
Blue juga melihat kekonyolan Naga Angin yang berusaha beradu fisik dengan prajurit cimera. Tangannya dengan lembut menyentuh kepala Naga Listrik yang berwarna kuning pucat karena kehabisan energi.
Karena punya profesi Tamer tingkat Maha Guru, Blue dibawah ke sebuah ruang ilusi milik Naga Langit. Ia dibawa ke sebuah tanah yang penuh dengan tumbuhan hijau dan beberapa air terjun.
"Ini habitat Naga Listrik, sungguh mengesankan!" kata Blue melihat pemandangan indah yang diperlihatkan.
Namun semua pemandangan indah itu langsung sirna ketika sekelompok dewa menghancurkan habitat dan keluarganya. Naga Listrik yang diselamatkan hanyalah remaja yang tidak memiliki warisan lengkap.
Meskipun tubuh mereka sangat garang, kekuatannya tidak dapat tumbuh seperti leluhurnya. Blue melihat beberapa manusia yang memotong dan memakan daging nada listrik demi mendapatkan resistensi petir.
"Sifat rakus manusia memang tidak pernah ada obatnya."
Naga Listrik hanya tersisa 12, semuanya dibawah kelompok dewa untuk dijadikan hewan tunggangan. Mereka semua di bawa ke tempat hitam dan penuh dengan aura membunuh.
"Inilah kehidupanku yang malang, jangan terlalu berharap padaku." Sosok kuning berwujud manusia mendekati Blue, sosok itu tidak lain adalah jiwa Naga Listrik.
"Terus mengapa kau terus mengikuti Ebisu?"
"Demi bertahan hidup, aku yakin anak-anak Naga Listrik berhasil selamat dari bencana itu. Ketika waktunya tiba aku tidak boleh mati dan harus melindungi mereka."
Waktu yang di maksud Naga Listrik adalah perang besar perebutan kekuasaan. Pada Dewa Maha Kuasa akan saling bertarung memperebutkan tahta Zeus, walaupun sebenarnya sudah beberapa kali Zeus mengambil kemenangan.
"Jika tujuanmu memang bertahan hidup, ikutlah denganku!"
Naga Listrik menggelegar kepala. "Aku sudah mengucap sumpah darah pada Ebisu pada kehidupan ini, jadi jangan terlalu berharap."
Blue tersenyum tipis, ia sudah mengerti sebab dan akibat kematian para dewa. Jika Naga Listrik mati, ada kesempatan untuk dihidupkan kembali dengan cara mengembangkan jiwanya. Hal itu juga sempat dilakukan Ebisu untuk menyelamatkan Yuji.
"Bukankah kalian para dewa bisa hidup kembali?"
"Hidup kembali tidak semudah yang kau bayangkan. Banyak sumber daya yang harus dipersiapkan, salah satunya adalah Batu Merah."
"Itu bukan masalah, apa lagi yang dibutuhkan?"
"Batu Merah barang yang paling susah, sedangkan untuk bunga kehidupan kau bisa beli di pasaran. Biasanya digunakan untuk makanan penambah stamina."
Naga Listrik menatap tajam ke arah Blue, ia baru sadar bahwa mendapatkan Batu Merah sangat bukan masalah baginya.
Meskipun tidak langka, Batu Merah di monopoli para penguasa tanah dewa. Hanya keberuntungan yang mempertemukan orang biasa dengan Batu Merah.
Perlu diingat Batu Merah adalah batu berharga yang 2 tingkat lebih baik daripada Batu Kuning. Banyak Dewa tidak pernah melihat Batu Merah ataupun Batu Ungu, kebanyakan dari mereka dimonopoli penguasa tanah dewa, Zeus.
Inilah penyebab utama Zeus tidak terkalahkan, pasokan Batu Mana yang dia miliki tak berdasar. Makanya Hades minta maaf dan mencoba mengambil kesempatan dari tambang batu mana.
Begitu pula dengan Osiris yang selalu mengambil batu mana tingkat tinggi untuk dirinya sendiri. Semua orang menganggapnya wajar karena dia adalah seorang Dewa Kehidupan.
"Baiklah, kalau begitu bukan masalah. Aku akan membunuh dan membangkitkan nya lagi." Blue sudah membulatkan tekadnya.
Namun Naga Listrik menghentikannya. "Tunggu, untuk menyusun simbol Kebangkitan, kalian harus punya 3 pembuat simbol Dewa!"
Blue mendengarnya tapi tetap keluar dari alam bawah sadar Naga Listrik. Blue tidak punya waktu untuk pilih-pilih sekutu, ia harus memanfaatkan semuanya dengan baik.
