
Ya, karavan yang menunjukkan jalan pada Blue di serang bandit. Padahal Blue sudah memastikan tidak ada penyergapan, artinya masalah sebenarnya ada di karavan itu sendiri.
Blue mendekati kusir yang menunjukkan jalan. "Paman, apa yang terjadi?"
"Petualang yang kami sewa berkhianat setelah tahu barang yang kita angkut! Sial seharusnya aku menyewa profesional."
Kusir yang membawa barang sangat kesal. Meskipun barang itu milik tuannya, kusir akan menanggung kerugian dengan potongan gaji setiap bulan.
Blue tidak akan ikut campur dengan masalah pekerjaan, ia tertarik pada bandit yang bisa menyembunyikan dirinya dengan sangat baik.
"Dari mana mereka berasal?" tanya Blue dengan suara pelan. Ia tidak mau menaikkan kemarahan kusir lebih lanjut.
"Kerajaan Kuala, mahkluk abadi bajingan itu benar-benar membuatku kesal!" teriak Kusir yang mengumpat karena kesal.
Kerajaan Kuala dipimpin Fairy Dance, artinya ada seseorang yang sedang bermain trik dengan Leon atau mungkin Jessica.
Blue mengirim informasi tentang pengkhianatan anggota petualang. Ia ingin masalah ini segera diselesaikan tanpa ada toleransi atau negosiasi.
Namun ada yang aneh setelah memperhatikan lebih teliti. Blue yakin ada 23 orang di rombongan mereka, anehnya mereka semua kembali ke desa dan istirahat.
"Moris ikuti mereka, jangan membuat pergerakan apapun selama mereka masih dalam batas wajar."
"Baik, Tuan."
Moris menghilang, ia muncul di atas genting dan memperhatikan setiap gerak-gerik 23 orang yang mencoba menipu tuanya.
Seperti yang diduga, ternyata tidak ada perampok sama sekali. Mereka berpura-pura diserang untuk menjatuhkan Kerajaan Kuala.
"Ayo segera sebarkan rumornya!"
Kelompok pedagang itu mulai menyebarkan rumor menyimpannya untuk menekan perekonomian Kerajaan Kuala.
Sayangnya mereka salah memilih lawan, Jessica sudah berpengalaman di bidang ini. Bukannya takut ia malah membuat perjanjian dengan rival musuhnya.
Rumor mulai menyebar luas, nama Kerajaan Kuala menjadi sangat buruk. Hal itu sudah sesuai dengan rencana para pedagang.
Hari berikutnya karavan lain yang berangkat dari Kerajaan Kuala membawa barang berkualitas tinggi. Mereka tidak lain adalah pil kondensasi tubuh dan ramuan penambah HP dan MP.
Terlihat sederhana, padahal dua barang itu sangat berguna untuk menerobos ke ranah dewa.
Hari pertama berlalu tanpa ada yang membeli barangnya, para penduduk sudah terkontaminasi dengan rumor buruk Kerajaan Kuala.
Blue mendekati pedagang yang berangkat dari Kerajaan Kuala. "Halo, Paman. Apa kamu menjual pil kondensasi tubuh?" tanya Blue dengan senyum manis.
Pedagang yang mendapatkan pelanggan pertama langsung tersenyum manis. "Tentu saja tuan, ini barangnya."
Blue melihat dan tiba-tiba meremasnya hingga hancur. Cahaya berwarna kuning menyilaukan tampak keluar dari pil tersebut. Sebenarnya Blue hanya ingin membuat pertunjukan untuk memancing pembeli, tapi kejadian aneh ini membuatnya menjadi semakin mencolok.
Para penduduk desa mulai berkumpul setelah melihat pancaran cahaya itu. "Paman, bukankah ini kesempatanmu promosi?" bisik Blue dengan suara pelan.
Pedagang itu langsung mengerti maksud Blue, ia berteriak mempromosikan produk dari Kerajaan Kuala.
Perlahan tapi pasti, rumor jelek tentang mereka mulai menghilang. Blue melanjutkan perjalanan ke Kerajaan terdekat.
Kerajaan Kairo salah satu tempat yang dicurigai menjadi persembunyian Osiris. Awalnya Blue dan teman-temannya ingin ke Kerajaan Sam, tapi ia berubah pikiran dan memilih kerajaan padang pasir ini.
Seperti biasa ia masuk menggunakan identitas yang tidak mencolok. Blue menggunakan Mata Dewa untuk mencari informasi tentang kerajaan ini.
Ternyata tebakannya benar, Dewa Kehidupan Osiris ada di sekitar sini. Pasalnya semua orang disini adalah pemuja Osiris yang sangat taat.
Moris, Agni, Ihsan, dan Yuri berpencar mencari informasi. Meskipun Ihsan belum sepenuhnya sembuh, ia masih bisa berjalan menggunakan tongkatnya.
Blue sendiri pergi ke rumah pelelangan untuk membuat dirinya terkenal. Hal ini biasa dilakukan untuk menarik seseorang keluar dari sarangnya.
Tanpa menggunakan topeng atau barang lainnya, Blue masuk dan mendapatkan nomor pelanggan.
"Aku ingin kursi VIP!" kata Blue dengan nada sedikit sombong.
Resepsionis yang melayaninya tersenyum manis. "Untuk undangan VIP butuh deposit 100 Batu Biru tuan."
