Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Oliver


Tidak ada yang tahu bagaimana nasib sang guru Athena dan murid Blue, keduanya berada di sisi yang berbeda. Athena harus membunuh Blue dalam perang kali ini, disisi lain Blue tidak boleh kehilangan nyawanya untuk menjaga Yami dan Pengawal Pribadinya.


Blue sudah menyuruh pasukannya bubar, tatapi ekspresinya berubah jelek ketika melihat langit mulai mending. “Leon, sepertinya bencana besar akan terjadi. Persiapkan dirimu dan kirimkan pesan pada semua oran!” kata Blue.


Leon menggelengkan kepala. “Tidak, biarkan Amir yang melakukannya. Aku sudah menunggu ini sangat lama, jangan hilangkan hiburanku!”


Sosok wanita cantik mendarat di dekat Leon, ia tidak lain adalah Salju atau tunangannya. Sebentar lagi mereka akan menikah, jadi Salju tidak akan membiarkan calon suaminya bersenang-senang sendiri.


“Jangan lupakan aku!” ucap Salju sambil menarik pedang panjang miliknya.


Blue menoleh ke Salju yang tampak sangat meyakinkan dengan pakaian besi serba putih. “Seperti biasa, kalian selalu keras kepala.”


Leon mengirim pesan ke Amir, peringatan gawat darurat segera di umumkan. Fairy Dance sudah siap untuk semua ini, tetapi mereka semua masih gugup karena akan menghadapi sosok dewa sejati di Domain Dewa.


Benar saja, Zeus dan pasukan dari Asgard mulai turun, jumlahnya tidak banyak tetapi paling lemah diantara mereka adalah Dewa Maha Kuasa tingkat awal. Meskipun tidak lebih dari 10% dari anggota Fairy Dance yang punya lebih dari 1 miliar pemain, kualitas pasukan Zeus lebih mumpuni.


Blue mendongak ke atas, ia tidak menyangka Zeus benar-benar memimpin pasukannya sendiri turun untuk membersihkan Fairy Dance. Namun senyumnya tiba-tiba muncul, rasa puasnya mulai terasa karena kekuatannya sudah diakui dunia.


Tidak hanya pasukan Zeus yang menunjukkan dirinya, sosok wanita setinggi 150 centimeter dengan topi layaknya penyihir serta satu mata ditutup keluar dari Gate berwarna ungu kehitaman. Jumlah pasukan yang dia bawa tiga kali lipat dibandingkan Zeus, meskipun sebagian besar di antarnya adalah Dewa Puncak.


Blue yang berada di tengah pasukan penguasa Domain Dewa tidak bisa menahan ketegangannya, tanpa sadar kakinya gemetar tapi senyumnya belum hilang dari wajahnya.


“Sepertinya ini akan menjadi lebih cepat. Apa kalian siap?” tanya Blue pada 12 rekan di belakangnya.


Leon mengangguk dan menarik pedangnya perlahan. “Hei, bukankah ini sedikit berlebihan, kita hanya 12 orang!”


Salju menyahut, “Jangan bilang kau takut?”


“Jangan meremehkanku, Sayang. Meskipun aku tidak lebih terampil darimu, mentalku jelas jauh di atasmu!”


“Mulut manis!” umpat Salju pada calon suaminya.


Cola mengangkat perisai dan melangkah ke depan melindungi semua rekan-rekannya. “Setidaknya aku bisa menahannya selama beberapa detik, apa rencanamu, Bos?” tanyanya.


“Untuk sekarang kita harus mengulur waktu, pasukan pembantu akan segera datang.” Blue sebenarnya bisa mengeluarkan pasukan dari Dunia Buatan. Namun ada sedikit pertimbangan, jika banyak orang keluar secara bersamaan, mereka akan langsung menyerang dan membunuh semua orang.


“Tidak biasanya kau menjadi begitu tegang, Bos. Tenang saja, kita selalu bisa diandalkan dalam situasi ini!” ucap Lina dari belakang.


Rina mengangguk tanpa mengeluarkan kata-kata, penyihir bertopi ungu itu sedikit terkejut dengan kehadiran Odin yang menjadi panutannya. Namun siapa yang mengira ternyata Odin menjadi salah satu musuh Fairy Dance.


Amelia dan Jessica tidak yakin mereka akan selama dari situasi ini, tapi keduanya tersenyum karena merasakan rasa putus asa yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya.


