
Sebelum mendekat, Blue di hadang oleh 2 manusia ikan. "Tuan, ada urusan apa anda mendatangi kediaman kami?"
Blue tersenyum manis. "Kami datang karena perintah dari dewa keberuntungan, aku dengar kota ini akan mengalami bencana!"
Dua penjaga langsung memukul Blue yang menggunakan sihir pembantu pernapasan. Sebagai tanggapan, Blue menarik satu pedang di tangan kanannya.
Suara pedang dan tombak trisula berbenturan, suara besi terdengar cukup keras. Yami menajamkan mata dan ingin segera mengayunkan pedangnya, tetapi Blue menghentikannya.
"Jangan serang, kita disini bukan untuk bertarung."
Yami segera menariknya pedangnya, ia segera kembali ke posisinya. Sebenarnya Rafaela juga sudah merapal semua sihir serangan, tetapi ia segera membatalkannya.
Liem dan Kitty juga bersiap untuk bertarung, tetapi mereka segera santai kembali setelah mendengar perintah tuannya.
"Seperti yang aku katakan, kami disini tidak untuk bertarung. Tolong berikan kesempatan bertemu Raja Naga Laut." Blue memberikan hormat pada dua penjaga dengan membungkukkan sedikit badannya.
"Baiklah, aku akan mengurus identitas masuk kalian. Lebih baik jangan keluarkan perkataan kotor tadi dari mulutmu!"
Blue hanya tersenyum tipis mendengar ancaman dari penjaga kota bawah laut.
Mereka dipimpin menuju gedung administrasi yang sangat megah. Blue menyimpulkan ini lebih baik daripada sebuah kerajaan di 4 benua. Tentu saja Benua Timur terkecuali karena ia sendiri tahu seberapa maju peradaban mereka.
Seorang resepsionis bertanya, "Darimana asal kalian?"
Blue sedikit mengerutkan kening ketika melihat manusia biasa bekerja di gedung administrasi. "Desa Koral," jawab Blue singkat.
"Desa pemain ya, mm... sepertinya pemrosesan akan sedikit memakan waktu. Tolong berikan kami waktu," kata resepsionis dengan suara lembut.
Blue melirik beberapa orang yang ada di gedung ini, ternyata manusia ikan itu bisa berubah menjadi manusia biasa di dalam kota. Beberapa orang juga berbincang-bincang terkait pengkhianat yang sedang menyusun rencana perebutan kekuasaan.
"Apa kau tidak tahu, pangeran ke 1 mendapat dukungan dari 7 keluarga. Tidak mungkin pangeran ketiga akan merebut kekuasaan!"
"Bodoh, memang pangeran ketiga cuma dapat 4 dukungan. Tapi semua dukungannya adalah keluarga terkenal dan gelar Duke."
Pria dengan yang mengenakan kaos ketat memukul meja dengan gelasnya. "Jelas pangeran kedua yang akan menjadi penguasa. Ia sangat kuat, bahkan raja mengaguminya!"
Blue sedikit bingung tentang susunan pemerintah di dalam kota ini. Seharusnya pulau bawah laut tidak terlalu besar, tetapi para pemabuk itu menyatakan perebutan kekuasaan antara pangeran dan keluarga besar.
Resepsionis kembali dan langsung bertanya, "Siapa nama kalian?"
"Aku Blue, mereka Yami, Rafaela, Liem," jawab Blue dengan santai.
Mata Dewa digunakan, ternyata sistem belum sepenuhnya di terapkan di pulau bawah laut. Ia bisa memastikan karena Mata Dewa tidak bisa menembus status semua orang disini.
...[Dewa Keberuntungan melindungi status mereka.]...
"Siapa sebenarnya dewa keberuntungan ini, dia mulai menggangguku karena poinku terlalu tinggi!" gumam Blue pelan.
Resepsionis melebarkan matanya setelah melihat data yang ada di dalam komputer miliknya. "Wow, anda adalah pendiri desa koral. Senang bertemu dengan anda."
Ekspresi resepsionis langsung berubah ketika melihat identitas asli pelanggannya. Ia langsung menggenggam tangan Blue dan memperlihatkan wajah bahagia.
"Ya, aku juga. Tapi tolong proses administrasinya lebih cepat." Blue tersenyum kecut melihat resepsionis bisa melihat identitas seseorang dari komputer.
Setelah menunggu beberapa saat, sebuah kartu diberikan pada Blue, Yami, Rafaela, dan Liem. Kitty tidak perlu didaftar karena ia berbentuk kucing.
"Simpan kartu itu dan jangan sampai hilang, setiap kali melakukan transaksi akan menggunakan kartu tersebut." Resepsionis memberikan hormat layaknya pelayan.
Blue dan kelompoknya langsung mencari tempat sepi. Mereka akan membahas rencana untuk menyelamatkan pulau bawah laut ini.
"Yami dan Rafaela akan bertugas mencari informasi di pasar. Liem dan Kitty akan ikut denganku ke pusat perbelanjaan."
Yami dan Rafaela segera berangkat, tujuan mereka adalah pasar tradisional di pinggiran kota. Blue menugaskan mereka karena Yami sangat pandai mengumpulkan informasi penting.
