
Perasaan yang mengganggu terus berputar di kepalanya. Blue mencoba berlari ke Kerajaan Moskow dan mencari beberapa rekannya.
Dia tercengang melihat Liem yang begitu tampan tampak sangat nyata. Tidak ada sedikitpun kesalahan dalam penggambarannya.
Blue memandangi orang sekelilingnya, ia sadar betul bahwa orang-orang ini manusia asli.
"Mengapa ini terjadi?" Blue menutup mulutnya sambil membuka matanya lebar-lebar.
Kepergian ayahnya, Doni Baskoro membuatnya terpukul. Sekarang permainan yang merubah hidupnya juga berubah seperti kenyataan.
Situasi sudah tidak kondusif, kekacauan terjadi dimana-mana setelah Blue menghilang dari Domain Dewa.
Leon yang memimpikan dua kerajaan juga kewalahan menghadapi para dewa. Meskipun begitu tidak ada satupun kerajaan yang jatuh ke tangan musuh. Dari sini kita tahu betapa berbakatnya Leon memimpin pasukan.
Pergerakan Hades sangat terlihat, ia menggerakkan salah satu dari 9 jenderal perangnya.
Sayangnya pria malang yang disebut sebagai jenderal perang itu bertemu dengan Yami dan Naga Angin secara bersamaan.
Jenderal perang yang terlalu sombong langsung tertebas lehernya. Naga Angin yang melihat Yami mengambil peran berteriak tanpa henti.
Sembari mengepakkan sayap naga, sosok monster yang bernama Naga Angin mengamuk memancing setiap Jenderal Hades datang.
Blue melihat adanya Naga Angin yang terbang kesana-kemari mencari mangsanya.
Jenderal yang tertebas lehernya tiba-tiba bangun lagi, ia mengambil kepalanya yang jauh dan menaruhnya kembali ketempat.
"Seperti yang dikatakan, Tuan. Mereka sangat berbahaya." Jenderal Perang Hades beranjak pergi meninggalkan tempat kejadian.
Namun Yami muncul den menghadangnya. "Kenapa lama sekali, aku sudah menunggu."
Yami menarik pedang berwarna hitam dari sarungnya, sosok pedang hitam pekat memancarkan aura kekacauan.
Jenderal yang tidak diketahui namanya menyempitkan mata. Dia bisa merasakan kematian jika mendekati pedang musuh.
Yami melangkah pelan, wujudnya menghilang dan tiba-tiba menebas tubuh musuhnya.
Sayangnya tebasan itu berhasil dihindari. "Wus..." suara tebasan yang hanya mengenai angin.
Musuh Yami segera merubah wujudnya menjadi sosok monster cimera. Wujudnya nampak seperti seekor belalang sembah dengan dua sabit.
Yami tidak terkejut sama sekali, ia menenangkan nafasnya. Matanya menatap ke arah musuh, konsentrasinya meningkat, aura meluap.
Pedang digerakkan kesamping, puluhan bayangan terlihat. Dalam sekejap mata Yami mengayunkan pedangnya sambil berkata, "Pinnacle!"
24 sayatan pedang dari segala sudut mengarah ke monster belalang.
"Lambat!" ucapnya meremehkan serangan Yami.
Monster belalang melompat dan berkelok-kelok menghindari serangan musuh. Namun perasaannya mulai terasa aneh ketika menghindari serangan ke 25.
"Bukannya 24?" gumamnya pelan.
Ya sayatan yang dihasilkan Yami bisa bergerak mendekati target. Semua sayatan itu dikendalikan Yami dengan beberapa teknik jiwa.
Monster belalang yang terus menghindar mulai merasakan keanehan lain. Setiap kali sabitnya bersentuhan dengan sayatan pedang, perlahan energinya mulai kacau.
Yami yang merasa kurangnya gairah perang jika selesai sekarang membatalkan keterampilannya. Ia berlari dengan gaya seorang samurai, dan mengayunkan pedangnya horizontal.
Kali ini ia hanya menyelimuti pedangnya dengan energi kekacauan tanpa melepaskan sayatan pedang.
Monster belalang yang merasa dihina langsung berteriak, "Sombong sekali kau manusia hina!" teriaknya.
Monster belalang itu adalah sosok cimera yang sudah berhasil dikembangkan. Meskipun begitu, dia tidak bisa menggunakan kekuatan aslinya sembarang.
Aura suram mulai menyelimuti tubuh monster belalang, matanya berubah merah dan kulitnya mengeluarkan asap hitam.
Kesadarannya mulai terganggu, hanya amarah yang terus berputar di kepalanya. Kulitnya yang hijau lumut mulai berubah kemerahan.
Dalam sekejap mata monster belalang sudah sampai di depan Yami, sabit kanannya langsung berayun ke pengan lawannya.
Yami bukan manusia biasa, ia bisa menggunakan kekuatan cahaya dan kegelapan secara bersamaan, jadi tiba-tiba tubuhnya memancarkan cahaya dan merubah tubuhnya menjadi sekuat emas.
"Teknik Body Budha Darma!"
Dengan tubuhnya yang sekuat emas, Yami tidak akan bisa dikalahkan dengan pedang biasa. Monster Belalang mulai merasa putus asa dan memotong kedua tangannya.
"Argh!" geram Monster belalang setelah memotong tangannya. Aneh tapi nyata, lengan yang telah terputus tumbuh kembali menjadi sabit yang lebih kokoh dari sebelumnya.
