peringatan pada Leon.
Namun reaksi aneh ditunjukkan Leon, Blue curiga dan bertanya, "Mungkinkah kau sudah kena?"
"Mm... Sebagian besar ingatanku telah diketahui. Raphael itu mahkluk apa sebenarnya, mengapa ia bisa melukaiku di dunia nyata?"
Hal itu karena sosok penduduk pribumi bisa mengajari pemain teknik bertarung yang dapat dikembangkan dalam dunia nyata. Blue tersenyum manis mendengarnya, ia langsung menarik kertas dan menulis beberapa kelompok.
"Sudah jangan pikirkan itu, sekarang datangi kelompok ini dan tawarkan kerjasama yang paling memuaskan. Setidaknya bawalah 2 dari 10 kelompok itu ke Fairy Dance."
Leon mengambil kertas tulisan, ia membacanya dengan saksama. Namun hanya satu kelompok yang familier di ingatannya.
"Mengapa harus mengajak para bandit ini?"
Blue menggelengkan kepala. "Mereka hanya bekerja di dunia bawah. Dunia akan segera berbalik, kesampingkan masalah sepele tenang keluarnya Fairy Dance dari 100 besar."
"Berubah?"
"Apa kau merasakan perubahan kekuatan dalam tubuhmu setelah Raphael merampas ingatanmu?" tanya Blue.
"Ya, aku jadi lebih baik dan ingatanku lebih tahan lama dari sebelumnya."
"Itulah yang dicari para bandit. Mereka ingin menjadi kuat dan menindas orang di atas maupun di bawahnya."
Leon setuju dengan ide gila yang dikatakan Blue, ia segera melakukan pertemuan pers dan mengatakan bahwa Fairy Dance telah mempersiapkan perubahan.
"Kami melihat banyaknya agen ganda yang ada di Fairy Dance, aku melihat itu kurang sehat dan memilih mengeluarkan 6 ribu pemain dari jajaran anggota. Mungkin karena itu power guild turun drastis."
Leon mengatakannya di depan wartawan yang sangat banyak. Tekanan suaranya pas sehingga tidak ada yang tahu kejadian sesungguhnya.
"Bukankah itu akan memicu permusuhan dari super guild lainnya. Kami mendengar Fairy Dance juga berkembang di Benua lain?" tanya seorang wartawan wanita.
"Iya, Fairy Dance telah berkembang baik di benua lain. Meskipun begitu, kami akan terus melangkah dan melakukan yang terbaik untuk serikat Fairy Dance."
Leon dan rekan-rekannya berdiri hendak mengakhiri pertemuan. Namun seorang wartawan wanita menghentikannya dan bertanya lagi, "Anda belum menjawab pertanyaan pertama."
"Seperti biasa, kami tidak takut dengan kekuatan besar lainnya. Fairy Dance akan terus bertahan dengan keyakinannya," jawab Leon sambil berjalan.
"Tunggu tuan Leon, apa yang terjadi dengan Blue? Dia tidak pernah muncul di peperangan baru-baru ini!"
Leon tersenyum manis dan menoleh ke arah wartawan pria yang bertanya. "Orang itu sedang menyiapkan panggung untuk perang dunia. Jadi nantikan saja kami Fairy Dance akan melawan monster tingkat tinggi."
"Apa itu Bos Dunia di empat sisi Benua Tengah?" tanya wartawan wanita lainnya.
Leon hanya menutup mulut dengan jari telunjuknya. Ujung bibirnya diangkat sehingga menciptakan kesan misterius dan sangat jahat.
Berita tentang Fairy Dance yang akan menyerbu Bos Dunia penjaga portal antar benua rilis. Banyak ketua super guild mulai menyuruh pengintai untuk melihat persiapan Fairy Dance.
Disisi lain Blue sudah sampai di Benua Selatan bersama rekan-rekan. "Udara yang sejuk, ada dimana aku sekarang?" ucap Blue melihat kanan dan kiri.
Ia menggunakan perpindahan benua untuk menginjakkan kaki secara acak di Benua Selatan. Yami dan Rafaela segera bersiap karena Blue tiba-tiba memegang mengeluarkan pedangnya.
"Hei, bagaimana kau bisa keluar sendiri?" tanya Blue yang bingung mengapa pedangnya tiba-tiba keluar.
Dual Secret Sword tidak bisa bicara, ia menggunakan kode isyarat untuk menuntun Blue dan kelompoknya ke sesuatu tempat.
Tempat yang mereka tuju tidak lain adalah rawa yang terdapat monster buaya. Level mereka tidak terlalu tinggi, tetapi mereka memancarkan aura yang sangat mematikan.
Bee muncul dan segera memperingatkan tuannya. "Perhatikan langkahmu, ada banyak simbol jebakan disini. Mungkin para pemain yang menaruhnya."
"Jangan meremehkan pengetahuanku gendut, aku tahu mereka banyak simbol penangkap. Yang membuatku bingung mengapa ada yang memasangnya disini."
Sosok monster setinggi 25 meter berjalan mendekatinya, Blue dan semua kelompoknya langsung berlari menyelamatkan diri. Begitu pula dengan para monster buaya yang masuk perangkap para pemburu.