Argya segera menyusun simbol dia atas batu mana, ia tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang diberikan rekan-rekannya. Kali ini ia akan menjadi tiang penyangga kekuatan kelompoknya. Pasalnya Argya bisa menggunakan Gate untuk membawa semua rekannya menjauh dari medan perang, meskipun jaraknya tidak lebih jauh dari Gate buatan Blue, setidaknya ia bisa memperbanyak jalur keluar Gate miliknya.


Qin Huang mengeluarkan panah berwarna merah api sepanjang 2 meter. Tangan kenannya di putar-putar untuk melemaskan pergelangannya. “Sial, ini lebih menyenangkan dari sebelumnya.”


Bima dan Mahira juga mengeluarkan pedangnya, mereka tidak mengatakan apapun tapi ekspresinya menunjukkan kesenangan yang tiada tara. Selama ini mereka sudah berjalan di garis peperangan, tetapi tidak pernah terlintas di pikirannya akan di kepung jutaan Maha Kuasa.


Reaper untuk pertama kalinya menunjukkan wujudnya, ia tidak akan bisa bersembunyi di hadapan para dewa yang mengepungnya. Apalagi Odin yang bisa melihat segalanya dengan otoritas Mata Dunia.


13 orang di kepung banyak dewa, Blue menjadi pemimpin kelompok kecil ini. Dia segera terbang ke langit tanpa menggunakan keterampilan bawaan Domain Dewa, ia menggunakan keterampilan celah dimensi untuk memberikan kesan misterius.


Benar saja, Zeus dan Odin membuka matanya lebar-lebar. Tidak ada yang mengetahui teknik apa yang digunakan Blue, tetapi mereka tidak takut karena teknik terbang Blue tidak terlalu cepat.


Odin dan Zeus mendekat, mereka bertiga saling memandang dan membentuk segitiga dengan jarak 50 meter.


“Biarkan aku membuka pembicaraan, aku yakin kalian berdua sudah tahu kami jadi mari lewatkan perkenalannya.” Blue mencoba membuka pembicaraan untuk mengulur waktu.


“Tidak perlu basa-basi, aku tahu apa yang sedang kau rencanakan. Pasukan yang kau bernama Fairy Dance akan sampai di sini dalam 5 menit!” ucap Odin membongkar niat sebenarnya dari Blue.


Odin tidak setuju dengan pendapat Zeus. “Kakek tua, kau masih saja menindas pemula yang lebih lemah darimu. Malu, kakek, malu!” ejek Odin dengan suara lenting khas seorang anak kecil.


“Bocah tua, jangan menyembunyikan umurmu dengan penampilan itu! Ingat umur, kau lebih tua dariku!” bentar Zeus yang sedikit marah dengan Odin yang mengejeknya tua.


Meskipun saling mengejek dan mencela satu sama lain, Blue tidak bisa merasakan penurunan kewaspadaannya. Bahkan jika Blue membuat pergerakan mencurigakan, ia akan ketahuan.


Untuk mengulur waktu, Blue membiarkan pertengkaran mereka yang cukup lama. Jadi ada waktu bagi anggota Fairy Dance untuk mencapai medan perang dan mengobarkan bendera perang.


Disisi lain, anggota Fairy Dance yang dipimpin Amir di hadang oleh sosok pria berotot dan tinggi, dia adalah Thor yang diperintahkan Zeus untuk langsung membereskan mereka yang lemah.


Palu kecilnya langsung di ayunkan dan petir menyambar ke segala arah. Kerajaan yang dipimpin Fairy Dance segera berguncang dan penduduk pribumi yang menjadi korban tidaklah sedikit. Amir memegang kepalanya karena pusing, ia tidak menyangka ada dewa yang senekat itu untuk membunuh penduduk tidak bersalah.


Thor tidak sendiri, ia membawa beberapa dewa dari Asgard untuk menghancurkan semua bangunan milik Fairy Dance. Tidak hanya milik Fairy Dance yang terkena dampak, tetapi sebagian kerajaan di Tanah Dewa menerima serangannya.


Petir menghancurkan semua bangunan, tetapi sosok pria muncul dan mengayunkan pisau dapur ke arah Thor. Pria itu adalah Oliver yang baru saja kehilangan restorannya aura berwarna ungu kehitaman muncul di sekujur tubuhnya.