Supaya tidak melukai jiwa Naga Listrik, Blue menyuruh Yami mengeksekusi Naga Langit dengan pedangnya.
Tebasan pedang memotong leher Naga Listrik dengan begitu mulus, keterampilan Yami meningkat pesat.
11 cimera sudah berhasil dikalahkan, hanya Naga Angin yang masih beradu tinju dengan lawannya. Blue tidak peduli selama ia bisa menang.
"Kenapa kau membunuhnya?" tanya Bee.
"Dia punya sumpah darah, untuk melepaskannya aku harus menyusun simbol kebangkitan."
"Meskipun sudah dibangkitkan mereka yang punya sumpah darah tidak akan bisa melepaskannya."
Blue tersenyum manis dan menjelaskan pertemuannya dengan Naga Listrik di alam bawah sadarnya.
"Intinya, Naga Listrik mengucapkan bahwa dia hanya melayani Ebisu di kehidupannya sebelumnya. Artinya setelah dibangkitkan sumpah darahnya sudah tidak berlaku lagi."
Bee bisa menyadari keinginan Blue, tetapi ia masih ragu dengan keputusannya. Meskipun Naga Listrik cukup kuat, mereka tidak bisa berkembang hingga Dewa puncak.
Informasi ini sudah berkembang luas, seekor naga turunan tidak bisa menjadi Dewa Puncak atau diatasnya.
Naga Listrik termasuk kedalam ras turunan karena mereka punya leluhur yang sama dengan Naga Petir. Karena kelainan genetik, Naga Listrik punya kulit kuning dibandingkan dengan Naga Petir yang punya kulit keunguan.
Blue yang punya Armor Naga Petir dan Raul yang punya kekuatan petir merasa kedekatan aneh kepada Naga Listrik.
Meskipun tidak terlalu ahli dalam penyusunan Formasi Kebangkitan, Blue memanggil Serly dan Elvy untuk membantunya. Keduanya punya pengalaman yang sangat luas, jadi Blue akan mengikuti pengaturannya.
Tiga Batu Mana berwarna merah telah disiapkan, Blue hanya punya 11 Batu Merah karena kekurangan bahan untuk digabungkan. Perlu diingat penggabungan Batu Mana Merah membutuhkan 10 ribu Batu Biru.
Awalnya tidak sebanyak itu, tetapi akhir-akhir ini ketika naik ke tanah dewa Blue menyadari bahwa kesempatan berhasilnya Batu Bertuah turun drastis.
Untuk penyusunan formasi kebangkitan, Blue dan kelompoknya membutuhkan waktu sekitar 6 jam. Semua berjalan lancar, Yami dan Rafaela juga sudah mendapatkan bahan tambahan.
Kumpulan simbol kebangkitan sudah berhasil dibuat, Blue tanpa peringatan langsung mengaktifkannya. Cahaya berwarna merah muncul di sekitar jejak jiwa Naga Listrik.
Perlahan tapi pasti, tubuh Naga Listrik mulai terbentuk ulang. Tampilannya sama persis ketika di tunggangi Ebisu.
Naga Listrik tidak percaya ia dibangkitkan dalam waktu kurang dari sehari. Seharusnya penyusunan formasi kebangkitan saja membutuhkan seminggu kerja keras. Namun Blue dan dua orang temannya berhasil menyusunnya dengan rapi.
"Sesuai janjiku, aku akan melayanimu setelah menemukan ras Naga Listrik."
"Tidak perlu terburu-buru, akan ada banyak pertunjukan disini. Mari menonton dan ungkapkan semua pertanyaan yang ada di kepalamu."
Naga Listrik tidak bisa menolak karena ia ingin melihat Ebisu menderita. "Baiklah aku menunggu pertarungan mu dengan Ebisu!"
"Aku tidak akan bertarung dengannya lagi. Ada orang lain yang siap menggantikan posisiku dua hari lagi."
Tepat setelah menyelesaikan perkataannya, teriakan Naga Angin terdengar keras. "Sialan, kau terus tumbuh seperti troll!"
Troll adalah monster rendahan di tanah manusia yang mempunyai regenerasi tidak masuk akal. Hal itu menginspirasi para penyihir hitam untuk membuat cimera darinya.
Naga Angin merubah wujudnya menjadi seekor naga sungguh. Ukuran tubuhnya jauh lebih besar dari sebelumnya, ia langsung membuka mulut dan menembakkan energi dari mulutnya.
