
Kali ini Medusa serius dan berubah wujud menjadi ular yang raksasa berwarna hitam, taringnya yang tajam langsung mengigit lengan Ratu Es untuk memberikan kerusakan. Namun kerusakan yang di hasilkan tidak sesuai harapan, Blue segera mengganti serangannya menjadi Weapon Break dan Armor Break.
...[Blue memberikan kerusakan - 1, serangan kritis.]...
...[Blue memberikan kerusakan - 16 ribu, serangan pasti.]...
Kerusakan pasti miliknya tidak berubah sama sekali, tetapi ia merasa darah Ratu Es tidak berkurang sama sekali. Mata Dewa tidak efektif untuk melihat status lawannya, apa lagi melihat HP yang tersisa.
“Medusa, aku mungkin akan serius melawan Athena. Namun pelayan sepertimu tidak seharusnya bertarung di depanku!” seru Ratu Es mengungkapkan fakta yang mengejutkan.
Blue segera merubah kuda-kudanya menjadi teknik yang telah dikembangkan Athena bersamanya. “Sepertinya kau kenal dengan Athena?”
“Sialan, aku jadi mengingat wanita bajingan itu!”
Ratu Es adalah salah satu saudara kandung yang mendorong Athena ke ruang tanpa batas. Medusa juga dikutuk untuk mendapatkan pengetahuan tongkat milik Dewa Laut, Posaidon.
“Apa kamu tidak menyesal telah melempar saudaramu ke tempat hampa tak berujung?” tanya Medusa yang perlahan berubah menjadi wujud manusia dengan sisik di sekujur tubuhnya, ini adalah perubahan terakhir dari teknik yang dikembangkannya.
“Mengapa harus menyesal, bocah itu kurang ajar dan menentang perkataan ayah!”
Medusa tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan Ratu Es yang tak berdasar. “Terus apa yang kau lakukan di Dunia Tengah?” tanyanya.
“Aku hanya sedang liburan.”
“Wajah bodoh mu itu tidak bisa menipuku! kau diusir dari tanah dewa, Kan?” tanya Medusa menemukan jawaban kenapa Ratu Es tersebut di usir dari tanah dewa.
Blue segera mencerna pembicaraan mereka berdua, ia merasakan energi yang sangat kuat sedang mengepung sarang ini. “Mengapa ada sosok yang sangat kuat mengepung sarang monster?” serunya terkejut.
“Mereka sudah menemukan keberadaan ku ya... sungguh sial bertemu dengan kalian!”
Blue ingin memastikan keselamatan semua rekannya, ia mengirim pesan sistem pada Yami. Untungnya semua orang kuat yang mengepung sarang monster bukan musuh, mereka mengatakan bahwa tujuannya adalah sarang monster.
Ratu Es membuka sebuah portal di belakangnya, ia langsung melarikan diri setelah menunjukkan wujudnya pada Blue dan Medusa. Namun Blue tidak akan puas dengan hasil seperti ini, ia mendekati portal dan mengingat semua pola yang terukir.
“Jangan memaksakan dirimu, aku saja tidak mungkin meniru simbol itu, apalagi menemukan lokasi persembunyian nenek tua itu.” Medusa belum sempat bertarung menggunakan kekuatan penuh, tetapi musuhnya sudah menyerah.
Sekarang ras manusia ular akan menguasai wilayah ini sepenuhnya, jadi mereka bisa berburu di wilayah ini dengan tenang tanpa gangguan naga es.
Blue tersenyum karena ia bisa mereka semua simbol yang ia lihat. “Ya aku juga merasa begitu, tetapi mendapatkan lokasinya bukan sesuatu yang sulit.”
Setelah mengamati semua simbol, Blue sudah mengetahui lokasi terkini Ratu Es. Namun ia tidak mau terburu-buru melawannya karena itu terlalu berbahaya. Ini adalah pertama kalinya sistem tidak bisa melihat jumlah HP seseorang, Blue curiga Ratu Es telah menyembunyikan kekuatannya.
“Melihat dari ekspresi mukamu kau pasti sudah tahu lokasinya. Jadi kapan kita akan menyerang?” tanya Medusa dengan penuh percaya diri.
“Aku butuh persiapan matang, jika Ratu Es itu adalah seorang Dewa akan sangat merepotkan.” Blue langsung pergi dari lokasi sarang monster.
Tepat ketika ia keluar, ada ratusan Demigod tingkat puncak yang menatapnya. Medusa langsung jatuh ke tahan karena tidak kuat menahan tekanan semua orang kuat di depannya. Berbeda dengan Blue yang masih berdiri tegap dengan wajah serius.
“Dimana wanita itu?” tanya salah seorang Demigod tingkat puncak.
Blue tidak ingin memperpanjang masalah, ia sedang berhadapan dengan ratusan orang kuat yang bisa membunuh semua rekannya dalam sekejap. Matanya melirik Medusa yang tak sadarkan diri karena tekanan.