Blue, Liem dan Kitty akan menuju gedung pusat perbelanjaan atau dikenal sebagai mall. Blue dan Liem menunjukkan kartu identitas untuk masuk kedalam.
Tanpa sadar Blue melirik penjaga keamanan yang tampak bukan manusia biasa. Mata Dewa digunakan, ternyata penjaga gedung ini adalah seorang robot dengan bahan baku Batu Mana Kuning.
Blue tersenyum tipis melihat peradaban Fairy Dance hampir menyerupai ini. Dengan sedikit pemolesan, mereka akan membuat Desa Koral menjadi sebuah kota.
"Aku juga merasakannya, tetapi Dewa Keberuntungan memblokir semua informasi makhluk hidup. Jadi Mata Dewa tidak bisa mencari tahunya, sebaiknya kita menghindari sesuatu yang tidak pasti."
Blue melanjutkan perjalannya, ia melihat batu iblis dijual bebas di pusat perbelanjaan. Keningnya sedikit mengerut dan kakinya segera melangkah ke pedagang tersebut.
"Paman, benda apa ini?" tanya Blue.
Meskipun kiosnya cukup ramai, pertanyaan Blue segera dijawab oleh pemilik kios. "Ini batu keberuntungan, banyak orang yang sudah membuktikannya. Mereka menjadi sehat dan tampak lebih muda!"
"Menarik, berapa harganya?"
"1 koin emas."
Blue tersenyum tipis mendengarnya, ternyata harga barang di pulau ini sangat murah untuk ukuran pemain kelas atas.
Batu Iblis memang tidak berguna untuknya, setidaknya beberapa prajurit iblis Regina bisa menggunakannya.
"Aku beli satu saja, lumayan untuk pajangan di rumah."
Perkataan Blue membuat penjual batu tersenyum manis, ia segera memberikan batu tersebut pada pelanggannya setelah menyelesaikan transaksi.
...[Batu Iblis terkutuk telah ditemukan. Semakin lama anda menyimpannya, maka status anda akan berkurang.]...
Blue tidak bisa membuangnya sekarang, ia memilih untuk menyimpannya sementara. Setelah beberapa saat, ia langsung berlari ke kamar mandi.
"Sialan, dewa itu benar-benar sedang mempermainkan ku!"
Padahal Blue baru menyimpannya selama 2 menit, tetapi Daya Tahannya sudah berkurang dua poin. Karena tidak mau mengambil resiko, Blue memilih untuk membuangnya.
Tepat sebelum Blue membuangnya, sebuah pemberitahuan sistem muncul.
...[Batu Iblis Terkutuk bisa dimurnikan dengan energi kehidupan.]...
"Kenapa baru memberitahukan sekarang!" ucap Blue sedikit kesal karena sudah kehilangan poin status tanpa alasan.
Energi kehidupan digunakan, Batu Iblis terkutuk menjadi Batu Iblis Murni. Membutuhkan 100 energi kehidupan untuk memurnikan batu tersebut.
...[Batu Iblis Murni...
...Tingkat : Sampah...
...Kemungkinan meningkatkan 10 poin status untuk iblis kelas sangat rendah dan rendah.]...
Blue tidak punya pasukan iblis tingkat sangat rendah, karena tambang batu iblis sangat melimpah untuk Fairy Dance.
Karena tidak ada efek samping, Blue segera menyimpannya ke inventori. Tubuhnya sudah tidak terkena kutukan, jadi ia bisa melanjutkan perjalanan.
Ketika melewati penjual batu tersebut, matanya melirik Blue dengan tatapan curiga. Tangannya melambai dan bertanya, "Pelanggan, bagaimana kualitas batunya?"
"Sangat bagus, tuanku suka dengannya. Lain kali kalau tuanku menginginkannya aku akan merekomendasikan tokoku." Blue segera sadar bahwa pemilik toko adalah musuhnya.
Blue segera meninggalkannya untuk menghindari kecurigaan lebih lanjut. Ia segera berhenti di depan toko baju, firasatnya menyatakan bahwa baju ini juga terkena kutukan.
"Mengapa hampir semua barang disini terkena kutukan?" gumam Blue pelan.
Tepat setelah bergumam, laporan Yami muncul di kotak pesan miliknya.
Yami melaporkan bahwa Raja Iblis telah membuat sebuah markas di bawah tanah. Sekarang mereka merencanakan kudeta pada raja dan mencalonkan pangeran kedua sebagai pemimpin.
Kerajaan ini punya 4 penerus. Pangeran pertama sangat pandai dalam memanipulasi informasi dan mencari dukungan.
Pangeran kedua tentu saja sangat kuat karena bantuan Raja Iblis. Bahkan raja hampir tidak bisa mengalahkannya.
Pangeran ketiga tidak punya kecerdasan dan kekuatan, ia hanya punya keberanian untuk mencoba dan punya sifat kepemimpinan.
Pangeran keempat hilang entah kemana, rumor mengatakan bahwa pangeran itu sedang dipenjara karena melanggar aturan kerajaan.