Sebenarnya Resepsionis itu hanya bermain-main karena kursi VIP untuk para tamu undangan. Namun Blue malah mengeluarkan barangnya.
Blue sendiri sebenarnya adalah bank berjalan. Perlu diingat, dalam Dunia Buatan terdapat tambang yang bisa menghasilkan Batu Mana terus menerus.
Dengan bantuan Batu Bertuah, ia bisa meningkatkan Batu Mana sesuka hatinya.
Resepsionis tidak bisa berkata apa-apa. Sampai akhirnya sosok pria tua berbaju putih mendekatinya.
[Hanif
Gelar : Pelayan setia Osiris
Tingkat : Maha Kuasa.]
Blue tersenyum akhirnya melihat pelayan osiris, tapi ia sedikit aneh melihat adanya kata setia di tengahnya.
"Tuan saya manajer pelelangan, mari kami tunjukkan tempatnya." Hanif berinisiatif membantu Blue mendapatkan ruangan VIP.
Padahal semua ruangan sudah ada yang punya. Namun Hanif tidak mau meninggal pelanggan kaya seperti Blue.
Mereka sampai di ruang VIP, biasanya Ruangan VIP hanya ada satu orang. Namun Blue bersama dengan dua orang lainnya yang tampak cukup kaya.
"Silahkan tuan."
Keduanya adalah Akil dan Aqil. Mereka berdua kembar siam atau terlihat sangat mirip, umur tidak lebih dari 18 tahun. Mereka mengingat Blue pada sosok Hira dan Hida yang telah bekerja keras untuk Fairy Dance.
Blue menempati tempat duduk yang baru disediakan. Pelelangan dimulai, tidak ada barang yang menarik minatnya.
Namun setelah menunggu dua jam, akhirnya pelelangan utama dilakukan.
"Tuan dan nyonya sekali, akhirnya acara utama akan segera dimulai. Saya harap anda menyiapkan dana untuk kejutan pertama!"
Batu Mana berwarna Merah keluar dari ruang penyimpanan pelelangan. Ada seorang pria berbadan besar yang mendorong keretanya.
"Anda semua pasti sudah tahu kegunaan Batu Mana Merah ini. Namun ada yang aneh di dalamnya, puluhan formasi dewa terukir di dalamnya. Kamipun kurang tahu apa itu, tapi ketika di dekatnya aura dewa akan berkumpul dan meningkatkan efisiensi meditasi anda!"
Penjelasan panjang lebar diucapkan pandu pelelangan, Blue sebenarnya tidak mau membuat gerakan.
Namun niatnya berubah dan mengangkat papan nomor. "Satu juta batu kuning."
Satu juta adalah nilai awal atau nilai sebenarnya dari Batu Mana Merah. Oleh karena itu banyak yang memberikan tawaran yang jauh lebih tinggi.
"1000 batu biru dan 10 ribu batu kuning!" Blue menyatakan tawaran untuk kedua kalinya.
Seorang pemuda dari kerajaan terlihat kesal dan menyuruh pelayannya menyelidiki kamar tersebut.
Batu Merah berhasil didapatkan tanpa ada perlawanan lanjutan. Dalam ruang pelelangan tidak ada yang boleh membuat keributan, jadi mereka yang marah diam sementara.
Akil mendekati Blue. "Paman, sepertinya anda orang yang sangat kaya. Darimana anda berasal?"
"Kerajaan Kuala."
"Aku dengar kerajaan itu pindah tangan..."
Pernyataannya dihentikan setelah ia menyadari ada seseorang di belakang pintu. Meskipun samar, pria itu bisa mendengar percakapan Blue dan Akil.
Blue menggerakkan jarinya membentuk huruf melayang. Akil yang mengerti langsung melanjutkan pernyataannya dan membuat drama.
"Terima kasih, paman. Penjelasan anda membuat kami membuka mata." Akil sangat pandai berbicara, ia menggiring pembicaraan yang tidak menyusukan kedua belah pihak.
Sayangnya Akil dan Aqil adalah seorang pemuja Dewa Kehidupan, Osiris. Jadi Blue tidak berniat menarik ke pihaknya.
"Selamat tuan nomor 18, mari lanjutkan ke barang selanjutnya."
Tiruan pedang suci Damaskus di bawa masuk ke dalam ruangan. Blue tampak sangat datar, "Apa mereka sudah gila melelang barang sampah itu."
Sayangnya sampah di mata Blue tidak berlaku untuk yang lainnya. Akil dan Aqil datang ke pelelangan ini hanya untuk menawar pedang itu.
Blue bukan dari kalangan bangsawan. Jadi ia tidak mempunyai informasi tentang pelelangan. Namun melelang barang setengah jadi itu sangat aneh.
Harga jual mulai melesat, bahkan hingga menyaingi harga Batu Merah pengumpulan milik Blue sebelumnya.
"2 Batu Merah." Blue menyebutkan angka yang wajar, tetapi semua orang langsung menatapnya.
Batu Merah jauh lebih susah didapatkan dibanding dengan biru ataupun kuning. Namun Blue dengan santainya mengatakan 2 batu merah.
Setelah hening sementara, sosok pria tua menggenggam gagang kursinya hingga hancur. "1 Batu Merah dan 3000 batu biru!" Itu semua kekayaan yang dimiliki pak tua.