“Jangan bohong, aku merasakan jejak wanita itu padamu!”
Blue mengeluarkan sebuah bola energi yang berwarna biru laut. “Aku mendapatkannya setelah mengalahkan Naga Es, apa kau akan merebutnya?” tanyanya dengan suara lemah.
“Aku tidak akan merebut barang rendahan seperti itu. Namun jejak yang ditinggalkan Ratu Es penting untuk kami!” kata wanita cantik berambut merah dan segera menarik semua energi dalam bola.
Tepat setelah semua energi dipindahkan ke tongkatnya, bola energi milik Blue menjadi gelap. Bisa dikatakan jejak jiwa Ratu Es sudah sepenuhnya di ambil oleh wanita berambut biru tersebut.
“Apa kami boleh pergi?” tanya Blue.
“Baiklah, ambil itu dan hancurkan jika menemukan Ratu Es!” kata Pria Demigod tingkat puncak.
Blue menemukan cara untuk mempersingkat persiapannya. “Aku sebenarnya bisa menelusuri jejak pelariannya, tetapi kekuatanku saja tidak akan bisa menang melawannya. Terakhir kali ia mengancam akan menghancurkan karakterku!”
Pernyataan Blue membuat semua Demigod mengarahkan pandangannya dan energi tekanannya. Blue menunduk sedikit karena tekannya dilipat gandakan, keringatnya mulai menetes.
“Hentikan!” teriak pemimpin kelompok. Ia adalah pria besar yang selalu berada di atas semua Demigod.
Blue merasa lega bisa lepas dari tekanan hebat dari ratusan Demigod. “Aku telah melihat kekuatan Ratu Es, dengan kalian semua tidak mungkin membunuhnya. Jadi jangan menemuinya sebelum kekuatan kalian meningkat!”
Pernyataan berani Blue membuat semua orang kuat di depannya menunduk, mereka sadar tidak bisa mengalahkan Ratu Es. Namun perintah harus tetap dijalankan, jika tidak para dewa akan menghancurkan keluarganya.
“Anak muda, berapa jauh perbedaan kekuatan kita semua dan Ratu Es?” tanya Pemimpin Kelompok Demigod.
“Tidak jauh, kalian tidak akan bisa menyentuhnya tanpa trik. Jadi aku akan membuat persiapan untuk menghentikan pergerakan Ratu Es sementara, dan kalian akan mengeluarkan semua kekuatan di saat itu.”
Pemimpin kelompok turun dan menatap Blue dari jarak 1 meter. “Apa kau yakin bisa membunuhnya?”
Blue tersenyum karena kelompok orang kuat itu mulai tertarik dengan proposal kerja sama yang ia lemparkan. “Setidaknya kita punya 30% kesempatan membunuhnya dengan caraku.”
“Baiklah, toh cepat atau lambat kita akan mati jika gagal.”
Semua Demigod kuat itu langsung menghilang dari pandangannya, Blue menghela napas panjang dan segera menjatuhkan badannya. “Sialan, tekanan itu tidak lebih lemah dari ketua Harimau Putih.”
Nevada dan kelompoknya mendekat dan langsung berlutut. “Bos, maafkan aku tidak bisa berbuat apa-apa!”
“Lupakan, sekarang bawa perempuan itu ke tempatmu. Liem, bantu aku berjalan.” Kaki Blue gemetar ketakutan, meskipun sudah berhasil menahan tekanan para musuhnya, ia teringat kenangan melawan ketua Harimau Putih.
Kala itu ia menggunakan seluruh kekuatannya, tetapi hanya di tahan dengan satu jari saja. Penghinaan itu menjadi bahan bahar untuknya berkembang sampai sejauh ini. Blue tersenyum dan mengendalikan emosinya.
Kelompok Blue pulang tanpa hasil, semua barang jarahan diambil dan Medusa tidak sadarkan diri. Kaki Blue masih gemetar karena terlalu lelah, ia sempat berpikir untuk keluar pemainan dan menenangkan diri.
Namun entah mengapa ia merasa di dalam Domain Dewa lebih dibandingkan keluar. Ia mulai melakukan meditasi dan melepaskan semua pikiran buruk. Setelahnya ia memanggil Luis dan mengajarinya simbol tingkat tinggi.
Ia juga menggunakan kertas khusus untuk membuat simbol khusus, ribuan lembar telah ditulis hingga profesinya sekaran menjadi tingkat Ahli.
“Medusa masih belum bangun, aku harus menunggunya.” Blue melihat tubuh Medusa yang terbaring di atas balok es.
Yami bermeditasi di bawah pohon, Rafaela mendampinginya di samping. Liem dan Kitty berburu monster tanpa kecerdasan dan mencari Batu Mana.