
Meskipun kotak yang diambil paling kecil, Blue tahu apa isinya. Dia tersenyum dan langsung membuka kotaknya dari jarak yang cukup jauh.
Rifan tidak peduli dengan hadiah, ia hanya marah karena Blue dan Kamal tidak menemaninya bermain. Dalam sekejap mata, Rifan sudah sampai di dekat Blue ia langsung mengepalkan tangannya dan menyerang.
Sosok pria tinggi berkulit hitam menangkap pukulan Rifan dengan satu tangan. Matanya tampak sayu dan memberikan tekanan yang kuat, pria itu tidak lain adalah Iblis Kecil yang telah menyelesaikan latihannya.
Asap hijau keluar dari tubuh Rifan, ia tertawa terbahak-bahak dan mencoba menyerap kekuatan Iblis Kecil. "Bodoh, apa kau pikir tubuhmu kuat!"
Iblis Kecil tidak melepaskannya, ia membiarkan racun masuk dalam tubuhnya. Bahkan membiarkan Rifan menyerap energi dalam tubuhnya.
Tiba-tiba mata Rifan terbuka lebar, darah mengalir di sudut bibirnya. "Apa yang terjadi?"
Iblis Kecil tidak menjawab, ia langsung membanting Rifan layaknya alas kaki. Tidak hanya sekali, Iblis Kecil mengulanginya berkali-kali hingga Rifan terluka cukup parah.
Tubuh Iblis Kecil sangat istimewa, dia adalah anak dari manusia dan iblis. Struktur tubuh dan ototnya sangat berbeda dengan kebanyakan mahkluk, jadi racun Rifan tidak bisa mencerna energinya.
Meskipun aneh, energi milik Iblis Kecil masih relatif tenang dibandingkan milik Blue. Jadi dapat dipastikan jika Rifan menyerap energi Blue, besar kemungkinan dia akan meledak.
Rifan melompat kebelakang, ia meremas tangan kanannya dan memutarnya sedemikian rupa sehingga bisa digerakkan lagi.
[Sarung Tangan Elastis Dewa Cahaya
Tingkat : Dewa Menengah (Dapat Berkembang Sesuai Potensi Pemegang)
Bonus Status :
STR : 1500 + 100% total level.
DEF : 1500 + 100% total level.
AGI : 300+ 200% total level.
VIT : 2000 + 100% total level.
Kemampuan khusus :
Meningkatkan kecepatan serangan sebanyak 20%.
Meningkatkan regenerasi Energi Kehidupan sebanyak 20%.
Berkesempatan 5% memberikan efek Blind atau buta 2 detik.
Setiap kali menyerang dengan tangan kosong akan mengaktifkan Weapon Break dan Armor Break secara bersamaan, pendingan 30 detik.]
Blue tersenyum manis melihat tingkat barang yang dia miliki, setahunya di kehidupan sebelumnya hanya jadi tingkat Dewa Rendah.
Karena melihat efek nomor 4, Blue segera membuka daftar skill miliknya. Tangannya yang gesit langsung mencari Weapon Break dan Armor Break.
"Aku harus menaikkan levelnya!"
Tanpa pikir panjang, Blue menginvestasikan semua poin skill miliknya untuk memaksimalkan dua skill tersebut.
Tidak dapat menahan tawanya, Blue membuka mulutnya dan tertawa terbahak-bahak layaknya Rifan di depannya.
"Apa kau serius ini melanjutkan ini?" tanya Blue sambil melirik dengan tatapan tajam ke arah Rifan, tanpa sadar ia melepaskan Energi Kekacauan yang sangat kental.
Kamal yang berlari beberapa kilometer dapat merasakan tekanan yang dihasilkan. Karena adanya area samudra, Kamal tidak dapat keluar dari wilayah ini. Tangannya sedikit gemetar sambil memanfaatkan semua sumber kekuatannya, poin status, poin profesi, dan poin skill digunakan untuk menutupi kekurangannya.
Gelar Dewa Cahaya juga meningkat kekuatannya, tapi entah mengapa ia merasa Blue yang sekarang jauh lebih berbahaya.