Pisau berwarna hitam keunguan itu langsung membelah Mana Shield yang diciptakan Thor. Sayatan pisau kecil langsung menggores pakaian yang dikenakan Thor.


Oliver tampak sangat marah, tetapi ia tidak kehilangan kesadarannya. Latihannya di dapur restoran mengharuskannya menekan emosi dan tetap berkonsentrasi menyajikan masakan yang terbaik. Bisa di bilang Oliver adalah pemain dengan konsentrasi paling tinggi di Fairy Dance.


Tangan kiri Oliver mengeluarkan sudip dan segera menyerang Thor yang hampir menggerakkan palunya lagi. Sebatang sudip yang terbuat dari besi khusus bentrok dengan palu Mjolnir.


Ledakan petir terjadi dan menghancurkan lingkungan di sekitar. Oliver diterbangkan hingga ia membentur tanah dan seteguk daras segar keluar dari mulutnya. “Heh, ternyata statusku masih belum cukup melawan para dewa sejati!” ucap Oliver sambil tersenyum manis.


Tidak mau berlama-lama terbaring di tanah, Oliver segera berdiri dan bersiap dengan pisau dan sudip. Tanpa peringatan ia langsung berlari dan melompat langit, pisau di tangan kanannya segera menyayat pertahanan Thor.


Mana Shield yang digunakan Thor tidak bisa menahan sayatan pisau yang diciptakan Oliver, ia segera menggerakan palunya untuk mengadu kekuatan lagi. Namun matanya segera terbuka lebar karena Oliver menghindari palunya.


Sosok Oliver muncul di punggung Thor dengan kecepatan super tinggi, mata biasa akan menganggap itu adalah teleportasi. Sudip segera menyerang musuhnya, tetapi Thor bukan orang biasa ia dengan cepat menggerakkan tangan kirinya untuk memblokir serangan musuh.


Lengan Thor dilengkapi dengan sebuah pelindung besi yang memiliki ketahanan yang hampir sama dengan palu miliknya. Sehingga serangan Oliver berhasil di blokir dengan sempurna. Tidak mau menghentikan serangan saja, Thor dengan cepat berbalik dan mengayunkan palu miliknya.


Oliver dengan sigap menarik sebuah wajan dan menghentikan serangan lawan dengannya. Gelombang udara dan petir menyerang wajan bagian luar, Oliver mengeratkan giginya dan berusaha membelokkan semua serangan musuh.


Benturan petir dan wajan menciptakan ledakan petir dan menggetarkan tanah di sekitarnya. Debu tersebar dimana-mana, Oliver dan Thor berada di dalamnya. Namun setelah beberapa detik, Thor melompat keluar dari kepulan debu dan mengerutkan alisnya.


Oliver tidak keluar sampai debu menghilang. Senyumnya muncul, Oliver tidak bisa menahannya karena berhasil mengambil sebagian besar ledakan petir yang digunakan Thor dengan senjatanya.


“Apa kau pernah tersambar petir?” tanya Oliver sambil terbang mendekati Thor.


Tanpa peringatan ia melepaskan petir yang disimpan di dalam wajan, Thor tanpa bergerak menerima sambaran petir yang bersumber dari wajan. “Apa kau bodoh?” tanya Thor dengan ekspresi merendahkan.


Seperti yang kita ketahui semua, Thor adalah pengendali petir. Jadi sudah sewajarnya ia kebal terhadap petir. Meskipun begitu, Oliver masih belum kehilangan senyumnya.


“Yang bodoh bukan aku, tapi kau yang terlalu percaya diri!” jawabnya dengan suara pelan.


Thor tersambar petir hingga selesai, ia tidak merasakan sakit sedikitpun. “Kau lihat sendiri, pengendali petir kebal petir, Bodoh...”


Sebelum menyelesaikan perkataannya, Thor muntah seteguk darah segar. Siapa yang mengira ternyata petir bisa merusak organ dalam Thor Sang Pengendali Petir.


“Apa yang terjadi?”


Oliver mengangkat senjatanya sedada. “Siapa yang tahu. Apa sekarang kau sudah mengerti arti katak di dalam sumur?”


“Manusia sombong!”


Thor marah dan melepaskan energi yang menumpuk di dalam tubuhnya. Tanpa peringatan ia langsung menggunakan wujud sempurna seorang Thor, tubuhnya membesar hingga menyerupai raksasa setinggi 3 meter.