Monster Belalang yang sudah kehilangan akalnya berteriak dan menyerang tanpa henti.
Yami terlihat bertahan, tetapi ia sangat menikmatinya. Serangan yang bertubi-tubi memaksanya harus berkonsentrasi penuh.
Karena hanya menggunakan satu pedang, Yami terkena beberapa luka ringan. Tubuhnya mulai kaku karena ternyata sabit monster belalang beracun.
Senyum tidak pernah hilang dari wajahnya. Yami diterbangkan beberapa meter dengan tendangan kaki Monster belalang.
Untuk mengurangi dampaknya, Yami berputar kebelakang dan mendarat dengan sempurna. Sembari membersihkan bajunya, Yami tersenyum manis.
"Sudah lama aku tidak berusaha sekeras ini, bagaimana kalau kalian keluar dan ikut bersenang-senang?" tanya Yami dengan santainya.
Suara tepuk tangan terdengar, 3 pria dan 2 wanita menampakkan wujudnya. Mereka adalah rekan Monster Belalang yang sudah kehilangan kesadarannya.
Monster belalang yang kehilangan kesadaran langsung berlari menyerang rekannya sendiri. Kelimanya melompat dan menggunakan teknik khusus untuk menjeratnya.
"Sepertinya bocah bodoh ini tidak punya harapan!"
Salah seorang pria menarik pedang besarnya atau Great Sword dan menusukkannya ke otak monster belalang. Energi berwarna merah muncul dan terserap pedangnya.
Yami mengerutkan alisnya, ia sadar bahwa kekuatan monster belalang telah berpindah ke pria pengguna pedang.
Setelah pedangnya dicabut, monster belalang sudah kering seperti keripik yang siap dimakan.
Yami mengeratkan pegangan ke pedangnya, senyumnya bertambah lebar karena kali ini ia akan melepaskan semua miliknya.
1 vs 5 terlihat mustahil tapi yami siap melakukannya. Auranya meningkat tajam, matanya memancarkan cahaya hitam dan putih.
Aura kanan berwarna putih yang menandakan kebersihan, kemudian aura kiri berwarna hitam menandakan kegelapan dan kejahatan.
Senyumnya semakin lebar ketika salah seorang pria mengenakan pedang reaper berlari kearahnya.
Yami melangkah sekali dan pedangnya tiba-tiba sudah ada di tanah. Sayatan pedang membelah pria pengguna reaper.
Tanah yang awalnya diam langsung berguncang bersamaan dengan terbelahnya musuh. Kekuatan Maha Kuasa ditampilkan, Yami terlihat mengerikan dengan kekuatannya.
Pria yang menggunakan Great Sword menyempitkan matanya. Dia sedikit bingung melihat rekannya tidak bangkit setelah terbelah. Padahal tubuhnya terbuat dari cimera, seharusnya pria pemegang Reaper itu hidup kembali.
"Hati-hati, dia bahaya."
Melihat salah satu rekannya tewas, keempat cimera lainnya langsung berubah ke wujud monster. Sosok Singa, macan hitam, kupu-kupu, dan beruang tampak mengerikan.
Bukannya takut, Yami tersenyum manis dan segera mengayunkan pedangnya. Dia tampak sedikit tergesa-gesa karena sesuatu.
Keempat monster berhasil menghindar, keempatnya langsung berlari dengan gayanya masing-masing.
Pohon-pohon yang diam mulai bergoyang karena hembusan angin. Energi alam mulai terserap ke arah Yami, senyumnya tambah lebar karena ini adalah salah satu kartu as miliknya.
"Teknik Pedang Kaku Formasi Ketujuh, Pedang Mengamuk!" teriak Yami menggunakan teknik pedang yang hampir sama dengan Blue.
Waktu tampak berhenti, keempat monster terlihat bingung karena tubuhnya tidak bisa bergerak. Sayatan pedang tiba-tiba membelah tubuhnya dengan kecepatan yang tidak masuk akal.
Teknik ini hampir sama seperti milik Zeus dan pengendalian ruang yang membuatnya menjadi seorang Outer.
Keempat monster terbelah tanpa perlawanan, tapi ada dua yang berhasil selamat dan tidak percaya mereka harus mengunakan nyawa keduanya. Sedangkan dua lainnya menjadi santapan energi kekacauan yang membantu Yami.
"Monster!" teriak pria pengguna Great Sword atau monster singa.
Macan hitam yang tidak punya kesempatan menang langsung berpaling dan berlari. Begitu pula dengan singa yang mengikutinya dari belakang.
Namun naas, nyawa mereka tidak selamat karena sosok besar dari langit terjun layaknya sebuah meteor.
"Yahaha!" teriak Naga Angin mendarat dengan kecepatan tinggi dan menghantam singa dan macan hitam.
Kedua cakarnya menginjak kedua musuh hingga tubuhnya tercerai berai. Yami yang melihat kesempatan langsung menggunakan energi kekacauan untuk menyerapnya.
"Hei sialan, mereka makananku!"
"Kau mencuri mangsaku." Yami menjawab dengan tatapan dingin. Tangannya dengan lihai memasukkan pedangnya.
Hades yang melihat dari kejauhan tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Kakinya gemetar ketika melihat 5 Jenderalnya mati secara bersamaan, padahal mereka 5 dari 9 orang terkuatnya.
Disisi lain Zeus merasakan otoritasnya terhadap Ruang dan Waktu mulai goyah. Dia berdiri dan menyuruh orang kepercayaannya menyelidiki setiap pertarungan di Tanah Dewa.