"Sial, sial, sial!" Kamal bergumam sambil menghentikan getaran pada tangannya.
[Skill Perusak Armor
Tingkat : S
Level : Max
Pendinginan : 30 detik
Menusuk ke depan serta mengakibatkan efek Armor Break atau kerusakan armor. Dalam 30 detik target akan kehilangan 90% Pertahanannya serta memberikan kerusakan 100% pada musuh.]
[Skill Perusak Senjata
Tingkat : S
Level : Max
Pendinginan : 30 detik
Menyerang senjata musuh serta mengakibatkan efek Weapon Break atau kerusakan armor. Dalam 10 detik target akan kehilangan 70% kekuatan serta memberikan kerusakan 100% pada musuh.]
Awalnya kedua skill ini tidak punya level, tetapi setelah Sarung Tangan Elastis Dewa Cahaya digunakan, dua skill itu otomatis dapat ditingkatkan hingga level 10.
"Apa kau sudah selesai bicaranya?" tanya Rifan.
"Bagus, bagus. Ayo lakukan!"
Sebelum mereka berdua menyerang, seorang anak remaja muncul muncul di depan Blue. Anak itu tidak lain adalah Erik yang berhasil masuk dan keluar Ruang Penyimpanan sesuka hati.
"Hore aku keluar!" serunya.
Blue langsung menghentikan tinjunya, ia tidak mau Erik terkena serangannya. Sebaliknya, Rifan tidak memiliki hati nurani dan melanjutkan serangannya dengan kekuatan penuh.
Erik menoleh ke arah Blue, punggung kepalanya terkena serangan Rifan dengab kekuatan penuh. Asap coklat bertebaran karena gelombang angin yang dihasilkan.
Rifan tertawa keras. "Haha, mampus kau bocah!"
Bukannya kesakitan, Erik malah menggaruk punggung kepalanya dan berlari ke arah Blue. Tubuh Erik sudah sepenuhnya bangkit sebagai seorang titan, tapi ia masih masuk di ruang penyimpanan karena dikenali sebagai hewan peliharaan.
Tanpa rasa malu Erik melompat ke pelukan Blue yang sudah di anggap ayahnya. "Ayah jahat, mengurungku terus!"
"Haha, tidak kok." Blue hanya bisa tersenyum kecut karena ia tidak menduga Erik bisa keluar begitu mudah.
Disisi lain Rifan melihat genggaman tangannya, ia yakin serangannya mengenai musuh dengan kekuatan penuh. Namun tidak ada kerusakan sedikitpun yang dia hasilkan, pikirannya mulai melayang dan berpikir Erik meniru kemampuannya.
Sekarang Erik bisa keluar masuk ruang penyimpanan sesuka hatinya, karena tubuhnya sudah membesar, Erik mengembalikan tubuhnya layaknya anak berusia 5 tahun lagi. Hal itu ia lakukan supaya Blue bisa menggendongnya seperti Bee, Ela, dan Elvy.
Pada saat menggendong Erik, Blue belum menarik kekuatan energi kekacauan. Tiba-tiba Erik merasakan pusing.
"Ayah, kenapa kepalaku pusing?"
Blue tidak tahu penyebabnya, ia menarik energi kehidupan dan menempelkan telapak tangannya ke dahi Erik. Suhu tubuhnya sangat panas ketika bersentuhan dengan energi kekacauan, matanya berkedip-kedip. Setelah beberapa saat dia mulai tenang dan tertidur.
"Bee urus dia sebentar, aku akan menyelesaikannya dengan cepat." Kali ini Blue tidak menggunakan energi kekacauan, ia melempar dua pedangnya ke udara.
Kedua tangannya langsung mengepal, teknik tinju diperlihatkan. Tatapan matanya sangat tenang dan penuh keyakinan.
"Ayo Mulai!" kata Blue yang menyembunyikan mukanya di belakang kepalan tangan.
Rifan tertawa keras. "Haha, aku suka ini!" ia juga menunjukkan teknik kick boxing yang menjadi beladiri utamanya.