Dalam sekejap mata cimera yang dilawan langsung hilang menjadi debu. Tidak ada yang bisa hidup jika terkena serangan mematikan seperti itu.
"Aku pasti yang pertama!"
Naga Angin berubah wujud menjadi manusia, ia menoleh Blue dan teman-temannya sedang menonton sambil makan beberapa snack.
"Apa pertunjukannya sudah selesai?" tanya Bee yang merogoh kotak makannya dengan tangan kanan.
Rekan yang lainnya diam sambil menghentikan makannya, tidak lupa mereka menatap ke arah Naga Angin secara bersamaan kecuali Blue yang masih menggoreng nasi.
Harga diri Naga Angin mulai ditekan lagi, meskipun sudah tambah kuat dia masih yang paling akhir dalam menyelesaikan tugas. Matanya langsung mengarah ke seekor naga berwarna kuning.
Akhirnya perasaan gembira muncul, Naga Angin langsung menghampirinya sambil merubah wujudnya menjadi naga.
"Jangan khawatir bung, kakakmu ini tidak seperti mereka yang menekan adiknya." Naga Angin menepuk kepala Naga Listrik sambil mengatakan omong kosong.
Semua orang yang mendengarnya tidak peduli, mereka melanjutkan makannya dan mengabaikan semua tingkat laku Naga Angin.
Dua hari berlalu, Ebisu masih ketakutan di istana Dewa Keberuntungan. Ia tidak menyangka ada seorang dewa yang bisa mempermainkannya dengan santainya.
"Siapa sebenarnya sialan itu!"
Sosok terkenal muncul mendekatinya. "Ebisu, kau masih saja bodoh seperti sebelumnya!"
"Hakim Agung kenapa kau kesini?"
"Bukankah sudah jelas ingin membantumu!"
Hakin Agung disini berbeda dengan atasan Alfaro. Dia seorang wanita yang selalu menggunakan pakaian longgar layaknya seorang petarung dari china. Warnanya seba putih dan pedang yang selalu ada di tangan kanannya.
"Hakim Agung, tampaknya kamu salah dengar. Kami tidak kalah hanya saja ada monster yang melindungi Kerajaan Damaskus."
"Bodoh, makanya jangan kabur ketika perang masih berjalan. 12 cimera dan pasukan pertama sudah dimusnahkan. Bahkan tidak ada satupun yang bisa kembali!"
"Tidak mungkin, aku sudah memasang formasi pertahanan yang sangat kuat!"
"Naga bodoh yang selalu kau tunggangi membukanya dengan mudah!"
"Bagaimana dia bisa berkhianat, aku yakin naga itu sudah mengucapkan sumpah darah!"
Hakim Agung cantik itu mengatakan kebenarannya di medan perang. Hal yang paling mengejutkan ternyata orang yang melawan Ebisu menyadari keberadaannya di jarak yang begitu jauh.
Karena musuh sudah menganggap Blue akan menyerang markas musuh, ia malah bergerak menyerong. Tujuannya tidak lain adalah Dana Darah yang sudah menjari reruntuhan.
"Dimana kalian melihatnya?" tanya Blue.
Liem dan Kitty menunjuk tempat yang sama, mereka sangat yakin karena waktu itu hawa keberadaan Yuri masih sangat kuat. Namun setelah hujan panah menghancurkan Danau Darah, hawa keberadaan Yuri menghilang sepenuhnya.
Blue meraba beberapa tembok yang mengandung tulisan kuno. Kitty menerjemahkannya dengan begitu lancar karena itu adalah bahaya yang sering digunakan Athena. Liem tidak terlalu paham dengan bahasa tanah dewa, jadi ia diam saja.
Sampai akhirnya ketiganya menemukan darah yang sudah mengering. Blue melihat dan merabanya untuk memastikan ini belum lama.
"Ya, ini luka 3 hari lalu. Yuri disekitar sini!"
Setelah melepaskan energi jiwa untuk mendeteksi keberadaannya, Blue hanya menemukan labirin yang setiap ujungnya buntu.
"Ikuti aku," ucap Kitty dengan percaya diri.
Ia berjalan didepan memimpin semua orang karena ini adalah tempat persembunyian Athena untuk melarikan diri dari sergapan kakak-kakaknya.
Hanya butuh waktu 10 menit untuk ketiganya sampai di aalah satu ujung labirin. Blue mengerutkan kening dan bertanya, "Dimana pintu masuknya."
"Bodoh, apa kamu lupa bagaimana sifatnya?"
"Ais, apa hanya ada simbol di dalam otaknya?"
Keduanya sedang membicarakan Athena yang ada di dalam ruang tanpa batas.