Blue dan Rifan langsung berlari menghadapi musuhnya, kepalan tangan Blue dan Rifan saling membentur. Rifan tidak terkena kerusakan sedikitpun karena perisai miliknya, sebaliknya Blue terkena kerusakan.
[Blue menerima kerusakan - 4 ribu, serangan kritis.]
[Blue menerima kerusakan - 2 ribu, serangan pasti.]
Tiba-tiba tulisan berwarna putih muncul di atas Rifan bertuliskan 25 ribu. Itu adalah kerusakan pasti yang tidak mungkin dimiliki orang biasa.
Rifan tercengang melihat kerusakan yang dihasilkan Blue jauh lebih besar dari perkiraannya. Alasan mengapa Dewa Cahaya tidak bisa melawan Rifan karena tidak punya kerusakan pasti. Berbanding terbalik dengan Blue yang punya serangan pasti sangat tinggi.
"Tidak mungkin, bagaimana pemain punya kekuatan seperti ini?"
Blue hanya tersenyum dan melangkahkan kakinya. Tinjunya beradu lagi dengan Rifan, tapi kali ini kerusakan yang ia terima lebih sedikit, hanya serangan pasti yang membuatnya sedikit terkejut.
Disisi lain, Rifan masih terkena 25 ribu serangan pasti. "Tidak mungkin, kau pasti dibantu GM!"
Blue menggelengkan kepala. "Tentu tidak, kau saja belum tahu apa sebenarnya Domain Dewa tapi sudah sok kuat dan menantang Zeus!"
Kaki Blue melangkah lagi, tangannya dengan cepat berayun dan kepalannya mengenai pipi musuh. Karena tidak sempat melihat, kerusakan kritis muncul.
Kerusakan yang dihasilkan Blue berkali-kali lipat dari sebelumnya. Hal itu karena Armor Break telah aktif secara otomatis.
Bisa dibilang ketika Blue menggunakan tangan kosong, maka kerusakannya akan berlipat ganda. Tidak puas dengan hasilnya, dua pedang Blue menusuk dari atas.
Meskipun pandangan Rifan 360 derajat, bagian atas akan cenderung lemah karena musuh sangat fokus pada musuh. Apalagi setelah terkena pukulan di pipi, Rifan mencoba mengalihkan pandangannya ke tinju Blue. Jadi Dual Secret Sword menancap di bahu Rifan hingga membutakan dua mata miliknya.
"Sialan!" teriak Rifan yang mundur beberapa langkah, ia mencoba mencabut dua pedang yang menancap di mata bahu miliknya.
Bukannya tertarik, energi racun milik Rifan terhisap Dual Secret Sword dengan sangat cepat. "Tidak, tidak, kekuatan apa ini. Kau pasi GM yang menyamar, aku tidak akan membiarkan ini!"
Rifan berteriak histeris, Kamal yang memperhatikan pertarungan dari jauh hanya bisa tersenyum kecut dan menyesali perbuatannya.
"Apa keputusanku benar?" tanya Kamal pada Bird.
"Kita tidak punya pilihan lain, 10 saudaraku sudah mati, jadi jangan harap aku bisa menemanimu lagi setelah ini. Semoga harimu menyenangkan!"
"Jangan berkata bodoh, aku akan menyelamatkanmu bagaimanapun caranya."
"Bodoh! apa kau tidak melihat lawan kita seperti monster yang siap memakan siapa saja. Rifan yang bisa mengalahkan Dewa Cahaya saja dibuat mainan!"
Kamal terdiam dan merenung, ia tidak punya kesempatan untuk selamat. Karena tidak fokus, tiba-tiba sosok pria berwarna hijau muncul dan memukul tengkuknya.
"Apa pria ini bodoh?"
Bird reflek langsung berubah menjadi Naga dan mencoba membebaskan tuanya. Sebelum menyerang, tangan raksasa keluar dan menangkap naga setinggi 5 meter dengan mudah.
"Kita tidak harus membunuhnya, ayo bawa dia ke tuan!" kata Dwi yang menggunakan sihir untuk menciptakan tangan asli miliknya.